"Apa namanya Triisan Alvano bu?" tanya security yang peduli padanya.
"Aaakh.. ya sepertinya. Di mana ya pak?"
Security mengantar Luna, lalu ia menaiki lift dan mengekor, arah petugas Apartment vvip yang mengantarnya.
"Disini, silahkan menunggu setelah bell bunyi. saya permisi!"
"Baik terimakasih pak." balas Luna.
Braaaggkh! kemana wanita sialan itu, ini sudah empat puluh lima menit lebih. Dia belum kembali, cepat cari wanita itu. Jangan sampai dia kabur. Titah Triis.
Maafkan saya Tuan, sepertinya saya salah kamar. Di mana security itu? aku jadi salah. Baiknya aku berjalan saja lah. Dasar Triis dan kurcaci tidak bisa apa dia memberikan aku alamat jelas. Lihat nanti aku pasti akan mengutuk mu. Ketus Luna.
Sementara Pria yang membuka pintu itu tersenyum, ia memang berniat akan keluar. Tapi tersenyum dan melaju melewati Luna dengan tersenyum sambil memegang ponsel ketelinganya.
"Tuan itu ramah sekali, wangi lagi. Tidak seperti Aromaku saat ini!" Luna sedikit mencium ketiaknya yang basah.
"Untunglah, Nyonya Ada disini. Kami mencari anda. Tuan sudah sangat marah, mari ikuti saya!"
Luna kesal, ingin sekali memaki tapi ia tak punya hak. Sejenak berfikir kembali berfikir kenapa nona bintang itu, apa dia tidak memberikan jaminan lagi padaku. Setidaknya mengabarkan apa salahnya. Sial semuanya benar benar kacau. Huuuft sabar Luna, ini baru awal kamu harus tetap semangat dan ekstra lebih menghadapi takdirmu bersama pria Seram.
Luna masuk, ia terdiam akan ruangan yang benar megah. Tak lama menatap punggung sosok pria yang sudah pasti suaminya yang seram itu.
"Kemarilah nyonya dan ini kartu id serta member kunci Apartment Tuan Triis. Nyonya akan tinggal disini, tidak boleh keluar sampai mendapat perintah!" ucap Ebon.
Luna terdiam, lagi lagi ia mendengus nafas, ia ingat surat perjanjian. Andai saja aku masih tinggal di mansion mertua yang baik itu, Tapi mereka bahkan tak bisa mengendalikan pria seram ini.
"Sebenarnya, sosok apa yang membuat pria seram ini baik terhadap nona bintang, aku harus cari tau."
Hei! kau terlambat, lihat membuang waktu saja. Sekarang tugasmu adalah membuat seisi ruangan ini bersih, ingat tidak boleh ada debu sedikitpun. Kau harus masak enak dengan bahan yang tersedia sebelum pukul tujuh!
Deuugh.. Luna terdiam pias, ia menatap nanar jam yang melingkar di dinding celah. Lalu ia duduk lemas menatap seisi ruangan yang amat kotor. Melihat isi dalam kulkas ada sedikit persedian dan masih kurang dari kata untuk bisa memasak.
"Gila, aku harus gimana ini. Apa yang mau dimasak semua sayur layu, bumbu dapur kering apa dia menganggap aku domba. Pria gila itu perlu babu. Bukan seorang istri sepertinya."
Luna pun memencet nomor ponsel asisten Ebon. Ia meminta bagaimana cara memesan sesuatu online agar sampai di Apartment mewah ini. Sementara ia tak di izinkan keluar, lalu mencari tau kesukaan makanan untuk Tuan Triis. Agar ia bisa memasak sesuai selera.
Dua puluh menit, Luna mendapat balasan. Ia di izinkan keluar asalkan sebelum pukul tujuh semua telah rapih. Tidak asin dan terlalu manis adalah makanan kesukaan Tuan Triis.
"Apa asisten pria seram itu bersekongkol, bahkan ia hanya mengirim sedikit informasi. Sebuah teka teki setelah menikah. Mengapa seperti ini. Siapapun bantu aku semoga keberuntungan kelak berpihak padaku!" lirih Luna.
Luna keluar, ia menatap kartu id. Lalu ia tempelkan dan tiba saja ia bingung untuk membuka kembali saat tasnya masih di dalam. Ia mencoba berkali kali membuka tapi sulit. Luna mengacak ngacak rambut yang tak berantakan itu, tiba saja seorang petugas lewat dan ia meminta diajarkan.
Sepuluh menit Luna berhasil dan ia pun berterimakasih. Tapi ia menatap jam sudah semakin sore.
"Owh tidak bagaimana ini?"
Tbc
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments