Bab 10
Daffa yang melihat itu pun langsung mencegah Vigo.
"Kau sudah gila. Kau ingin membunuh orang dalam keadaan tidak berdaya Seperti ini. Apa kau tidak malu sebagai ketua mafia membunuh seorang wanita dalam keadaan lemah"
"Tapi dia benar-benar menguji kesabaran ku" ucap vigo menahan emosi
"Jadi kau tetap ingin membunuhnya. Lakukan saja, jika begitu" ucap daffa.
Dengan kesal Vigo keluar dari kamar Queisha dia memukul dua pengawal yang berjaga di depan kamar Queisha untuk melampiaskan amarahnya.
queisha mulai hilang kesadarannya. Melihat itu, Daffa menepuk-nepuk pipinya agar queisha sadar.
"Sadarlah, hey sadarlah" ucap daffa
"Cepat, panggilkan dokter Gian" ucap jhosua pada kepala pelayan Laras.
Kepala pelayan Laras pun beranjak memanggil dokter Gian.
"Biarkan dokter Gian yang merawat Gadis ini. Kita harus kembali ke kantor sekarang" ucap jhosua.
Daffa mengganguk, dia lalu membaringkan queisha dengan hati-hati. Kemudian mereka beranjak pergi, dengan Vigo yang sudah berada di dalam mobil.
Dengan wajah dan tatapan yang tidak bersahabat.
Dokter Gian mengobati queisha luka di tangan queisha. Dia mengecek suhu tubuh queisha lalu berucap "Demamnya sangat tinggi, kompres terus dia sampai demamnya turun. Aku akan memasangkan infus untuknya. Karena tubuhnya sangat lemah"
Jam menunjukkan pukul 01:35. Vigo, Daffa dan jhosua baru kembali ke mansion.
"Aku harus mengecek keadaan wanita itu. Jangan sampai dia membuat ulah lagi" ucap Vigo beranjak ke kamar Queisha, diikuti oleh Daffa dan jhosua.
"Apa dia membuat ulah lagi" ucap Vigo dingin
"Tidak tuan. Nona bahkan belum bangun setelah pingsan tadi siang. Demamnya juga tinggi, aku sudah mengompresnya sejak tadi siang, tapi demamnya tetap tidak turun" ucap kepala pelayan Laras
"Dimana dokter Gian" ucap jhosua
"Dia baru saja menggantikan infusnya"
"Kalian sudah gila. Di saat tidak sadar pun kalian tidak membuka borgolnya" ucap daffa
"Para pengawal tidak membolehkan kami membukanya. Takut, nona akan kabur lagi nanti"
"****! Dia sekarang itu lemah. Mana mungkin bisa kabur. Cepat ambilkan kunci borgolnya" bentak Daffa.
Kepala pelayan Laras pun pergi mengambil kunci borgol.
"Kenapa kau sangat peduli padanya. Apa kau menyukainya" ucap Vigo
"Omong kosong. Aku tidak suka jika kau menyiksa seorang perempuan seperti ini" teriak Daffa
"Aku tidak melakukan apapun padanya. Sejauh ini aku hanya menahannya disini. Dia terluka karena ulahnya sendiri. Kenapa kau sangat marah, kau jatuh cinta pada gadis ini hemm" ucap Vigo
"Ya aku peduli padanya. Karena setiap aku melihatnya, aku seperti melihat Diana di dalam. Dirinya apa kau mengerti rasanya bagaimana hah" bentak Daffa.
Jhosua mencoba menenangkan kedua sahabatnya yang sedang bersitegang itu.
"Sudah, sudahlah jangan beribut. Vigo sebagai sahabatmu aku sarankan untuk mengalah kali ini".
Pelayan Laras memberikan kunci borgol ke Daffa. Daffa langsung membuka borgol dari tangan dan kaki queisha.
"Jika dia kabur. Aku benar-benar akan membunuhnya" ucap Vigo
"Aku akan menjaganya di sini" ucap daffa dia lalu memborgol tangannya dan tangan queisha.
"Apa dengan begini kau bisa tidur dengan tenang" ucap daffa yang memperlihatkan tangannya di bergol dengan tangan queisha yang sebelah kanan.
Vigo hanya terdiam, Daffa melempar kunci bergol itu ke luar kamar.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang lainnya yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "BAD GIRL" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Kisti
smg kmu aman disarang vigo ya queisha,,,smg kalian lekas saling ingat masa kecil kalian.dan smg queisha ingat kakak laki2 yg ia tolong
2023-06-17
1
Linda Erma
Bagus kk ceritanya,semangat up'y kk 😊
2022-09-20
1