Dari dalam lubuk hati Dea yang terdalam, ia sudah tak ingin lagi bertemu dengan Rama meskipun dulu keduanya sempat memadu kasih bersama. Namun kisah dan cerita mereka berdua sudah berakhir dan menjadi masa lalu. Rama memutuskan hubungan keduanya secara sepihak tepat ketika kasus kedua orang tua Dea terkuak.
Disaat Dea terjatuh di titik terendah dalam hidupnya, kekasih yang sempat disukai Dea ternyata meninggalkannya juga dan malah berpaling pada wanita lain. Awalnya Dea memang sangat terluka dan tidak pernah membayangkan pria yang ia kira akan menjadi masa depan dia bakal mengkhianatinya, tapi gadis itu sadar diri akan seperti apa posisinya saat ini dan mengikhlaskan semuanya. Dea malah bersyukur karena tahu lebih awal orang seperti apa Rama sebenarnya.
Gadis itu justru merasa beruntung bisa bertemu dengan pangeran D sehingga ia merasa bahwa hidup Dea jadi lebih berarti meskipun sebentar lagi dia akan mati demi suami hantunya ini. Kendati demikian, Dea tak pernah menyesal dengan keputusan yang ia ambil. Toh ia juga sudah tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.
Pengeran D cuma terdiam dibelakang Dea karena ia sangat tahu apa yang ada dipikiran istrinya. Seakan tidak rela dengan keinginan Dea yang mengorbankan nyawa demi dirinya, hantu tampan itu bertekad mencari cara untuk mencegah Dea agar tidak jadi melakukan ritual membangkitkan pasukan demit ayahnya yang sudah Dewa musnahkan bagaimanapun caranya.
"Pangeran, tunggulah di sini. Tolong, jangan ikut campur urusanku dengan siamang buntung itu, aku bisa mengurusnya sendiri," ujar Dea pada suaminya tapi Dewa cuma diam tanpa berkomentar apa-apa.
Rama tersentak melihat Dea datang kerumahnya seorang diri tanpa ditemani pria yang mengaku sebagai calon suaminya saat mereka ada di rumah makan beberapa waktu yang lalu. Bahkan Rama jadi merasa aneh karena Dea berjalan kaki seperti biasanya tanpa ada yang mengantar. Padahal calon suami Dea itu tampak sangat tajir melintir.
"Kenapa kau pulang sendirian? Dimana suamimu yang kaya raya itu? Kenapa tidak mengantarmu dan malah membiarkanmu berjalan kaki? Apa dia beneran kaya?" Rama langsung menghujani mantannya dengan banyak pertanyaan yang menurut Dea bukan tempat Rama untuk mengetahui kehidupan pribadi Dea.
Untungnya, Dea bukanlah gadis yang mudah terbawa emosi dan tetap tenang menghadapi pertanyaan-pertanyaan mantannya. "Dia mengantarku, tapi aku yang memintanya pergi dan tidak mencampuri urusanku begitu kami melihatmu ada di depan rumahku," terang Dea dan ia tidak sepenuhnya berbohong. Hanya saja, sang suami hantu tidak pergi dan tetap di sisi Dea sambil menatap benci Rama.
"Huh, kalau aku jadi orang itu, aku pasti bakal menenamimu sepanjang waktu ...."
"Untunglah kau bukan dia," sela Dea cepat, "jadi kau tak perlu mencampuri kehidupan pribadiku dengan calon suamiku. Kenapa kau datang kemari, jika kau datang hanya memastikan apakah aku bahagia atau tidak sebaiknya kau pergi," cetus Dea agak kasar.
"Jangan bertengkar lagi dengan Sukma. Hubungan kita sudah berakhir, jangan menambah masalah lagi dalam hidupku!"
"Dia sendiri yang cari gara-gara denganku! Aku hanya membalas apa yang dia lakukan padaku."
"Dengan menakut-nakuti dia seperti itu? Kau membuatnya gemetar ketakutan hingga pingsan sampai dia tidak mau sekolah lagi sekarang! Apa yang ada diotakmu? Kalau kau tidak terima aku pacaran dengannya, jangan gunakan cara kekanak-kanakan seperti itu?" seru Rama seolah menyalahkan Dea.
"Apa maksudmu? Siapa yang ..." Dea tidak mengerti maksud pembicaraan Rama yang menuduh Dea menakut-nakuti Sukma. Sebab, selama mereka dihukum, Sukmalah yang suka mengganggunya, bukan sebaliknya, tapi Dea langsung paham ketika melihat suami hantunya. Gadis itu yakin, pasti itu adalah ulah Dewa.
Pantas saja pangeran demit itu tadi tertawa, ternyata ini alasannya, batin Dea melirik tajam mata suaminya yang langsung bersiul memalingkan muka tanpa dosa.
"Ini salah paham, aku tidak menakut-nakuti pacarmu. Sungguh, dia ada di gedung dan aku dilapangan, aku pulang lebih dulu dibandingkan dia karena dia kena getah ulah curangnya sendiri. Atas dasar apa kau menuduhku?"
"Lalu bagaimana dia bisa pingsan? Sukma bilang, dia melihat kuntilanak dan pocong disana? Banyak yang bilang kalau kau jadi aneh saat kembali. Kau bicara sendiri seperti orang gilaa!"
"Mana aku tahu? Aku kan bukan demit? Kenapa kau tanya padaku? Tanya saja pada kuntilanak dan pocong yang dilihat pacarmu!" sentak Dea kesal dan langsung membuka pintu rumah karena tak mau melihat wajah Rama lagi.
"Kau memang bukan demit, tapi kau adalah istri dari pangeran Demit," bisik pangeran D pada Dea.
"Diam kau!" bentak Dea marah. Suasana hatinya semakin buruk saja sekarang.
"Apa?" tanya Rama kaget dengan bentakan wanita yang ada didepannya.
"Bukan kau!" cetus Dea lagi. "Sebaiknya kau pergi dari sini! Jika kau khawatir pada pacarmu harusnya yang kau temani dia, kau buang-buang waktu dengan datang kemari! Dasar kurang kerjaan!" Dea benar-benar mengusir matan pacarnya dengan kasar.
Rama langsung curiga dan ia semakin yakin dengan perkataan orang-orang mengenai Dea yang berteman dengan Setan. Rama jadi yakin kalau yang membuat pingsan Sukma adalah Dea. Bisa saja mantannya ini yang menyuruh teman setannya menakut-nakuti Sukma.
Tanpa dinyana-nyana, satu lengan Dea langsung dicekal kuat oleh Rama ketika mantannya hendak masuk ke dalam. Tentu saja Dea kaget dan langsung menepis kasar tangan itu. Sayangnya, cekalan tangan Rama begitu kuat sehingga tangan Dea tak bisa lepas.
"Apa yang kau lakukan?" bentak Dea marah. Ia masih menarik paksa tangannya tapi Rama malah menguatkan cekalannya. "Kau menyakitiku!" Dea memberi peringatan keras.
"Kau harus ikut denganku dan minta maaf pada Sukma."
"Apa?" pekik Dea tak percaya. "Apa kau sudah gila?" teriak Dea sudah kehabisan kesabaran.
Sepertinya, Rama sudah gelap mata dan kehilangan akal sehatnya. Entah apa yang ada dipikiran cowok itu sampai berpikir bahwa Dea harus meminta maaf pada Sukma agar kekasihnya tidak trauma lagi atas insiden menakutkan yang menimpanya saat berada di gedung sekolah.
Malang benar nasib Dea, bukan dia yang berbuat, tapi gadis itu yang kena getahnya. Rama sendiri tidak mau tahu, ia tetap menyalahkan Dea dan memaksanya pergi menemui Sukma. Tindakan mantan Dea ini bisa dibilang kasar dan tidak sopan, sayangnya Dea tidak kuat melawan tenaga Rama apalagi ia belum makan sejak siang tadi.
"Lepaskan aku atau aku bakal teriak!" ancam Dea.
"Silahkan, semua penduduk desa juga bakal menyalahkanmu karena kau sudah menyebabkan Sukma pingsan!"
"Berapa kali harus kukatakan padamu? Bukan aku yang melakukannya!" protes Dea sambil terus menarik-narik tangannya. Namun Rama sama sekali tidak peduli, cowok itu cenderung menyeret Dea pergi ikut dengannya.
"Lepaskan istriku!" seru seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Dewa.
Tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana sosok tampan itu datang. Hantu ganteng itu ternyata sudah mengubah wujudnya menjadi manusia dan berdiri menghalangi langkah Dea dan Rama yang hendak pergi meninggalkan rumah.
Rama sangat kaget melihat kedatangan pria tampan yang menatapnya dengan bara api kebencian. Bahkan kedatangan pria yang mengaku sebagai calon suami Dea ini sangat misterius sekali. Dea sendiri juga langsung terkejut sekaligus senang karena suaminya menyelamatkannya tepat waktu.
Karena cekalan tangan Rama tak kunjung dilepaskan, pangeran D tak bisa menahan kesabaran. Ia menarik paksa tangan Dea hingga gadis itu terjatuh ke pelukannya. Setelah cekalan tangan Rama terlepas, Dewa menjulurkan satu tangannya dan langsung mencekik leher Rama kuat-kuat lalu perlahan pengeran Demit yang sedang kalap itu mengangkat tubuh Rama hingga kedua kakinya menggantung di atas tanah sampai Rama kesulitan bernapas dan tak dapat bicara.
"Jangan Pangeran, jangan bunuh dia! Lepaskan!" pinta Dea panik dalam pelukan suaminya. Dea memegang kedua pipi Dewa dan menatapnya dengan sejuta cinta yang Dea punya untuk meredam amarah suaminya.
BERSAMBUNG
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
rasa rasa nya pingin ngruwes mulut si rama🙄🙄
2023-03-09
0
Bambang Setyo
Oo rama bangke.. Siapa yg salah siapa yg disuruh minta maaf
2022-12-10
0
Anha Thea
huh rsax pengen bgt dech ngeremes tuh si rama.trs dkulitin,dicincang.hbs itu kasih makan si leopard😤😤😤.
2022-10-28
0