Lagi-lagi, pangeran D tersenyum melihat ekspresi Dea yang menurutnya lucu. Wanita cantik kalau sedang ngambek malah terlihat semakin cantik. Agar Dea tidak manyun lagi, pangeran D menyembuhkan sakit di tangan dan kening Dea hanya dengan sekali usap. Seketika, rasa sakit yang tadi dialami gadis itu jadi tak terasa lagi.
Semakin kagumlah Dea pada calon suami demitnya ini. Dia benar-benar sakti mandraguna! batin Dea dan jelas bisa didengar oleh sang pangeran.
“Apa masih sakit?” tanya pangeran D memastikan.
Belum juga menjawab pertanyaan Dea, tiba-tiba saja ada seorang laki-laki bertubuh besar tiba-tiba menabrak Dea sehingga gadis itu terjatuh dan pangeran D yang berdiri di depan Dea sengaja menghindari gadis itu serta membiarkannya terjatuh.
“Mbak, ini jalan. Jangan berdiri di tengah jalan kalau tidak ingin di tabrak orang!” cetus pria kekar itu dengan sikap sinis seolah memang Dea yang salah karena berdiri tepat di tengah jalan masuk ke rumah makan.
Dea memang tidak menyalahkan pria kekar tersebut atas insiden jatuhnya dia ke tanah tapi Dea sangat kesal karena pangeran D yang harusnya bisa menangkap tubuhnya agar tidak terjerembab ke tanah eh malah demit itu menghindari tubuh Dea dan membiarkannya jatuh.
“Kok kamu nggak nangkep aku?” pekik Dea kesal dengan hantu tampan itu.
“Kalau aku nangkep kamu, tubuhmu akan setengah jatuh dalam posisi sudut lancip, bukankah itu aneh kalau dilihat semua orang-orang yang ada di sini?” terang pangeran D dengan entengnya. “Aku juga akan menyembuhkan lukamu yang itu, tenang saja. Masuklah ke dalam dan makanlah supaya kau tidak pingsan.” Dengan cepat pangeran D langsung menyembuhkan luka Dea sehingga tidak ada rasa sakit lagi dalam tubuh Dea.
“Bagaimana aku bisa membeli makanan di sini? Aku tidak punya uang.”
“Kau punya, anggap saja aku adalah jin dari lampu ajaib yang bisa mengabulkan semua permintaanmu. Lihat saja di saku celanamu, kau bisa gunakan uang itu untuk membeli semua makanan yang kau inginkan.”
Dea terkejut dan hampir tidak percaya pada apa yang baru saja dikatakan pageran D. Untuk membuktikan apakah ucapan sang hantu tampan itu benar, Dea merogoh saku celananya dan ia sangat terkejut saat mendapati ada beberapa lembar kertas di dalam saku celana Dea. Gadis itu menarik keluar lembaran kertas yang ia yakini sebagai uang dan ternyata benar, beberapa lembar pecahan 100 ribuan sungguh-sungguh ada di tangan Dea.
Gadis itu sangat shock bukan kepalang karena ia tidak menyangka akan memegang lembaran uang berdominan warna merah ditangannya. Bahkan Dea mengamati uang tersebut apakah itu yang palsu atau bukan. Setelah diamati dengan seksama, uang pecahan 100 ribuan itu benar-benar uang asli.
“Darimana kau … dapat uang ini? Kau tidak mencuri, kan?” tanya Dea hati-hati. Ia baru tahu kalau hantu bisa punya uang asli.
“Itu uang ayahku, kau tidak akan paham meskipun kujelaskan. Itu uang halal, karena ayahku punya harta kekayaan melimpah yang takkan habis tujuh turunan.” Usai berkata begitu, pangeran D masuk ke dalam rumah makan dan mencarikan tempat duduk untuk Dea agar ia pesan makanan dan duduk di tempat pangeran D berada.
Meski Dea sama sekali tidak mengerti dengan ucapan pangeran D, mau tidak mau iapun masuk karena perutnya sudah keroncongan akut. Dea jadi semakin penasaran, seperti apa keluarga dar sang hantu tampan. Dan kenapa calon suaminya itu menjadi hantu seperti ini. Dea sungguh ingin tahu. Tapi ia tidak tahu bagaimana ia mencari tahu karena ia tak kenal siapa pangeran D sebenarnya.
Gadis itu hanya dibutakan oleh cinta dan hanya ingin bersama dengan sang pangeran demit. Mungkin Dea bisa dibilang egois karena ia sungguh tak peduli pada masa lalu sang pangeran sampai harus dikutuk di dalam sebuah goa.
Entah siapa dan darimana asalmu, aku ... hanya ingin bersamamu, batin Dea lagi. Ia masih belum sadar kalau pangeran D bisa mendengar pikirannya.
“Eh Dea … kau ada di sini juga?” sapa seseorang yang suaranya sangat Dea hafal dan membuyarkan lamunan Dea. Gadis itu enggan menoleh sebenarnya tapi mau bagaimana lagi, Dea harus tampak baik-baik saja di depan pria yang tak lain dan tak bukan adalah mantan pacar Dea.
Kenapa harus bertemu orang ini di sini, batin Dea langsung kesal.
Sebenarnya, hubungan Rama dengan Dea sangat manis dan harmonis. Namun, semuanya berubah ketika kasus kejahatan kedua orangtua Dea terungkap. Rama sepertinya enggan lagi meneruskan hubungannya dengan Dea dan mantan ketua OSIS di sekolahnya itu memutuskan hubungan secara sepihak.
Tak bisa dibayangkan betapa hancur dan sakitnya hati Dea saat itu. Apalagi, sang mantan langsung pacaran dengan teman sekelas Dea setelah keduanya resmi putus.
Untungnya, semua itu sudah berlalu. Dan kini, Dea hanya ingin fokus pada pengeran D. Bagaimanapun juga, Dea sudah terpilih menjadi pengantin sang pengeran demit. Dia tidak peduli akan seperti apa masa depan Dea yang penting bisa bersama dengan hantu tampan.
“Hai, Rama.” Dea balas menyapa, “iya, aku di sini, kenapa? Apa ada masalah?” tanya Dea. Ia benar-benar tak ingin melihat wajah Rama sekarang. Mata Dea menatap wajah pangeran D yang menatap tajam ke arah Rama.
“Nggak sih, cuma aneh aja … kau punya uang untuk makan di sini? Apa … kau datang sendiri atau bersama orang lain?” Rama melihat sekeliling mencari-cari orang yang sekiranya ia kenal dan datang bersama Dea.
Padahal yang datang dengan Dea ada di sebelah Rama dan sedang memelototinya. Rama sangat heran bagaimana bisa gadis seorang Dea yang dikucilkan bisa datang ke tempat seperti ini. Lebih aneh lagi, semua orang masa bodo dengan kehadiran Dea di tengah-tengah mereka.
“Aku datang sendiri atau dengan orang lain, sama sekali bukan urusanmu. Bisa kau pergi dari sini? Aku sama sekali tidak nyaman denganmu,” cetus Dea dan pura-pura sibuk melihat daftar menu makanan.
“Hai, Sayang ... kau sudah lama menunggu?” seru seorang wanita yang tak lain adalah kekasih Rama.
Wanita itu adalah teman sekelas Dea bernama Sukma. Ia sengaja merangkul leher kekasihnya dan langsung memasang wajah sinis setelah tahu ada Dea di depan Rama.
“Kok si sampah masyarakat ini ada di sini sih, Sayang? Kamu janjian sama dia, ya?” tuduh Sukma dengan suara manja yang dibuat-buat. Pangeran D yang wujudnya tak kasat mata jadi semakin bergidik ngeri serasa ingin muntah melihat betapa centilnya kekasih Rama.
“Nggak Sayang, aku malah nggak sengaja ketemu Dea di sini. Ini kebetulan, karena aku merasa aneh aja Dea bisa makan di sini,” terang Rama bersikap sok sweet di depan Dea. Sepertinya, ia sengaja memanas-manasi mantan pacarnya supaya cemburu.
“Oh, kirain … kalian mau balikan lagi.”
“Ya nggak mungkinlah Sayang. Mana ada yang mau sama Dea yang sudah tidak dianggap ada oleh penduduk desa. Kamu lihat kan? Semua orang bahkan tidak peduli dengan kehadiran Dea di sini.”
Ucapan padas Rama benar-benar membuat Dea kesal setengah mati sampai gadis itu mengepalkan kedua tangannya kuat. Kalau saja ini bukan di tempat umum, Dea pasti sudah menggampar mulut si Rama sampai babak belur. Sayangnya, Dea tak ingin jadi pusat perhatian. Ia hanya ingin makan dengan tenang. Itu saja.
Untung saja aku putus denganmu lebih awal, jika tidak aku pasti bakal menyesal karena mengenal buaya ngepet sepertimu! Batin Dea.
Melihat situasi yang sedang terjadi, tanpa dijelaskanpun pangeran D langsung paham. Wajah sang pangeran langsung tersenyum senang melihat wajah dongkol akut Dea apalagi saat mendengar suara hati gadis itu. Bukan karena Dea masih cinta sang mantan, tapi Dea kesal karena waktu makannya terganggu dengan kehadiran pasangan sejoli kecentilan itu.
“Kau mau kubantu?” tawar pangeran D dengan gaya coolnya.
Dea cuma mengernyitkan alis karena tidak paham bantuan apa yang dimaksudkan pangeran demit tampannya untuk dirinya.
BERSAMBUNG
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
mau dong pngeran bantu untuk manas2 sin si buaya ngepet sma pacar nya kan 😁😁
2023-03-09
0
Bambang Setyo
Dea bener2 gak sadar ya klo pangeran D bisa baca pikiran 😁😁😁
2022-12-10
0
Dyra Annisa
Mau dong......D berubah wujud jdi manusia ajh😀kasih pelajaran itu orangg
2022-10-28
0