Satu jam jumpa pers berlalu, Keiy tediam lemas. Ia tak bisa berkata, jika hubungannya dengan Triis sudah terjalin lama. Ia hanya mendampingi sang adik bernama Erico dari trauma sakit kehilangan kekasih. Sehingga dengan sebuah video pernyataan kilat dari Erico membenarkan.
"Ga bener, ini tuh jauh dari kata adil, ini kebohongan. Triis mengapa kamu lakukan hal picik seperti ini?" Keiiy terdiam. Masih menatap Triis yang mendapat pertanyaan dari beberapa wartawan.
Sebuah berita dari perusahaan besar,
mencoreng nama anak bungsu. Bahkan Keluarga Stevanus tak percaya akan tingkah anak pertamanya itu.
"Mengapa kalian bersaudara saling menjatuhkan, dada papa terhenti dan sakit."
Erico pun sudah lelah dengan perlakuan sang kakak, ia akan mengalah dan menerima apapun yang terjadi.
Tak menunggu lama, asisten Toto orang kepercayaan papa memberi kabar. Jika klien perusahaan yang di pegang Erico menurun drastis, tak sedikit meminta membatalkan kontrak kerjasama.
"Biarkan saja pak Toto, ikuti saja kemauan ka Triis!" nafas lemah dan berlalu melangkah.
Erico hanya bisa pasrah, ia tak membela agar Keiy tetap aman dalam kariernya.
Setelah acara jumpa pers, Keiiy menatap diam di balik balkon. Ia merasa sedih berada di pihak Triis, terlebih potretan Triis yang benar mencium paksa.
"Aku yakin, kamu sekarang benar benar membutuhkan aku lovely, maafkan aku tak di sisimu!"
Triis mendekat, ia memintanya untuk datang esok malam kerumah bertemu kedua orangtuanya. Sudah ada pengawal yang akan menjaga Keiiy ketika Triis tak ada.
"Triis, bagaimana aku meminta Kosim untuk membantuku, aku sudah terlalu percaya dan tidak kaku padanya!"
Triis menaikan alis, apa karna ia orang Erico. Tapi ia penasaran mengapa Keiiy meminta Kosim bukan yang lain.
"Baiklah, akan ku kabulkan!"
Aku harus pulang, Ayah dan ibu pasti cemas. Tapi Triis menahan tangan Keiiy.
"Bisakah kita untuk tidur bersama?"
"Tidak bisa. Jangan lakukan itu sampai aku jatuh cinta. Ingat aku tak akan mencampuri urusanmu sampai benar benar aku yakin!"
Triis tertawa, ia menahan lingkar pinggang Keiiy.
"Hanya kau wanita yang membuatku luluh, entah mengapa aku bisa tergila padamu, apa masih ada wanita yang lebih perfect darimu Keiiy?"
"Pasti ada, kenapa tidak kau cari. Atau kau ada maksud tertentu memilihku. Apa ada kaitan dengan Erico yang tidak ku ketahui Triis?" tanya Keiy.
Hahaaaahaa.. kau memang gadis pintar, sudah bisa menerka. Aku benci istri papa. yang membuat adik ku bahagia, dia tidak akan pernah bisa. Ataupun bagian sepeserpun milik ku jatuh padanya.
Keiiy terdiam, kini ia paham apa yang ada dipikiran Triis. Entah sampai kapan aku bisa keluar dari genggamanmu.
"Singkirkan tanganmu!"
Triis masih tertawa, memberikan tatapan punggung pada Keiiy. Ia masih memutar gelas minuman hitam pekat, membiarkan Keiiy pergi dan melangkah meninggalkannya.
-----
Pagi hari, Keiiy menjalani rutinitas seperti biasa. Ia sudah hadir dalam tiga acara menjelang siang. Bahkan saat ia masih meregangkan kaki yang putih mulus itu karna pegal, ia berdiri untuk mengambil handuk kecil.
"Tala, ayo ikut. Aku akan berenang sebentar!"
"Ocee.. ekeeuu akan siapin semuanya ya?" Heuuum.. Keiiy pun lelah. Ia berada di Apartment miliknya. Hasil dari kegiatannya, tak lama Tala berbicara dan berteriak.
"Nona, aku keluar sebentar ya. Biasa mau kirim uang dikampung biaya adek sama emak. Bolehkan?"
"Heuuump... boleh, kamu free sampai sore. Bawa mobil aja. Pulanglah jam tujuh malam. aku ingin sendiri sejenak!"
"Eeeeikh.. niat cuma sebentar disuruh lama, Nona bintang ku yang bersinar selalu aneh."
ia memajukan bibir dan melangkah keluar, tapi dibatas pintu dengan kartu id. Ia terkejut akan pria yang tinggi tatapan tajam itu tiba.
"Weeeh apa karna pria ini lagi datang, Tala berdecis kesal. Heeeeuh ekeeu pantas aja disuruh lama."
"Pergilah, jangan datang sebelum mendapat perintah!" Triis memberikan amplop coklat. Meminta Tala meninggalkannya.
"Jangan apa apain Nonaku ya bos!"
Tala tak mendapat jawaban, tapi kedua bodyguard menunggu di depan pintu Apartment Keiiy. Ketika pria itu sudah masuk kedalam.
Selama dua jam Triis melihat aksi Keiiy yang mencelupkan tubuhnya, ia meliuk berenang dari ujung dan kembali ke ujung berlawanan.
Tak sadar Triis menatapnya dengan segelas minuman dan botol hitam berlebel putih no 3. Di balik tirai ia memperhatikan aksi Keiy, dengan duduk dan kaki yang menyilang.
Saat Keiiy lelah, ia berjalan keatas tangga dan mengambil handuk. Mengeringkan tubuhnya yang basah, dengan bikini ia melilitkan handuk itu dibagian bawah, Triis segera mendekat dan membuat Keiiy terkejut akan kedatangannya yang secara tiba tiba.
"Untuk apa kesini?"
"Tidak ada pekerjaan lain, selain aku melihat kamu baik baik saja sayang." perkataan itu terasa gatal di telinga Keiiy.
ia berjalan namun ditepis, lalu Triis menumpahkan Air soda itu ke tubuh Keiiy. Hingga tumpah mengenai gundukan kedua gunung kembarnya dengan sempurna. Triis mendekap dan menji-lat dengan sempurna masih memegang aksi tubuh Keiiy secara paksa.
SYIEET.. HENTIKAN !!
"Triis, kau jangan gila melakukan semua ini padaku. Hentikan!"
Sepuluh menit, dua puluh menit Keiiy masih tetap saja tak bisa ditaklukan. Ia tetap mempertahankan mahkotanya untuk tidak di sentuh, ia membiarkan Triis berlaku semaunya karna tubuhnya di kunci.
"Sampai kapan kau membuat aku tak bisa menyentuhnya Keiiy?"
"Meski kau menikahiku, aku tak akan membiarkan kau merusaknya. Akan aku pertahankan sampai benar benar dia yang memang aku cintai!"
Keiiy berlari menuju kamar, membiarkan Triis duduk dengan mata merah.
"Gadis itu sangat langka, kau membuat aku semakin gila!"
---------
Malam hari, Triis datang dengan Keiiy ke kediamannya.
Keiiy menghela nafas seharusnya ia datang menikah dengan Erico, bukan Triis. Mengapa sepelik ini kehidupanku. Bagaimana bisa aku menikah, masih menatap Erico tak jauh dari pandangan mataku.
"Tunggulah disini!" titah Triis.
Keiiy menunggu dibawah anak tangga, tak jauh dari meja makan kebesaraan. Beberapa menit ia menunggu dan masih berdiri ia terkejut akan seseorang yang datang melewati tubuhnya hanya sejengkal saja, nafas mereka bersentuhan Erico melewati wajahnya dengan sempurna tapi tak menatap Keiiy.
Erico, bahkan harum aroma nafasmu aku tak bisa lupa. Bagaimana bisa aku satu atap dengan dirimu, bagaimana caranya aku bisa mengagalkan pernikahan ini dengan Triis.
Erico duduk dan menatap tak tersenyum pada Keiiy. Tak lama mama Maya dan papa Stevanus datang memeluk Keiiy. Ada rasa sedih dan jatuh air mata yang terlihat Papa Stevanus melihat Keiiy memeluk sang istri.
"Aku baik baik saja, maafkan Keiiy Mah!"
"Bukan salahmu sayang, kami gagal mendidik Triis. Kami juga bersalah sehingga Erico menjadi tersudut setelah berita itu semuanya hancur."
Keiiy menatap Erico, tapi dia menurunkan wajahnya. Tak ingin melihat wanita yang ia cintai harus bersanding pada sang kakak.
Aku maksudnya, Keiiy akan coba membujuk Triis. Keiiy akan mencoba merubah Triis semampu Keiiy, sebisa Keiiy. Maafkan jika Keiiy tak berjodoh dengan Erico dan harus membuat malu, membiarkan kebohongan terjadi.
Tak lama, kedua orangtua Keiiy datang. Bahkan ia terkejut tak tau akan kedatangan yang membuatnya bingung.
"Ayah, ibu kenapa datang?"
Tak lama Triis, yang masih menghubungi seseorang ia mematikan ponsel, dan bergabung ke meja besar. Acara makan bersama dan membicarakan pernikahan.
"Apa, satu minggu lagi. Triis terlalu cepat, aku harus diskusi pada Tala. Karna kegiatanku tak bisa dihandle, lagi pula kontrak pekerjaanku tidak boleh menikah selama dua bulan kedepan!"
"Owh.. baby. kalau begitu aku akan mengunjungi Klien projectmu. Akan ku bayar finalti padanya!"
Gleeuuk.. Keiiy menatap mama Maya, kedua orangtua mereka merasa yakin jika Keiiy habis menangis karna sembab wajahnya terlihat jelas, Keiiy selalu melirik Erico pria yang ia cintai. Namun Triis selalu bersikap menghalangi.
Dreeth.. dreeedth.. ponsel Triis bergetar, ia menerima panggilan dengan raut wajah berbeda. Triis menjauh dan mencoba berbicara diluar. Keiiy merasa canggung berhadapan dengan Erico yang saling menatap, lalu Erico pamit lebih dulu meninggalkan.
"Maaf Keiiy juga ijin pamit,"
Keiiy mengejar Erico, tapi dibalik pintu ia terkejut akan perkataan Triis. Menatap Erico sudah menuju kamar. Ia berhenti melangkah dan mendekati Triis.
"Bekap dia, jangan beri ampun. Tutupi wajahnya dengan kain hitam. Tusuk dia dengan belati ditangan dan jarinya. Tunggu sampai saya tiba!"
"Haaah... apa maksudnya?"
Keiiy memundurkan langkah, dan tong sampah itu terjatuh. Triis segera mencari sesuatu yang membuatnya terganggu karna takut pembicaraannya terdengar.
Tbc
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments