Bab 12
Queisha yang melihat kesedihan di wajah Daffa pun berucap "adikmu sangat beruntung, mempunyai kakak yang sangat menyayangi nya. Sementara aku, semua orang yang aku cintai sudah pergi. Mama pergi saat aku berusia 5 tahun, papa juga pergi satu tahun yang lalu. Sementara ibu dan saudara tiriku hanya menyiksa dan menginginkan yang saja. Seandainya hidup bisa di tukar, aku ingin bertukar posisi dengan adikmu. Dia di cintai dan di sayangi begitu tulus"
"Aku bisa menjadi kakakmu jika kau mau" ucap daffa
"Benarkah? Aku memang tidak mempunyai kakak selama ini"
"Asalkan kau mau saja menjadi adik dari seorang Seperti ku. Kau tahu sendiri siapa kami sebenarnya"
Queisha hanya terdiam. Dia merasa nyaman di dekat Daffa dan merasakan ketulusan Daffa.
"Sudah jangan terlalu di pikiran. Siapa namamu"
"Queisha. Nama kakak siapa"
Mendengar queisha memanggilnya kakak Daffa tersenyum lalu berucap "Daffa"
"Sekarang kau makan dulu, kepala pelayan Laras bilang kau belum makan dari pagi dan ini sudah mau pagi lagi, apa kau tidak lapar" ucap daffa mengambil nampan yang berisi makanan dan segelas air yang telah di siapkan kepala pelayan Laras, yang ada di dekatnya.
Queisha Yang baru menyadari tanahn mereka di borgol pun berucap "lho, kok tangan kakak di borgol juga"
"Itu karena aku meminta mereka melepaskan borgol di tangan dan kakimu. Tapi mereka takut kau akan lari jadinya aku Padang saja borgol di tangan kita satu-satu biar mereka senang"
"Ternyata dia benar-benar tulus" batin queisha
"Makanlah" ucap daffa
Queisha pun mulai makan, namun sangat sulit baginya untuk makan, karena tangan kanannya yang tidak leluasa bergerak karena di borgol sementara tangan kirinya terluka.
"Kau kesulitan untuk makan. Biar aku suapi" ucap daffa mengambil alih sendok di tangan queisha.
Daffa menyuapi queisha, tapi queisha tidak membuka mulutnya, dia malah menatap Daffa.
"Kenapa? Masih nggak mau makan"
"Selain alm. Mama tidak ada yang menyuapi makan"
"Sekarang kan ada. Ayo buka mulutmu" ucap daffa.
Queisha pun membuka mulutnya, Daffa menyuapi queisha makan sampai habis.
"Sekarang minum obatmu, dan kembali lah tidur" ucap daffa memberikan pil dan segelas air pada Queisha.
Queisha menelan pil itu.
"Sekarang berbaring dan istirahatlah. Ingat jangan membuat ulah lagi"
Queisha mengangguk lalu berucap "terima kasih kak" dan memejamkan matanya.
Hari menjelang pagi, jhosua masuk ke kamar Queisha.
"Apa kau tidur nyenyak tadi malam" ucap jhosua membuka gorbol di tangan Daffa
"Menurutmu?" Ucap daffa dingin
"Hehehe, menurut ku tidak" ucap jhosua cengengesan. Vigo juga masuk ke kamar Queisha.
"Borgol lagi gadis ini atau ikat dia, aku tidak ingin dia menghancurkannya mansion ku seperti" ucap Vigo dengan suara baritonnya
"Tidak perlu, dia tidak akan berani lagi melakukan hal itu. Kau bisa membunuhku jika dia melakukannya" ucap daffa
"Kau mempertaruhkan nyawa mu demi gadis ini". Ucap jhosua tak percaya
"Aku menganggapnya sebagai Diana"
queisha terbangun karena percakapan mereka.
"Kau sudah bangun, makan makanan mu dan minum obatmu. Jangan pernah membuat kekecauan ataupun mencoba kabur dari sini. Kalau tidak, aku yang akan membunuhmu" ucap daffa dingin, dia menatap datar ke arah queisha. Dengan anggukan kecil, agar queisha mengerti atas perubahan sikapnya.
Kepala pelayan Laras, membawakan makanan untuk queisha.
"Tetaplah di kamar, dan jangan kemana-mana. Jika tidak, kau akan tahu akibatnya nanti" ucap Vigo beranjak pergi, diikuti oleh Daffa dan jhosua.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang lainnya yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "BAD GIRL" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments