"Auw, tolong... tolong..." Jeritan dari bibir Elin sembari memegangi pipinya yang entah apa yang Lucas lemparkan ke wajahnya sehingga membuat pipi bagian kananya terasa perih dan panas seolah terkena air panas tetapi ini lebih panas lagi. Elin mengeliat-geliat di atas tempat tidurnya sampai-sampai selang infus yang berada di pergelangan tanganya lepas dan darah pun keluar tetapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa panas di pipinya, bahkan matanya pun terasa panas. Kejadian yang sangat singkat membuat Elin tidak bisa menghindar dari serangan Lucas.
Kakak tiri Elin berjalan dengan santainya meninggalkan kamar mewah itu, jeritan dan tangisan dari Elin sebenarnya membuat dadanya nyeri, tetapi entah kenapa otaknya lagi-lagi menolak dengan perasaanya, otaknya menolak untuk simpati dengan gadis malang itu yang bahkan kini tengah meraung-raung karena kesakitan.
"Sabarlah Elin, Eric kalian tinggal menikmati buah dari yang kamu tanam," gumam Lucas dengan santai dan tetap melangkahkan kaki jenjangnya menuju halaman rumah di mana mobilnya di palkir.
Di dalam kamar, Arya yang masih sibuk mengobati luka Lexi pun kaget ketika Elin menjerit dan meraung kesakitan.
Arya dan Lexi langsung mengambil kaki seribu, untuk melihat apa yang terjadi dengan Elin.
Ira pun masih terbengong dengan kondisi wanita malang yang ada di hadapanya, dia tidak bisa melindungi Elin, sebab ketika ia akan meletakan piring di meja tiba-tiba Lucas mendekat kearah Elin dan seperti membuang sesuatu yang menyebabkan Elin langsung menjerit. Kejadian yang sangat kilat membuat Ira juga tidak begitu tahu persis kronologinya.
"Elin, coba aku periksa," ucap Arya berusaha menahan tubun Elin yang terus menggeliat tanpa tau bisa apa karena sakit yang sangat menyiksa wajahnya. Yang Elin rasakan bahkan kepalanya seolah tengah di bakar, buka wajah saja tetapi semua isi kepalanya yang ikut terbakar.
Arya sebenarnya curiga bahwa Elin di siram air keras oleh Lucas, tetapi ia tidak bisa menuduh begitu saja sebelum tahu kondisi Elin, tetapi dugaan Arya semakin menguat ketika Elin seolah tengah kepanasan dan sakit yang teramat.
"Lexi, panggil ambulane cepat!" perintah Arya yang sudah yakin bahwa Lucas memang menyiramkan air keras pada wajah adik tirinya itu.
"Kamu akan menyesal Lucas," geram Arya sembari ia mencoba menenangkan Elin yang makin melemah. Arya tentu tahu efek obat keras gimana, di mana kulit hingga ke sel jaringanya terbakar tentu sangat menyiksa Elin.
"Kamu yang kuat yang Elin," bisik Arya bahkan laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu pun sampai menitikan air mata ketika menyaksikan tubuh Elin kesakitan. Kenapa Lucas yang masih ada hubungan darah bisa setega itu. Apa karena pengaruh alkohol yang sangat berbahaya itu atau ada fitnah yang membuat Lucas sangat membenci Elin bahkan belas kasih laki-laki itu telah hilang.
Arya, sepupu Elin juga, terus menerus mencoba menenangkan Elin agar tidak bergerak terus yang justru akan membuatnya semakin ke sakitan, tetapi rasa panas mengalahkan semuanya. Bahkan nasihat dari Arya pun tidak di dengar oleh Elin. Sehingga Elin terus menggeliat seperti cacing yang kepanasan.
Lexi yang badanya pun sedang merasakan nyeri karena perbuatan Lucas, mengangkat tubuh ringkih Elin menuju halaman rumah di mana ambulan sedang menuju rumahnya.
"Kamu yang kuat yah kucing kampung! Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan masa lalu papahmu, tetapi setidaknya kamu harus tetap hidup agar bisa mencari kebenaranya," bisik Lexi sembari membopong tubuh Elin yang semakin lemah. Arya pun mengekor di belakang Lexi dengan perasaan cemas juga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
кḙℏᾰՊ℘ᾰᾰℵ ∂ḙωᾰ
seharusnya sih fitnah yah!
2023-03-13
1
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
pesikopat si Lukas👿👿👿😡
2023-02-16
1
Runa💖💓
Lucas benar2 monster biadab😰😰😰
2022-12-20
2