Belum juga Dea menguasai rasa keterkejutannya, ia semakin shock ketika melihat sekitar gedung megah bak istana kerajaan ala negeri dongeng ini. Semua dekorasi ruangannya dihias sedemikian rupa dan dominan dengan warna emas. Bahkan semua tiang penyangganya memang benar-benar terbuat dari emas.
Tak hanya itu, beberapa pelayan istana masuk ke dalam gedung pernikahan D dan mereka semua berjejer rapi di tempatnya tanpa berbicara sepatah katapun. Mereka semua bahkan tak diperbolehkan melihat ke arah pangeran D dan Dea berada sekarang.
Wuah … istananya benar-benar luar biasa keren. Manusia biasa, takkan mungkin bisa membangun istana semegah dan seindah ini, batin Dea terkagum-kagum.
Berbeda dengan Dea yang masih bingung sendiri dengan apa yang terjadi di sini, Pangeran D malah bersikap sebaliknya, berjalan mondar-mandir kesana kemari seolah tak bisa menerima situasi ini. Pangeran demit tersebut mencoba bernegosiasi dengan pak Po tapi si pocong tampan itu tetap tidak bisa ditawar. Pak Po malah dengan gencar menjaga dua sejoli yang akan menikah ini agar tidak kabur dari gedung istana megah ini.
Bukan tanpa alasan kenapa pak Po langsung membawa pangeran D dan Dea ke gedung pernikahan mereka yang sebentar lagi dilangsungkan. Tindakan pangeran D sendirilah yang membuat Dea dan Dewa harus ada di sini bagaimanapun kondisinya. Dan pangeran D tahu itu, hanya saja ia tak bisa menerima.
“Pak Po …”
“Tidak Pangeran.” Pak Po sengaja menyela ucapan pangeran D seolah tahu apa yang akan dia katakan, “Anda sendiri yang sudah menyatakan setuju menikah dengan nona Dea. Apapun yang Anda tawarkan kepada saya … saya tidak akan tergoda,” ujar pak Po dengan PD-nya.
Dewa langsung menghela napas panjang menyesali apa yang terjadi di rumah makan saat ia mengakui Dea sebagai istrinya. Meskipun ucapan itu bukan dari dasar lubuh hati yang terdalam bagi pangeran D, tetap saja, pernyataan itu telah menyatakan bahwa pangeran D setuju menikahi Dea.
Inilah alasan kenapa sejak awal pangeran D tak pernah mau menjawab pertanyaan Dea bila gadis itu bertanya apakah mau menikah dengannya. Sekali pangeran D buat pengakuan maka mau tidak mau pernikahan ghaib ini akan segera dilangsungkan.
Segala macam tawaran yang Dewa berikan pada pak Po sama sekali tidak mempan. “Haiish sial! Kenapa pocong ini tidak oneng lagi? Jadi susah kan nyogoknya. Bisa gawat jika ayah dan ibu datang kemari, apa yang harus aku lakukan? Aku harus pergi dari sini sebelum mereka datang, tapi … bagaimana caranya?” gumam pangeran D dan kebetulan gumamannya bisa didengar oleh Dea.
Gadis itu hendak bertanya tapi tidak jadi karena sebuah pintu besar mendadak terbuka lebar dan betapa terkejutnya Dea ketika melihat seorang pria dan wanita berpakaian ala raja dan ratu istana datang diiringi oleh para pengawal-pengawal setia mereka dibelakang. Dari sikap, wajah dan juga kharisma mereka, Dea langsung paham bahwa raja dan ratu yang tampak sangat luar biasa itu adalah kedua orangtua Pangeran D alias calon mertua Dea.
Seketika semua orang yang ada diruangan ini langsung berlutut dan bersimpuh sebagai penghormatan pada raja dan ratu mereka tak terkecuali pak Po dan pangeran D sendiri. Dea pun ikut melakukan gerakan yang sama seperti yang dilakukan pangeran D meski ia sama sekali tak terbiasa seperti ini.
Ratu Fey langsung tersenyum simpul melihat tingkah Dea yang kelabakan karena mengingatkan pada dirinya saat hendak dinikahkan ghaib dengan suaminya dulu. Namun, Fey langsung bersikap biasa kembali begitu Refald meliriknya dengan mesra seolah tahu apa yang membuat Fey tersenyum.
“Selamat datang yang mulia Raja dan Ratu,” ujar pak Po dengan khidmad dan Refald hanya mengangguk dalam diam.
“Selamat datang di kerajaan kami Dea, senang bisa menerimamu menjadi bagian dari keluarga kami,” ujar Fey dengan lemah lembut sehingga Dea jadi kagok saking takut dan takjubnya. Ia bahkan sampai berkeringat dingin dan kedua tangannya gemetar mendengar suara Ratu atau ibu mertuanya menyapanya terlebih dulu.
Dalam pikiran Dea, sosok ibu mertuanya ini pastilah adalah sosok yang penyayang dan sabar. Entah mengapa, gadis itu jadi berkaca-kaca ketika hendak menjawab sapaan ibu mertuanya.
“Terima kasih … Yang mulia Ratu … suatu kehormatan bagi ananda karena yang mulia mau menerima orang seperti hamba sebagai bagian dari keluarga luar biasa ini,” tutur Dea dengan terbata-bata takut salah ucap.
Fey terdiam, Dea sungguh mengingatkan dirinya saat ia baru dipertemukan Refald dengan keluarga ghaibnya di dunia lain tepat sebelum mereka melangsungkan pernikahan ghaib. Sang Ratu sama sekali tidak menyangka kalau apa yang dulu pernah dialaminya, dialami juga oleh Dead an yang menjadi suami gadis itu adalah putra Fey sendiri, yaitu Dewa.
“Kau tak ingin menyapaku, Dewa?” tanya Refald pada putranya yang sejak tadi sengaja terus menundukkan kepalanya. Setelah sekian tahun lamanya akhirnya ayah dan anak ini bertemu kembali terlepas dari hal buruk yang dulu pernah terjadi.
“Hamba … hadir kembali Ayahanda … maafkan semua yang pernah hamba lakukan di masa lalu …” Pangeran D menggantungkan kalimatnya dan masih belum mau menatap ayah dan ibunya.
“Katakan saja apa yang ingin kau katakana. Jangan ditahan,” pinta Refald.
Sementara Fey sudah berkaca-kaca melihat putra keduanya yang jahil dan suka bikin onar kini telah beranjak dewasa dan juga tampan. Jika saja tangannya tak digenggam Refald, mungkin ia sudah berlari memeluk putra kesayangannya ini.
“Yang mulia … tidak bisakah pernikahan ini ditunda untuk beberapa waktu ke depan? Hamba … masih belum siap,” ujar pangeran D.
“Kau akan mengecewakan banyak orang kalau menunda pernikahan yang akan dilangsungkan. Lihatlah disekelilingmu karena seluruh penghuni dunia lain ini sedang menanti hari bahagia kalian berdua,” terang Refald dengan suara khas merdunya. Meskipun sudah menjadi ayah dari dua anak, ketampanan Refald yang paripurna tak pernah pudar dimakan usia begitupula dengan istrinya yang tetap awet muda dan cantik seperti gadis berkepala 2.
Seketika, baik Dewa ataupun Dea langsung menoleh ke arah kursi-kursi yang tadinya kosong kini tampak penuh dengan wajah-wajah mirip manusia dari berbagai negara dan ras. Mereka semua tidak berwujud demit menyeramkan melainkan seperti manusia yang sengaja diundang hadir dari berbagai belahan dunia.
Pangeran D dan Dea tak bisa mengelak lagi. Pernikahan ghaib ini akan segera dimulai dan itu sudah keputusan mutlak dari Refald imbas dari kutukannya. Dea sendiri juga sepertinya pasrah melepas status single dan menyandang istri dari sesosok pangeran Demit.
Pernikahan Dea dengan Dewa akhirnya berjalan dengan khidmad dan lancar. Kini, keduanya sah menjadi sepasang suami istri. Seluruh ruangan bersorak sorai ramai turut berbahagia karena akhirnya pangeran tukang buat onar mereka sudah resmi menjadi seorang suami.
BERSAMBUNG
***
NB:
...Yth. Para netizen dan para Reader yang berbahagia...
...Kalian semua resmi diundang dalam pesta pernikahan pangeran D dan Dea...
...Harap tidak perlu membawa apa-apa dan mempersiapkan diri menuju dunia lain ketika sedang tidur...
...Salam hangat dan ucapan terimakasih dari keluarga besar kami...
...Refald dan Fey...
...turut mengundang author yang otaknya dah somplaknya nggak ketulungan...
Diharapkan untuk tidak tertawa setelah membaca undangan ini, sekian dan terimaksih, serlocknya menyusul kalau kalian sudah tidur. wkwkwkwkwk
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Sabrina Azzahra
🤣🤣🤣🤣
2024-01-27
1
Asngadah Baruharjo
buwuh dulu ketumah Fei 🤣
2023-09-22
0
Sufriani Sudirman
aduh pak po dikatain Oneng 🤣🤣🤣
2023-08-01
0