"Aku harap,rencanaku kali ini berhasil. Tuhan bantu aku!" lirih Keiy. Ia mendongak wajah menatap langit dengan banyak sinar cahaya, bintang bulan jadi saksi saat ia merenung dan berharap.
Ke esokan harinya, setelah fiting baju pernikahan. Keiy kembali ke rutinitas padat yang selalu membuatnya tersenyum, Ia terlahir bukanlah anak dari orang yang kaya. Tapi karna kegigihan kerja kerasnya dalam membuat cerita film, komik anak dan remaja.
Kini dia banyak tawaran ambasador perhiasan dan iklan fashion ternama. Membuat namanya semakin dikenal dan melambung karna bakat talenta nya.
Tiba ia diantar oleh kosim ke sebuah cafe. akan sebuah makan siang dan misi penting.
Bagai sasaran empuk tepat, ia telah meminta Kosim menyelidiki bagaimana wanita itu. Tapi jawabannya masih menolak dan tak ingin.
----
Luna setelah makan siang, ia bersama sang kakak memintanya untuk berhenti berulah. Mengingat rumah makan yang wah.
"Kak anton ini, sudah pergi ketoilet. Makan banyak bagaimana ini, apa uangku cukup?"
Hingga berlalu selama setengah jam. Ia kesal mendapat balasan jika telah pulang dulu. Luna segera kekasir dan mencari dompet dalam tasnya.
"Haah.. hari yang sial, ada apa ini. Kenapa dompetku gak ada?"
Sedikit ia berfikir, sudah pasti ulah sang kakak yang mengelabui dan mengambil dompetnya. Luna meminta kasir untuk memohon agar ia pulang mengambil dompet. Tapi ia tak bisa karna pihak resto meminta identitasnya.
"Tapi saya ga akan kabur Mas, saya benaran kayak nya tertinggal atau memang terbawa oleh kakak saya tadi!"
"Maaf mbak , sudah banyak pelanggan seperti mbak dengan penuh alasan. Mau makan gratis banyak alasan. Kami tetap tak bisa membiarkan mbak pergi, silahkan hubungi seseorang agar datang!"
Luna menoleh kesamping, ia penat dan tiba saja suara seseorang bicara.
"Biar saya bayar tagihannya." tunjuk pada Kasir.
Luna melirik dan terkejut dan menatap sekeliling, "Pak Kosim, terimakasih sudah membantu saya."
"Hanya kebetulan saja nona Luna, semua ini karna Nona Keiy yang memerintahkan."
Luna terdiam, ia tak enak hati lalu datang menghampiri. Berterimakasih pada gadis terkenal itu. Ia pun memintanya untuk duduk, menatap dan saling tak sepakat akan permintaan itu.
"Kamu pasti bisa Luna, aku harap ini awal kamu bisa meluluhkan pria yang saya maksud"
Keiy menyodorkan tagihan cek, nota lunas hutang pada Luna. Ia segera meraih kertas bukti lunas, lalu sebuah cek masuk ke rekening Anton.
"Dasar kakak ga tau diri." Luna semakin kesal memuncak pada sang kaka. Karna ulahnya di setujui tanpanya, ia mau tidak mau harus menerimanya.
Detik ini, aku yakin adalah masa curam dan masa depanku bagai terpenjara.
"Baiklah akan aku coba, sampai aku bisa melunaskan hutangku pada anda Nona!"
Keiy tersenyum. ia meminta kosim untuk menandatangani surat persetujuan dan perjanjian. Luna membaca dengan perlahan dan menatap awal yang membuat ia penat.
"Bisakah saya bertanya, mengapa di media anda adalah istrinya. Tapi saya harus menikah dengannya?"
Keiy tersenyum dan berkata," Suatu saat kamu akan tau sendiri Luna. Aku tidak akan pernah menyukai dan mencintai Triis. Berusahalah agar pria itu bisa membuatmu jatuh cinta, hidupmu akan mewah dan bahagia. Terutama kamu bisa menyelamatkan Ayahmu dari Anton kakakmu pembuat onar!"
Luna terdiam, jelas wanita ini bisa bicara dengan detail. Karna amat mudah jika wanita terkenal ini mempunyai backing- an. Tak terkalahkan.
"Hooh! Aku kesal jika berurusan dengan orang ber'uang." lirihnya.
Keiy tersenyum, ia pergi meninggalkan Luna seorang diri. Luna masih menatap melas. Ia tak percaya akan menikah dengan pria yang di gosipkan selalu mencari wanita untuk satu malam, tapi seorang gadis.
"Aaaakh.. yang benar saja. Apa yang harus aku lakukan setelah ini?"
Luna menunduk di meja bagai anak Sd yang sedang dihukum oleh guru.
Tak berselang lama, sebuah chat muncul. Satu jam lagi, orang ku. Akan menjemput dan memanjakanmu. Mengukur gaun yang sama persis sepertiku.
"Carilah info untuk menaklukan pria, bukan mengeluh. Bisa jadi ini awal kebahagianmu kelak!"
Luna mendapat chat dari Keiy. Ia semakin penasaran, mengapa dia tak menerima pria yang harusnya menikah. Aneh bukankah sama sama terkenal? Luna kembali berdiri ingin pulang. Namun pria berjas hitam sekitar enam orang menghampirinya.
Eeeekh... eeeeekh tunggu. Kalian siapa? Aku tidak punya hutang. Kalian pasti mau nagih hutang, debcolect ka Anton ya? Pria itu saling menatap kearah temannya dengan wajah datar tanpa expresi. Tapi tiba saja seorang supir datang.
"Non Luna, benarkan?"
"Ya, saya Luna. Ada apa ya pak?"
"Kami datang untuk menjemput, perintah nona Keiy."
Luna hanya menelan salivanya, ia sudah frustasi. Akan tingkah sang kakak. Kini ia menarik nafas.
"Baiklah, semoga keberuntunganku akan dimulai meski harus melewati besi panas, runcing dan tajam."
Pyuuuuh.. ia meniup poni yang sedikit menutup matanya. Mencoba agar tidak gugup.
Setidaknya sang Ayah sudah tenang tak didatangi pria yang menagih karna ulah ka Anton.
"Ayah, Luna janji akan membahagiakan ayah." batinnya bergeming, penuh tanya akankah sang Ayah hadir.
Menjelang malam, Keiy sedang menghadiri konser Radio ternama. Akan pertanyaan dan wawancara yang membuatnya semakin dikenal, bahkan hanya suara saja. Semua tau dia adalah wanita sang bintang yang semakin bersinar.
Hingga empat puluh lima menit berakhir, ia diminta untuk menyanyikan lagu favoritenya.
Lalu Keiy pun tersenyum. Aku tak sebagus saat bernyanyi tapi demi kalian semua, demi menghibur meramaikan acara. Aku bersedia.
"Wah, Nona Keiy. Selalu saja merendah. Padahal jelas wanita yang selalu terpampang di layar selalu bisa menyanyi sambil memainkan piano, biola bahkan gitar." ucap Tara. Sang pembawa acara.
"Aakh, itu hanya hobi. Pas kebetulan bisa aja Mas." jawabnya.
Semua tertawa, dan Keiy menyanyi tampil dan memainkan dengan biola.
Setelah sepuluh menit berlalu berakhir. Dengan tepukan para tamu yang antusias meramaikan. Membuat Keiy bersyukur karna dilahirkan, tak menyangka ia akan bisa seperti ini.
"Sebelum saya berakhir, bolehkan saya juga ikut memesan lagu?"
"Boleh, apa sih yang tidak. Pesan lagu dari by phone saja boleh. Apalagi Nona bintang yang minta, yang hadir saat ini." tutur Tara.
Terimakasih pujiannya. Saya ingin meminta putar lagu Yovie A N. Berjudul Mengejar Mimpi.
Tara pun mengiyakan. Dan tak lama sebuah iring music diputar. Reff : Ingin ku lihat lagi, wajah yang selalu ku rindu. Meskipun engkau telah pergi. Mungkin takkan kembali. Aku disini, masih disini sayangku. Aku masih sayang padamu, aku masih cinta padamu. Meski cintamu bukan aku.
Sorak bertepuk tangan, saat music dan Keiy menyanyikan kembali bersama biola.
Kosim, mengantarkan berkas keruang meja Erico. Tapi satu titik ia menatap layar berita akan penampilan kekasihnya yang telah ia putuskan. Ia terdiam dan tak lama saat Kosim ingin mengatakan kebenaran Nona Keiy. Tiba saja Triis datang menghampiri.
"Sungguh perfect calon istri yang didambakan bukan?" Triis menatap Erico. Lalu menatap layar besar, acara Keiy dengan penampilannya.
Erico ingin sekali berlari menemui wanita yang ia cintai, tapi ia akan terbang meninggalkan Keiy. Karna ia tak sanggup jika berada di kediamannya kini. Menyaksikan wanitanya menikah dengan sang kaka.
"Kosim, jika sudah selesai kita berangkat!" titah Erico meninggalkan Triis.
Tapi Triis tersenyum menang menatap adik tirinya itu.
"Lihat saja, apa yang kau punya. Aku tak akan biarkan Erico!" lirih Triis.
Tala, aku lelah. Hari ini biarkah aku istirahat sejenak! Baiklah nona Jelita, rebees. Selamat istirahat. balas Tala. Ia keluar meninggalkan karena jam kerja telah selesai.
Keiy yang telah wangi, rambut digerai dengan sedikit pengering. Ia segera berlalu menuju sofa empuk. Dengan balutan kemeja bertali kecil diatas lutut abu abu. Tanpa bra dan hanya memakai G-string. Ia memakai kacamata kain penutup, dan menempelkan timun kesekitar wajah untuk rileks. Menyandarkan hari yang membuatnya lelah.
Tak lupa pendingin Ac ruangan ia full kan.
Setengah jam berlalu, ia mulai terbangun. meraba ponsel yang berada di bantal sofa empuknya. Namun ia terkejut akan sebuah benda kenyal, melaju kearah tinggi ia meraba seperti tangan kokoh pria. Ia segera membuka mata dan menohok membulatkan mata dan menahan suara agar tidak berteriak.
Ssssst Jangan Berisik !!
Tbc.
Hayoo .. sampai disini komen dibawah yuuks!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments