Kucing Kampung

Elin nampak berfikir dia masih tidak terlalu percaya dengan apa yang orang di hadapanya itu katakan. Wanita itu masih ingat dengan pesan papahnya bahwa ia jangan mudah percaya dengan orang yang baru ia kenal. "Kalo Mba tidak percaya, gimana kalo Mba Elin naik ojek dan saya akan mengikuti Mba Elin dari belakang. Biar lebih aman juga," usul laki-laki tersebut.

"Saya ikut Mas ajah deh," ucap Elin tetapi, dalam hatinya masih ragu dan juga ia merapalkan segala macam jenis doa-doa yang papahnya ajarkan. Elin memilih duduk di belakang, dan laki-laki tadi duduk di depan. Perjalanan pertama Elin dan laki-laki tersebut ngobrol ringan, terlihat sekali bahwa laki-laki itu adalah orang baik dan tidak macam-macam.

"Mba bentar yah saya mau beli gorengan dulu," ujar laki-laki itu menepikan mobilnya dan ia keluar menuju tukang gorengan yang kebetulan berada di sebrang jalan.

Brugggg... pintu mobil di tutup tiba-tiba dan Elin yang sedang mengecek ponselnya dan mengirim pesan pada Papahnya. Menanyakan keadaan pada papahnya. Ia terkejut ketika tiba-tiba mobil sudah berjalan terburu-buru dan lebih membuat Elin takut sopirnya bukan orang yang sedang membeli gorengan serta di sampng ada laki-laki tidak ia kenal juga.

"Ka... kalian siapa? Apa kalian mau merampok mobil ini?' tanya Elin suaranya bergetar dan ketakutan. Wajah kedua laki-laki itu yang sangat garang dan menyeramkan membuat Elin semakin takut. Tangan kananya mencoba membuka pintu mobil dan ia akan kabur. Ternyata mobil terkunci dari depan.

"Tolong turunkan aku! Aku mau pulang pasti papah aku mencari aku," ucap Elin semakin ketakutan tidak ada sepatah kata pun dari ke dua laki-laki itu. Memang laki-laki itu tidak menyaki Elin, bahkan mereka seolah hanya mayat hidup tidak ada sepatah kata pun.

"Kalian mau apa? Kenapa membawa aku ketempat seperti ini?" tanya Elin yang semakin dibuat ketakuan ketika mobil semakin jauh meninggalkan tempatnya tinggal dan entah mobil itu hendak kemana.

"Diam kamu kucing kampung, nanti kamu juga akan tahu apa tujuan kami menculik kamu," ucap sang sopir, yang bahkan wajahnya saja Elin tidak tahu.

"Menculik? Kalian menculik aku? Tujuanya apa? Apa salah aku?" cecar Elin dengan  tubuh sudah bergetar karena ketakutan.

Ehm...Ehem... Elin mengerang ketika mulutnya di bekap dengan sapu tangan. Tangannya yang kecil ia gunakan untuk melawan laki-laki bertubuh kekar tersebut, tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa laki-laki itu mengalami kesakitan. Semakin lama tenaga Elin semaki lemah dan wanita itu pingsan karena pengaruh obat bius yang ia hirup dari sapu tangan berhasil melemahkan saraf otaknya sehingga ia tertidur dengan paksa.

Brukkk... tubuh Elin yang masih tertidur di lempar keatas kasur. Tangan terikat kebelakang dan mata tertutup kain hitam serta mulut di tutup dengan lakban hitam.

Lexi dan Lucas yang sejak tadi menunggu kedatangan Elin sembari menyesap minuman beralkohol pun tersenyum dengan puas ketika tubuh kecil Elin teronggok di atas tempat tidur yang berukuran besar itu. Lucas mendekat dan mencoba memercikan air dari dalam kelas kewajah Elin. Hingga Elin begerakan tubuhnya sebagai tanda bahwa Elin sudah mulai sadar. Elin mencoba menggerak-gerakan tanganya yang terikat di bagian belakang. Air matanya sudah mulai jatuh membasahi kain hitam yang di gunakan untuk menutupi matanya. Gadis itu ingin meminta bantuan dan berteriak meminta tolong tetapi lagi-lagi ia tidak bisa, hal itu karena mulut mungilnya tertutup lakban.

Hanya satu yang menjadi ketakutanya, bagai mana nasib papahnya sekarang?

"Hai adik kecil, gimana perasaan kamu?" tanya Lucas dengan penelusuri pipi mulus Elin. Elin yang mendengar ada suara laki-laki dan lagi pipinya di jamah oleh laki-laki itu pun beringsut dan mengerang, seolah ia tengah meminta bantuan.

Lexi yang masih stay kalem di atas sova dengan melihat sedikit terapi dari Lucas untuk gadis tawananyan pun hanya tersenyum puas ketika merlihat kucing kampungnya ketakutan. Tidak ada sedikit pun hatinya terketuk kasihan ketika melihat Elin ketakutan, justru Lexi tertawa dengan puas dan ingin semakin membuat kucing kampung itu ketakutan dan merengek memohon ampun di bawah kukunganya.

"Ehmz...(Lakban di mulut Elin dibuka paksa oleh Lucas) Kamu siapa? Di mana papah aku? Kalian tidak sakitin papah aku kan?' tanya Elin sebari terisak dengan sangat pilu, tetapi isakan itu terdengar oleh Lexi dan Lucas sangat merdu, sehingga mereka justru tertawa ketika mendengar suara Elin yang seolah ketakutan dan mengiba ingin di berikan pertolongan.

"Elin, apa kabar Elin? Perkenalkan nama aku Lucas. Aku adalah sodara tiri kamu. Yah sodara tiri. Sebab kamu adalah anak pelakor dari laki-laki bereng-s*k yang kamu sebut papah tersebut," ucap Lucas, tanganya yang halus dan kekar menjelajah disetiap inci wajah Elin dan hal itu semakin membuat Elin menjijihkan. Terlebih gaya bicara pria yang membuat kuping sakit.

"Jangan asal ngomong yah Anda. Papah saya orang paling setia di dunia ini. Dia hanya cinta dan sayang dengan ibuku. Kamu hanya orang gila yang mengaku-ngaku menjadi kakak tiriku," ucap Elin dengan kemarahan yang sudah sangat memucah dan tangisanya sudah tidak bisa di bendung lagi. Terlalu sakit ketika papahnya yang dia ketahui adalah orang paling baik dan paling setia dengan ibunya tiba-tiba ada yang mengaku bahwa anak dari istri pertama. Dan lagi dia di tuduh sebagai anak dari pelakor. Ibunya bukan pelakor. Yang Elin tahu papah dan mamahnya menikah muda ketika mereka baru memasuki bangku kuliah dan karena tidak direstui mereka akhirnya kawin lari. Tetapi mamahnya adalah cinta pertama papahnya. Bukan seperti yang laki-laki bernama Lucas katakan.

Plak... plak... plak... tiga kali Lucas menampar pipi Elin hingga darah segar mengalir dari sudut bibirnya. "Loe berani mengatai gue laki-laki  gila. Maka tanggung akibatnya. Akan aku bikin hidup loe hina serhina hinanya, sehingga kamu adalah mahkluk paling kotor di muka bumi ini. Dan akan aku buat papah kamu menderita dan menyesal di sisa hidupnya. Sampai kematian merampas paksa papah kesayangan kamu kucing kampung," ucap Lucas, dengan mencengkram dagu Elin sampai kuku-kuku tajamnya meninggalkan bekas di dagu Elin saking kerasnya Lucas mengcengkram dagunya itu.

Elin terisak dalam kebisuanya, pipinya panas dan mungkin juga ini adalah hari terakhirnya. Rasa pegal di pipi seolah hilang ketika ketakutan kembali mejelajahi hatinya. Gimana nasib papahnya. Apakah papahnya juga merasakan nasib yang sama dengan dirinya. Namun bibirnya kaku dan tidak bisa berkata-kata lagi.

"Lexi, kamu buat gadis ini merasakan apa yang mamihku rasakan. Buat pelajaran pada gadis ini. Nikmati sesuka kamu. Kalau perlu buat dia merengek agar kematian menghampirinya. Sama denan Eric tua bangka itu. Dia yang akan merengek padaku untuk melayangkan sebuah senapan di otaknya," ujar Lucas, dengan nada penuh ancaman. Elin semakin terisak. Membayangkan bagai mana nasib papahnya. Bagaimana ketakutan papahnya ketika mengalami hal yang sama dengan dirinya.

"Apa mau alAnda Tuan, kalo Anda mau saya meninggal, silahkan bunuh saya! Tapi satu permintaan saya, bebaskan papah. Biarkan di sisa hidupnya bertemu dengan mamaku. Biarkan beliau menemukan cinta sejatinya yang sudah lama hilang. Hanya itu kebahagiaan bagi beliau. Dan kalo berkenan setelah saya meninggal lakukan test DnA antara saya dan ibu Anda Tuan. Kembalikan jenasah saya pada papah saya. Biarkan dia memandikan saya seperti pertama kali beliau memandikan saya di saat masih bayi. Biarkan beliau yang meng azankan jenasah saya, sama seperti dulu papah saya untuk pertama kali melantunkan seruan sholat yang merdu itu di telinya saya, ketika saya masih bayi." Elin degan suara mencoba di buat setegar mungkin, memasrahkan hidup dan matinya di tangan Lucas, laki-laki yang mengaku kakak tirinya.

Lucas tertawa dengaj renyah seolah ucapan Elin adalah kata-kata paling lucu yang pernah ia dengar. Otaknya sudah sangat tercuci, dan diisi dengan kebencian dan dendam.

Memang metika memasuki dunia perdagangan gelap, hati nurani sudah mati. Siapa pun yang menggagalkan rencananya atau penghianat. Nyawa pun tidak ada harganya. Dan sama seperti hati Lucas. Bagi dia kata-kata Elin hanya kamulfase agar kucing kecilnya bisa bebas dari dia.

"Tunggu nona manis, kamu tidak akan dengan mudah lolos dari siksaan ini. Aku kan buat kamu perlahan-lahan menderita dan kematian menggerogotimu. Terlalu sayang aku sama kamu sehingga kematian tidak akan dengan mudah melenyapkan mu." Lucas kembali melayangkan ucapan yang mematikan dan tidak hanya itu Lucas memanggil Lexi agar melakukan tugasnya.

#Huhuhu... Maaf Elin, othor jahat sama kamu...

Terpopuler

Comments

Su Santi

Su Santi

aq ingin lihat gimna mnyesalnya si Lukas itu

2024-11-11

0

Ramlah Hadjul

Ramlah Hadjul

😭😭😭 awal mula kehamcuran elin dan penybabnya adalh sodara kandungnya sendiri😭 sesak sekali tor

2023-01-04

2

Runa💖💓

Runa💖💓

nggak sanggup lihat Elin disakiti Lucas yg ternyata Abang kandungnya😭😭😭

2022-12-19

1

lihat semua
Episodes
1 Dendam Masa Lalu
2 Si Miskin dan Si Kaya
3 Papah Terhebat
4 Dunia Gelap Lexi dan Lucas
5 Terpikat Senyum Manis
6 Tipu Muslihat
7 Kucing Kampung
8 Kepanikan Eric
9 Gadis Sanderaan
10 Tawanan
11 Negosiasi yang gagal
12 Kesedihan Seorang Ayah
13 Di ambang Kematin
14 Penantian di Ujung Pagi
15 Keinginan Lucas
16 Kejanggalan
17 Serangan Yang Tiba-Tiba
18 Wanita Misterius
19 Kepanikan Yang Melanda
20 Cacat Fisik
21 Permintaan Elin
22 Bernegosiasi
23 Tetes Harapan
24 Kabar Bahagia
25 Dendam Tanpa Logika
26 Kesedihan yang Mendalam
27 Rakyat Kecil Bisa Apa?
28 Nasiha Arya
29 Sehangat Pelukan Ibu
30 Cinta Seorang Ayah
31 Dugaan Dokter Arya
32 Keputusan Lucas
33 Keliling Kota
34 Teka-Teki yang Membingungkan
35 Permintaan Arya
36 Izinkan Aku Melindungimu
37 Sesak Hati Melanda
38 Gadis Berhijab 'Jiara'
39 Terbayang Wajahnya
40 Sang Pesulap
41 Dukungan Dari Sang Papah
42 Beradu Mulut
43 Hati Bergetar
44 Permintaan Elin
45 Berpura-pura Mengalah
46 Ucapan Terima kasih 'Eric'
47 Penuh Kepura-puraan
48 Persahabatan yang Kandas
49 Rasa Sakit yang Menyerang
50 Tetangga Terbaik
51 Pingsan
52 Sekretaris Hati
53 Tidak Akan Ada Maaf
54 Bos Baru
55 Terhipnotis
56 Fisik Yang Cacat
57 Ancaman dan Kebohongan
58 Lucas Yang Misterius
59 Rencana Arya dan Jiara
60 Kematian Palsu
61 Kebohongan Yang Terencana
62 Bos Posesef
63 Saling Mendoakan
64 Ikatan Batin Yang Kuat
65 Pelukan Hangat Seorang Ibu
66 Dunia Gelap Untuk Jiara
67 Duta Kata Tapi
68 Kabar Gembira Untuk Elin
69 Kembali Sakit
70 Perasaan Gelisah
71 Dosa Yang Muncul Menghantui
72 Api Kemarahan
73 Berpisah Untuk Berjuang
74 Terhukum Oleh Kesalahan
75 Hari Pertama Bekerja
76 PTW. Episode 76
77 PTW #Episode 77
78 PTW #Episode 78
79 PTW #Episode 79
80 PTW #Episode 80
81 PTW #Episode 81
82 PTW #Episode 82
83 PWT #Episode 83
84 PWT #Episode 84
85 PWT #Episode 85
86 PWT #Episode 86
87 PWT #Episode 87
88 PWT #Episode 88
89 PWT #Episode 89
90 PWT #Episode 90
91 PWT #Episode 91
92 PWT #Episode 92
93 PWT #Episode 93
94 PTW #Episode 94
95 PWT #Episode 95
96 PWT #Episode
97 PWT #Episode 97
98 PWT #Episode 98
99 PWT #Episode 99
100 PTW #Episode 100
101 PTW #Episode 101
102 Pelangi Tanpa Warna #Episode 102
103 Pelangi Tanpa Warna Bab 103
104 Pelangi Tanpa Warna #Episode 104
105 Pelangi Tanpa Warna #Episode 105
106 Pelangi Tanpa Warna. #episode 106
107 Pelangi Tanpa Warna #Episode
108 PTW #Episode 108
109 PTW #Episode 109
110 Pelangi Tanpa Warna 110
111 Pelangi Tanpa Warna #Episode 111
112 Pelangi Tanpa Warna #Episode 112
113 Pelangi Tanpa Warna #Episode 113
114 Pelangi Tanpa Warna #Episode 114
115 Pelangi Tanpa Warna #Episode 115
116 Pelangi Tanpa Warna #Episode 116
117 Pelangi Tanpa Warna #Episode 117
118 Pelangi Tanpa Warna #Episode 118
119 Pelangi Tanpa Warna #Episode 119
120 Pelangi Tanpa Warna #Episode 120
121 Pelangi Tanpa Warna #Episode 121
122 Pelangi Tanpa Warna #Episode 122
123 Pelangi Tanpa Warna #Episode 123
124 Pelangi Tanpa Warna #Episode 124
125 Pelangi Tanpa Warna #Episode 125
126 Pelangi Tanpa Warna #Episode 126
127 Pelangi Tanpa Warna #Episode 127
128 Pelangi Tanpa Warna #Episode 128
129 Pelangi Tanpa Warna #Episode 129
130 Pelangi Tanpa Warna #Episode 130
131 Pelangi Tanpa Warna #Episode 131
132 Pelangi Tanpa Warna #Episode 132
133 Pelangi Tanpa Warna #Episode 133
134 Pelangi Tanpa Warna #Episode 134
135 Pelangi Tanpa Warni #Episode 135
136 Pelangi Tanpa Warna #Episode 135
137 Pelangi Tanpa Warna #Episode 137
138 Pelangi Tanpa Warna #Episode 138
139 Pelangi Tanpa Warna #Episode 139
140 Pelangi Tanpa Warna #Episode 140
141 Pelangi Tanpa Warna #Episode 141
142 Pelangi Tanpa Wanrna #Episode 142
143 Pelangi Tanpa Warna #Episode 143
144 Pelangi Tanpa Warna #Episode 144
145 Pelangi Tanpa Warna #Episode 145
146 Pelangi Tanpa Warna #Episode 146
147 #Pelangi Tanpa Warna Bab 147
148 Pelangi Tanpa Warna #Episode
149 Pelangi Tanpa Warna #Episode 149
150 Pelangi Tanpa Warna #Episode 150
151 Pelangi Tanpa Warna #Episode 151
152 Pelangi Tanpa Warna #Episode 152
153 Pelangi Tanpa Warna #Episode 153
154 Pelangi Tanpa Warna #Episode 154
155 Pelangi Tanpa Warna #Episode 155
156 Pelangi Tanpaa Warna #Episode 156
157 Pelangi Tanpa Warna #Episode 157
158 Pel #Episodeangi Tanpa Warna 158
159 Pelangi Tanpa Warna #Episode 159
160 Pelangi Tanpa Warna #Episode 160
161 Pelangi Tanpa Warna # Episode 162
162 Pelangi Tanpa Warna #Episode 161
163 Pelangi Tanpa Warna #Episode 163
164 Pelangi Tanpa Warna #Episode 164
165 Pelangi Tanpa Warna #Episode
166 Pelangi Tanpa Warna #Episode 166
167 Pelangi Tanpa Warna #Episode 167
168 Pelangi Tanpa Warna #Episode 168
169 Pelangi Tanpa Warna #Episode 169
170 Pelangi Tanpa Warna #Episode 170
171 Pelangi Tanpa Warna #Episode 171
172 Pelangi Tanpa Warna #Episode
173 Pelangi Tanpa Warna, #Episode 173
174 Pelangi Tanpa Warna Bab 174
175 Pelangi Tanpa Warna #Episode 175
176 Pelangi Tanpa Warna bab 174
177 Pelangi Tanpa Warna #Episode 177
178 Pelangi Tanpa Warna #Bab 178
179 Pelangi Tanpa Warna Bab 179
180 Pelangi Tanpa Warna Bab 180
181 Pelangi Tanpa warna Bab 181
182 Pelangi Tanpa Warna #Episode 182
183 Pelangi Tanpa Warna #Episode 183
184 Cinta Berselimut Dendam #Episode 184
185 Pelangi Tanpa Warna #Episode 185
186 Pelangi Tanpa Warna #Episode 186
187 Pelangi Tanpa Warna # Episode 187
188 Pelamgi Tanpa Warna #Episode 188
189 Pelangi Tanpa Warna #Episode 189
190 Pelangi Tanpa Warna #Episode 190
191 Pelangi Tanpa Warna #Episode 191
192 Pelangi Tanpa Warna #Episode 192
193 Pelangi Tanpa Warna #Episode 193
194 Pelangi Tanpa Warna #Episode 194
195 Pelangi Tanpa Warna #Episode 195
196 Pelangi Tanpa Warna #Episode 196
197 Pelangi Tanpa Warna #Episide 197
198 Pelangi Tanpa Warna #Episode 198
199 Pelangi Tanpa Warna #Episode 199
200 Pelangi Tanpa Warna #Episode 200
201 Pelangi Tanpa Warna #Episode 201
202 Pelangi Tanpa Warna #Episode
203 Pelangi Tanpa Warna #Episode 203
204 Pelangi Tanpa Warna. #Episode 204
205 Pelangi Tanpa Warna #Episode 205
206 Pelangi Tanpa Warna #Episode 206
207 Pelangi Tanpa Warna #Episode 207
208 Pelangi Tanpa Warna #Episode 208
209 Pelangi Tanpa Warna #Episode 209
210 Pelangi Tanpa Warna #Episode 210
211 Pelangi Tanpa Warna #Episode 211
212 Pelangi Tanpa Warna #Episode 212
213 Pelangi Tanpa Warna. #Episode 213
214 Pelangi Tanpa Warna #Episode
215 Pelangi Tanpa Warna #Episode
216 Pelangi Tanpa Warna #Episode 216
217 Pelangi Tanpa Warna #Episode 217
218 Pelangi Tanpa Warna #Episode 218
219 Pelangi Tanpa Warna #Episode 219
220 Pelangi Tanpa Warna #Episode 120
221 Pelangi Tanpa Warna #Episode bab 221
222 Pelangi Tanpa Warna #bab 222
223 Pelangi Tanpa Warna #Bab 223
224 Pelangi Tanpa Warna #Episode 224
225 Pelangi Tanpa Warna #Episode 225
226 Pelangi Tanpa Warna #Eoisode 226
227 Pelangi Tanpa Warna #Episode
228 Pelangi Tanpa Warna #Episode 228
229 Pelangi Tanpa Warna #Episode 229
230 Pelangi Tanpa Warna #Episode 230
231 Pelangi Tanpa Warna #Episode 231
232 Pelangi Tanpa Warna #Episode 232
233 Pelangi Tanpa Warna #Episode
234 Pelangi Tanpa Warna. #Episode 234
235 Pelangi Tanpa Warna # Bab 235
236 Pelangi Tanpa Warna bab 236
237 Pelangi Tanpa Warna #Episode 237
238 Pelangi Tanpa Warna #Episode 238
239 Pelangi Tanpa Warna #Episode 239
240 Pelangi Tanpa Warna #Episode 240
241 Pelangi Tanpa Warna bab 241
242 Pelangi Tanpa Warna #Episode
243 Pelangi Tanpa Warna #Episode 243
244 Pelangi Tanpa Warna #Episode 234
245 Pelangi Tanpa Warna # Episode 245
246 Pelangi Tanpa Warna #Episode 246
247 Pelangi Tanpa Warna #Episode 247
248 Pelangi Tanpa Warna #Episode 248
249 Pelangi Tanpa Warna Bab 249
Episodes

Updated 249 Episodes

1
Dendam Masa Lalu
2
Si Miskin dan Si Kaya
3
Papah Terhebat
4
Dunia Gelap Lexi dan Lucas
5
Terpikat Senyum Manis
6
Tipu Muslihat
7
Kucing Kampung
8
Kepanikan Eric
9
Gadis Sanderaan
10
Tawanan
11
Negosiasi yang gagal
12
Kesedihan Seorang Ayah
13
Di ambang Kematin
14
Penantian di Ujung Pagi
15
Keinginan Lucas
16
Kejanggalan
17
Serangan Yang Tiba-Tiba
18
Wanita Misterius
19
Kepanikan Yang Melanda
20
Cacat Fisik
21
Permintaan Elin
22
Bernegosiasi
23
Tetes Harapan
24
Kabar Bahagia
25
Dendam Tanpa Logika
26
Kesedihan yang Mendalam
27
Rakyat Kecil Bisa Apa?
28
Nasiha Arya
29
Sehangat Pelukan Ibu
30
Cinta Seorang Ayah
31
Dugaan Dokter Arya
32
Keputusan Lucas
33
Keliling Kota
34
Teka-Teki yang Membingungkan
35
Permintaan Arya
36
Izinkan Aku Melindungimu
37
Sesak Hati Melanda
38
Gadis Berhijab 'Jiara'
39
Terbayang Wajahnya
40
Sang Pesulap
41
Dukungan Dari Sang Papah
42
Beradu Mulut
43
Hati Bergetar
44
Permintaan Elin
45
Berpura-pura Mengalah
46
Ucapan Terima kasih 'Eric'
47
Penuh Kepura-puraan
48
Persahabatan yang Kandas
49
Rasa Sakit yang Menyerang
50
Tetangga Terbaik
51
Pingsan
52
Sekretaris Hati
53
Tidak Akan Ada Maaf
54
Bos Baru
55
Terhipnotis
56
Fisik Yang Cacat
57
Ancaman dan Kebohongan
58
Lucas Yang Misterius
59
Rencana Arya dan Jiara
60
Kematian Palsu
61
Kebohongan Yang Terencana
62
Bos Posesef
63
Saling Mendoakan
64
Ikatan Batin Yang Kuat
65
Pelukan Hangat Seorang Ibu
66
Dunia Gelap Untuk Jiara
67
Duta Kata Tapi
68
Kabar Gembira Untuk Elin
69
Kembali Sakit
70
Perasaan Gelisah
71
Dosa Yang Muncul Menghantui
72
Api Kemarahan
73
Berpisah Untuk Berjuang
74
Terhukum Oleh Kesalahan
75
Hari Pertama Bekerja
76
PTW. Episode 76
77
PTW #Episode 77
78
PTW #Episode 78
79
PTW #Episode 79
80
PTW #Episode 80
81
PTW #Episode 81
82
PTW #Episode 82
83
PWT #Episode 83
84
PWT #Episode 84
85
PWT #Episode 85
86
PWT #Episode 86
87
PWT #Episode 87
88
PWT #Episode 88
89
PWT #Episode 89
90
PWT #Episode 90
91
PWT #Episode 91
92
PWT #Episode 92
93
PWT #Episode 93
94
PTW #Episode 94
95
PWT #Episode 95
96
PWT #Episode
97
PWT #Episode 97
98
PWT #Episode 98
99
PWT #Episode 99
100
PTW #Episode 100
101
PTW #Episode 101
102
Pelangi Tanpa Warna #Episode 102
103
Pelangi Tanpa Warna Bab 103
104
Pelangi Tanpa Warna #Episode 104
105
Pelangi Tanpa Warna #Episode 105
106
Pelangi Tanpa Warna. #episode 106
107
Pelangi Tanpa Warna #Episode
108
PTW #Episode 108
109
PTW #Episode 109
110
Pelangi Tanpa Warna 110
111
Pelangi Tanpa Warna #Episode 111
112
Pelangi Tanpa Warna #Episode 112
113
Pelangi Tanpa Warna #Episode 113
114
Pelangi Tanpa Warna #Episode 114
115
Pelangi Tanpa Warna #Episode 115
116
Pelangi Tanpa Warna #Episode 116
117
Pelangi Tanpa Warna #Episode 117
118
Pelangi Tanpa Warna #Episode 118
119
Pelangi Tanpa Warna #Episode 119
120
Pelangi Tanpa Warna #Episode 120
121
Pelangi Tanpa Warna #Episode 121
122
Pelangi Tanpa Warna #Episode 122
123
Pelangi Tanpa Warna #Episode 123
124
Pelangi Tanpa Warna #Episode 124
125
Pelangi Tanpa Warna #Episode 125
126
Pelangi Tanpa Warna #Episode 126
127
Pelangi Tanpa Warna #Episode 127
128
Pelangi Tanpa Warna #Episode 128
129
Pelangi Tanpa Warna #Episode 129
130
Pelangi Tanpa Warna #Episode 130
131
Pelangi Tanpa Warna #Episode 131
132
Pelangi Tanpa Warna #Episode 132
133
Pelangi Tanpa Warna #Episode 133
134
Pelangi Tanpa Warna #Episode 134
135
Pelangi Tanpa Warni #Episode 135
136
Pelangi Tanpa Warna #Episode 135
137
Pelangi Tanpa Warna #Episode 137
138
Pelangi Tanpa Warna #Episode 138
139
Pelangi Tanpa Warna #Episode 139
140
Pelangi Tanpa Warna #Episode 140
141
Pelangi Tanpa Warna #Episode 141
142
Pelangi Tanpa Wanrna #Episode 142
143
Pelangi Tanpa Warna #Episode 143
144
Pelangi Tanpa Warna #Episode 144
145
Pelangi Tanpa Warna #Episode 145
146
Pelangi Tanpa Warna #Episode 146
147
#Pelangi Tanpa Warna Bab 147
148
Pelangi Tanpa Warna #Episode
149
Pelangi Tanpa Warna #Episode 149
150
Pelangi Tanpa Warna #Episode 150
151
Pelangi Tanpa Warna #Episode 151
152
Pelangi Tanpa Warna #Episode 152
153
Pelangi Tanpa Warna #Episode 153
154
Pelangi Tanpa Warna #Episode 154
155
Pelangi Tanpa Warna #Episode 155
156
Pelangi Tanpaa Warna #Episode 156
157
Pelangi Tanpa Warna #Episode 157
158
Pel #Episodeangi Tanpa Warna 158
159
Pelangi Tanpa Warna #Episode 159
160
Pelangi Tanpa Warna #Episode 160
161
Pelangi Tanpa Warna # Episode 162
162
Pelangi Tanpa Warna #Episode 161
163
Pelangi Tanpa Warna #Episode 163
164
Pelangi Tanpa Warna #Episode 164
165
Pelangi Tanpa Warna #Episode
166
Pelangi Tanpa Warna #Episode 166
167
Pelangi Tanpa Warna #Episode 167
168
Pelangi Tanpa Warna #Episode 168
169
Pelangi Tanpa Warna #Episode 169
170
Pelangi Tanpa Warna #Episode 170
171
Pelangi Tanpa Warna #Episode 171
172
Pelangi Tanpa Warna #Episode
173
Pelangi Tanpa Warna, #Episode 173
174
Pelangi Tanpa Warna Bab 174
175
Pelangi Tanpa Warna #Episode 175
176
Pelangi Tanpa Warna bab 174
177
Pelangi Tanpa Warna #Episode 177
178
Pelangi Tanpa Warna #Bab 178
179
Pelangi Tanpa Warna Bab 179
180
Pelangi Tanpa Warna Bab 180
181
Pelangi Tanpa warna Bab 181
182
Pelangi Tanpa Warna #Episode 182
183
Pelangi Tanpa Warna #Episode 183
184
Cinta Berselimut Dendam #Episode 184
185
Pelangi Tanpa Warna #Episode 185
186
Pelangi Tanpa Warna #Episode 186
187
Pelangi Tanpa Warna # Episode 187
188
Pelamgi Tanpa Warna #Episode 188
189
Pelangi Tanpa Warna #Episode 189
190
Pelangi Tanpa Warna #Episode 190
191
Pelangi Tanpa Warna #Episode 191
192
Pelangi Tanpa Warna #Episode 192
193
Pelangi Tanpa Warna #Episode 193
194
Pelangi Tanpa Warna #Episode 194
195
Pelangi Tanpa Warna #Episode 195
196
Pelangi Tanpa Warna #Episode 196
197
Pelangi Tanpa Warna #Episide 197
198
Pelangi Tanpa Warna #Episode 198
199
Pelangi Tanpa Warna #Episode 199
200
Pelangi Tanpa Warna #Episode 200
201
Pelangi Tanpa Warna #Episode 201
202
Pelangi Tanpa Warna #Episode
203
Pelangi Tanpa Warna #Episode 203
204
Pelangi Tanpa Warna. #Episode 204
205
Pelangi Tanpa Warna #Episode 205
206
Pelangi Tanpa Warna #Episode 206
207
Pelangi Tanpa Warna #Episode 207
208
Pelangi Tanpa Warna #Episode 208
209
Pelangi Tanpa Warna #Episode 209
210
Pelangi Tanpa Warna #Episode 210
211
Pelangi Tanpa Warna #Episode 211
212
Pelangi Tanpa Warna #Episode 212
213
Pelangi Tanpa Warna. #Episode 213
214
Pelangi Tanpa Warna #Episode
215
Pelangi Tanpa Warna #Episode
216
Pelangi Tanpa Warna #Episode 216
217
Pelangi Tanpa Warna #Episode 217
218
Pelangi Tanpa Warna #Episode 218
219
Pelangi Tanpa Warna #Episode 219
220
Pelangi Tanpa Warna #Episode 120
221
Pelangi Tanpa Warna #Episode bab 221
222
Pelangi Tanpa Warna #bab 222
223
Pelangi Tanpa Warna #Bab 223
224
Pelangi Tanpa Warna #Episode 224
225
Pelangi Tanpa Warna #Episode 225
226
Pelangi Tanpa Warna #Eoisode 226
227
Pelangi Tanpa Warna #Episode
228
Pelangi Tanpa Warna #Episode 228
229
Pelangi Tanpa Warna #Episode 229
230
Pelangi Tanpa Warna #Episode 230
231
Pelangi Tanpa Warna #Episode 231
232
Pelangi Tanpa Warna #Episode 232
233
Pelangi Tanpa Warna #Episode
234
Pelangi Tanpa Warna. #Episode 234
235
Pelangi Tanpa Warna # Bab 235
236
Pelangi Tanpa Warna bab 236
237
Pelangi Tanpa Warna #Episode 237
238
Pelangi Tanpa Warna #Episode 238
239
Pelangi Tanpa Warna #Episode 239
240
Pelangi Tanpa Warna #Episode 240
241
Pelangi Tanpa Warna bab 241
242
Pelangi Tanpa Warna #Episode
243
Pelangi Tanpa Warna #Episode 243
244
Pelangi Tanpa Warna #Episode 234
245
Pelangi Tanpa Warna # Episode 245
246
Pelangi Tanpa Warna #Episode 246
247
Pelangi Tanpa Warna #Episode 247
248
Pelangi Tanpa Warna #Episode 248
249
Pelangi Tanpa Warna Bab 249

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!