Bab 7
Vigo membaringkan queisha di ranjang.
"Kau, cepat ganti bajunya" ucap Vigo pada kepala pelayan Laras.
"Maaf tuan, tapi gadis ini tidak membawa satu pakaian pun ke sini. Dan baju saya juga, nggak cocok sama gadis ini. Baju saya tidak ada yang bagus, tuan. Semuanya daster"
"Saya tidak peduli. Yang saya tahu kau ganti pakaiannya" bentak Vigo beranjak vergi.
Sementara Daffa beranjak, mengambil sweaternya yang ada di dalam mobil.
Dia masuk memberikan sweaternya itu kepada kepala pelayan Laras "ganti bajunya dengan ini. Setelah itu panggil dokter Gian untuk memeriksanya" ucap daffa memberikan sweaternya. Lalu keluar dari kamar Queisha. diikuti oleh jhosua, yang sedari tadi tidak pergi dari kamar Queisha.
Mereka berdua menunggu Vigo di mobil.
"Kau Sepertinya sangat perhatian dengan gadis itu. Apa kau menyukainya"
" Dia mengingatkan ku pada Diana. Jika diana masih hidup dia mungkin akan tumbuh jadi gadis yang cantik seperti gadis itu. Usianya dan Diana mungkin, tidak terlalu jauh" ucap daffa dengan wajah sedihnya
Vigo masuk ke mobil, jhosua pun langsung manancapkan gas menuju kantor.
"Boss, jika kau ingin menahan gadis itu. Setidaknya belikan kebutuhannya" ucap daffa
"Itu bukan urusanku! Keluarganya berhutang banyak padaku karena dia tidak punya uang makanya dia harus aku tahan. Jika tidak, sudah aku bunuh dia dari kemarin"
"Tapi, boss dia tidak mempunyai pakaian jika tinggal di mansionmu. Setidaknya, belikan dia beberapa pakaian"
"CK, aku nggak Sudi! Jika kau peduli, kau saja yang membelinya"
"Baiklah. Tapi, izinkan kepala pelayan Laras untuk keluar, aku akan menyuruhnya membeli pakaian untuk gadis itu"
"Terserah kau saja"
Sementara itu, queisha tersadar setelah di periksa dokter Gian.
"Kau sudah sadar" ucap kepala pelayan Laras.
"Bebaskan aku dari sini. Aku mohon"
"Maaf nona, tapi saya tidak bisa membantu nona. Dari pada nona terus melawan yang pasti tidak ada gunanya lebih baik nona nurut saja pada tuan Vigo"
"Memangnya dia siapa, sehingga aku harus menurutinya"
"Nona, tuan Vigo itu orang yang sangat kejam. Jika nona terus melawan dia akan menyakiti nona nanti"
"Aku tidak mempunyai masalah ataupun salah padanya. Kenapa dia mengurungku di sini"
Pelayan Laras hanya diam.
Queisha melihat bajunya yang sudah berganti sweater pun berucap "kau yang Menganti pakaian ku"
"Iya, Nona. Sekarang Nona makan dulu habis itu minum obatnya"
"Aku nggak mau. Aku hanya mau pergi dari sini"
"Maaf nona saya benar-benar tidak bisa membantu. Meskipun saya sangat ingin"
"Kau pergilah. Aku ingin istirahat" bohong queisha, dia ingin mencari cara keluar dari mansion Vigo.
"Baiklah nona, jika ada perlu apa-apa Nina katakan saja pada dua orang yang berjaga di pintu kamar Nona untuk memanggil saya"
"Ada orang yang berjaga di depan pintu"
"Iya nona. Saya pergi dulu" queisha mengganguk. Kepala pelayan Laras pun beranjak pergi.
Queisha mencari celah untuk pergi dari kamar itu. Namun sayangnya, kamar itu tidak mempunyai celah sedikit pun.
"Aku harus cari cara pergi dari sini" ucap queisha.
Queisha membuka pintu kamarnya.
"Maaf nona, anda tidak di perbolehkan keluar dari kamar" ucap salah satu pengawal itu
"Saya hanya ingin ke toilet" bohong queisha
"Di dalam kamar nona ada toilet dan kamar mandi"
"Toilet dalam kamar ini rusak. Aku sudah tidak tahan ingin ke toilet"
"Di mansion ini tidak ada toilet yang rusak"
"Jika kalian tidak percaya, kalian bisa memeriksanya sendiri"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Kisti
😀😅gak usah pergi queisha nurut aja pd pangeran kecilmu itu.kmu aman disitu setelah salling tau siapa kalian dmasa kecil
2023-06-17
1