BAB 7 Hukuman Dari sang Pangeran Demit

Dengan sisa kesadaran yang Dea miliki, ia benar-benar sangat bahagia karena pangeran tampan yang ia cintai datang tepat waktu menyelamatkannya sebelum Dea celaka. Entah apa yang akan terjadi pada gadis malang itu jika hantu tampan tersebut datang terlambat dan Dea sudah terenggut kesuciannya.

Sebenarnya, Dea tidak pernah menyangka kalau pangeran dedemit itu benar-benar datang untuk menolongnya melihat betapa dinginnya sang pangeran padanya. Tadinya, gadis itu sudah putus asa ketika para penjahat ini hendak merudapaksa dirinya. Dalam hati, Dea bahkan sudah berniat membalas dendam pada para penjahat itu bila sampai itu terjadi. Namun, niat itu ia urungkan karena Dea merasa aman bersama dengan makhluk astral yang mengaku sebagai dewa kematian.

“Turunkan aku,” ujar Dea lirih setelah ia merasa tenang berada di dekat calon suaminya. “Terimakasih sudah datang menyelamatkanku.” Dea mencoba berdiri dan menatap benci semua penjahat yang masih shock atas apa yang pangeran D lakukan pada mobil mewah mereka.

“Tunggu di sini! Akan kubereskan mereka hanya dalam waktu 5 detik.” Pangeran D mengangkat pedangnya dan hendak mencincang tubuh orang-orang berhati keji itu.

“Jangan bunuh mereka!” sergah Dea seketika. “Aku mohon … aku tidak mau kau mendapat kutukan lagi lebih dari ini. Aku bisa mati jika tidak bisa melihatmu. Membunuh satu demit saja kau sudah mendapat hukuman seberat ini, apalagi jika sampai membunuh manusia.” Dea memperingatkan agar calon suaminya ini bertindak gegabah.

“Aku tidak peduli. Kau tak perlu mencemaskanku,” ujar pangeran D tanpa mau menatap Dea. Ia sudah bersiap menyerang dan mengayunkan pedangnya, tapi tiba-tiba saja Dea berdiri dihadapannya sambil merentangkan kedua tangan untuk menghalangi langkah pangeran D. "Minggir!“ bentak hantu tampan itu.

“Kalau kau mau membunuh mereka, bunuh aku dulu. Lebih baik aku mati ditanganmu, daripada di tangan mereka.” Dea menggunakan seluruh sisa tenaganya agar pengeran D tak lagi mendapatkan petaka akibat perbuatannya.

Tidak hanya itu, Maximus … si kuda cantik kesayangan pangeran demit juga turut berdiri di sebelah Dea guna mencegah pangeran D melakukan pelanggaran lagi. Meski Dea tidak tahu pasti apa alasan calon suaminya ini membunuh demit abdi ayahnya, Dea tetap tak ingin pria yang ia cintai terjerumus ke dalam lubang yang sama. Sepertinya, Maximus juga sepemikiran dengan Dea. Keduanya kompak menghalangi orang yang mereka sayangi agar tidak melakukan kesalahan seperti sebelumnya.

Sang pengeran benar-benar kesal dengan mereka berdua. Iapun tak bisa berbuat apa-apa meski rasa benci dan amarah telah menyelimutinya.

Sementara sang penjahat, tahu kalau mereka sedang dalam bahaya besar. Semuanya kompak melarikan diri selagi pangeran D dihadang Dea dan kuda ghaib yang tak bisa para penjahat itu lihat tapi bisa dilihat oleh Dea.

Tentu saja pengeran D tak bisa berdiri diam melihat penjahat itu meloloskan diri darinya begitu saja. Bagaimanapun juga ia ingin memberikan pelajaran berharga agar tidak ada korban lain seperti yang dialami Dea.

“Jika kalian tak ingin aku membunuh mereka, apa yang harus aku lakukan sekarang? Membiarkan mereka melakukan hal sama pada orang lain seperti yang mereka lakukan padamu?” tandas pangeran D menatap tajam mata Dea.

“Ada banyak cara menghukum manusia-manusia keji seperti mereka sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan, tapi tidak harus dibunuh.” Dea maju melangkah mendekati pangeran D yang lebih tinggi darinya lalu berjinjit membisikkan sesuatu di telinga sang pengeran.

Seolah paham dengan maksud Dea, pangeran tampan itupun menghilangkan kembali pedangnya entah kemana.

“Max, kau jaga Dea di sini, aku akan kembali dalam waktu 1 menit.” Usai berkata demikian, pangeran D langsung melesat cepat bagai cahaya untuk mengejar dan menangkap para penjahat yang baru saja melarikan diri darinya.

Semenit kemudian, sang pangeran keren itupun kembali sesuai dengan apa yang dikatakannya tadi.

“Cepat sekali!” seru Dea terkagum-kagum dengan kekuatan calon suaminya. Dea benar-benar merasa beruntung bila dia benar-benar memiliki suami seperti pangeran demit tampan itu.

“Ayo, kuantar pulang!” ajak pangeran D tapi tiba-tiba saja Dea terduduk lemas di atas aspal sambil memegangi perutnya. “Ada apa?” tanya mencemaskan keadaan Dea. “Apa kau terluka? Berdirilah, akan kusembuhkan lukamu.”

“Tidak, aku tidak terluka. Aku hanya lapar karena dari kemarin aku belum makan. Aku bukan hantu sepertimu yang tidak perlu makan. Aku manusia biasa yang butuh asupan gizi dengan mengkonsumsi makanan,” rintih Dea sambil memegangi perutnya yang sudah keroncongan.

Bahkan pangeran D sampai bisa mendengar bunyi perut Dea yang sedang meronta-ronta untuk segera diisi. Hantu tampan itu tersenyum kecil melihat betapa polosnya Dea sampai ia lupa kalau Dea adalah manusia biasa. Iapun menggendong Dea naik ke atas Kuda Maximus dan melesat cepat mencari rumah makan terdekat.

“Tutup matamu saat melintasi para penjahat-penjahat yang kugantung di atas pohon tinggi menjulang dalam keadaan telaanjang. Matamu bisa rusak melihat senjata api mereka yang tak sempat mereka salurkan.” Pangeran D memberikan sebuah peringatan yang menurut Dea sangat ambigu sekali.

Namun, Dea langsung mengerti begitu melintasi penjahat-penjahat keji sedang digantung dalam keadaan tak berdaya dan memang bertelanjaang bulat seperti bayi yang baru lahir di atas pohon. Seketika Dea langsung bersembunyi di dada bidang pengeran D agar tak bisa melihat pemandangan mengerikan itu.

“Kau kejam sekali! Setidaknya … tutupi saja senjata apinya," protes pangeran D.

“Mereka tidak malu saat menggunakan senjata api mereka untuk wanita-wanita tak berdosa. Itu adalah balasan setimpal bagi mereka supaya mengerti apa arti kata ‘malu’.”

Pangeran D menurunkan Dea setelah melihat warung makan dari kejauhan. Mereka tak mungkin memperlihatkan kalau Dea sedang menunggangi kuda ghaib bersama pangeran hantu yang tak bisa dilihat oleh kasat mata. Bisa-bisa semua orang bakalan kabur bila melihat Dea seolah melayang di udara padahal ia sedang menunggang kuda.

“Kita jalan dari sini, supaya tidak mengundang banyak perhatian. Kau akan terlihat sendirian meskipun bersamaku karena orang-orang yang ada di rumah makan itu tidak bisa melihatku.”

Dea mengangguk paham dan tak mempermasalahkan hal itu, baginya asal pangeran D mau bersamanya itu sudah membuat gadis itu sangat sangat bahagia lebih dari apapun. Namun, baru juga melangkah beberapa langkah, tiba-tiba Dea berhenti berjalan dan membuat pangeran D heran.

“Kenapa berhenti?” tanya pangeran D. "Ada apa lagi?"

“Aku baru ingat kalau aku tidak punya uang. Kita pulang ke rumah saja,” ujar Dea sangat sedih, bagi pelajar SMA di akhir tahun sepertinya, ia sungguh tidak punya uang sepersenpun.

Sungguh malang nian nasib gadis ini. Sudah dianggap sampah masyarakat oleh penduduk setempat, kedua orangtuanya di penjara karena kejahatan mereka dan Dea harus hidup sebatang kara.

Tanpa banyak bicara, pangeran D langsung menggandeng tangan Dea untuk masuk ke dalam rumah makan. Si hantu tampan ini sih enak bisa tembus pandang, sedangkan tangan Dea yang digandeng malah menabrak pintu karena ia tak tembus pandang seperti pangeran D. Alhasil, kepala Dea juga ikut kejedot pintu masuk gara-gara tarikan si hantu tampan.

"Auch!" erang Dea seketika.

“Oh, maaf aku lupa kalau kau manusia. Kau tidak apa-apa? Aku belum terbiasa denganmu dan ini pertama kalinya aku bersama dengan manusia lebih dari sehari.” pangeran D kembali keluar pintu masuk tanpa membuka daun pintu karena wujudnya itu tembus pandang.

Dea cuma manyun karena kening dan tangannya sakit sekali habis menabrak pintu.

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

hahaha benjol gak kepala nya dea🤣🤣

2023-03-09

1

玫瑰

玫瑰

hahaha.. terhantuk kepala nya

2023-02-10

0

Bambang Setyo

Bambang Setyo

😁😁😁begitulah klo hantu berteman sama manusia

2022-12-10

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Bertemu Hantu Tampan
2 BAB 2 Pangeran D
3 BAB 3 Kita Menikah Saja!
4 BAB 4 Masih Mau Menikah Denganku?
5 BAB 5 Bahaya
6 BAB 6 Aku adalah Dewa
7 BAB 7 Hukuman Dari sang Pangeran Demit
8 BAB 8 Bertemu Mantan
9 BAB 9 Pernikahan Dadakan
10 BAB 10 Pernikahan
11 BAB 11 Dekatlah Padaku!
12 BAB 12 Penjelasan
13 BAB 13 Permintaan
14 BAB 14 TITAH
15 BAB 15 Iman dan Imron yang Sedang Diuji
16 BAB 16 Pak Jin
17 BAB 17 Perkelahian
18 BAB 18 Jahilnya Pengeran D
19 BAB 19 Amarah Pangeran Dewa
20 BAB 20 Ada Cinta di Mata Dewa
21 BAB 21 Aku ... Ikhlas Mencintaimu
22 BAB 22 Ternyata Sakitnya tuh Disitu
23 BAB 23 Ada Apa dengan Dewa
24 BAB 24 Kejutan dari Dewa
25 BAB 25 Aku, akan Menjagamu
26 BAB 26 Dewa dan Dea
27 BAB 27 Kata Sakti Dea
28 BAB 28 Apa itu Cinta?
29 BAB 29 Hukuman dari Dewa
30 BAB 30 Pengakuan Cinta Dewa
31 BAB 31 Aku Pasrah!
32 BAB 32 Serangan 3 Cogan
33 BAB 33 Miring Sebelah
34 BAB 34 Aku Mencintaimu
35 BAB 35 Aoda vs Jubi
36 BAB 36 RITUAL
37 BAB 37 Masa Lalu
38 BAB 38 Ketulusan Cinta Dea untuk Dewa
39 BAB 39 Aku Bukan Dewa, Aku Ardewa Refey Dilagara
40 BAB 40 Jubi dan Aoda yang Berjelaga
41 BAB 41 Korban Perasaan
42 BAB 42 Dua Bersudara
43 BAB 43 Ada Apa denganmu Dea ....
44 BAB 44 Sekian Sampai Di sini!
45 BAB 45 Galau
46 BAB 46 Hukuman dari Dewa
47 BAB 47 Perang Shinobi Dewa dan Dea
48 BAB 48 Curi Dengar
49 Bab 49 Pedang-pedang Keluarga Refald
50 BAB 50 Serangan dan Kekuatan Cinta Dea untuk Dewa
51 BAB 51 Bangkitnya Ular Goa Raksasa
52 BAB 52 Perasaan Dewa dan Refald
53 BAB 53 Si Bengek Hans dan Ulahnya
54 BAB 54 Pesta
55 BAB 55 Hamil?
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58 Dewi yang Menikahi Seorang Dewa
59 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
60 PENGUMUMAN NOVEL BARU
61 PENGUMUMAN NOVEL BARU ADA KISAH DHEA DAN DEWA DI NOVEL INI
62 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 62 Episodes

1
BAB 1 Bertemu Hantu Tampan
2
BAB 2 Pangeran D
3
BAB 3 Kita Menikah Saja!
4
BAB 4 Masih Mau Menikah Denganku?
5
BAB 5 Bahaya
6
BAB 6 Aku adalah Dewa
7
BAB 7 Hukuman Dari sang Pangeran Demit
8
BAB 8 Bertemu Mantan
9
BAB 9 Pernikahan Dadakan
10
BAB 10 Pernikahan
11
BAB 11 Dekatlah Padaku!
12
BAB 12 Penjelasan
13
BAB 13 Permintaan
14
BAB 14 TITAH
15
BAB 15 Iman dan Imron yang Sedang Diuji
16
BAB 16 Pak Jin
17
BAB 17 Perkelahian
18
BAB 18 Jahilnya Pengeran D
19
BAB 19 Amarah Pangeran Dewa
20
BAB 20 Ada Cinta di Mata Dewa
21
BAB 21 Aku ... Ikhlas Mencintaimu
22
BAB 22 Ternyata Sakitnya tuh Disitu
23
BAB 23 Ada Apa dengan Dewa
24
BAB 24 Kejutan dari Dewa
25
BAB 25 Aku, akan Menjagamu
26
BAB 26 Dewa dan Dea
27
BAB 27 Kata Sakti Dea
28
BAB 28 Apa itu Cinta?
29
BAB 29 Hukuman dari Dewa
30
BAB 30 Pengakuan Cinta Dewa
31
BAB 31 Aku Pasrah!
32
BAB 32 Serangan 3 Cogan
33
BAB 33 Miring Sebelah
34
BAB 34 Aku Mencintaimu
35
BAB 35 Aoda vs Jubi
36
BAB 36 RITUAL
37
BAB 37 Masa Lalu
38
BAB 38 Ketulusan Cinta Dea untuk Dewa
39
BAB 39 Aku Bukan Dewa, Aku Ardewa Refey Dilagara
40
BAB 40 Jubi dan Aoda yang Berjelaga
41
BAB 41 Korban Perasaan
42
BAB 42 Dua Bersudara
43
BAB 43 Ada Apa denganmu Dea ....
44
BAB 44 Sekian Sampai Di sini!
45
BAB 45 Galau
46
BAB 46 Hukuman dari Dewa
47
BAB 47 Perang Shinobi Dewa dan Dea
48
BAB 48 Curi Dengar
49
Bab 49 Pedang-pedang Keluarga Refald
50
BAB 50 Serangan dan Kekuatan Cinta Dea untuk Dewa
51
BAB 51 Bangkitnya Ular Goa Raksasa
52
BAB 52 Perasaan Dewa dan Refald
53
BAB 53 Si Bengek Hans dan Ulahnya
54
BAB 54 Pesta
55
BAB 55 Hamil?
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58 Dewi yang Menikahi Seorang Dewa
59
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU
60
PENGUMUMAN NOVEL BARU
61
PENGUMUMAN NOVEL BARU ADA KISAH DHEA DAN DEWA DI NOVEL INI
62
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!