Queisha memilih berlari ke samping mansion, Vigo menembakkan pistol ke atas. untuk menakut-nakuti queisha. namun queisha dengan sekuat tenaga berlari. tidak mempedulikan banyaknya darah yang keluar dari kaki dan darah yang mengalir dari betisnya.
beberapa saat kemudian queisha terjatuh di dekat kolam renang.
dia pun di kepung sehingga tidak bisa lari lagi.
"sudah cukup bermain-main mu hari ini. berani-beraninya kau membuat kek kacauan di mansion ku" ucap Vigo berjongkok di depan queisha.
"aku tidak mengenalmu. kenapa kau membawaku ke sini. lepaskan aku"
"melepaskanmu, jangan mimpi! awalnya aku ingin menemukanmu untuk membunuhmu. tapi karena keluargamu mempunyai hutang yang besar kepadaku. aku tidak bisa membunuhmu sebelum kau melunasi hutangmu"
"bukan aku yang berhutang, mengambil, memakai, ataupun menggunakan uang itu. melihat uang itupun aku tidak pernah"
"kau adalah jaminan dari mereka. jadi kau yang harus membayarnya"
"dasar pembunuh! kau memakai topeng di balik jabatanmu itu"
PLAKKK
satu tamparan keras di wajah queisha. sehingga bibirnya mengeluarkan darah segar.
"kau benar-benar mencari masalah padaku" ucap Vigo mencengkram rahang queisha.
queisha menatap tajam pada Vigo. Vigo yang melihat mata biru milik queisha pun teringat dengan gadis kecil yang menolongnya dulu.
"mata itu, mirip dengan gadis kecil 15 tahun lalu" batin Vigo
"kenapa kau marah? kau memang seorang pembunuh. aku akan melaporkan semua kebusukkan mu pada polisi"
Vigo tersenyum smirk mendengar ucapan queisha "oh ya. jika begitu lebih baik kau cari cara untuk pergi dari sini. jika kau bisa" ucap Vigo menekan dengan keras betis queisha yang terluka.
sebisa mungkin queisha menahan untuk tidak teriak karena kesaktian di betisnya.
"jika kau ingin membunuhku. bunuh saja aku sekarang. tidak ada gunanya kau mengurungku disini. aku tidak akan bisa membayar hutang-hutang itu jika berada disini"
"membunuhmu? tapi aku lebih suka melihatmu tersiksa di bandingkan membunuh tanpa rasa sakit" ucap Vigo mengeratkan genggamannya pada betis queisha.
queisha menatap tajam pada Vigo tanpa sadar air matanya jatuh.
"kau ingin melihat ku menderita? tenang saja, kau tidak perlu repot-repot mengotori lagi tangan kotormu itu untuk membunuhku. aku sendiri yang akan melakukannya untukmu" ucap queisha mengambil pistol dari pinggang Vigo.
"kembalikan senjata itu" teriak Vigo.
"kalian menjauhlah. atau aku tembak kalian"
jhosua dan Daffa menodongkan pistolnya pada Queisha.
Vigo menggeleng dan menyuruh semua orang mundur.
"kauu menjauhlah" ucap queisha menodong pistol ke Vigo
"jika kau ingin menembak. tembak lah aku" ucap Vigo yang yakin jika queisha tidak mungkin berani melakukannya.
queisha mencoba berdiri, dia berjalan mundur berharap bisa melarikan diri dari sana.
namun, kakinya terpeleset karena tubuhnya sudah melemas, sehingga dia jatuh ke kolam. dan tidak sengaja menembak ke depan. untungnya Vigo cepat menghindar.
semua orang kemudian melihat ke kolam.
"kita tunggu saja, sampai kapan dia bisa menahan nafas di dalam sana" ucap Vigo yang mengira queisha mencoba untuk menggunakan trik melarikan diri.
sementara itu, queisha pingsan di dalam kolam. beberapa saat kemudian, tubuhnya pun terapung ke atas. dan air kolam di sekitar queisha pun memerah.
Vigo yang melihat itupun langsung berenang masuk ke kolam menolong queisha.
dengan cepat, Vigo mengendong queisha masuk ke salah satu kamar di lantai satu.
"apa yang kalian lihat! cepat panggil dokter Gian" bentak Vigo pada semua orang yang menatapnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Kisti
aduch ini kg dua insan masalalu kecil tdk saling kenal...vigo kmu janji bahagiain quisha lhohh 🙈
2023-06-17
1
Nu Rul
next
2022-09-17
1