Lexi menatap Arya dengan jengah ketika dokter itu ikut campur dengan urusanya itu. "Kamu periksa saja kucing kampung itu, jangan banyak ikut campur dengan urusanku," ucap Lexi, dagunya di gerakan seolah ia tengah menujukan kepada Arya, siapa yang ia maksud, dia adalah gadis malang yang tengah tidur dengan kompres di atas keningnya, dan sejak dikompres memang suhu tubuh gadis itu menurun, tidak seperti tadi yang seolah terbakar.
Arya membuang nafas kasar, melihat kelakuan Lexi, sebenarnya dia berani untuk melawan ucapan Lexi, tetapi justru hal itu akan mempersulit semua yang ada di ruangan ini, karena bukan tidak mungkin Lexi justru melukai semuanya. Otak setengah setangnya memang tiak bisa melihat mana yang bersalah dan mana yang tidak. Arya langsung mendekat kearah Elin dan mempersiapkan alat untuk periksanya.
Ira membisikan sesuatu ketika sang dokter menggerakan matanya seolah bertanya apa yang terjadi. Ira mengatakan siapa Elin. Langkah awal Arya mengecek nadi di pergelangan tangan Elin memastikan bahwa wanita malang itu masih hidup. Setelah ia memastikan bahwa wanita malang itu masih hidup, Arya segera memeriksa Elin dengan teliti.
"Apa kamu menghukum wanita ini dengan menjadiaknya budak s*k kamu, tanpa memberi makan dan minum?" tanya Arya dengan kesal setelah ia mengecek Elin dengan seksama, yang dia tahu wanita yang di sebut kucing kampung itu selain karena kelelahan, dan selaput dara yang di paksa bobol dengan paksa mengakibatkn nyeri sehingga memicu deman. Elin juga dehidrasi dan lemas tentu karena kelaparan dan kehausan.
Langkah awal Arya memasangkan infus sebagai penolong, agar Elin tidak terlalu lemas dan juga Vitamin serta obat-obatan penghilang nyeri.
Lexi setelah mendengan pertanyaan Arya baru sadar bahwa ia memang tidak memberikan Elin minum bahkan makan. Lalu pria itu memberi kode pada Ira agar menyiapkan makanan dan minuman yang sekiranya di butuhkan untuk mengisi perut Elin sehingga ia bisa menghukumnya lagi nanti apabila Elin sudah sehat kembali.
Ira yang tahu dengan kode yang di tunjukan Lexi dari matanya pun langsung meninggalkan kamar mewah ini. Meninggalkan gadis malang itu hanya dengan Lexi dan Arya.
"Siapa dia? Kenapa gadis polos seperti ini bisa bersama dengan kamu? Apa kamu menculik gadis malang ini?" tanya Arya, setelah memastikan Ira keluar kamar, tanpa melihat ke Lexi karena memang ia yang sedang memasang selang infus di punggung tangan Elin bagian kiri.
"Adik tiri Lucas, dan gue memang menculiknya, tetapi Lucas yang memintanya, bahkan dia menginginkan kematian kucing kampung itu," ucap Lexi tanpa menatap Arya, dia tengah fokus dengan layar pintarnya. Di mana Lexi tengah membuat penawaran untuk Elin agar Lucas tidak membunuhnya.
Deg!! Jantung Arya seolah berhenti, hingga ia menghentikan aktifitasnya memasang selang infus ditangan Elin. Arya sekali lagi menatap wajah Elin, pantas saja sejak tadi dia melihat wajah gadis ini seperti Lucas, meskipun wajah cantiknya sedikit tertutup karena bibir dan pipi yang sedikit bengkak dan membiru, belum kedua bola matanya yang nampak besar karena habis menangis.
"Sejak kapan Lucas punya adik tiri, setahu gue Lucas tidak memiliki adik," gerundel Arya tetapi masih bisa di dengar oleh Lexi. Kamu tanyakan saja pada sepupu kamu, aku hanya menjalankan tugas saja. Setelah mendapatkan imbalan aku tidak ada hubungan lagi dengan kucing kampung itu," sela Lexi yang mendengan ucapa Arya.
"Aku tidak akan menanyakanya pada Lucas atau pun Philip, karena aku sudah tahu jawaban dari anak itu, dia tidak ada bedanya dengan Philip yang selau berkuasa. Mungkin aku akan mencari tahu sendiri siapa sebenarnya Elin ini. Kasihan dia harus memiliki kakak tiri seperti Lucas," jawab Arya dengan menatap wajah menyedihkan sepupunya itu. Yah kalau Lucas adalah sepupu Arya, berati Elin juga adik sepupunya juga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Runa💖💓
😭😭😭😭😭
2022-12-20
1
Wina Yuliani
gasszzzkeun dok. cari tau kebenaran tentang keluarga sepupumu 💪
2022-10-03
2