BAB 3 Kita Menikah Saja!

Sungguh, pemuda tampan itu tampak gagah perkasa ketika kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana hitamnya. Entah mengapa, Dea jadi terbuai oleh hantu tampan tersebut. Untungnya ia cepat sadar dan mengendalikan perasaannya. Jantung Dea jadi dag dig dug ser saat melihat sosok tampan berdiri tegap dihadapannya, hati gadis itu kembali berbunga-bunga seolah lembaran baru dalam hidupnya telah dimulai. Dea seakan langsung lupa kalau hidupnya begitu merana dan sengsara.

Ada apa denganku? Ini tidak salah, kan? Perasaan ini … aku yakin aku jatuh cinta pada hantu tampan itu, batin Dea. Tatapan matanya tak pernah lepas dari sosok pangeran demit dari dunia lain yang sedang berdiri membelakangi Dea.

Tak ingin berlama-lama, Dea berjalan masuk ke dalam goa dan mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu. Ia terkejut karena ukuran pakaian yang diberikan Pangeran D sangat cocok dan pas untuknya. Gadis itu kini semakin tampak anggun dengan gaun warna biru tua melekat sempurna di tubuhnya dan sangat serasi dengan pakaian yang dikenakan pengeran D. Hanya saja, agak kurang etis bila dikenakan di tengah hutan belantara begini.

“Gila, ini sih gaun pesta? Kenapa hantu itu memberiku gaun pesta seindah ini? Memangnya di hutan ini ada pesta? Atau jangan-jangan … hantu itu beneran mau menikahiku?” Dea memerhatikan gaun yang dikenakannya dari atas hingga ke bawah kakinya. “Tunggu … bagaimana bisa ia mendapatkan gaun sebagus ini? Lah, masih ada bandrolnya lagi?” gumam Dea bingung bukan kepalang, ia sangat terkejut ketika mencabut bandrol harga gaun tersebut dan melihat berapa nominalnya. “Astaga … ini mehong sekali? Buatan Jerman pula? Enak banget jadi hantu, ya. Bisa mendapatkan apa saja yang diinginkan kayak jin Tomang saja.”

Dea mulai terbiasa dengan keanehan-keanehan yang ia alami selama berada disisi pangeran D. Mungkin ini tidak nyata dan sangat sulit dipercaya, tapi Dea merasa kalau ia adalah Aladin yang baru saja menemukan lampu ajaibnya. Pikiran gadis itu sedang melayang kala membayangkan bahwa pria tampan yang sedang menunggunya di bibir goa adalah calon suaminya.

“Mau dia hantu, jin, siluman atau manusia jadi-jadian, bodo amat, yang penting dia tampan,” girang Dea merasa senang dengan semua keajaiban yang ia alami saat ini.

“Apa kau sudah selesai?” teriak pangeran D dari kejauhan.

“Sebentar lagi!” balas Dea berteriak.

Gadis itu langsung gelagapan dan segera sadar kalau ia sudah berpikiran yang bukan-bukan. Mana ada manusia menikah dengan hantu? Tapi kalau dilihat di banyak film dan novel, rasanya memang bukan hal yang mustahil bila ada dua insan beda alam melangsungkan pernikahan termasuk dirinya dan sang pengeran demit ini.

“Astaga … kenapa suaranya merdu sekali? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa … dia benar-benar akan menikahiku? Oh tidak … otakku pasti sudah kongslet. Sadarlah Dea, ini dunia nyata, bukan dunia novel.” Dea menepuk-nepuk sendiri kepalanya agar ia bisa sadar. Namun hati tak bisa dibohongi. Sejujurnya Dea sangat ingin terus bersama dengan hantu tampan yang sedang menunggunya sekarang.

Dea mulai bingung sendiri, ia sedang memakai gaun yang indah, ada calon suami hantu tampan di luar sana. Sungguh Gadis itu tak pernah membayangkan semua ini terjadi padanya. Manusia yang dihinakan seperti Dea bakal menjadi istri dari seorang pangeran dedemit. Siapa yang akan memercayai ini semua? Sangat tidak masuk akal.

Setelah berdamai dengan hati dan pikiran Dea, ia memutuskan untuk pasrah pada takdir yang membawanya pada situasi ini. Perlahan … gadis itu berjalan keluar menuju sang pemuda yang sedang menunggunya. Awalnya, pangeran D cuek bebek ketika Dea mendekat kearahnya, tapi … kecantikan wajah alami Dea membuat pangeran D terpana. Ternyata, yang namanya wanita cantik meskipun di rendam dalam lumpur kotor, tetap saja cantik.

“Huh, lumayan. Kau terlihat lebih baik dari sebelumnya. Orang tidak akan merendahkanmu lagi jika kau terus berpenampilan seperti ini,” komentar pangeran D setelah Dea ada di depannya.

“Jangan sok tahu, mereka semua membenciku bukan karena pakaianku. Tapi …”

“Aku tahu, ayo pergi.” Pangeran D sengaja memotong kata-kata Dea dan berjalan lebih dulu meninggalkan Dea di belakang. Benar-benar sikap yang dingin, tapi cool juga.

“Kita mau ke mana sebenarnya?” tanya Dea heran karena hantu tampan itu berjalan menggunakan kaki dan tidak melayang seperti sebelumnya.

“Mengantarmu pulang,” ujar pengeran D dengan sikapnya yang dingin.

“Loh, kok pulang? Bukannya kita akan pergi ke pesta? Aku tidak mau pulang! Orang-orang di desa sangat menyebalkan. Mereka pasti akan bertanya darimana aku mendapatkan gaun seindah ini? Aku harus jawab apa?” cerocos Dea tanpa henti sambil mengikuti langkah kaki pangeran D.

Tak menggubris pertanyaan dan ocehan Dea, pangeran D tetap berjalan meninggalkan Dea menuju suatu tempat. Dea sendiri bingung dengan jalan pikiran hantu tampan itu. Berkali-kali gadis itu meyakinkan agar tidak perlu diantar pulang, tapi sang pangeran tidak menyahuti satupun ucapannya. Sebaliknya, pemuda tampan itu malah menarik paksa tangan Dea agar ikut berjalan bersamanya meninggalkan goa tempat saksi bisu pertemuan pertama mereka.

Karena menggunakan gaun, jalan Dea jadi ribet dan belibet. Berkali-kali ia terjatuh tapi anehnya pakaiannya tidak kotor sama sekali. Dea bingung sebenarnya, gaun yang dikenakannya sepertinya juga bukan sembarang gaun. Saat Dea terjatuh, gaun itu mengembang seolah menopang dan melindungi tubuh Dea agar gadis itu tak terluka.

Apa … aku akan diajak menikah? Tapi kok pulang? Batin Dea lagi. Ia sedikit kecewa kalau tidak kadi menikah dengan hantu tampan itu.

“Berhentilah berpikiran yang bukan-bukan, aku hanya mengantarmu pulang. Tidak lebih dari itu. Siapa yang mau menikah denganmu?” cetus pangeran D karena ia bisa mendengar suara hati Dea dengan jelas.

Canggih benar ini hantu ya? Bisa tahu pikiran orang, batin Dea lagi. Tapi gadis itu agak tidak terima ketika sang pengeran dedemit menolak menikah dengannya.

“Kenapa kau tidak mau menikah denganku? Padahal kau yang memintaku menikah denganmu? Aku ingat dengan sangat jelas ucapanmu saat aku mencabut bunga mawar merah ini,” seru Dea sudah tidak bisa lagi memendam rasa penasarannya. Ia bahkan masih menggenggam erat bunga tersebut ditangannya.

“Kita akan bicarakan hal ini setelah sampai di desa.”

“Aku tahu aku akan mati jika aku menikah dengamu. Asal kau tahu saja, aku tidak peduli dengan hidupku. Sebab itulah … aku … tidak keberatan jika aku harus mati begitu kau menikah denganku,” tandas Dea dan seketika berhasil membuat pengeran D terpana.

Sang pengeran berhenti berjalan dan langsung balik badan menatap tajam mata Dea dengan tatapan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

“Bagaimana … kau bisa tahu …”

“Aku mendengar percakapanmu dengan sosok yang kau panggil pak Po.” Dea menyela pertanyaan pangeran D. “Kau tidak bisa menyangkal lagi, kau tak perlu iba pada nasib hidupku yang malang ini. Aku siap mati asal aku bisa menikah denganmu. Dan aku … tidak pernah menyesali keputusan yang aku ambil ini.” Kalimat yang dikatakan Dea ini benar-benar membuat pangeran D tertegun.

Sudah tidak ada keraguan lagi dalam diri Dea mengenai keputusannya untuk menikah dengan hantu tampan. Sang pangeran sendiri juga heran. Baru kali ini ia melihat ada manusia biasa malah memilih jalan kematian dari pada berumur panjang.

Mungkin orang normal akan menganggap Dea gila, edan, sinting dan tidak waras. Tapi itulah dunia dimana kegilaan adalah hal yang biasa dilakukan manusia. Dea sudah dianggap sebagai sampah masyarakat. Mau mati sekarang atau nanti, bagi gadis itu tidak ada bedanya.

"Bagaimana? Kita menikah saja!" tandas Dea. Ganti dia yang menantang pangeran D untuk mengajaknya menikah dengannya. Dea benar-benar nekat.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

dea dea gantian lamar duluan pangeran D ya😂

2023-03-09

0

Bambang Setyo

Bambang Setyo

Ternyata dea blm tdr pulas waktu itu.. Coba klo dea liat juga pak po yg tampan.. Dunia perhantuan jadi gak nyeremin lagi 😁😁😁😁

2022-12-09

2

Dyra Annisa

Dyra Annisa

untung adanya cma dinovelmu thorr😂😂😂

2022-10-28

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Bertemu Hantu Tampan
2 BAB 2 Pangeran D
3 BAB 3 Kita Menikah Saja!
4 BAB 4 Masih Mau Menikah Denganku?
5 BAB 5 Bahaya
6 BAB 6 Aku adalah Dewa
7 BAB 7 Hukuman Dari sang Pangeran Demit
8 BAB 8 Bertemu Mantan
9 BAB 9 Pernikahan Dadakan
10 BAB 10 Pernikahan
11 BAB 11 Dekatlah Padaku!
12 BAB 12 Penjelasan
13 BAB 13 Permintaan
14 BAB 14 TITAH
15 BAB 15 Iman dan Imron yang Sedang Diuji
16 BAB 16 Pak Jin
17 BAB 17 Perkelahian
18 BAB 18 Jahilnya Pengeran D
19 BAB 19 Amarah Pangeran Dewa
20 BAB 20 Ada Cinta di Mata Dewa
21 BAB 21 Aku ... Ikhlas Mencintaimu
22 BAB 22 Ternyata Sakitnya tuh Disitu
23 BAB 23 Ada Apa dengan Dewa
24 BAB 24 Kejutan dari Dewa
25 BAB 25 Aku, akan Menjagamu
26 BAB 26 Dewa dan Dea
27 BAB 27 Kata Sakti Dea
28 BAB 28 Apa itu Cinta?
29 BAB 29 Hukuman dari Dewa
30 BAB 30 Pengakuan Cinta Dewa
31 BAB 31 Aku Pasrah!
32 BAB 32 Serangan 3 Cogan
33 BAB 33 Miring Sebelah
34 BAB 34 Aku Mencintaimu
35 BAB 35 Aoda vs Jubi
36 BAB 36 RITUAL
37 BAB 37 Masa Lalu
38 BAB 38 Ketulusan Cinta Dea untuk Dewa
39 BAB 39 Aku Bukan Dewa, Aku Ardewa Refey Dilagara
40 BAB 40 Jubi dan Aoda yang Berjelaga
41 BAB 41 Korban Perasaan
42 BAB 42 Dua Bersudara
43 BAB 43 Ada Apa denganmu Dea ....
44 BAB 44 Sekian Sampai Di sini!
45 BAB 45 Galau
46 BAB 46 Hukuman dari Dewa
47 BAB 47 Perang Shinobi Dewa dan Dea
48 BAB 48 Curi Dengar
49 Bab 49 Pedang-pedang Keluarga Refald
50 BAB 50 Serangan dan Kekuatan Cinta Dea untuk Dewa
51 BAB 51 Bangkitnya Ular Goa Raksasa
52 BAB 52 Perasaan Dewa dan Refald
53 BAB 53 Si Bengek Hans dan Ulahnya
54 BAB 54 Pesta
55 BAB 55 Hamil?
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58 Dewi yang Menikahi Seorang Dewa
59 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
60 PENGUMUMAN NOVEL BARU
61 PENGUMUMAN NOVEL BARU ADA KISAH DHEA DAN DEWA DI NOVEL INI
62 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 Bertemu Hantu Tampan
2
BAB 2 Pangeran D
3
BAB 3 Kita Menikah Saja!
4
BAB 4 Masih Mau Menikah Denganku?
5
BAB 5 Bahaya
6
BAB 6 Aku adalah Dewa
7
BAB 7 Hukuman Dari sang Pangeran Demit
8
BAB 8 Bertemu Mantan
9
BAB 9 Pernikahan Dadakan
10
BAB 10 Pernikahan
11
BAB 11 Dekatlah Padaku!
12
BAB 12 Penjelasan
13
BAB 13 Permintaan
14
BAB 14 TITAH
15
BAB 15 Iman dan Imron yang Sedang Diuji
16
BAB 16 Pak Jin
17
BAB 17 Perkelahian
18
BAB 18 Jahilnya Pengeran D
19
BAB 19 Amarah Pangeran Dewa
20
BAB 20 Ada Cinta di Mata Dewa
21
BAB 21 Aku ... Ikhlas Mencintaimu
22
BAB 22 Ternyata Sakitnya tuh Disitu
23
BAB 23 Ada Apa dengan Dewa
24
BAB 24 Kejutan dari Dewa
25
BAB 25 Aku, akan Menjagamu
26
BAB 26 Dewa dan Dea
27
BAB 27 Kata Sakti Dea
28
BAB 28 Apa itu Cinta?
29
BAB 29 Hukuman dari Dewa
30
BAB 30 Pengakuan Cinta Dewa
31
BAB 31 Aku Pasrah!
32
BAB 32 Serangan 3 Cogan
33
BAB 33 Miring Sebelah
34
BAB 34 Aku Mencintaimu
35
BAB 35 Aoda vs Jubi
36
BAB 36 RITUAL
37
BAB 37 Masa Lalu
38
BAB 38 Ketulusan Cinta Dea untuk Dewa
39
BAB 39 Aku Bukan Dewa, Aku Ardewa Refey Dilagara
40
BAB 40 Jubi dan Aoda yang Berjelaga
41
BAB 41 Korban Perasaan
42
BAB 42 Dua Bersudara
43
BAB 43 Ada Apa denganmu Dea ....
44
BAB 44 Sekian Sampai Di sini!
45
BAB 45 Galau
46
BAB 46 Hukuman dari Dewa
47
BAB 47 Perang Shinobi Dewa dan Dea
48
BAB 48 Curi Dengar
49
Bab 49 Pedang-pedang Keluarga Refald
50
BAB 50 Serangan dan Kekuatan Cinta Dea untuk Dewa
51
BAB 51 Bangkitnya Ular Goa Raksasa
52
BAB 52 Perasaan Dewa dan Refald
53
BAB 53 Si Bengek Hans dan Ulahnya
54
BAB 54 Pesta
55
BAB 55 Hamil?
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58 Dewi yang Menikahi Seorang Dewa
59
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
60
PENGUMUMAN NOVEL BARU
61
PENGUMUMAN NOVEL BARU ADA KISAH DHEA DAN DEWA DI NOVEL INI
62
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!