Pernikahan antara Dea dan pangeran D di dunia lain sangat berbeda dengan pernikahan Refald-Fey selaku orangtua pangeran D dan kakaknya sang pangeran yaitu Rey-Rhea di masa lalu. Bila kedua pasangan itu harus melakukan serangkaian ritual luar biasa diluar nalar manusia sebelum akhirnya bisa bersama, maka lain halnya dengan Dea dan sosok yang kini sudah menjadi suaminya.
Keduanya tak perlu melakukan ritual apapun karena pernikahan ini bersifat mengikat satu sama lain. Apalagi, pernikahan ini merupakan pelepas kutukan yang pernah diberikan Refald untuk putra keduanya sehingga tak perlu ada ritual-ritual pernikahan seperti sebelum-sebelumnya. Selain itu, mereka menikah bukan atas kemauan mereka sendiri melainkan karena sedikit terpaksa meski mereka berdua pada akhirnya menyetujui pernikahan ini.
Acara pernikahan yang digelar dengan singkat padat dan jelas, membuat Dea masih belum bisa percaya apakah ini nyata atau hanyalah mimpi belaka. Berkali-kali ia meyakinkan diri sendiri bahwa yang ia alami saat ini sungguh-sungguh terjadi, tapi tetap saja gadis itu masih belum yakin apalagi percaya. Ia benar-benar menikah dan menjadi istri dari seorang demit dunia lain yang jelas berbeda alam dengan Dea.
Sejujurnya, Dea sama sekali tidak punya gambaran akan seperti apa pernikahannya setelah ini. Ia memang mencintai pangeran tampan yang sekarang sudah menjadi suaminya. Namun, Dea tidak tahu apakah pangeran D memiliki perasaan sama seperti yang Dea rasakan padanya atau tidak apalagi ini adalah pernikahan yang dipaksakan demi menyelamatkan pangeran D dari hal-hal yang jauh lebih buruk daripada kematian.
Dea menatap wajah pengeran D yang datar sedatar-datarnya tanpa ekspresi apapun saat ayah dan ibu mertua Dea memberikan restu mereka atas pernikahan ini. “Selamat atas pernikahan kalian berdua, Dewa dan Dea. Semoga kalian hidup bahagia selamanya. Tidak ada lagi yang bisa kusampaikan lagi sekarang selain mendoakan yang terbaik untuk kalian,” ujar Refald penuh makna.
Suasana disekitar mereka serasa canggung dan garing seolah bukan acara pernikahan saja. Dea sendiri juga tidak tahu harus bagaimana, ia adalah orang baru sendiri dan butuh adaptasi. Ia sangat canggung sekali, takut kalau dirinya melakukan kesalahan yang tak disukai oleh penghuni dunia lain ini. Bayangkan saja, seorang gadis biasa seperti Dea kini menjadi bagian dari para makhluk astral tak kasat mata. Sungguh Dea tidak tahu apakah harus bahagia atau bersedih.
Tatapan mata Refald masih menatap wajah datar putra keduanya yang tak menyahuti doa yang ia berikan. Untunglah Dea bijaksana dan segera menguasai situasi sehingga gadis itu tahu bagaimana menempatkan diri dalam suasana seperti ini.
“Terimakasih Yang mulia Raja … akan kami ingat doa dan titah Yang mulia,” ujar Dea terbata-bata karena suaminya sepertinya memang lebih memilih diam tanpa memberikan komentar apa-apa. Keduanya juga masih duduk bersimpuh menerima doa dan rahmat dari semua demit yang ada di area gedung ini.
“Kalian boleh langsung menikmati kamar pengantin kalian untuk melakukan penyatuan jiwa, pesta resepsi pernikahan ini akan kami adakan seminggu setelah penyatuan jiwa kalian berdua selesai dilaksanakan dan mengundang seluruh keluarga besar kita termasuk kakak, paman dan sepupu-sepupumu. Sekali lagi, selamat atas pernikahan kalian berdua.” Ratu Fey menambahkan.
Dari nada suaranya yang sedikit bergetar, ada sesuatu yang seolah sedang Ratu itu simpan, hanya saja Dea tidak tahu apa itu. Jantungnya berdegup sangat kencang mendengar ibu mertua Dea berkata seperti itu. Sampai-sampai ia malu sendiri jika ada yang mendengar detak jantungnya.
Lagi-lagi pangeran D tak menyahut, ia tetap terdiam sambil terus menundukkan kepalanya seolah enggan melihat wajah kedua orangtuanya sendiri. Sedang Refald dan Fey pun tidak memaksa, mereka cenderung membiarkan putranya melakukan apapun yang disuka asalkan pesta pernikahan ini berjalan dengan lancar.
Ini pernikahan model apa, ya? Canggung sekali. Batin Dea sambil sesekali melirik sekeliling di mana para demit masih membicarakan acara pernikahan yang baru saja digelar. Penyatuan jiwa … apa maksudnya aku dan suamiku harus bersatu di … Dea sudah tak bisa lagi membendung pikiran ngeresnya yang mulai melayang kemana-mana.
Membayangkan dirinya berada di dalam kamar hanya berdua dengan sosok hantu tampan itu membuat Dea jadi merasa aneh sendiri. Ia memang sudah cukup umur untuk tahu apa yang harus dilakukan pasangan suami istri setelah resmi menikah. Namun gadis itu tidak pernah membayangkan bakal secepat ini ia harus melakukannya dengan sosok hantu tampan pula. Rasanya aneh dan bikin Dea penasaran saja. Tiba-tiba saja, Dea teringat kalimat terakhir yang diucapkan Fey tadi.
Tunggu! Pangeran D punya kakak, paman dan para sepupu? Apa mereka semua hantu juga? Apakah mertuaku ini juga … ha … Dea tak berani melanjutkan suara hatinya karena terlalu taku membayangkan ia memiliki keluarga yang kesemuanya adalah sosok astral tak kasat mata.
“Seluruh keluargaku adalah manusia, sama sepertimu. Hanya aku saja yang menjadi hantu,” ujar pengeran D akhirnya buka suara. Ia menatap Dea untuk pertama kalinya setelah keduanya dinyatakan resmi sebagai pasangan suami istri.
Mendadak suasana menjadi sepi dan Dea baru sadar bahwa dirinya sudah berpindah dimensi, ia bukan lagi ada di dalam gedung pernikahan melainkan sudah ada di sebuah ruangan yang terbentang sangat luas. Dan ruangan ini … adalah kamar pengantin Dewa dan Dea yang sudah disiapkan sebelumnya.
Sebenarnya, ruangan ini sangat megah dan indah sampai Dea tak bisa menggambarkan bagaimana cara menjelaskannya. Bahkan istana-istana ala negeri dongengpun kalah indah dengan istana kediaman suami dan keluarga Dea saat ini.
Namun, untuk sementara, Dea mengesampingkan keindahan istana yang di sini, ia sangat penasaran kenapa hanya pengeran D saja yang menjadi hantu sedangkan yang lainnya tidak.
“Kenapa hanya kau yang jadi hantu? Kok aneh sih? Aku juga bisa merasakan sentuhan hangat Yang mulia Raja dan Ratu yang artinya mereka adalah manusia sepertiku. Tidak sepertimu yang dingin seperti es.”
Pangeran D duduk di atas ranjang pengantinnya dan menatap wajah Dea. “Kenapa kau tidak duduk saja disampingku dulu,” pinta pengeran D dan tentu saja Dea langsung gugup. Pikiran ngeresnya langsung beterbangan di mana-mana.
Melihat reaksi Dea, pangeran D langsung melesat cepat berdiri tepat di depan wanita yang sudah resmi menjadi istrinya. Ia meraih pinggang Dea dan langsung membawanya kembali melesat cepat lalu merebahkan tubuh Dea di atas ranjang. Wanita mana yang tidak gugup bila di malam pertama langsung mendapat serangan tak terduga bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Kau … kau mau apa?” tanya Dea dag dig dug ser saat melihat wajah pangeran D tepat ada diatasnya dan menindih tubuh langsingnya.
“Kau ini terlalu banyak bertanya, menurutmu … apa yang aku lakukan sekarang, hm?” ganti pengeran D yang bertanya pada Dea.
BERSAMBUNG
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
tadi nya mau nunda pernikahan,,tpi ya langsung gercep sja malam pertama nya ya pngeran D🤣🤣
2023-03-09
0
Bambang Setyo
Wuih langsung penyatuan jiwa ya...😁😁😁
2022-12-10
0
Dyra Annisa
ihhh......aqh tutup mata ahh🙈🙈🙈
2022-10-28
0