Bab 11
Vigo dan jhosua keluar dari kamar Queisha dan masuk kedalam lift.
"Sebaiknya kau mengerti keadaan Daffa sekarang. Dia sangat terpukul atas kepergian Diana. Mungkin karena kerinduannya pada Diana dia mencoba melindungi gadis itu" ucap jhosua setelah itu dia keluar dari lift. Karena kamarnya dan Daffa berada di lantai enam sedangkan kamar Vigo di lantai tujuh.
"Kau kembalilah ke kamarmu. Aku yang akan menjaganya" ucap daffa pada kepala pelayan Laras
"Baiklah tuan. Jika ada apa-apa pada nona segera panggil saya" Daffa hanya mengangguk. Sementara kepala pelayan Laras beranjak pergi.
Karena mengantuk Daffa tertidur dengan posisi duduk. Hanya kepalanya yang menyender di kasur.
Jam menunjukkan pukul 2:55 pagi. Queisha terbangun, dia melihat sekelilingnya. Dan terkejut melihat Daffa yang tertidur.
"Siapa kau" teriak queisha
Daffa pun terbangun dari tidurnya. "Kau sudah sadar" ucapnya
"Kau, dasar pembunuh. Lepaskan aku dari sini"
"Tenanglah dulu. Aku akan mencari cara dan membantumu keluar dari sini"
"Kau tidak lagi bercanda kan?"
"Apa wajahku terlihat seperti orang yang lagi bercanda"
"Apakah kau bisa di percaya. Kalian itu pembunuh, aku tidak ingin tinggal bersama orang-orang seperti kalian"
"Aku mengerti. Aku pun tidak ingin kau berada di sini"
"Jika benar, maka lepaskan aku"
"Hutangmu bukan padaku. Tapi pada Vigo, aku tidak bisa membantumu membayar hutang itu. Aku tidak memiliki uang sebanyak itu"
"Tapi, bukan aku yang meminjam uang itu"
"Ibu dan adikmu yang meminjamnya"
"Mereka sengaja menjualku. Entah apa salahku pada mereka"
"Mereka hanya menjadikan mu jaminan. Mungkin setelah uangnya terkumpul mereka akan menjemput mu"
"Itu tidak mungkin terjadi. Mereka adalah ibu dan adik tiri ku. Selama ini aku di siksa oleh mereka, hanya karena papa aku tidak melawan mereka. Tapi papa sudah pergi meninggalkan ku setahun yang lalu"
"Mereka menyiksamu"
"Menurutmu aku berbohong. Kenapa aku bisa menahan semua luka di tubuhku, ini karena aku sudah terbiasa di siksa oleh mereka. Luka ini bahkan tidak seberapa dari siksaan mereka"
Daffa hanya terdiam mendengar ucapan queisha.
"Kenapa kau baik padaku. Bukankah kau ingin membunuhku waktu itu. Atau kau hanya berpura-pura baik hah"
"Terserah kau saja ingin menilaiku Seperti apa. Aku akan membantumu pergi dari sini. Asalkan kau mau mendengarkan semua ucapan ku"
"Apa kau serius"
"Aku serius. Apa kau tidak percaya"
"Sekarang apa yang harus aku lakukan"
"Untuk sementara waktu, lebih baik kau tetap di sini. Kau jangan melawan ataupun mencoba kabur. Jika perlu kau tidak usah berbicara, dan aku akan membujuk Vigo untuk melepaskanmu. Apa kau bisa" queisha mengganguk.
Daffa tersenyum lalu berucap "kau bisa berbicara dengan ku jika ada sesuatu yang ingin kau sampaikan. Tapi untuk Vigo kau diam saja dan jangan melawan. Tapi, jika kau merasa terancam lakukanlah apapun untuk melindungi dirimu. Kau mengerti"
"Sebenarnya apa alasan kau ingin membantu ku"
"Ternyata kau masih tidak percaya padaku. Baiklah akan aku ceritakan alasannya" queisha mengganguk
"Alasannya adalah karena aku melihat sosok adekku ada dalam dirimu"
"Memangnya adikmu kemana"
"Dia sudah pergi untuk selamanya. Waktu itu usianya 9 tahun. Jika dia masih hidup, mungkin dia akan sebesarmu sekarang. Usianya juga mungkin tidak jauh berbeda dengan mu"
"Kau pasti sangat merindukannya"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang lainnya yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "BAD GIRL" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Kisti
alhamdulillah kmu bsa berdamai queisha.
2023-06-17
1