Bab 18
Vigo beranjak membaringkan tubuhnya di sofa. Tetapi, baru ingin memejamkan matanya, Queisha teriak-teriak histeris dengan mata tertutup.
"Awassss" teriak zhea yang bermimpi kecelakaan mobil yang meregut nyawa mamanya.
"Tidak, jangannn" ucap queisha yang bermimpi tentang kejadian dia yang melihat Daffa maupun Vigo yang ingin di tembak.
"Dia kenapa" ucap Vigo beranjak dari sofa dan duduk di ranjang samping queisha.
Queisha menggeleng-gelengkan kepalanya ketakutan, keringat dingin pun membasahi dahinya.
Vigo meletakkan punggung tangannya di dahi queisha dia mengernyitkan dahinya Karena tubuh queisha yang sangat panas, sementara dirinya di penuhi oleh keringat.
"Suhu tubuhnya sangat panas. Tapi dia sangat berkeringat. Apa mungkin dia masih ketakutan dengan kejadian tadi"
Queisha masih belum tenang, tangannya meremas kuat selimut yang membaluti tubuhnya. Sehingga perban di lukanya memerah
"Kau benar-benar ketakutan" ucap Vigo dia lalu mengenggam lembut tangan queisha.
"Kau sangat berani dan nekad. Tapi, mengapa sekarang kau malah ketakutan. Bahkan masih banyak bahaya lainnya yang mengancam nyawamu. Tidak hanya aku tapi, sekarang juga ada Mark yang akan mencari-cari cara untuk memangsamu. Kau salah, karena telah mencari masalah dengannya. Dan jangan pernah berharap suatu saat aku akan menolongmu ketika Mark berhasil membawamu pergi, dari sini. Aku sudah membuat kesalah membawamu kemari, karenamu kak Daffa jadi mengingat kembali kenangan buruk tentang Diana. Dia juga menganggapmu seperti diana, aku tidak mau jika nanti kau menjadi kelemahannya, karena satu-satunya kelemahan yang dia miliki adalah hal yang mengenai Diana, dan kau sangat indentik di matanya akan hal itu. dan, jika musuh membunuhmu, aku akan menganggap semua hutangmu lunas. Tapi, jika kak Daffa kembali melemah seperti dulu, aku akan membunuh semua anggota keluargamu tanpa sisa satupun"
Queisha mengenggam erat tangan Vigo.
"Berhentilah menggenggam tanganku. Lihat, tanganmu kembali berdarah" ucap Vigo. Namun, queisha yang tidak sadarkan diri itu mana mungkin bisa mendengarnya. Queisha makin gelisah, air mata pun keluar dari matanya yang tertutup.
"Apa kau setakut itu?" Ucap Vigo
"Tenanglah. Untuk saat ini, kau sudah selamat. Jika kau takut, maka berhentilah melakukan hal konyol seperti itu" ucap Vigo mengusap-usap kepala queisha
"Tidakkkkkk" teriak queisha yang memimpikan bagaimana dulu, raya dan viola menyiksanya. Wajahnya berulang kali di masukkan ke bak mandi sampai akhirnya dia pinsan. Rambutnya di Jambak dengan keras, dengan seluruh tubuh yang basah kuyup dia di biarkan tergeletak di kamar mandi dan pintu kamar mandi juga di kunci oleh mereka.
"Kenapa dia semakin histeris.heyy, aku bahkan belum melakukan kekejaman apapun padamu.dan kau sudah ketakutan seperti ini"
Vigo lalu berbaring di samping queisha. Queisha masih saja gelisah keringatnya bahkan bercampur dengan keringatnya.
Vigo membiarkan queisha memegang tangannya,makanya dia mau tidur di ranjang itu. Padahal, tadinya dia lebih memilih untuk tidur di soffa.
"TIDAKK, JANGAN! AKU MOHON" racau queisha
Vigo yang baru saja ingin memejamkan matanya menahan amarah.
"Jika kau terus berbicara seperti ini, aku tidak bisa tidur. ayolah tenang sedikit, biarkan aku beristirahat ada banyak hal yang harus ku urus besok. Lepaskan tanganmu, atau aku akan memotongnya. Apa perlu ketakutan sampai sebegininya hah" Ucap Vigo yang kembali duduk dan berbicara dengan queisha yang tidak sadarkan diri itu.
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "COULD CEO IN LOVE" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments