Permintaan Sekar yang ingin kekasihnya dihidupkan kembali oleh pangeran D jelas tidak mungkin bisa terpenuhi. Mana ada orang yang sudah sirna dapat hidup kembali, sesakti apapun orang itu, jelas tak mungkin bisa menghidupkan kembali sosok yang sudah tiada untuk selamanya. Sekar tahu kalau permintaannya tak mungkin dapat dipenuhi oleh pangeran demit tampan itu, dari awal wanita cantik yang ada di hadapan suami Dea memang tak punya niat memaafkan apa yang dulu pernah Dewa lakukan karena melenyapkan satu-satunya pria yang bisa merebut hatinya. Sebagai wanita, Sekar memang sangat membenci pangeran D sekalipun dia adalah atasannya di masa depan.
"Kau tahu kalau aku tak mungkin bisa menghidupkan orang yang sudah sirna dari muka bumi ini? Kenapa kau menyiksa diriku sendiri? Kau bisa membunuhku jika kau masih benci padaku?" ujar pangeran D.
"Jika aku membunuhmu, apa bedanya aku dan dirimu? Kau membunuh satu-satunya pria yang kucintai di dunia ini. Aku akan sangat puas jika kau hidup menderita dan terus tersiksa karena merasa bersalah padaku. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah memaafkanmu dan aku bersumpah, kau takkan pernah hidup bahagia dengan siapapun! Meskipun wanita itu adalah penyelamatmu." Sekar beranjak pergi karena ia tak ingin lama-lama ada di dekat pangeran D atau luka lamanya akan terbuka kembali.
Namun, sang pangeran Demit masih saja menghalangi langkah Sekar karena masih ada banyak hal yang harus mereka berdua selesaikan. Sayangnya, Sekar sudah tidak ingin melihat wajah tampan pangeran D lagi dan tetap pergi meninggalkan pangeran Demit itu tepat ketika Dea sengaja keluar dari tempat persembunyiannya.
Mata kedua wanita beda alam itu saling pandang satu sama lain. Tanpa bicara sepatah katapun, Sekar melewati tubuh Dea begitu saja dan menganggap seolah Dea tidak ada.
Pangeran D balik badan dan ia sangat terkejut ketika melihat istrinya, sudah berdiri di depannya dengan perasaan tak karuan. Dewa tahu, ia sudah menyakiti hati Dea dengan membiarkannya tahu bahwa di hati pangeran D masih ada Sekar. Rasa itu masih ada karena Dewa sangat merasa bersalah pada wanita yang sudah ia hancurkan kebahagiaannya. Itulah kenapa Refald menghukumnya dengan sebuah kutukan mematikan dan hanya Dealah yang bisa menyelamatkan pangeran D dari kematian abadi.
"Kenapa kau di sini? Kembalilah ke istana dan istirahatlah di sana," ujar pangeran D sedikit cuek. Sikapnya sangat berbeda dengan saat ia berbicara dengan Sekar.
Dea terdiam. Ia berjalan mendekat ke arah suaminya dan entah mengapa Dea bisa merasakan luka yang dirasakan pangeran D lebih dari rasa sakit hati yang gadis itu rasakan sekarang. Dalam diam, gadis itu menyentuh lembut dada suaminya yang sedang bergejolak hebat. Sontak saja, Dewa sangat terkejut melihat sikap Dea mendadak aneh begitu.
"Apa yang kau lakukan?" tanya pangeran D dan bermaksud menepis tangan Dea di dadanya.
"Ssssstt, diamlah! Kau merusak konsentrasiku," ujar Dea sambil memejamkan mata. Semakin bingunglah pangeran D melihat Dea.
"Kau sedang apa?" tanya pangeran D, sekali lagi ia mencoba menjauh dari Dea. Namun di luar dugaan, gadis desa yang kini sudah menjadi istri pangeran D tiba-tiba saja memeluknya dari belakang ketika sang pangeran Demit beranjak meninggalkannya sendirian di tengah taman.
"Apa imbalan yang kau berikan padaku ... jika aku bisa membantu memenuhi permintaan wanita yang pernah kau cintai itu?" bisik Dea pelan di telinga pangeran D yang langsung terkejut mendengar ucapan istrinya.
"Apa maksudmu?" Dewa langsung balik badan menatap wajah Dea. Iapun mengerti arti ucapan istrinya. "Kau jangan main-main? Kau pikir siapa kau? Ayahku saja takkan bisa menghidupkan kembali pasukannya yang sudah kubunuh? Apalagi kau yang cuma manusia biasa?"
"Pikirmu kenapa aku terpilih menjadi istrimu? Apa itu kebetulan? Tidak, pasti ada sesuatu dalam diriku yang bisa mengubah takdir hidupmu. Terserah kau percaya atau tidak, aku tahu bagaimana cara menghidupkan kembali pasukan demit ayah mertua yang sudah kau musnahkan. Tapi ... kau terlalu meremehkanku, jadi aku berubah pikiran!" cetus Dea dan ia langsung berjalan meninggalkan pangeran D sendirian.
Dea tidak bohong, sejak ia resmi menyandang istri pangeran D, banyak hal aneh yang terjadi dalam diri Dea termasuk diperlihatkan banyak hal-hal yang sulit Dea pahami. Gadis itu yakin, penglihatan-penglihatan yang sempat Dea lihat, salah satunya adalah cara bisa menghidupkan kembali demit yang sudah pernah dimusnahkan. Hanya saja, caranya sangat berbahaya dan bertaruh nyawa. Itulah kenapa tadi Dea minta imbalan pada suaminya jika memang terpaksa ingin menghidupkan kembali tunangan wanita yang pernah dicintai suaminya.
Oke, aku bucin. Aku bucin hanya karena aku jatuh cinta pada pangeran demit bodoh itu? gumam Dea dalam hati saking kesalnya dan tentu saja gumaman itu bisa di dengar oleh suaminya.
Tak disangka, Dewa mengejar langkah kaki Dea dan mengikuti kemanapun istrinya pergi sembari mendengar semua suara hati Dea yang rata-rata isinya umpatan semua. Mungkin Dewa mulai penasaran bagaimana caranya manusia biasa bisa menghidupkan kembali sosok demit yang sudah sirna sementara pemilik kekuatan paling sempurna seperti Refald saja tidak bisa.
Merasa risih karena diikuti suami sendiri, Dea memutuskan untuk pergi ke kediaman ayah dan ibu mertua Dea. Mungkin tindakannya ini bisa dikatakan lancang dan melanggar aturan, tapi sebelum Dea melakukan sesuatu yang besar demi sosok yang ia cinta, gadis itu ingin sekali menyelesaikan apa yang harus ia selesaikan sebagai manusia. Dan sebagai menantu yang baik, jelas Dea butuh izin dari mertuanya. Inilah alasan kenapa Dea datang ke tempat pribadi Refald dan Fey.
Tentu saja, Raja dan Ratu dedemit alias mertua Dea sangat terkejut melihat kedatangan menantu kedua mereka dimana harusnya, pasangan pengantin baru antara Dea dan Dewa melaksanakan penyatuan jiwa. Meskipun Refald sudah memprediksi bahwa hal ini akan terjadi, ia tidak menyangka bakal secepat ini.
"Kenapa kalian berdua datang kemari?" tanya Fey yang langsung menemui Dea ketika ia merasakan kedatangan menantu dan putranya.
Dewa tidak bisa menjelaskan karena ia sendiri baru sadar kalau istrinya ternyata menuju kediaman kedua orangtua Dewa dan bukannya istana kediaman mereka sendiri. Pikiran pangeran demit itu terlalu terpaku pada bagaimana cara Dea menghidupkan kembali pasukan demit ayahnya yang sudah mati sehingga tidak sadar kalau dirinya telah digiring Dea kemari.
"Maafkan atas kelancangan saya Yang mulia Ratu. Kedatangan saya datang kemari, karena saya harus minta izin untuk kembali pulang ke dunia nyata. Alasannya, saya harus menghadapi ujian sekolah. Saya harap, Raja dan Ratu mengizinkan saya kembali. Sebab, saya tidak ingin melewatkan ujian kelulusan ini hanya karena saya sudah menikah di dunia lain," ujar Dea dan langsung membuat bingung pangeran D karena tadinya Dewa pikir, Dea datang untuk memberitahu bahwa ia akan menghidupkan jiwa mas Gen yang dimusnahkan oleh Dewa beberapa tahun silam.
Fey ingin buka suara tapi sebuah tepukan pelan tangan Refald mendarat mulus di bahu istri tercintanya. Tidak ada yang tahu bagaimana cara Refald datang. Tahu-tahu dia sudah ada di samping ratunya. Keduanya saling menatap satu sama lain penuh makna dan arti dari tatapan tersebut hanya diketahui oleh Refald dan Fey saja. Fey mengangguk pelan seakan tahu isyarat yang disampaikan suaminya. Mata Refald masih tertuju pada putra keduanya yang hingga detik ini tak mau menatap wajah Refald dan Fey entah karena alasan apa.
"Baiklah, pendidikanmu memang jauh lebih penting dari apapun. Selagi kami sibuk mempersiapkan pesta resepsi pernikahan kalian, kau bisa konsentrasi penuh pada ujianmu. Pangeran D akan menemanimu di dunia sana sampai kalian kembali kemari," ujar Fey dengan suaranya yang lembut. Ia bahkan membelai rambut indah Dea yang langsung berkaca-kaca karena memiliki ibu mertua yang cantik jelita dan sangat pengertian.
"Tunggu, Yang mulia ... ehm ... maksudku ... Ibu ... kenapa aku harus ikut dengannya? Disinilah duniaku berada seharusnya. Dari dulu hingga sekarang," protes pangeran D. Ia langsung diam dan menunduk kembali saat melihat Refald menatapnya dengan sangat tajam.
"Kau adalah suaminya sekarang Pangeran Ardewa Refey Dilagara, wajar kalau kuminta kau menemani istrimu dimanapun dia berada." nada suara Fey terdengar sedikit lebih tinggi saat ia memanggil nama lengkap putranya.
"Minta pak Po saja yang menemaninya, Ibu. Jangan aku," rengek pangeran D. Ia tak bisa berada dekat lama dengan Dea atau hatinya akan goyah. Sejujurnya, berada di dekat Dea membuat Dewa merasa ia bukanlah Dewa atau pangeran demit, melainkan orang lain.
"Yang menikahi Dea adalah kau, bukan pak Po. Bagaimana bisa kau meminta pak Po yang menemani dia? Aku tegaskan padamu sekali lagi Dewa, tugas pak Po hanyalah melindungi kalian berdua jika kalian dalam bahaya. Tidak lebih dari itu. Jika kau tidak mau jangan salahkan aku jika sandalku melayang ke wajah tampanmu itu! Pergi dari sini dan antar istrimu kembali ke dunia nyata sana!" Bentak Ratu Fey mulai menunjukkan sisi garangnya.
Tidak ada yang berani melawan kekuatan lempar sandal emak-emak bila sudah menghadapi anak yang suka melawan termasuk sikap pangeran D yang membantah titah ibunya.
BERSAMBUNG
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Abinaya Albab
ouwhhhh ternyata tunangan Sekar mas Gen tohhhh pantas Refald sangat marah mas Gen kn salah satu pasukan inti selain pak Po
2023-12-25
0
G@mbru_Afi
Ternyata oh ternyata mas Gen yg di musnahkan pangeran D..mas Gen kan termasuk pasukan inti bersama pak Po dan mbak Kun.Makanya Raja demit marah besar dan sampai keluar kutukan.
2023-07-22
1
Maz Andy'ne Yulixah
owalah mz gen yang dibunuh pangeran D pantas sja fikir sya kok ada yang kurang pasukan dedemit nya😁
2023-03-09
0