Bab 9
"Syukurlah kalian berhasil menangkap gadis ini. Kalau tidak, kita smeua dalam bahaya" ucap salah satu pengawal yang di kurung queisha di kamarnya tadi.
"Lepaskan aku" ucap queisha
"Cepat ambilkan borgol dan panggil dokter Gian" ucap salah satu pengawal yang bertubuh besar
"Lepaskan aku, Lepaskan aku, lepaskan aku" teriak queisha
Beberapa saat kemudian slah satu pengawal itu memberikan dua borgol kepada pengawal yang bertubuh besar.
"Kau mau apa" ucap queisha
Pengawal itu, memborgol tangan dan kaki queisha. Queisha memberontak.
"Lepaskan aku. Kenapa kalian menahan ku disini"
"Maaf nona, kami harus melakukan ini. Jika nona kabur nyawa kami semua dalam bahaya"
Dokter Gian pun memasuki kamar Queisha.
"Kalian keluarlah. Aku akan memeriksanya" ucap dokter Gian
Semua pengawal-pengawal itupun beranjak pergi menunggu di depan pintu kamar Queisha.
Saat kepala pelayan Laras ingin pergi dokter Gian mencegahnya "kepala pelayan kau tetaplah disini".
Kepala pelayan hanya menurut.
Saat dokter Gian ingin mengobati luka di tangan dan jarinya queisha. Queisha menolaknya.
"Kalian berdua pergilah dari sini. Aku benci melihat kalian Yang ada di sini. Kalian semua penindas" teriak queisha.
"Biarkan aku mengobati luka mu dulu. Setelah itu aku pasti akan pergi" ucap dokter Gian
"Tidak perlu. Aku lebih baik mati dari pada harus tinggal di sini. Pergi kalian pergi" teriak queisha.
"Jika lukamu tidak di obati takutnya akan infeksi nanti"
"Apa peduli mu. Pergiiii" teriak queisha
"Nona atau kau ingin makan dulu sejak tadi pagi kau belum makan. Kau juga belum meminum obatmu" ucap kepala pelayan meletakkan nampan yang berisi makanan dan minuman itu di depan queisha. Karena tangganya di borgol di depan, queisha membuang nampan itu kelantai.
"Kalian tuliiii! Aku bilang keluarrrrrr" teriak queisha
"Lebih baik kita keluar dulu dokter. Jika dia sudah tenang nanti kita kembali lagi" ucap kepala pelayan Laras.
"Tapi lukanya harus segera di obati, kalau tidak akan infeksi nanti. Atau aku suntikan saja obat penenang padanya"
"Hey, kau jangan macam-macam. Aku bisa mendengarmu" teriak queisha
"Sudahlah dokter. Dari pada dia berbuat nekad kita tunggu saja dia sampai tenang" ucap pelayan Laras beranjak dari kamar Queisha diikuti oleh Gian.
Sementara itu, Vigo, Daffa dan jhosua kembali ke mansion untuk makan siang.
Ketiganya kaget melihat mansion itu seperti kapal pecah.
"Kelakuan siapa ini" suara Vigo menggelegar. Sehingga semua pelayan yang ada disana berkumpul
"Maaf tuan, gadis itu mencoba melarikan diri. Dia melempari barang-barang ini karena di kejar-kejar oleh pengawal" ucap kepala pelayan Laras
"Terus dimana dia sekarang" ucap Vigo penuh amarah
"Dia di kamarnya tuan. Dia terluka tapi tidak mau di obati. Dia bahkan belum makan dari pagi tadi dan obat-obatnya tidak satupun yang dia minum"
"Cari mati" geram Vigo menuju ke kamar Queisha.
Sementara queisha sudah lemas, karena darah yang terus mengalir di tangan dan jari-jarinya. Wajahnya memucat.
Sweater yang dia pakai pun sudah kotor oleh darah.
Vigo masuk ke kamar Queisha diikuti oleh Daffa dan jhosua, sedangkan queisha hanya menatapnya sayu.
"Kau benar-benar cari mati! Kau ingin mati hah, akan aku kabulkan sekarang" ucap Vigo menodongkan pistolnya ke kepala queisha.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang lainnya yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "BAD GIRL" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments