Pangeran D mulai menunjukkan sisi jahil dan liciknya pada Dea. Setelah meminta Dea untuk tetap standby ditempatnya sampai ia kembali, sang hantu tampan itupun pamit undur diri dan melayang di udara dengan cepat keluar pintu rumah makan entah untuk apa dan pergi kemana. Dea heran dan bingung sebenarnya, tapi juga penasaran, apa yang akan dilakukan pangeran Demit tampan itu untuknya.
Di sisi lain, Dea benar-benar kesal dengan tingkah Rama dan Sukma yang sok menunjukkan kemesraan mereka di depan Dea. Mereka pikir, Dea bakalan cemburu melihat sang mantan dengan kekasih barunya bercumbu mesra didepannya, padahal sama sekali tidak. Gadis itu malah ilfeel. Alhasil, Dea memutuskan cuek bebek dan menganggap mereka berdua tidak ada sembari menunggu pangeran D kembali.
“Eh Dea, kamu kok sendirian sih? Apa kamu belum move on dari Rama, ya?” tanya Sukma mulai memancing emosi Dea.
Sudah merusak suasana makan Dea, eh pakai acara kepo pula. Namun Dea tidak boleh terpancing suasana. Ia harus tetap tenang dan jangan sampai buat kesalahan.
“Move on kok, aku bahkan udah nggak ada rasa sama sekali dengan Rama,” ujar Dea jutek sambil melahap makanannya.
Harusnya Dea bisa merasakan betapa enaknya makanan yang sedang dipesannya ini. Namun, semuanya jadi hambar gara-gara kehadiran 2 kutu kuvret di depan Dea.
“Kok kamu bisa makan di rumah makan mahal ini? Kamu dapat uang darimana?” Sukma benar-benar membuat Dea kehabisan kesabaran dengan sifat keponya.
“Ada yang ngasih.”
“Siapa?” tanya Sukma lagi. “Hah … jangan-jangan kamu … jual diri, ya!” tuduh Sukma seenaknya dan ia berhasil membuat darah Dea mendidih seketika.
“Jaga mulut kamu ya, Sukma!” bentak Dea kesal sekesal-kesalnya. Ia hampir mau menggebrak meja tapi sekali lagi Dea tak ingin menjadi pusat perhatian atau akan semakin banyak orang membullynya.
“Huuu … kan aku cuma nebak aja, kalau nggak benar ya nggak usah nyolot kayak gitu kali.” Sukma bertingkah sangat menyebalkan sekali sementara Rama cuma diam saja.
Dea memejamkan mata untuk menahan segala rasa yang bisa membuatnya kehilangan kendali emosinya. Gadis itu tak mau ada masalah apapun di sini dan memilih kembali menghabiskan makanan yang sudah ia pesan karena akan sayang bila dibuang.
Di mana pengeran D, kenapa dia lama sekali? Batin Dea. Ia sudah tidak tahan berada di dekat Sukma dan Rama. Sudah diusirpun mereka tidak mau pergi. Pasangan itu sungguh tidak tahu malu.
Tiba-tiba saja, sebuah Lamborghini aventador warna biru melesat cepat dan berhenti tepat diparkiran rumah makan tempat Dea berada sekarang. Tentu saja kehadiran mobil mewah itu langsung menjadi pusat perhatian banyak orang karena terpukau akan kemewahan mobil mahal tersebut. Mereka pun juga bertanya-tanya siapakah pemilik mobil Lamborghini itu. Yang jelas, pemiliknya pastilah seorang anak sultan.
Semua orang bahkan ada yang sampai berdiri di dekat jendela saking penasarannya dengan sang pemilik mobil yang tak kunjung keluar dari tadi. Sepertinya si pengendara mobil mewah itu sengaja menciptakan drama ringan untuk membuat semua orang penasaran padanya.
Setelah dirasa cukup membuat semua orang menunggu, sang pemilik mobil yang tak lain dan tak bukan adalah pangeran D yang sengaja mengubah wujudnya menjadi manusia super keren, akhirnya mulai keluar dari dalam mobil mewahnya dengan gaya coolnya.
Sontak semua para kaum hawa langsung bersorak sorai menyambut kedatangan sang pengeran D. Mereka bernar-benar terpukau pada ketampanan dan gaya cool charmingnya pangeran D. Sudah tampan, tajir pula. Idaman setiap wanita pokoknya.
Demit yang berubah wujud jadi manusia paling sempurna itupun berjalan masuk ke dalam rumah makan diiringi dengan seluruh tatapan takjub semua orang yang melihatnya. Tanpa basa-basi, iapun mendekati Dea dan langsung menyapa calon istrinya.
“Hai Sayang, maaf membuatmu lama menunggu. Kau sudah pesankan makanan untukku juga, kan?” tanya pangeran D sambil mengedipkan satu matanya ditambah dengan suara merdunya yang menggoda.
Supaya aktingnya lebih komplit, pangeran D mencium mesra kening Dea dan duduk didekat gadis cantik yang menatapnya dengan wajah bingung.
Tak bisa dijelaskan bagaimana raut wajah semua orang yang ada di rumah makan ini ketika pria tampan nan tajir itu memanggil Dea dengan sebutan ‘sayang’ termasuk Sukma dan juga Rama. Sebagian mulut mereka bahkan menganga lebar antara percaya dan tidak percaya bahwa pria tampan yang langsung jadi idola dadakan itu ternyata sudah punya kekasih, yaitu Dea. Gadis desa yang dikucilkan masyarakat.
Mereka bahkan tidak menyangka Dea bakal punya kekasih tajir melintir seperti pangeran D ini. Pupus dan hancur sudah hati para kaum hawa setelah melihat pria tampan itu bersikap manis dan sweet pada Dea. Dea sendiri jangan ditanya, dia bingung sebenarnya, tapi juga langsung paham setelah melihat wajah shock Sukma serta orang-orang disekitarnya.
“Kau … siapa?” tanya Rama ingin tahu.
“Ah, hai … aku Dewa, aku adalah calon suami Dea. Kami akan menikah secepatnya setelah ini,” ujar Dewa sambil merangkul mesra bahu Dea. "Iya kan Sayang?" tanyanya sambil menatap penuh makna wajah Dea.
"I-iya," jawab Dea sambil memaksakan diri tersenyum meskipun ia agak canggung dengan perubahan calon suaminya yang tadinya jutek jadi manis begini.
“Kayaknya nggak mungkin deh!” seru Sukma terkaget-kaget. Matanya melotot sampai hampir mau keluar setelah mendengar ucapan pria tampan yang duduk di sebelah Dea. Bukan hanya Sukma saja, hampir semua orang yang mencuri dengar pembicaraan pangeran D dengan Rama, ikut kaget juga.
"Heh, tampan!" hardik Sukma. "Kaku buta, ya? Apa kau tidak tahu siapa gadis yang kau akui sebagai istrimu? Dia anaknya seorang pembunuh? Semua orang enggan dekat dengannya. Bagaimana bisa kau menjadikan sampah masyarakat ini sebagai istrimu, ha?"
"Aku tahu betul siapa Dea lebih dari yang kau tahu," ujar pangeran D sambil memainkan rambut Dea. "Tapi aku sama sekali tidak peduli dengan masa lalunya, asal dia mau hidup bersamaku, itu sudah lebih dari cukup." mata pangeran D menatap tajam manik mata Dea sehingga gadis itu jadi baper akut tingkat dewa.
Sukma semakin kesal mendengar ucapan pangeran D, ia kecewa karena pria tampan dan tajir itu tetap mencintai Dea apa adanya tanpa gadis licik itu tahu, kalau hantu itu hanya akting saja.
“Apa kalian bercanda?” seru Rama sama sekali tidak percaya. “Eh Dea! Kau masih pelajar, mana bisa kau menikah?”solotnya.
“Aku mau menikah kapan saja, itu bukan urusanmu, aku tak perlu menunggu lulus untuk jadi istri dari kekasih tampanku,” cetus Dea galak. Iapun beralih menatap mesra hantu tampan yang baru saja mengubah wujudnya menjadi manusia tampan meski aslinya memang sangat tampan. “Aku sudah selesai makan, kita cari makanan lain saja di luar. Jangan di sini karena aku takut kau jadi alergi bila makan di dekat ulat-ulat kadung ini,” ejek Dea dan ia langsung menggandeng tangan pangeran D untuk berdiri.
Sebelum pergi, demit yang mengaku namanya sebagai ‘Dewa’ meletakkan segepok uang di atas meja sambil berkata, “Semua makanan yang kalian makan pesan, aku yang bayar. Kembaliannya, ambil saja untukmu. Bye!” ujar Dewa pada Rama dan sukses mencoreng harga diri mantan Dea. Sedangkan yang lainnya langsung bersorak ramai. Kapan lagi dapat traktiran gratis.
Dua sejoli yang aslinya beda alam itupun keluar dari rumah makan sambil sama-sama melempar senyum masing-masing. Sebab, uang yang dikeluarkan pangeran D sebenarnya adalah uang yang ia kumpulkan dari dompet masing-masing pengunjung rumah makan termasuk dompet Sukma dan Rama. Begitu mereka membuka dompet mereka masing-masing, pasti semuanya kaget karena uang yang ada di dompet mereka raib seketika tanpa meninggalkan bekas dan tanpa sisa sedikitpun. Sungguh pangeran D ini benar-benar licik dan sangat jahil sekali.
Senyum pangeran D langsung menghilang ketika ia melihat pak Po sudah berdiri di sisi mobil mewahnya. Seketika dalam hitungan detik, mereka semua langsung berteleportasi beralih dimensi menuju dunia lain, dimana dunia tersebut adalah dunia kelahiran sang pangeran demit.
“Kenapa kau bawa aku kemari pak Po?” tanya pangeran D kesal pada pengasuhnya karena tanpa pemberitahuan terlebih dulu, mendadak ia dibawa pulang kerumahnya.
“Anda harus menikahi nona Dea sekarang juga Pangeran,” terang pak Po dengan sikap tenangnya. Seketika, Dea dan pangeran D langsung berpindah ruang di tempat pernikahan yang sepertinya memang sudah disiapkan sebelumnya.
“Sial!” umpat pangeran D kesal sambil mengepalkan kedua tangannya. Ia bahkan sudah disulap sedemikian rupa menjadi pegantin pria begitupula dengan Dea yang sejak tadi bingung dengan apa yang terjadi di sini.
Gadis itu sampai tidak tahu harus berkata apa ketika seluruh pakaian yang sebelumnya ia kenakan hilang begitu saja dan berganti dengan pakaian pengantin resmi ala kerajaan.
“Astaga, apa aku beneran akan menikah? Sekarang?” gumam Dea antara shock dan juga bingung. Ini bagai mimpi disiang bolong bagi Dea melihat gaun pengantinnya sangat indah dan menakjubkan.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Bambang Setyo
Enaknya tinggal cling jadi ganti baju pengantin.. Gak perlu pake ukur badan dan jahit dulu 🤣🤣🤣🤣🤣
2022-12-10
1
Dyra Annisa
pas Klw yg ngasuh pak po..,..semua ulah pasti ada apalagi terlahir dari keluarga yg aneh bin ajaib😂😂😂
2022-10-28
0
Anha Thea
visualx dea donk othor yg cantik gemoy baik hati dan rajin menabung🤭🤭🤭
2022-10-27
0