"aku, akan mempercepat ajal penghianat Sepertimu. dengan begitu kau tidak akan merasakan kesakitan" ucap Vigo lalu menembak tepat di kepala orang itu.
queisha menutup mulutnya melihat kejadian itu.
"bukankah dia CEO yang terkanal itu. ternyata dia juga seorang mafia, lebih baik aku pergi dari sini sebelum mereka melihatku dan membunuhku di tempat" ucap queisha.
queisha mengenali vigo, karena Vigo pernah membooking caffe tempatnya bekerja.
dengan secepat mungkin, queisha berlari karena terlalu terburu-buru dan ketakutan queisha terjatuh.
"daffa, Joshua kejar wanita itu jangan sampai lolos" ucap Vigo kepada dua asisten pribadinya itu. dan kalian beresi mayat-mayat ini. ucap Vigo lalu beranjak pergi.
sementara itu, Queisha masih tetap berlari, Daffa menembak tapat di kaki Queisha. Queisha terjatuh.
disaat Daffa dan Joshua ingin menangkap queisha mereka mendengar suara Irene polisi.
"kita tinggalkan saja wanita itu. bahaya jika polisi melihat kita" ucap Joshua di angguki oleh Daffa mereka pun meninggalkan queisha. dan masuk ke dalam mobil.
"bagaimana dengan wanita itu, kalian berhasil memusnahkannya" ucap Vigo dingin
"maaf boss, wanita itu sudah tertembak. tapi kita tidak bisa menangkapnya karena ada polisi" ucap daffa
"apa? menangkap seorang wanita saja kalian berdua tidak bisa. bagaimana jika dia melapor pada polisi"
"boss nanti saja marah-marahnya. kita harus cepat-cepat pergi dari sini, sebelum polisi mengetahui keberadaan kita" ucap jhosua lalu melajukan mobil dengan kecepatan penuh.
sementara itu, queisha berteriak-teriak meminta tolong.
"tolong"
"tolong"
"tolong"
namun, karena tempatnya jauh dari keramaian tidak satupun orang yang mendengar ucapan queisha.
"tidak ada orang disini. aku harus berusaha pergi dari sini. jika tidak orang-orang yang tadi bisa saja datang kembali dan membunuhku" ucap queisha.
dia lalu mencoba berjalan dengan tertatih Ratih dan menahan sakit.
hari beranjak malam, Queisha baru sampai di depan apartemennya. dia melihat dua orang laki-laki berbadan besar berdiri di depan pintu apartemennya.
"kalian siapa" ucap queisha menahan sakit di betisnya
"apa nona yang bernama queisha Shakira"
"ya, saya sendiri"
"sekarang sudah waktunya nona membayar hutang-hutang nona. sesuai perjanjian setelah satu tahun nona akan membayar semuanya"
"hutang? hutang apa" ucap queisha kebingungan
"hutang uang sebesar 750 miliar yang di pinjam oleh nyonya raya satu tahun yang lalu"
"itu hutang mereka, kenapa menagih padaku. aku tidak memakan uang itu sepeserpun"
"tapi nona, adalah jaminannya jika nyonya raya tidak bisa membayar hutang-hutangnya"
"apa. tidak. Mama saya ada di dalam. kalian bisa menagih uang itu padanya"
"maaf tapi tidak ada satupun orang di dalam rumah ini. kami sudah sejak tadi siang berada disini"
"apa? nggak mungkin" ucap queisha lalu masuk kerumah dengan kaki yang pincang
"Mama, viola. keluar kalian. kalian tidak bisa memperlakukan ku seperti ini. keluar kalian" ucap queisha mencari raya dan queisha di seluruh ruangan apartemen.
queisha masuk ke kamar viola dia membuka lemari baju viola yang kosong.
"kurang hajar. kalian sengaja pergi meninggalkan ku dengan hutang-hutang kalian"
"nona, jika kau tidak bisa membayarnya ayo ikut kami sekarang"
"nggak, bukan akau yang meminjam, memakan, ataupun memakai uang itu" ucap queisha mulai menangis
"tapi nona adakah jaminan dari mereka. dan nona akan tetap ikut dengan kami suka atau pun tidak suka"
orang-orangnya Vigo lalu memegang tangan queisha kanan dan kiri. dan membawa paksa semula queisha memberontak. namun pada akhirnya dia kehilangan kesadaran.
dua orang suruhan Vigo pun dengan mudah membawa queisha masuk kedalam mobil dan menuju mansion vigo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Kisti
dmnpun berada smg kau cll dlm kebaikn dan perlindungan.krn kmu gadis yg baik
2023-06-17
0