Bab 16
Queisha dengan cepat berlari mendekati Vigo.
"Ambil ini" ucap queisha yang tengah gemetaran memberikan pistol kepada Vigo.
Vigo mengambil pistol itu, kemudian menembak satu persatu anak buah Mark yang mencoba mendekat.
"Kau cepat! Sembunyi" ucap Vigo yang menarik queisha berlari.
Sementara itu, Mark mengambil pistolnya kembali. Dia melihat Vigo dan queisha berlari pun menempatkan tembakannya pada Vigo.
Queisha berlari, dia melihat ke belakang. Mark sudah bersiap menembak ke arah Vigo.
DOORRR
Di saat Mark menembak, queisha memeluk tubuh Vigo dari belakang agar tidak tertembak. Tetapi dia sendiri yang menjadi korban.
Vigo membalikkan tubuhnya, sementara Mark sudah siap-siap untuk menembak kembali.
"DOORRR
Vigo lebih dulu menembak Mark. Di saat lasukay Mark ingin menyerang Vigo, mereka telah di cegah oleh pasukan utama vigo.
Vigo menatap lekat wajah queisha yang setengah sadar itu. Dia melihat mata queisha dan kembali mengingatkannya pada gadis kecil 15 tahun lalu.
Vigo menggendong queisha ala bridge style masuk ke mansion melewati pintu rahasia di balik tembok.
Vigo membaringkan queisha di atas ranjangnya. Vigo kemudian mengambil senjatanya dari dalam laci. Dia turun kebawah untuk melanjutkan perperangan.
Sampai di lantai satu, pelayan Laras berlari menghampiri Vigo. "Tuan, gadis itu tidak ada di kamarnya" ucapnya
"dia ada kamarku, panggil Gian untuk memeriksanya dia tertembak" ucap Vigo lalu berlari keluar untuk membantu Daffa.
Semua pelayan yang ada di mansion itu, sudah terbiasa dengan penyerangan. Vigo menyuruh semua pelayan perempuan untuk bersembunyi di kamar mereka jika terjadi penyerangan di mansion.
Semua pelayan juga tidak terlalu takut jika ada penyerangan,karena Mereka sudah terbiasa. canggihnya alat-alat Yang ada di mansion, sehingga musuh tidak bisa membobol mansion.
Vigo keluar dari mansion, di halaman mansion sudah tidak ada orang satupun. Vigo berlari keluar pagar, di sana pasukan utama berkumpul.
"Dimana kak Daffa" ucap Vigo yang tidak melihat Daffa di antara pasukannya.
"Dia tidak bersamamu" ucap jhosua
"Dari tadi dia memang tidak bersama ku"
"Itu dia, kakak tertua" ucap salah satu pasukan mereka, yang melihat Daffa di seberang jalan.
Daffa datang menghampiri mereka dengan perut yang tertembak.
"Kau tertembak" ucap jhosua memampah Daffa .
"Kalian jaga sekitaran sini. Dan separuhnya, pergi serang mereka. Aku yakin pasukan mereka sudah melemah sekarang. Bunuh mereka semua" ucap Vigo menahan emosi lalu membantu jhosua memapah daffa masuk ke mansion.
"Ke kamar ku saja. Dokter Gian pasti ada disana"
Jhosua mengangguk. Mereka lalu membawa Daffa ke kamar Vigo, dan benar di sana ada dokter Gian, kepala pelayan Laras dan queisha yang berbaring tak berdaya.
"Dia juga tertembak" ucap daffa
Vigo hanya mengangguk
Sementara dokter Gian, dengam segera mengobati daffa
"Dia tertembak? Bagaimana bisa. Dia tadikan tidak sadarkan diri saat mereka menyerang" ucap daffa
"Aku tidak tahu, tadi dia datang menolongku menghindari Jack yang ingin menembak ku"
"Jack? Mana mungkin" ucap jhosua
Daffa mengangguk lalu berucap "aku kira itu Mark, jadi aku mengejarnya. Dan aku memberikan senjataku kepada queisha agar dia bisa melindungi dirinya. Aku juga tidak tahu, jika dia akan tertembak. Seharusnya aku tidak membiarkannya pergi tadi"
"Kau yang memberinya senjata" ucap Vigo
Daffa hanya mengangguk
"Dia benar-benar gila! Dia menembak Mark" ucap vigo
"What" teriak jhosua
"Aku yakin, Mark akan menargetkannya. Di tambah lagi, dia tertembak karena melindungiku" ucap vigo
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "COULD CEO IN LOVE" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Kisti
vigo smg kmu lkas tau jka itu penolong saat kecilmu.smg queisha pahm kmu jdi kejam krn kmu dbulli sjak dini
2023-06-17
1
Sumarni Makkasau
nexxxt.. semangat hpx thor
2022-09-23
1
Nur Azizah
semangat updatenya kak
2022-09-23
1