"Aku tadi terjatuh lovely. Maafkan aku tiba saja pulang tanpa pamit, tak menunggumu!"
"Kenapa kamu tidak menunggu sayang?" tutur Erico. Wanita dihadapan yang ia sayangi terdiam, ketika wajahnya menunduk tak berani menatapnya.
"Katakanlah, apa yang kamu khawatirkan?"
Keiy, menatap penuh dalam. Apa keputusannya sudah benar untuk mengatakan mengakhiri hubungan ini dengan matang. Apalagi ia mengirimkan pesan pada Luna, sejam Lalu. Berharap Luna mau menyetujui perjanjian yang telah mereka bicarakan untuk sepakat. Terlebih hutang keluarga Luna telah dibayarkan pada bank keliling oleh Keiy, sebagai uang muka.
"Aku ingin mengatakan... Euum Ak- aku minta maaf lovely. Aku ingin sendiri tak ingin menemuimu!"
"Erico pun menatap serius, kamu bercanda sayang."
Haaah... ia tertawa kecil. Menatap kekasihnya pergi begitu saja.
Sudah lama kita tak bertemu, kini kamu mengatakan hal konyol. Dua bulan lagi kita akan menikah, Papa sedang mencarikan jodoh untuk ka Triis. Sudah pasti ia akan setuju dan tak akan menganggu hubungan kita, hingga kini aman saja bukan. Kakak tak menggoda dan diam menemuimu kan?
"Keiy... berhenti!" teriaknya.
"Lovely, aku minta maaf."
Keiy tunggu! Jangan pergi, ia berlari dan
membuka pintu mobil. Namun Erico menepis dengan tangan kokohnya. Lalu memeluk tunangannya itu, Keiy tak berdaya dan luluh.
Dia tersungkur duduk, namun Erico masih tak melepaskan pelukan itu.
"Aku malu, aku takut hubungan kita tak berjalan dengan baik."
"Katakanlah, apa yang kamu khawatirkan?"
Keiy masih terdiam dan bersandar memeluk tubuh kekasihnya. Tangisan itu tak berhenti. hingga mata itu amat sembab dan terpejam.
Erico menggotongnya dan membuatkan tenda ditepi pantai. Lalu meminta Kosim untuk menjemput mobil tunangannya itu ke bengkel, Karena sengaja memutuskan sesuatu agar Keiy tak bisa pergi dan saat bertanya mobilnya tak bisa berjalan hingga berada di bengkel.
Pagi hari, Keiy merasa dingin. Tubuhnya terasa hangat, dan saat melirik. Keiy terkejut tubuh Erico berada sangat erat memeluknya.
Erico, andai aku bisa berada dalam dekapanmu, Apa aku akan aman dan terlindungi dari dia? batin Keiy.
Erico beberapa saat, mendengar suara kecil kekasihnya itu, ia tau jika terjadi sesuatu tak akan bicara. Keiy kenapa dengan dirimu, jika menanyakan dengan paksa-pun. Pasti bersikeras tetap bungkam.
"Aku harap kamu terbuka padaku sayang!" batin Erico.
ia merapatkan tubuhnya hingga saling berpandangan, Keiy menatap alis dan bibir itu dan menyentuh dengan tangannya. Tak terasa ia menangis kembali, kemarin malam aku telah disentuh oleh Triis. bagaimana bisa aku baik baik saja. Meski ia mengecup bibirku dengan rakus. Aku tak bisa diam begitu saja.
Aku harus pergi ke dokter psikolog, meski harus dengan obat penenang. Karena itu jauh lebih baik bukan, Agar diriku bisa mengimbangi dan tak terlalu takut.
"Sudah bangun sayang?"
"Ya, maafkan aku lovely!"
Katakanlah, kamu ingin sarapan apa. Aku akan mencarinya! Keiy memutar mata, ia melirik kesekeliling dan ia meminta Erico untuk mengajaknya. ia takut tiba saja Triis ada dimanapun. Seolah hidupnya tak tenang bagai di kejar monster dalam mimpi tapi amat nyata.
"Aku ikut denganmu lovely!" Erico tersenyum.
Di perjalanan, Keiy menatap jalan. Benar saja ia melihat mobil Triis dan berdiri di depan mobil dengan sebuah ponsel. Tiba saja ponselnya bergetar dan pesan dari Triis.
Tredtth..Tredeeth.
[ Temui nanti malam jam tujuh! ]
Keiiy, menggigit jari dan menghapusnya dengan cepat. Dia tau betul jika menolak, akan ada hal video yang yang dikirim pada Erico.
"Siapa sayang?"
"Mama meminta untuk ditemani ke salon lovely." sedikit gugup.
Erico tersenyum mengangguk. Lalu mengusap rambut dengan halus, begitu manis perlakuan membuatnya tak ingin kehilangan.
Jika aku berkata jujur, Apa kamu akan percaya. Tipu daya kakakmu selalu bisa membalikan fakta. Aku tak ingin video itu tersebar publik, Jika tidak bukan aku kehilangan reputasi, tapi aku akan kehilangan dirimu juga Erico saat ini!
Tak terasa bulir air mata itu jatuh, ia menutupinya dan menghadap kaca, menghindar dari tatapan Erico yang sedang menyetir. Dan menurunkan posisi duduknya begitu lemas dan lelah.
Erico melirik ketika kekasihnya itu terlihat mengembang, ia menanyakan apa terjadi sesuatu. Tapi ia bilang karena mengantuk, sungguh aneh.
DI RUMAH.
Beberapa jam kemudian, Keiy telah sampai dirumah. Lalu ia pun tersenyum senang, ia mengatakan siang akan ada pemotretan.
Erico pun berkata, jika sempat ia akan mengunjunginya. Namun saat Erico masuk kedalam mobil untuk pulang. Dan meminta Kosim, mencari tau, Apakah tunangannya sedang ada masalah atau tidak!
Kesibukan Erico, sangat padat. Triis selalu membuatnya sibuk keluar kota. Bahkan ia ingin sekali mempunyai waktu sehari dan memberi kejutan bersama sang kekasih.
Hingga ia berinisiatif membuat makan malam di resto mewah nanti malam.
"Bu, Keiy pergi dulu ya?"
"Hati hati nak, jangan telat makan, kamu harus teratur menjaga pola makan!"
"Sibuk boleh tapi sakit percuma tak akan membuatmu lebih baik dan bahagia!" tambah Ayah.
Keiy tersenyum, ia menaikan alis dan membuat kode Ok.
"Tenang saja Ayah. Anakmu ga akan ceroboh."
Setelah pamit, ia naik taksi yang sudah di
pesan lebih dulu. Hingga diperjalanan ia menatap pesan dari Triis.
Hah... membuatku badmood. Cccieh .. kenapa harus muncul pesan teratas namamu sih? Keiy mengetuk ketuk, kaca ponsel berisi pesan Triis dengan kesal.
BEKERJA
Beberapa jam kemudian pemotretan berhasil dan selesai, ia mencari model baju sesuai tema yang telah dipesan sutradara. Ia melakukan sesi pemotretan dan skrip iklan yang ia bintangi. Terlebih ia mempercayai Tala dan Dara sang make up talent, ia pun mengatakan jika esok pagi akan ada tawaran iklan baju tidur mewah.
"Baiklah, Dara. Aku percayakan semuanya padamu, ku harap kegiatan jangan terlalu sibuk ya!" Dara pun membalas Ok dan mengedipkan satu mata.
Menjelang malam, ia kini bersiap untuk pulang. Tiba saja seorang kru memanggilnya, Jika sudah ada yang menunggu nya di ruangan empat privasi khusus!
"Benarkah, baiklah Dara aku pulang lebih dulu. Nah itu pasti Erico."
"Ya, benar. Have fun ya bintang ku." kecup manis pipi mereka mendarat.
Keiy, berjalan penuh kedalam ruangan. Ia terkejut ketika tak ada satupun yang menunggunya.
"Haduh, kenapa bisa tak ada orang. Apa mungkin dia menunggu di parkiran?"
Tepat ia mengambil tas dan membalikan tubuhnya, ia terkejut akan Pria yang tiba saja mengunci. Keiy tau siapa tubuh kokoh itu.
"Triis, sebenarnya mau mu apa, kenapa selalu seperti ini?"
"Ladies, pujaan kau tau. ini sudah pukul delapan malam. Tak ada satupun balasan, dan lewat satu jam. Apa kau sengaja menghindar. Sudah berani menolak, dan kamu menginginkan semuanya hancur?"
Astaga, maaf aku lupa. Aku ga bermaksud Triis. Tak lama sebuah pesan dari Erico. Ia memintanya datang ke apartmentnya. Dan menunggu di gedung teratas. Erico akan tiba satu jam lagi, kelak Kosim akan datang menjemputnya di tempat seperti biasa.
Triis, aku mohon. Maaf aku tak bisa malam ini, Erico sudah menungguku!
Apa kau memohon seperti itu hanya untuk adik ku. Apa kamu berfikir aku akan memberimu pilihan, Tidak. Aku akan berbaik hati.
"Aku akan mengantarmu sampai apartment Beelove, tapi kau harus pergi denganku!"
"Triis. Tapi nanti Erico akan curiga Triis." balas Keiy.
Tangan itu tetap ditarik, ia amat kesal akan sikap pemaksaan Triistan. Tak menunggu lama mereka berada dalam satu mobil, hingga berpuluh menit ia telah mengatakan cerita yang banyak. Tapi satu hal ia tak bisa menolak dan turun dari mobil, karena Erico sudah pasti ada di dekatnya.
Aku akan turun terimakasih sudah mengantar!
Tapi Triis menarik lengan Keiy, ia mengecup rakus kembali bibir itu, baginya terasa candu. Setelah pria di hadapannya itu memberikan sirup dari dalam bibir yang hangat dan memainkan gaya yang terasa panas dan letih.
Keiy terdiam, ia menatap Triis sangat membuatnya tak percaya. Meski memukul mukul tubuh pria itu tapi tetap saja tak di lepas.
"Apa aku harus tetap datang, ketempat tunanganku. Tapi dia berani sekali berbuat tak lazim padaku. Ia harus sadar kalau aku ini, adalah tunangan sang adik. Bagaimana bisa aku menemui Erico dengan keadaan seperti ini."
Tubuhnya gemetar dan sedikit mengigit jari saat melangkah.
"Keluarlah, aku akan melakukan kapanpun tanpa memintanya!"
"Kau pria sakit jiwa." pergi Keiy.
Keiy keluar dari mobil dan membanting pintu ba disuatu tempat, ia menunggu kedatangan Erico. Dan menatap bintang di langit. Lalu merenung apa yang harus ia lakukan, aku tidak sanggup pergi dari hidupmu. Tapi aku bisa apa?!
"Sayang, sudah lama menunggu?"
"Yes, honey lovelyku." Keiy menjawab dengan
gemetar dan terkejut.
Saat Erico merengkuh pinggang Keiyra. Ia menatap nanar, terkejut saat Erico memeluknya, ia mendekatkan kecupan itu. Hingga mendarat di pipi dan berlangsung ke tungku leher dan ranum bibir terakhir. Kita bersama sayang, tidak apa apa bukan. Aku menginginkannya!
Saat Erico menyentuh ranum bibirnya, pandangannya tak bisa disentuh. Keiy membayangkan Triis yang melakukannya dengan rakus dan panik beberapa menit lalu.
"Stop, hentikan!" Keiy berjongkok dan menutup kedua telinganya.
"Sayang, ada apa?" Erico menatap Keiy seperti kejadian yang masih fresh dan trauma.
"Aku tak bisa seperti ini, pergi dari kehidupanku!" gemetar jelas.
Acara makan malam itu menjadi berantakan, Erico menyibakan jasnya dan menutupi tubuh kekasihnya dan memeluk hangat. Agar Keiy tenang.
"Sayang, ceritakanlah apa yang terjadi!"
Akan tetapi Keiy tetap diam dan bungkam. Ia berharap Luna cepat menerima tawarannya sebagai istri pengganti yang berjuang merebut hati kakak iparnya. Keutungan Keiy tak diganggu, dan keuntungan Luna pastinya bahagia dan tidak hidup dengan kesusahan.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
نفا الحكم
sbnrny peran utamany lunas ap keiy d sini kok kebanyakan keiy sama tris sama erico
2022-11-14
1
ela12
ikutan sesak saiko bener ya ni tris
2022-10-02
0