Keiy terdiam, ia masih tak bisa berkata akan pengawal setia Triis tiba saja datang.
Namun sudut mata tajam itu membuat Triis menatapnya, dan mengusir Ebon pergi dengan isyarat menaikan alis membuangnya kearah luar!
Keiy mendorong kursi roda itu, agar Triis masuk kedalam Apartment. Ia mendengus nafas panjang. Saat ia memintanya mengambilkan sebuah buku tak jauh dari dipan kasur.
Tak lama Triis sengaja mematikan lampu, Keiy terkejut. Pandangannya pun menatap ke arah luar pintu, ia segera memberikan buku yang di inginkan Triis. Lalu ia menatap Triis menggerakan kursi roda mendekatinya, tapi Keiy melangkah mundur memberi jarak.
Triliiith... Triliith. Dering ponsel tiba saja berbunyi. Keiy mengangkat dan mencoba menjawabnya.
"Ya, apa baiklah. Saya akan segera datang!"
"Aku akan keluar, maaf aku hanya bisa mengantarmu sampai sini. Berjanjilah dan beri aku waktu, aku butuh waktu untuk mencerna hal yang tak mudah bagiku!"
Seperginya Keiy, Triis segera berdiri. Ia tertawa dan mengambil gelas berisi air putih. Erico pasti akan kesal, ia tak akan pernah mendapat hak nya dari papa. Keiy kamu sudah masuk perangkap belas kasihanmu, mengapa aku baru berfikir saat ini, Jika saja kau luluh seperti ini. Harusnya sudah sejak lama aku lakukan!
Hahaaaha... Triis tertawa jahat.
***
"Nona, anda dari mana saja. Gimana baik baik saja kan, ga diapa apain kan?" Tala.
"Kamu mungkin sedang bermimpi, sudahlah sekarang cepatlah kita harus segera sampai bertemu pak Seo kan?"
Tala pun mengangguk, Keiy pandai menyembunyikan kesulitannya. Ia tak habis pikir, kenapa pria handsome tapi tajam masuk dan berdua saja menemui bintangnya.
Terlebih suara braaaghh.. briighh.. bruuugh. Tala pun menatap Nona Keiy dari ujung rambut sampai ujung kaki, dengan meliuk liuk teliti.
"Kenapa menatapku seperti itu?"
Keiy menatap Tala, sepuluh menit ia tertawa jahat.
"Kau pikir aku ternoda ya, sudahlah jangan cemas. Aku fine oke. Lain kali aku cerita!"
"Yes, kamu ga bohong kan Nona Keiy?" Tala meminta kejelasan, tapi Keiy menjawab dengan menaikan alis yang tak tau arti iya atau tidak.
Cepat Tala, ayo nyalakan dan buka pintu mobilnya! Tala tersenyum, ia segera melaju membawa nona Keiy.
Hingga tiba diperjalanan ia menatap ponsel, mencoba menghapus segala kenangan foto Erico. Dengan perlahan ia menghapus kegiatan pertunangan yang tersorot publik di sosmed nya.
"Maafkan aku lovely, kau yang memutuskan dan tak mampu untuk melawan Triis, aku harus memutuskan untuk pergi darimu, menghilangkan semuanya tanpa sisa."
"Non, kenapa sih eikeuu tuh suka speechless, menatap bintang eikeeu yang selalu bersinar suka melamun sedih gitu. Tapi eikeuu heran di sorot publik selalu tampil bahagia ga ada beban gitu?" nyerocos Tala.
Keiy tersenyum, aku memang bahagia. Udahlah Tala lanjutkan perjalanan kita, tugasmu seperti biasa. Jangan pernah terlibat masalah satu ku yang ini, jika kau berani mencoba aku tidak tanggung jawab, jika kamu melihat bungkam saja oke!
Tala begidik ngeri, ia merinding disco seperti menari nari diatas kursi mobil.
Lalu mendengus nafas panjang seperti pria jantan umumnya.
"Baiklah, oke!"
Keiy menoleh dan tertawa renyah, ia melihat exspresi Tala sok seperti pria yang gentle seolah laki banget. Padahal selalu meliuk seperti daun kelapa yang ditepis terbawa angin.
"Eeeikh, kenapa ketawa gitu, seneng banget deh. Eikeuu jadi serba salah kalau bersikap dengan kamu Nona?"
Keiy memejamkan mata dan bersandar di kursi, ia pun menutup kesedihan itu dengan adanya Tala yang membuatnya tersenyum. Tepat di gedung pak Seo. Pemilik briliant perhiasan ternama. Ia segera keluar dan disambut oleh beberapa staff. One Briliant internasional gedung tinggi itu terlihat indah dari gedung lainnya, sama hal seperti perhiasan yang dicari kaum hawa, hanya orang pilihan yang bisa memilikinya sudah pasti.
"Nona, silahkan masuk sudah ditunggu!"
Keiy berjalan, dengan didampingi Tala. Yang selalu membawa perlengkapannya. Sorot mata Keiy terdiam ketika menatap satu wanita petugas kebersihan.
Wanita itu, Apa dia yang di pasar baru beberapa hari lalu?
Nona Keiy, ayo kenapa diam disitu, kesini! titah Tala. Keiy pun melaju langkah dan bertemu sang pemilik untuk kerjasama project.
Hingga selama beberapa jam, semua telah berakhir. Keiy pun menatap senang saling berjabat tangan.
"Semoga kerjasama dan adanya Nona Keiy, penjualan kami semakin melejit dan nomor satu!" pak Seo.
"Terimakasih, saya sudah diberikan kesempatan untuk menjadi brand terpopuler dikalangan kaum hawa yang menyukai kemewahan. Saya justru sangat tersanjung. Pak Seo memilih saya. padahal banyak yang lebih bertalenta dan lebih perfect dari saya?"
Pak Seo, tertawa kecil. ia menutup mulut dan luar biasa, kamu selalu merendah. Kau tau betapa sulitnya saya meminta sekretaris untuk Nona bergabung. Jadwal anda sangat padat pastinya? pak Seo.
"Tidak begitu, aaakh.. ya hanya sedikit mungkin saya harus meluangkan istirahat!"
Lagi lagi Keiy merendah menurut pandangan orang lain yang membuat orang lain suka. Padahal ia tak seperti yang di anggap oranglain, ia melakukan karna memang seperti itu apa adanya.
---
"Kamu benar benar ingin membatalkan pernikahan Erico, lalu bagaimana papa menjelaskan pada Klien?"
"Biar saja, Keiy pasti akan mengumumkan di publik hubungan kita putus pah!"
Papa Stevanus terdiam, ia menyeringai kesal. Ia mencari Triis di ruangan kamarnya, lalu bertemu salah satu pengawal dan bicara.
"Jika Triis telah kembali, cepat suruh Triis menemui papa diruangan kerja!" titahnya.
"Baik Tuan." ucap pengawal.
***
Menjelang pagi, Keiy menginap di hotel. Sementara Tala berada di Apartment miliknya, ia memang mempercayakan pada asisten kegiatannya itu, bahkan ia menyuruhnya membawa selalu mobil dan menjemputnya.
"Yakin, tinggal disini?"
"Heuump... sampai beberapa waktu, aku akan berada disini. Sudah mencari orang untuk memindahkan barang barangku dari Apartment Erico?"
Tala hampir lupa, ia terdiam kebingungan.
"Nanti aku tanyai lagi deh, soalnya tadi tuh. Eeeeum ta-di Eeeuu... eeeeh."
"Tala, yang jelas kalau ngomong berbelit aaaiieeeuu. Ada apa katakan!"
Bukan gitu, ekeeu lupa mau kasih tau. barang barang nona udah ga ada tersisa satupun, hanya ada surat di koper kosong warna ungu. nih.. ! Tala memberikan sepucuk surat, ia pun menutup pintu kamar hotel saat Tala masih ada didepannya.
Hiiiiiiiikh, kejamnya tega nian, eekeeu masih di depan, udah main tutup aja tuh pintu, bagus bibir ekeeu enggak kejedeuk jeduek. Bisa bisa seksi banyak yang suka nanti! Tala menghempas kedua kaki kelantai dan pergi.
Keiy bersandar, ia terkejut akan tulisan secarik kertas itu.
"Semua barang barangmu sudah ada di apartmentku, kita akan menikah. Aku rasa sudah tak perlu ijin. Pulanglah Apartmentku milikmu juga!" Triis.
Haaaah.. pria satu ini, sampai kapan aku seperti mendapat teror. Sebenarnya apa yang terjadi pada Triis. Apa aku mencoba mencari tau sisi positif dan negatifnya. aku yakin ada hal yang mungkin disembunyikan, mengapa aku selalu menjadi sasaran wanita yang ia cintai? Aku tak terbiasa perlakuan ini amat mustahil. Bagaimana bisa menikah tanpa ada rasa cinta.
"Sayang, lusa bisa jumpai mama. Apa benar kejelasan keputusanmu dan Erico berpisah!"
Keiy mendapat pesan dari mama Erico, terutama ibu sambung Triis.
"Ya tuhan, andai waktu bisa diputar. Aku tak ingin berurusan dan bertemu kaka dan adik yang membuatku penat seperti ini!"
Satu pekan kemudian, Meeting dan acara bergengsi membuat Keiy sibuk. Sore ini ia akan mengadakan rapat pertemuan, sudah banyak isu akan batal pernikahan Keiy dengan Erico yang tersebar dibeberapa media. Keiy tak perduli, bahkan sudah ada isu kedekatannya dengan Triis. jumpa pers pun dimulai satu jam mendatang, ia tak pernah terbayang dan membuka group menatap info yang tak sedikit membuatnya bully dan caci makian.
"Nona, gimana dong. Bener ga sih itu berita. Bisa ancur reputasi nanti?"
Keiy menggelengkan kepala, tapi ia terkejut kedatangan Triis dengan beberapa pengawal.
Ia menghampiri dan tepat satu jengkal nafas nya saling menatap.
Tala memundurkan langkah dan tiba saja, Triis merengkuh pinggang Keiy.
"Aku akan membantumu dan membungkam siapapun yang berani menuduh hal buruk padamu!"
Keiy terdiam, jika Triis membantunya. sama saja ia benar akan menjadi Nyoya Triis. Bagaimana aku hadapi dengan Erico. Aku belum sempat menjelaskan dan bertemu kedua orangtua Triis.
"Tapi aku rasa tidak perl..."
Mulutnya sigap di tutup oleh Triis, sebuah potretan mencecar dekat kehadapan sepasang insan yang sedang menyatukan asmara. Keiy menolak dan menepis tapi tubuh Triis sangat kuat meski Keiy memukul mukul dada lebar itu. Tala menutup wajah nya dengan telapak tangan yang membuka jari jari mengintip. Pengawal memberi jarak untuk memotret tidak terlalu dekat.
Satu jam jumpa pers berlalu, Keiy tediam lemas. Ia tak bisa berkata, jika hubungannya dengan Triis sudah terjalin lama. Ia hanya mendampingi sang adik bernama Erico dari trauma sakit kehilangan kekasih. Sehingga dengan sebuah video pernyataan kilat dari Erico membenarkan.
"ini tidak adil, ini kebohongan. Triis mengapa kamu lakukan hal picik seperti ini?" Keiy terdiam. Masih menatap Triis yang mendapat pertanyaan dari beberapa wartawan.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments