Keiy memundurkan langkah, dan tong sampah dekat kakinya pun terjatuh. Triis segera mencari sesuatu yang membuatnya terganggu.
Triis menoleh, ia mencari suara yang membuatnya takut akan pembicaraan yang terdengar.
"Siapa disana?" teriak Triis.
ia bersembunyi di balik dinding. Sulit tak bisa melangkah, jika saja ia pergi ke sudut kanan maka Triis akan tau, jika kesebelah kiri adalah buntu. Sebuah pintu yang menjulang ke arah anak tangga.
Keiy menutup mata, ia pasrah ketika langkah pantopel sepatu Triis maju, ia hanya bisa menahan nafas, semoga Triis tak mengetahui keberadaanya. Jika saja ia tau aku mendengar maka tamatlah masa depan karier dan hidupku.
ia mundur dan mencoba menoleh, tapi tiba saja tubuhnya terbentur tubuh pria. Keiy yakin jika itu adalah Triis. Ia membalikan tubuhnya dan memejamkan matanya.
"Triis maaf ak.."
Bibir Keiy terkunci. Ia dibekap dan dipaksa tarik tubuhnya, Keiy membuka mata dengan sadar.
Ia terkejut jika Erico yang membawanya kesebuah pintu ruangan kamarnya.
"Erico aku pikir?"
"Sudah cukup Keiy, aku tau apa yang kamu dengar. Berhentilah berbicara untuk terakhir kalinya!"
"Apa maksudmu, kamu percaya akan perkataan Triis. Lovely?"
Erico membalikan tubuhnya, ia berkata jika ia percaya dan kecewa terhadap wanita yang kini ia percaya, "Tak bisa aku melupakan semua ini Keiy. Sekian lama aku menunggu di mana hatimu, kamu berkhianat pada ka Triis. Apa tidak ada pria lain kenapa harus Triis?"
Eheuuuum..Heeeum. Kamu pasti salah paham Erico.
"Erico, kasih aku kesempatan untuk menjelaskan!"
Sudah cukup untuk tidak membahasnya Keiy, aku tadi hanya mencoba membuatmu tak diketahui pembicaraan ka Triis. Sekarang kamu bisa pergi. Tutur Erico.
Keiy pun keluar, ia tak menyangka Erico secepat itu bisa menyimpulkan. Batin nya kecewa dan menangis, ia tak pernah sedikit pun berubah dan ingin menyakiti pria yang ia cintai.
"Tak pernah ku coba, untuk membuat luka padamu Co." lirihnya. Ia menyapu air mata di pelupuk yang jatuh begitu saja.
Erico sadar, ia paham akan perkataan yang melukai Keiy.
"Maafkan aku Keiy, dengan aku berkata seperti tadi. Dirimu bisa menikah dan aku bisa melepas ikhlas. Maaf aku membuatmu benci kali ini." masih menatap cermin, ia tersenyum tapi hati pilu menangis.
"Apa aku bisa melupakanmu Keiy, sebelum kamu menikah. Aku akan pergi menjauh dan melanjutkan hidup di luar Negri. Semoga kamu berbahagia dengan ka Triis!"
Keiy kini berada di tepi halaman, ia masih menangis. Ia mengambil botol kecil, pil putih untuk menenangkan suasana hati. Ia raih dan minum, kini tak sanggup untuk ia tenang.
"Aku harus apa, andai kamu bisa melewati semua ini bersama denganku Co?"
Huhuuu.. Keiy masih menangis. Ia jongkok dan menutupi wajahnya. Tangan yang lentik itu tak bisa ia tadangi. Bahkan air mata yang semakin deras.
"Aku harus apa, aku tak bisa melewati semua ini sendiri?"
Keiy tertegun berfikir akan perkataan Triis saat menerima panggilan. Ia mengepal jari tangan dan berusaha untuk kuat dan senyum.
"Kosim, dia pasti bisa bekerjasama denganku."
ia menarik nafas sangat dalam, mencoba agar tetap tenang, ini adalah pilihan yang baru aku mulai untuk melangkah, Triis akan aku pastikan kau tidak bisa mendapatkan tubuhku, apa yang ada dalam diriku. Aku pastikan aku adalah istri sampulmu saja diluar, sehingga kau tidak tahan dan melepaskanku perlahan diakhirnya.
Sudah satu pekan, Keiy sibuk akan kegiatan. tak sedikit pun Tala lelah, dan meminta cuti pulang kampung. Keiy menghubungi sahabat dan bertemu kali ini di club.
"Baiklah aku akan sampai satu jam lagi!" lirihnya.
Keiy menyetir mobil sendiri, ia berganti pakaian sefeminim mungkin. Ia lelah, akan masalah yang membuatnya terkunci oleh Triis. Setelah sampai di club mewah, dengan bagunan bergaya italia. Ia segera masuk dengan member vvip. Ia pun masuk kedalam ruangan dan tak menunggu lama ia bertemu dengan Osin dan Lauren teman baiknya.
"Hello, baby kamu sampai juga. Apa hal gerangan, kamu tiba aja ngajak kami. Padahal sibuk padat bukan jadwalmu?" tanya Osin.
Keiy menyodorkan sebuah foto. Ia meminta di carikan seorang gadis yang perfect dan sesuai kriteria Triis.
"What, gadis hanya untuk satu malam?"
"Ssst.. pelankan suaramu. Jika dia bisa menaklukan hati Triis. Ia bisa menjadi nyonya Triis bukan?"
Keiy, tapi dia akan menikahimu. Bagaimana mungkin? tanya Lauren.
Aku pastikan aku hanya istri sampulnya, ia tak akan bisa mendapatkan hak batin dari diriku. Aku tak bisa menerima cinta dari pria yang menjijikan sepertinya, belum lagi bisnis yang tak masuk akal dan ngeri aku lihat dan aku bayangkan.
"So, ini sulit buat kami. Jaga rahasia kami untuk tidak terseret ya, kami akan berusaha untuk mencarikan keinginanmu sebaik mungkin!"
Keiy tersenyum, ia mendapat informasi banyak dari Kosim, ia menyelidiki hobi Triis yang selalu menuntaskan hasrat dengan gadis karna tak mendapatkannya.
"Bagaimana bisa Triis berubah, jika ia bisa mendapatkanku. Sudah pasti hobi mencari kesenangan dengan wanita lain tak dapat ia rubah bukan?" batin Keiy.
Cheeersss.. oke. Untuk kesetiaan pertemanan kita! Lauren menaikan gelas putih ramping itu, di ikuti Osin dan Keiy yang saling menyatu dan menempelkan sebuah minuman merah dan putih bening itu ke dalam bibir.
Osin bertanya hubungannya dengan Erico. Ia pun hanya pasrah dan berkata sudah end tak bisa diselamatkan. Kini hanya karier yang ia butuhkan, adanya ia menikah dengan Triis dan bercerai pun. Sudah pasti namanya akan selalu melambung dan dikenal bukan?
Hahaaaha.. Osin dan Lauren ikut tertawa. Perkataan Keiy memang ada benarnya, tapi mereka sulit untuk menerka dan saling taruhan.
"Aku ga yakin kamu akan menjaga mahkotamu, pada Triis pria gila itu Keiy?"
"Aku yakin, endingnya kamu bisa menaklukan Triis. Atau kamu yang bucin jatuh hati padanya!" tambah Lauren tertawa puas.
"Kau ini teman berada di pihak siapa sih?" imbuh Keiy.
Osin dan Lauren tersenyum. Tapi Keiy hanya mengangguk dan berkata dengan yakin.
"Soal itu semoga aku masih diberi aman. Asalkan kalian membantuku mencarikan gadis perfect!" Osin dan Lauren tertawa kembali saling memandang.
"Baiklah Keiy."
Beberapa jam kemudian, Osin dan Lauren telah mabuk. Ia meminta pengawal mereka untuk mengantar pulang dengan selamat. Sementara Keiy ia menghubungi teman baiknya seorang dokter.
"Baiklah aku mohon padamu Terra, obat yang aku minta. Aku rasa dosis yang ampuh, aku ingin dia sadar jika melakukan itu dengan wanita lain, tapi ia tetap berkhayal sedang bersamaku!"
"Tapi perlahan semua akan sadar tak bertahan lama Keiy?" Keiy pun menjawab. Ia membutuhkan itu hanya untuk sementara sampai perjanjian pernikahan mereka sepakat dan memastikan dia akan mengakhirinya.
Keiy menutup telfon. Ia masih takut semua rencana gagal, tapi tak ada cara lain. Ia harus kuat menghadapi Triis yang terlalu perfect dan selalu harus menuruti keinginannya.
"Triis, kau mencari istri atau budak. Aku pastikan aku hanya istri sampul luarmu. Aku tak mempercayai isi hati cintamu sampai kapanpun, aku pasti bisa menemukan titik lemahmu!"
Keiy menyetir, selama berpuluh menit. Tak lama ia menatap mobil Triis yang berhenti. Ia melihat dari jarak sedikit jauh. Ebon pengawal setia membuka pintu mobil, terlihat Triis turun dan memakai kacamata topeng. melangkah dan menuju ruangan gudang.
Keiy segera turun, dengan mengendap ngendap ia mencari tau apa yang dilakukan Triis selarut ini. Tak lupa ia silent ponsel dan membuat sebuah rekaman perlahan untuk mencari tau.
Sepuluh menit Keiy menyeker, tanpa mengenakan alas kaki. Hanya sebuah kaos kaki ia melangkah, tak lama ia menatap kejutan yang membuat ia tak tahan akan melihatnya.
"Apa yang kau lakukan Triis?"
Keiy menutup mulutnya. Ia lupa untuk merekam. Tubuhnya gemetar panas dingin.
ia tak mungkin ceroboh, ia menutup mata dan membukanya kembali. Bahkan ia yakin sedang berhalusinasi saat ini. Heuumph, ini pasti tidak nyatakan? lirih Keiy.
Aaaaaargh.... tolooong.. Ampun !!
Teriak seorang pria paruh baya, berkepala pelontos. Ia masih jelas apa yang ia lihat Triis melakukan dan mencabut kuku tangan dengan sadis. Keiy memundurkan langkah dan segera pergi. Dengan tertatih tubuhnya lemas, ia segera masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sehingga seluruh dalam ruangan mendengar dan berahli keluar untuk mengecek apa yang terjadi.
Siaaal.. Bodoh kalian !!
Tbc
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments