Lexi membuka map yang anak buahnya berikan. Map berwarna coklat itu berisi hasil laporan pengamatan anak buahnya terhadap Elin. "Kamu cantik sekali Baby, aku jadi tidak sabar ingin menja'mahmu, setiap inci tubuh polosmu tidak akan aku biarkan lolos," ucap Lexi sembari mencium foto Elin yang ada di tanganya. Senjatanya langsung menegang begitu ia membayangkan penyatuan yang panas dengan gadis yang ada di foto itu.
"Lucas memang hebat memberi mangsa yang sangat menggoda. Bayangkan saja aku baru menatap fotonya, kejantananku langsung ingin menunjukan kehebatanya," gumam Lexi seorang diri sembari terus memandangi foto dengan gadis manis dan bergingsul di dalamnya. Imajinasi li-ar Lexi tidak bisa di tunda lagi. Laki-laki itu segera menelepon Marco, asistenya.
"Yah Tuan," jawab Marco di sebrang sana.
"Siapkan wanita satu buat menemaniku malam ini," ucap Lexi dengan suara bernada dingin dan penuh perintah. Tanpa harus Lexi jelaskan ciri-ciri wanita yang ia inginkan Marco tahu betul bagai mana selera bosnya itu. Lexi yang sejak kecil sudah diperkenalkan dengan dunia gelap tentu hal seperti itu sudah bukan hal yang tabu lagi. Bahkan dia sudah tidak perjaka sejak sekolah menengah pertama. Keluarganya yang berasal dari negara penganut hubungan bebas tidak pernah melarang ataupun menasihati dengan hubungan tidak sehat itu sehingga bagi Lexi hubunga tanpa setatus pernikahan sudah menjadi hal yang lumrah.
Dia pun menganggap pernikahan hanyalan hitam di atas putih untuk sebuah pengakuan mendapatkan surat-surat di negaran yang ia tinggali ini.
"Baik Tuan," jawab Marco singkat. Marco adalah laki-laki yang pernah ia selamatkan dari sandra penculika di usia ke dua belas tahun. Saat itu Marco hendak di jual oleh orang-orang kemafia penjual organ tubuh. Namun Lexi yang kebetulan melihat kejadian itu menolong Marco dan persahabatan mereka hingga saat ini. Marco termasuk orang yang setia dengan Lexi dan mengetahui semua sepak terjang bisnis yang Lexi naungi di balik bisnis legalnya.
Semencara Lexi dan Lucas adalah sahabat sejak Lucas kuliah di negara Lexi dan sering ikut dengan organisasi yang Lexi pimpin. Awalnya yang hanya coba-coba, menjadikan Lucas tertarik menjadi salah satu pemimpin bisnis di dunia gelap juga. Yah Lucas dan Lexi adalah pemimpin di dunia gelap yang cukup di segani oleh hukum, gimana tidak mereka selalu bisa lolos dari endusan polisi. Tidak hanya itu bisnis legal mereka membuat mereka bisa bersembunyi dengan rapih.
Cewek cantik dengan pakaian seksi dan menonjolkan aset besarnya berjalan dengan berlenggak lengok bak model di catwalk, yang tengah menawarian produknya. Tanpa Lexi memintanya wanita itu sudah tahu tugasnya dengan pasti. Yah apalagi kalo bukan memanjakan laki-laki yang tengah duduk bersandar di kursi itu dengan pose meminta pertanggung jawaban karena berhasil membangkitkan gairahnya.
Padahal yang sudah berhasil membangkitkan gairahnya adalah Elin, si gadis lugu yang fotonya ia cium dan laki-laki haus akan kenik-matan duniawi, membayangkan malam berlumur dosa dengan tawanan wanitanya.
"Pergi kamu!! Dasar pela-cur tidak berguna, buat apa aku bayar mahal kamu kalo kamu tidak bisa memu-askan aku hah," bentak Lexi tatapan mata dengan mata merah menyala sudah menandakan bahwa Lexi tengah di gelayuti setan kemarahan.
Wanita yang Marco pilih pun memunguti pakaianya yang berserakan dan mengenakan seadanya. Ia lalu segera bergegas dari kamar mewah milik pelanggan yang baru kali ini tidak bisa ia puaskan. Padahal wanita panggilan yang barusan ia usir bisa di bilang wanita terhebat tarifnya tidak main-main karena sudah terkenal mangsanya adalah kalangan kelas kakap yang selalu bisa ia puas-kan. Hanya Lexi yang gagal ia pu'askan, tanpa wanita itu sadari imajinasi Lexi saja yang membuatnya gagal memuaskan bos dari bisnis dunia gelas di negri ini.
Marco tergopoh masuk ke kamar Lexi, begitu wanita yang ia panggil menangis karena diperlakukan mengerikan oleh bosnya itu.
"Bos, Anda kenapa berbuat seperti itu, dia adalah wanita yang banyak diincar laki-laki kelas ka... (Marco menghentikan ucapanya karena Lexi yang menodongkan pistolnya).
"Dia wanita tidak berguna, enggak be-cus melayani pelanggan." Lexi melempar lampu tidur yang ada di nakas samping ranjangnya.
"Dan loe, bonus gue potong. Payah, cari wanita yang bisa membuat gue sampai benar-benar puas saja tidak bisa. Keluar loe, dan pastikan wanita seperti dia jangan kau suguhkan buat melayaniku," bentak Lexi wajahnya merah padam, matanya seolah tengah mengobarkan api peperangan.
Marco yang tahu bahwa Lexi tengah marah yang sangat luar biasa pun, tidak bisa melakukan pembelaan atau apapun. Laki-laki berwajah oriental itu pun langsung meninggalkan Lexi yang hanya tertutup selimut tebal dari bagian perut ke bawahnya.
Marco juga tidak tahu betul apa yang sebenarnya terjadi terlebih wanita yang ia panggil untuk me'muaskan bosnya tidak mau bercerita kenapa Lexi sampai marah dan menamparnya sampai berdarah dan pipinya bengkak. Bahkan sepertinya Lexi sempat mence'kik leher wanita sial itu hal itu Marco yang melihat di lehernya ada merah yang melingkar dan itu sudah pasti bekas cekikan.
Lexi sendiri heran dengan tubuhnya, setelah melihat foto Elin di otaknya dan imajinasi liar nya terpapang wajah polos Elin yang tidak berdaya, sehingga ketika wanita dengan wajah berusaha menggodanya dan berlenggak-lenggok dengan memainkan setiap jengkal tubuhnya tetapi tidak bisa kunjung memberikan kepuas'an puncaknya. Lexi langsung murka. Menin-dih tubuh wanita malang itu dan menghujaminya dengan sentuhan yang kasar dan menyakitkan. Namun hal itu tidak berhasil menghilangkan wajah Elin yang teduh dan manis itu. Lexi semakin di buat murka dan puncaknya ketika sang wanita justru yang lagi-lagi mencapai puncaknya, sementara dia hanya seolah menjadi pemu-as wanita ja-lang itu. Lexi yang marah karena hal itu langsung mencekik dan menampar sang wanita panggilanya, tidak peduli wanita itu meringis karena bibirnya yang mengeluarkan darah, dan juga pipi bengkak. Tangisan wanita itu kembali membuat Lexi naik pitam, sehingga meminta wanita itu pergi sebelum sebuat timah panas bersemayam di betisnya.
Lexi dengan tubuh masih polos di atas kasurnya menekan satu nama yang membuatnya uring-uringan malam ini. Yah, Lucas yang membuat dia terbayang terus dengan adik tirinya.
"Kapan loe minta gue menculik dan membuat gadis itu sebagai tawanan ranjang gue?" tanya Lexi dengan nada dinginnya.
"Sabar Bos, gue masih di luar negri seminggu lagi gue baru pulang. Kalo gue udah di Indonesia silakan loe culik kucing kampung itu dan mainkan sepu'as loe, kalo perlu dia memohon agar loe menghadiahkan satu timah panas bersarang diotaknya," jawab Lucas dengan senyum mengerikan, dan tawa renyahnya.
"Gila mana tahan gue nunggu sampai satu minggu lagi. Gue udah nggak kuat pengin menikmati tubuh adik tiri loe," desis Lexi terus terang dengan niatnya menelepon, lagian ngapain juga harus nunggu satu minggu lagi toh yang terpenting itu kan bikin hukuman yang nikmat buat bocah kecil itu.
"Hahaha... Sabar bro, gue juga pengin memberi perhitungan buat adik tiri gue," godan Lucas, yang justru membuat kepala Lexi semakin berdenyut.
Pyarrr... Lexi melempar telpon genggamnya yang tadi di gunakan untuk menghubungi Lucas kekaca sehingga pecahan kaca dan ponsel berserakan. Dan laki-laki itu menarik rambutnya dengan kencang karena kepalanya yang semakin berdenyut menginginkan tubuh Elin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Pao_pao
ngeri si lexi tempramen banget, kasihan nanti elin jadi sandraan dia cuma jadi pemuas ranjang lexi mah...
matiin ajah lucas kayaknya lucas anaknya luson kelakuanya sebelas dua belas bikin darah tinggi ajah...😡😡
2022-09-19
3
Wina Yuliani
"tongkat mak lampirnya" pengen sarang yg halal bang... 😊😊😊
tanda tanda berjodoh kyknya 😅
2022-09-18
2