"Siapa yang berani mengintip, apa mata mata?"
"Maaf tuan, kami lalai tak bisa tau siapa yang datang." titah Ebon.
Triis murka dan membuat tamparan keras, sebenarnya ia sudah melihat tapi ia tak ingin Nona Keiy terlibat akan kemarahan. Jika ia tau aktifitas keras Triis yang sadis.
Siaaal.. bodoh kalian semua!!
Keiy memijit kening, hal yang ia lakukan adalah untuk melembutkan hati Triis. Ia akan membuat perjanjian kontrak ketika ia menikahinya, ia tak ingin masa impian kebahagiannya hancur. Baru saja aku tau akan kau yang selalu mencelupkan kemanapun, untuk menuntaskan hasrat. Kini aku harus melihat aksi kejam mu Triis. dahulu kau tak seperti ini, apa pesaingmu perusahaan selain sabotase harus kejam seperti tadi? Keiy berusaha tenang, ia masih mengingat jelas pria separuh baya tadi. Pikiran nya kacau dan kalut untuk ia memejamkan mata karna teringat.
---
"Tala, pagi ini jadwal apa?"
"Nona Keiy, hanya brand kecantikan di gedung menjulang JJC aja kok, terus nanti malam ada pertemuan klien acara penyambutan briliant pak Seo. Cabang baru, eikeeuuu udah siapin semuanya. Pokoknya rebeees deh."
Raut wajah Keiy semakin tidak tenang, jika ia bisa kejam pada pesaing. Bukankah ia bisa kejam pada Erico. Aku harus bertemu papa Stevanus.
"Nona, eeeiy mulai deh. melamun lagi, melamun lagi hihiii." Tala bertanya sambil bernyanyi meliuk liuk tubuhnya saat berjalan.
Enggak kok, cuma sedikit pusing aja. Nanti lunch kamu ambilkan satu paket dari dokter Terra ya? Heuump.. dokter yang belum lama nolong kamu itu ya Non, pas .. !
Belum selesai Tala bertanya, sorot mata Keiy berubah tajam seperti ibu beruang yang siap menggigit anak beruang.
"Baiklah, okee rebees.. aku diam Non!" Tala pergi keluar, mencoba untuk mengambil minum. Ia jadi takut jika Nona bintangnya marah, meski wajah lembut dan baiknya seribu persen. Tapi dia wanita normal yang bisa marah dan kejam jika ngambek. Memanyunkan bibir saat meneguk gelas.
"Ada hal apa membuat kamu berkunjung Keiy?" tanya Stevanus Ferdian atmajaya.
Keiy tersenyum membawa sekotak makan siang makanan favorite. Ia berkunjung ke kantor yang otomatis Erico pun ada. Hanya saja ia sedang meeting klien penting.
"Maaf, jika Keiy lancang. Tapi Keiy mohon Erico ga perlu tau jika Keiy kesini pah?"
Pembicaraan serius terjadi antara Keiy dan Papa Stevanus. Tak lama Keiy mencatat apa saja kesukaan Triis dan hobi yang biasa ia lakukan. Ia mencari tau sisi kecil dan terburuk Triis. Tapi Keiy tak menceritakan detail kenapa ia menanyakan hal ini.
"Keiy, papa mengenal kamu. Ada hal apa yang kamu sembunyikan?"
"Gak apa, Keiy hanya mencoba mencari tau akan siapa Suami Keiy kelak bukan, ga usah khawatir Keiy pasti bisa merubah Triis menjadi orang yang papa harapkan. Keiy terimakasih udah mengganggu waktu papa. Selamat siang pah!"
Sepergi Keiy yang pamit. Papa Stevanus mencoba mencari tau dengan meminta orangnya, mengawasi keselamatan Keiy. Ia tau apa yang dilakukan sang anak sulung, tapi ia juga tak ingin nyawa Keiy terancam.
"Meski kamu gadis pintar Keiy, tapi papa menganggap mu sebagai anak. Tetap khawatir." lirihnya.
Menjelang malam Keiy telah cantik dengan gaun navy berpadu krem, ia ikut memeriahkan acara dimana semua kau hawa menginginkan accesoris briliant yang berkilau, baik itu jari tangan, leher dan pergelangan tangan. Keiy menjadi model ambasador terkenal seinternasional.
Tak sedikit wajahnya selalu terpampang dimanapun. Setelah acara selesai Keiy pamit.
Namun dibalik pintu terdapat, sebuah pria yang datang masuk dengan beberapa pengawal baju hitam. Keiy menatap pria yang tiba saja berjalan kearahnya. Tak lama pak Seo pun berjabat tangan dan menyapanya.
"Hello, Triistan apa kabar. Senang jika waktu sibuk anda bisa menyempatkan hadir?"
Tak perlu begitu, sebagai sahabat kita sudah saling tau bukan? tanya balik Triis.
Keiy melirik dan ikut tersenyum, kenapa ia baru tau jika Pak Seo adalah sahabat dari triis. Acara penyambutan pun selesai, Keiy lebih bijak dan sedikit mencoba tenang untuk tidak gugup perihal malam lalu ia melihat jelas apa yang dilakukan Triis. Ia pun menatap pak Seo apa ia juga sama seperti Triis.
Pak Seochan Adinegara chao. Adalah pemilik briliant. Ia berdarah tiongkok Jawa. Wajahnya tampan yang pasti ia adalah duda sudah menikah empat kali bercerai wajar sudah kaya bukan.
"Haah.. kenapa pikiranku meracau seperti ini?"
Saat Keiy mencoba duduk dimeja vipnya. Ia meminta Tala mengambilkan tas. Lalu meminum vitamin dan obat penenang dengan kotak bening, hanya ia saja yang tau dosis akan obat apa yang ia minum. Bahkan manager dan kepercayaan seperti Tala, yang ia tau adalah vitamin seperti umumnya.
Saat Keiy berpamitan acara selesai, ia masih menatap Triis yang masih mengobrol dengan Pak Seo. Begitu ia membuka kunci pintu mobil Seseorang menghampiri begitu saja.
"Nona Keiy, malam ini pulang dengan mobil Tuan Triis!" titah Ebon.
Keiy melirik, lagi lagi kau selalu mengatur dalam hal kecil. Otomatis Keiy meminta ebon untuk memberikan pesan.
"Aku lelah, tak ingin berdebat. Bicara pada Triis. Besok aku akan mengunjunginya di Apartment!"
"Tapi Non.." belum selesai ebon sudah menatap Keiy masuk dan pergi melajukan mobilnya.
Sementara ia menatap lirikan Triis yang tajam padanya, karna gagal memerintahkan Keiy untuk pulang bersamanya.
Siaaal. Wanita itu selalu saja menghindar, bahkan aku tak bisa melukai nya. Lihat saja kelak kau sudah menikah, aku buat kau tunduk dan tak bisa menolak lagi Keiy! batin Triis.
"Tapi ia menitipkan pesan, jika esok ia akan mengunjungi anda di Apartment. Ia benar lelah sepertinya." bubuh Ebon.
Triis menaikan alis, apa ini pertamakalinya ia mengunjungi aku dan tak menghindar. Apa yang dilakukannya esok? Ebon terdiam, ia merasa bersalah jika berhadapan dengan sang bos yang amarah mudah naik turun. Tapi ia yakin nona Keiy bisa diandalakan untuk melembutkan sikap Triis yang bijak dan lembut seperti dahulu. Ebon selain orang kepercayaan, pria separuh baya yang lebih tua empat tahun dari Triis. Ia dahulu orang kepercayaan Mendiang almarhum mama Triis yang telah tiada karna sakit, ia mengatahui banyak tabiat Triis yang jauh berbeda 80 derajat.
-----
Tala, hati hati ya. Kelak kamu pulang kampung jangan terlalu lama. Aku tau seminggu ini aku bebas dan free jadwal. Aku juga butuh piknik untuk merefresh pikiranku! Tala berbalik arah, ia menyodorkan wajahnya mendekat pada Nona Keiy dengan kilat.
"Heiiiya.. kau mengagetkan saja. Jangan terlalu dekat, aku masih normal. Mana bisa aku bertatap dengan wanita seperti mu!"
"Eeikh.. jahat deh. Aku kan tulen pria Non. Lagian eeikeeu kaget, Yeiiy mau liburan piknik sama siapa sih, pria kejam mata tajam itu ya. Kenapa sih yeiiy putus sama Tuan Erico yang handsome penyejuk jiwa?"
Keiy terdiam, perkataan Tala memang ada baiknya. Tapi ia takut jika bersikeras mempertahankan hubungannya bersama Erico, ia akan melihat nasib tak baik padanya. Triis aku akan berusaha melembutkan dirimu, menjadi jati dirimu yang sesungguhnya.
Kini Keiy telah sampai di kediaman Triis. Ia memencet bell dengan gaya yang santai. Dress dibawah lutut berkerah V membuat nya sangat anggun. Ia masuk ketika pintu itu terbuka otomatis, ia tau jika Triis sudah menunggunya dan tau akan ia yang sudah didepan pintu.
Keiy menatap bahu seseorang yang sedang membelakanginnya, ia menatap pria dengan cahaya sedikit terang, silau berbentuk garis menyorot wajahnya. Ruangan sedikit gelap membuat Keiy yakin, ada sisi buruk yang menghampiri membuat Triis berubah. Ruangan kerja ini pengap sekali, kenapa tidak membuka gorden nya Triis ? tanya Keiy. Ia mencoba tenang untuk tidak tau apa yang terjadi.
Triis melangkah dengan sepatu fantofelnya. Ia melingkar pada tubuh indah, dibalik punggung Keiy.
"Apa yang membuatmu datang, biasanya aku yang selalu memberi kejutan akan dirimu menemuimu?"
Keiy terdiam, tidak mungkin ia ingin mencari tau kejelasan apa yang dilakukan pria di hadapannya yang akan menjadi suaminya kelak, entah rasa apa aku menikah dengan pria yang tak pernah aku bayangkan sangat kejam, dan tak aku cintai. Bisakah aku bertahan dan melembutkannya? batin Keiy.
"Aku ingin mengajakmu berlibur, kita berdua saja. Gimana?"
"Liburan, aku harus bertanya pada Ebon. Aku tak bisa lama untuk menurutimu. Kau tau padat perusahaan bukan?"
"Bukankah bos perlu piknik?" tanya Keiy.
Keiy menjelaskan ia free aktifitas selama satu minggu, dengan berat hati.
Ia memasang wajah kecewa tak bisa membuat Triis berada di Zona nyaman seusai keinginannya, ia tau hobi dan kebiasaanya berbalik. Tapi tak ada pilihan selain baik pada pria yang akan menjadi suaminya kelak.
"Owh..baby. jangan bersedih, aku berusaha menghubungi orangku. Agar kita bisa berlibur selama dua hari bagaimana?"
Keiy tersenyum, ia membalikan tubuhnya, saat Triis masih memeluknya dari belakang. Ia menatap wajah Triis. Ia memang tampan melebihi Erico, gagah tapi mata itu tersirat ada kebencian. Tajam nya membuat orang takut jika ditatap. Keiy mencoba tenang dan mengatur nafas agar tidak gugup. Ia kembali mendekati dan berusaha menjinjit kakinya agar bisa menyentuh bibir Triis.
Pria itu tersenyum menyeringai, ada hal tak biasa Keiy yang agresif lebih dulu. Ia lalu menyambutnya dengan penuh senang. Triis langsung menjentikan jari, sehingga tirai itu tertutup saat mereka berciuman dengan wanita yang ia sukai.
Ebon dan dua pengawal lain membalikkan tubuhnya, ketika ia ingin mengetuk masuk, tapi menatap bosnya berada di balkon sangat intim, dan membuat tirai tertutup mereka pun menundanya. Ebon pun merasa janggal akan nona Keiy yang berubah drastis, apa ia ingin mematai Tuan Triis, jika benar ia harus mencegahnya untuk tidak masuk lebih jauh.
"Apa yang membuatmu berubah seperti ini sayang?" tanya Triis.
"Menurutmu, aku kenapa Triis?" benak Keiy.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments