Tredth..tredddth. Getar suara ponsel.
Setengah jam berlalu, ia mulai terbangun. Meraba ponsel yang berbunyi berkali kali tapi tak ia angkat, karna berada di bantal sofa empuknya.
Namun ia terkejut akan sebuah benda kenyal, melaju kearah tinggi ia meraba seperti tangan kokoh pria. Ia segera membuka mata dan menohok membulatkan mata dan menahan suara agar tidak berteriak.
Timun itu terjatuh, ia menutup mulutnya.
"Apa yang kamu lakukan disini Erico?"
Ssssst.. jangan berisik !!
Saat itupun Erico rindu akan wanita yang ia cintai, ia menutup ranum bibir manis Keiy. Setelah mengusap berkali kali dan menempelkan kening mereka yang saling bertautan. Berbicara hanya sejengkal nafas yang tak teratur akan intim mereka yang sangat dekat tak bisa menjauh.
"Maafkan aku, aku membiarkanmu menyelesaikan masalah seorang diri."
"Co, apa yang kamu tau. Itu tidak penting. Pergilah aku ikhlas melepasmu, kedepannya ka Triis marah cukup padaku. Aku tidak rela ia menyakiti mama Maya!"
Erico membekap dengan bibirnya, ia rindu kekasih yang ia cintai. Keiy awalnya menolak tapi gairah mereka sangat beradu dan saling menempel. Mereka menyatukan rasa kerinduan yang bergelora, hingga sepuluh menit nafas mereka tersenggal dan saling menatap.
"Kenapa Erico, jangan menatapku seperti itu !"
"Ikutlah bersamaku, aku menunda untuk terbang bersamamu. Kita kembali aku tidak sanggup melepasmu!"
Keiy terdiam, sudah pasti Kosim membocorkan informasi kegiatan dan trik yang ia lakukan pada Triis.
"No, jangan lakukan itu. Aku tidak mau kamu merusaknya. Bersabarlah hingga kamu benar menikahiku. Besok malam adalah aku sebagai pengantin, jika kamu lakukan aku akan kesulitan berjalan!"
Baiklah, aku akan bersabar. Aku ada di belakangmu, mendukung dan berada selalu mendampingimu. Setelah selesai malam itu kita harus terbang bersama. Papa sudah menyiapkan backing-an. Agar ka Triis tidak mudah bertemu kita, fokus pada kegiatan dan rencana kita menikah yang tertunda. Aku akan menikahimu di negeri sakura kelak.
Tapi bagaimana dengan kegiatanku disini? Erico berkata, ia akan membayar finalti dan cuti kesibukan yang tak bisa dilanjutkan.
Keiy tersenyum memeluk erat Erico, ia meneteskan airmata terharu dan bahagia.
"Aku amat mencintaimu Erico."
"Akupun sama Keiy, aku berkata kasar tapi hatiku berbalik itu sangat menyakitkan. Jika Kosim tak menjelaskan, aku akan rapuh karna kamu benar menikahi ka Triis."
---
"Ayah, Luna harus bagaimana?"
"Nak, gagalkan saja jika kamu tidak mau dan bersedia. Berkemaslah kita akan pergi ke desa malam ini juga!"
Luna pun segera merapihkan baju, Anton sang kakak tidak pulang kerumah setelah mengantongi uang banyak dari Nona bintang. Ia segera ingin melanjutkan hidup di perdesaan bersama sang Ayah, dan meninggalkan sang kaka yang berbuat Onar. Ia tak sudi menikah dengan pria sombong, angkuh dan kebiasaan buruk mencari kegadisan wanita seperti memakan kuaci yang langsung dibuang setelah dimakan.
"Aaakh sial, bahkan aku tidak bisa pergi ayah, mengingat kebaikan Nona itu?"
Ayah pun merangkul anak kesayangannya. Ia wanita yang mirip mendiang sang ibu. Sifat kerasnya sangat lembut dan berbelas kasih.
Maafkan Ayah, kamu jadi seperti ini nak.
Luna pun menggengam tangan rapuh dan berkerut. Pria yang membesarkannya setelah sang mama pergi, Ayah adalah pria best di hati Luna.
Sudah tak apa, kita pasti bahagia kelak. Ayah cukup semangati Luna, setelah menikah nanti. Luna akan mengunjungi Ayah selalu.
Toook.. Took.
Luna terperanjat, ia bersama sang Ayah membuka pintu. Tak lama ajudan Nona bintang datang.
"Anda siapa ya, aaaaakh pasti nagih hutang ka Anton ya, orangnya gak ada kabur, tolong carilah dia saja. saya dan ayah tak ada urusan sudah penat kami!"
Bruugh... pintu di tutup, namun di tahan oleh pria kokoh tampan dan sangat menyejukan hati. Membuat Luna tertegun akan pria yang tersenyum padanya.
"Apa saya seperti debcolect nona?"
"Ayah Bari, dan kamu pasti Luna kan?"
Luna tersenyum dan menyapa tangan.
"Erico nama saya adik dari ka Triis. Kita bisa bicara didalam?"
Luna hampir lupa mempersilahkan, ia pun menyiapkan minuman sementara ia bingung akan ajudan yang banyak di depan berapa orang.
"Aakh haruskan saya siapkan minuman ini juga keluar Tuan?"
Erico menoleh, tidak perlu repot. Saya kesini hanya melakukan tugas sementara dan perjanjian yang telah di sepakati olehmu dan calon istri masa depan saya Keiyra.
Apa, nona bintang itu. Pantas saja ia lebih memilih adiknya, tapi kalau aku menikah dengan Tuan Triis, aku akan jadi kaka ipar dong? Aku bisa melihat wajah pria teduh ini setiap hari. batinnya.
Luna, ayo bacakan Ayah tidak mengerti ini!
Ayah Bari menyadarkan lamunan Luna. Ia segera duduk di samping sang ayah dan bicara. Karna sang Ayah tau jika Luna terpesona pada pria di hadapannya kini.
Pihak pertama akan mendapat keamanan meski dari jarak jauh. Ayah Bari akan tinggal tak jauh dari mansion kediaman Triis. Lalu akan diakui sebagai menantu jika Luna berhasil membuat hatinya melunak. Jika kesepakatan selama satu tahun tak ada perubahan, maka ia akan mendapat kompensasi dua miliar dan tunjangan bulanan seratus juta selama satu tahun. Di luar jika Luna hamil dan mempunyai anak dari Triistan.
"Haaah.. Ayah, apa ini ga salah?"
Itu tidak salah, saya berterimakasih karna Keiy adalah tunangan saya. Kami berencana menikah dua bulan lagi. Tapi kaka kami memang menyukai wanita yang sama. Saya mohon agar kamu kuat, setelah ini ikutlah bersama ajudan saya dan ikuti intruksi apa yang harus anda lakukan, ingat jangan bersuara sampai akhir acara selesai.
Di kamar pengantin Keiy telah menyediakan rekaman suaranya.
"Ya saya tau, bahkan saya harus memakai kacamata topeng untuk menutupi wajah saya bukan?" tambah Luna.
Percayalah, Triis bijak dan ia tidak seperti saat ini sebelum sang mama tiada! Luna berfikir keras dan kebingungan ingin bertanya tapi takut.
"Maksud anda, satu ayah beda ibu?"
"Yes. Anda gadis pintar Luna." lirih Erico.
Ia menjabat pada Ayah Luna. Kalian akan tinggal dan hanya membawa diri saja, karna segala hal sudah dipersiapkan dan usaha kecil kecilan untuk sang Ayah, akan ada ajudan satu orang dan babysister yang menemani keseharian Ayah anda Luna. Setelah menikah anda tak perlu khawatir.
"Apa tidak berlebihan, saya hanya takut Luna tidak bisa mengambil hati Triis. Dan dia melukai anak perempuan satu satunya bapak tua ini Den?" Huuuuhuu Ayah Luna menangis sendu.
Erico menyabarkan, ia bicara jika Luna pasti akan berhasil. Tak lama Erico pamit lebih dulu, sementara Luna dan Ayah mengekor di berbeda mobil dan tujuan. Hingga Kosim yang menyetir pun menatap Luna dan Ayahnya sedikit cemas.
"Jangan khawatir, ikutilah sesuai intruksi semua pasti aman. Percayalah Tuan Erico hanya setia pada satu wanita, Keiy nona bintang sangat pintar dan setia berkorban melakukan semua itu demi satu tujuan. Kelak Non Luna akan mengetahui sendiri!"
--------
"Apa yang kamu lakukan sayang?"
Triis merangkul punggung Keiy. Ia pun sedikit memberi jarak agar tubuhnya tak menempel. ia tersenyum dan berkata.
"Pulanglah Triis. Esok malam kita akan bertemu. Kamu akan melakukan semua itu dengan sesukamu bukan?"
Triis menyeringai tawa. Ia menatap wanita itu dan mengelus pipinya.
"Baiklah, aku akan menunggumu malam yang aku impikan. Hahaahaaa!"
Triis keluar dari Apartment Keiy. Di ikuti Ebon yang menatapnya dengan senyum tanpa exspresi. Meski berdebar, Keiy akhirnya meminum pil penenang. Ia berdoa agar esok malam berjalan dengan lancar.
Ia memerintahkan Tala menyiapkan segala hal dan pasport untuknya dan dirinya, ia memboyong orangtua Tala dan adiknya di kampung dengan kilat, karna perjalanan jauh dia telah bekerja lama yang tak mungkin juga meninggalkan dengan waktu yang cukup lama.
"Wow.. lalaalaa... ikut aktifitas Nona Keiy bersama Erico si tuan tampan peneduh jiwa, mata yang tajam tapi indah tak seseram Triis. " gerutu Tala sambil bernyanyi.
Keiy mempersiapkan amat matang, sehingga kepergiannya sulit dicari oleh Triis kelak.
----
"Bagaimana, sudah siap semuanya?"
Triis telah di dampingi kedua orangtuanya di mansion terbesar. Ia segera memakai baju pengantin putih untuk acara ijab kabul sore ini. "Dua jam lagi cepatlah!"
"Triis. Antusias sekali kamu menikah. Pengantin wanita masih saja belum make up dan lulur body masih merawat diri dikamar mandi bersama beberapa pelayan?"
"Sudah pasti, dia akan tambah cantik dan harum bukan pah?" Triis melirik Erico saat menjawab pertanyaan Papa.
"Aaauw.. sakit sekali ini?" tutur Luna.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments