Bab 13
Daffa terburu-buru mandi dan bersiap-siap untuk ke kantor. Setelah selesai dia langsung masuk ke mobil, karena Vigo dan jhosua telah menunggunya.
"Lihatlah kau. Gara-gara gadis itu kau kerepotan sendiri. Bahkan tidak sempat sarapan" ucap Vigo dingin
"Jika kau tidak memborgolnya, aku juga tidak akan seperti ini" ucap daffa
"Kau sendiri yang melakukannya"
"Sudahlah, ini masih pagi aku tidak ingin mendengar perdebatan kalian" ucap jhosua melajukan mobilnya menuju kantor.
Kepala pelayan Laras membawa makanan untuk queisha. "Nona makan dulu. Habis itu minum obatnya, ini perintah dari tuan Daffa" queisha hanya mengangguk.
"Nona mau mandi, saya akan siapkan air hangatnya" queisha menggeleng
"Jika nona memerlukan sesuatu, biar pengawal di depan nona memanggil saya". queisha hanya mengangguk. Kepala pelayan Laras pun beranjak pergi.
queisha masuk ke kamar mandi, badannya terasa sakit-sakit semua. Terlebih lagi luka tembak yang belum sembuh, telapak kaki yang terluka karena pecah gelas dan tangannya yang terluka karena pisau.
queisha mengunci diri di kamar mandi. Dia memeluk lututnya dan menangis di sudut kamar mandi.
"Mama, papa, Aku ingin pergi dari sini. Tempat ini sangat mengerikan! Aku tidak ingin tinggal di sini. Kenapa kalian tidak membawaku saja ikut kalian"
queisha melepaskan perban yang membalut jari-jarinya. Dia bangkit lalu mencuci tangannya.
"Aku harus tahan semua rasa sakit ini. Aku harus membiasakannya. Jangan biarkan mereka melihat sisi lemahku" ucap queisha memejamkan matanya ketika air mengenai jari-jarinya yang terluka. Dan luka sayatan di tangannya.
queisha juga melepaskan perban di betisnya. Dia menekan kuat-kuat betisnya dengan tangan kanan untuk mencucinya sementara tangan kirinya menutup mulut untuk tidak teriak karena menahan sakit.
Meski tidak teriak, namun air matanya mengalir menahan sakit.
Air di bak mandi itu pun sudah memerah. queisha lalu berendam memejamkan matanya, menahan semua rasa perih dari lukanya yang terkena air.
"Aku harus membiasakan rasa sakit ini. Karena mereka pasti akan menyiksaku lebih dari ini" ucap queisha.
Sudah dua jam queisha berendam. Kepala pelayan Laras masuk membawa makanan yang lain untuk queisha.
"Apa dia di kamar mandi" ucap kepala pelayan Laras yang tidak melihat queisha di kamar. Dia lalu mengetuk-ngetuk kamar mandi.
Queisha malas beranjak untuk membuka pintu kamar mandi, dia lebih memejamkan matanya dan menghiraukan kepala pelayan Laras.
Karena khawatir tidak mendapat respond dari queisha dari dalam kamar mandi, kepala pelayan Laras lalu mencoba membuka pintu kamar mandi itu,namun terkunci.
"Terkunci dari dalam" ucap kepala pelayan Laras. Dia kemudian mencari kunci cadangan kamar mandi itu di dalam laci. Dan tak lama kemudian kunci itu ketemu.
Kepala pelayan Laras langsung membuka pintu kamar mandi.
Dia terkejut melihat queisha yang mandi dengan air yang sudah memerah. Dan tangannya yang Terjuntai meneteskan darah dari jari-jarinya yang terluka.
"Nonaaa" teriak kepala pelayan panik
Queisha membuka matanya lalu berucap "tenanglah, aku masih hidup"
"Nona apa yang kau lakukan"
"Berendam. Kau pergilah dari sini, aku masih ingin berendam"
"Apa kau yakin nona. Tubuhmu terlihat sudah sangat lemah"
"Ya. Kau keluarlah dan kunci pintunya. Kalian takut aku kaburkan?"
"Nona. Cepat Kembali lah ke kamar"
"PERGIII. Atau aku akan nekad nanti" ancam queisha
Kepala pelayan Laras pun beranjak pergi, tapi tidak menutup pintu kamar mandi itu.
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Kisti
sebnarnya kesakitan yg brtubi tubi itu akan buat qta depresi.sabar ya gadis cantick.sembuhlah,makan yg banyak ya.
2023-06-17
2