Lexi setelah beberapa kali bermain di atas tubuh Elin, bahkan dia dipermainan ke dua dan selanjutnya seolah tengah bercinta dengan mayat hidup tidak ada sama sekali perlawanan dari Elin, sebenarnya Lexi sangat benci dengan permainan seperti ini tetapi. lagi-lagi senjatanya menegang dan ingin di puaskan, dan heranya tubuhnya hanya ingin di puaskkan oleh tubuh Elin. Setelah hampir semalam Lexi menghukum tubuh lemah Elin. Meskipun Elin tidak membalas permainanya sama sekali, tetapi Lexi tetap merasakan kelaparan. Sehingga ia tetap bermain sendiri. Meskipun hal itu yang paling di bencinya di dunia ini, seolah ia tengah bermain dengan boneka s*k, yang tidak bisa membalasnya.
Menjelang subuh Lexi baru bisa tertidur dengan pulas, dan dalam tidurnya pun dia tetap memeluk tubuh Elin yang sudah tidak berdaya itu. Tenaganya benar-benar habis sehingga ia tidak kuat walaupun hanya sekedar membuka matanya apalagi untuk melawan Lexi. Sehingga ia pasrah dengan nasib buruknya itu. Kehidupanya sudah berubah, awan hitam sudah memebentang di atas tubuhnya siap mengikuti langkah kakinya.
****
Di tempat yang berbeda....
"Gimana Pak apa ada kabar, atau ada tanda-tanda dan info siapa kira-kira yang mengajak Elin pergi?" tanya Pak RT ke pada sekelompok warga yang mulai pulang ke rumah Eric. Di mana sekarang sudah jam dua pagi, tetapi tidak satu kelompok pun yang mencoba membantu mencari Elin membawa kabar baik. Bahkan sudah beberapa orang yang masuk ke rumah sakit jiwa itu untuk mencari Elin, yang mungkin saja Elin ada di dalam sana tetapi semuanya kosong dan Elin tidak ada di dalam rumah sakit jiwa itu.
Ada juga sekelompok warga yang membantu mencari ke semak-semak. Bukan karena takut di bawa hantu dan sejenisnya. Takut kalo ada yang jahat dan membuat tubuh Elin yang tidak berdaya atau bahkan sudah menjadi mayat kesemak-semak, tetapi lag-lagi tidak ada Elin di tempat seperti itu.
"Tidak ada info apa-apa Pak Rt, Pak Eric. Kami sudah menyusuri jalanan, sampai hampir keseluruh kota Jakarta tetapi tidak menemukan Elin, dan yang lainya pun sama," jawab Pak Samsul dengan perasaan tidak tega melihat Eric, kalau bukan laki-laki mungki dari tadi Eric sudah menangis menumpahkan semua kesedihanya, tetapi karena dia laki-laki sehingga ia memilih tetap tenang. Meskipun dalam hatinya tidak bisa tenang, perasan karuan,membayangkan nasib anaknya yang entah seperti apa sekarang. Dalam batinya ia sudah menangis menjerit dan meminta agar Elin di pulangkan padanya. Hartanya adalah Elin tetapi kenapa masih ada orang yang tega mengambil harta paling berharganya.
Setelah mengucapkan terima kasih sebagian warga pun banyak yang sudah pulang kerumah masing-masing, hanya beberapa orang yang masih berjaga di rumah Eric, dan besok rencanaya Eric akan melaporkan kehilangan Elin ke kantor polisi. Berharap banyak bahwa Elin akan ditemukan setelah ia melaporkan ke kantornpolisi.
Eric masuk ke dalam rumahnya mungkin saja Elin sedang tidur di dalam kamarnya. Laki-laki paruh baya itu berusaha menyeret kakinya yang terasa berat, ketika sudah mendekati kamar putrinya. Ia tahu bahwa harapanya itu tidak akan terjadi, sebab sudah kesekian kalinya ia masuk ke kamar itu tetapi tidak ada putrinya.
Pintu dengan warna putih Eric buka perlahan, kamar dengan ukuran empat kali tiga meter yang berwarna pink dan kasur single serta di samping kasur terdapat meja kecil dan juga lemari kabinet dan lemari pakaian. Dadanya terasa sesak, membayangkan hal-hal buruk yang sekiranya terjadi pada Elin. Membayangkan bahwa Elin tengah di jamah oleh laki-laki. Membayangkan kalo Elin tengah meregang nyawa. Pikiran horor memang, tetapi info dari berita yang sering ia tonton membuat pikiranya menjadi parno seperti sekarang ini.
Eric duduk di samping ranjang Elin dan matanya tertuju pada baju yang di gantung di balik lemari, pria paruh baya itu berusaha bangkit dan mengambil pakaian yang di gantung di balik pintu, yah pakaian terakhir yang di pakai Elin sebelum berangkat kerja.
"Sayang, Elin putri papah, katakan Papah harus cari Elin kemana? Katakan apa salah Papah dengan Elin, Papah pasti akan perbaiki tapi Elin jangan hukum Papah seperti ini. Papah tidak ada siapa-siapa lagi selain Elin, putri papah. Harta Papah hanya Elin, tolong pulang Nak, pulang ke rumah ini. Setelah Elin pulng mari kita pulang kekampung rumah kita yang dulu, di sini tidak aman utuk kamu sayang. Papah menyesal mengajak kamu kesini, kalo akhirnya Papah harus kehilangan kamu. Pulang Nak. Maaf kan Papah." Eric memeluk baju yang terakhir Elin pakai sebelum berangkat kerja. Harum tubuh putrinya masih menempel di baju itu, sehingga Eric merasakan bahwa putrinya masih ada di sampinya. Ia tidak akan mencuci baju itu, dan baju itu akan terus ia peluk sampai ia bisa menemukan kembali putri kandungnya, harta satu-satunya, penyemangat hidupnya.
Laki-laki yang rambutnya sudah mulai memutih itu membuka dompetnya di mana di sana ada foto dirinya dan Rya, mantan istrinya.
"Rya, maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga putri kita. Putri kita hilang, aku bodoh, aku payah, aku papah yang paling tidak bisa diandalkan. Aku tidak pantas di sebut papah. Rya katakan aku harus apa tanpa putri kita. Dia adalah lentera dihidupku yang sulit ini, Setelah kita di paksa berpisah, hanya Elin penyemangat aku untuk menjalani hidup ini. Tapi kenapa aku lagi-lagi harus merasakan kehilangan untuk kesekian kalinya. Apa salahku kenapa Tuhan hukum aku seperti ini?" Eric kembali merasa sesak di dadanya, bahkan nasib mantan istrinya saja dia tidak tahu. Ia tidak tau sebenarnya asal usul istrinya. Dia hanya kenal Rya selama tiga bulan dan tanpa tahu siapa wanita itu sebenarnya. Sampai dia yang dilanda kasmaran menerima ajakan Rya yang ingin mengajaknya kawin lari. Semuanya terungkap setelah istrinya melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan. Di mana nasib anak laki-lakinya memiliki kelainan jantung sehingga Rya mau tidak mau meminta bantuan keluarganya agar Erlan, anak laki-laki mereka bisa di selamatkan. Namun Eric tidak tahu juga siapa orang tua istrinya itu.
Namun untuk menyelamatkan anaknya itu orang tua Rya meminta syarat agar mereka bercerai dan Eric jangan bercerita apa-apa kepada anak perempuanya apa lagi sampai cerita bahwa mereka memiliki sodara kembar hal itu tidak diizinkan karena selain ancaman, Eric juga menanda tangani perjanjian hitam di atas putih yang sah perjanjian mereka di mata hukum. sehingga apabila Eric melanggarnya maka hukuman menanti dia.
"Andai tadi aku tidak telat menjemput Elin pasti semua ini tidak terjadi. Andai tidak ada orang-orang yang mengopi di warung ini, pasti tidak akan aku telat menjemput putriku. Andai ada keberanianku untuk mengusir orang-orang itu, pasti sekarang putriku sedang tidur di kamar ini. Elin, Papah minta maaf Nak, Papah minta maaf karena kesalahan Papah, nasib kamu sekarang entah seperti apa dan entah di mana kamu berada saat ini," lirih Eric. Kali ini laki-laki dengan dua anak itu tergugu, air matanya tidak bisa lagi di bendung. Ia menangis memeluk baju terahir Elin.
"Pulangkan Elin ya Allah, biarkan aku merawatnya, gimana pun kondisi dia. Namun apabila dia sudah tidak ada di dunia ini dan sudah kembali ke pangkuanmu, tolong kembalikan jasadnya padaku. Hamba ingin memandikanya seperti dulu ketika dia masih bayi, Hamba ingin mengazankan dia seperti pertama kali dia lahir. Hamba ingin memeluk untuk terakhir kalinya. Tolong kembalikan jasad Elin ke tangan hamba. Hamba akan berusaha ikhlas meskipun ini berat," lirih Eric dalam sisa tangisnya, dadanya benar-benar sesak seolah dia tengah di himpit oleh batu-batu besar.
Eric membuka ponselnya dan membuka galery di mana di sana banyak tersimpan foto-foto dirinya dan Elin, tawanya yang renyah terngiang kembali di telinganya. "Elin, papah sekarang ada di kamar Elin, nunggu Elin pulang. Pulang yah sayang Papah sendirian tidak ada yang diajak cerita," ucap Eric seolah ia tengah berbicara dengan putrinya ketika melihat vidio-vidio putrinya yang penuh tawa bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Shautul Islah
😭😭😭😭😭😭tak Bisa komen
2022-12-31
2
Wina Yuliani
barawang bawang... hati hati sama othor yg satu ini, virus patah hatinya bisa bikin mata bengkak, idung meler, tisu abissss & yg paling parah bisa d marahin suami ama bocil gara gara nangis mulu 😭😭😭😭😭
2022-09-29
2