20. Tidur Bersama

"Istri anda mengalami syok dan hipotermia. Nyonya terlalu lama berada di tempat yang dingin. Dan juga, Beliau cukup terguncang dengan kejadian yang dialaminya."

"Untuk sementara jangan dulu keluar rumah. Jendela kamar juga sebaiknya tidak dulu dibuka, karena khawatir paparan angin dari luar memperparah kondisinya."

"Pastikan Beliau tetap berada di tempat yang hangat. Anda juga bisa memakaikan beberapa lapis sweater guna mempercepat pemulihan. Tidak perlu khawatir, kondisi Nyonya masih bisa diselamatkan. Beruntung daya tahan tubuhnya cukup kuat."

Gibran berdiri menatap jendela besar di hadapannya. Hari sudah sangat malam, dokter juga baru pulang beberapa saat yang lalu. Raut Gibran terlihat tenang seperti biasa. Tangannya menyusup di kedua saku celana.

Suasana berangsur sepi dikarenakan para pelayan sudah kembali ke paviliun. Hanya ada penjaga yang bertugas bergantian siang dan malam, juga dirinya yang mematung sendirian.

Sementara Maria, wanita itu belum sadarkan diri sejak ia pingsan sore tadi, tepat di pelukannya.

"Tuan." Nick keluar dari lift. Ia baru saja kembali dari lobi, mengantar dokter yang sebelumnya memeriksa Maria.

"Cari tahu mengapa Moru bisa keluar dari kandang." Gibran berucap datar.

"Sudah, Tuan. Moru keluar saat petugas memberi makan dan lupa menutup pintu kandangnya."

Suara decakan keluar dari mulut Gibran. Ia mengeluarkan tangannya dari saku. "Pecat dia dan carilah pengurus lain. Aku tidak suka kelalaian dalam bentuk apa pun."

Setelah itu Gibran pergi meninggalkan Nick yang menghela nafas berat. Lagi-lagi ia harus mencari pegawai baru karena ketidakpuasan Gibran.

Gibran yang hendak ke ruang kerja seketika berhenti saat melewati kamar Maria. Ia menatap sejenak pintunya yang tertutup. Bayangan wanita itu yang gemetar kedinginan serta matanya yang menyorot takut berkeliaran di kepala Gibran.

Tentu saja semuanya pasti karena Moru. Entah bagaimana Maria bisa lepas dari kejaran harimau putih itu.

"Dasar ceroboh," maki Gibran pelan.

Menurutnya, Maria yang memutuskan berjalan-jalan sendiri tanpa ditemani pelayan adalah tindakan yang ceroboh. Terakhir kali wanita itu melakukannya dia hampir mati di kolam renang, dan sekarang nyawanya nyaris melayang diterkam harimau.

Gibran menghela nafas, ia membuka pintu kamar Maria lalu menutupnya lagi. Kakinya melangkah mendekati ranjang besar di tengah ruang. Di atasnya Maria berbaring dengan beberapa lapis selimut tebal dan baju hangat.

Wanita itu tertidur damai. Selang infus dan oksigen menempeli tangan serta hidungnya yang bernafas tenang. Entah apa yang tengah Gibran lakukan. Ia berdiri bersidekap di samping ranjang dengan mata lurus menatap Maria.

Beberapa menit Gibran bertahan dalam posisinya. Hingga saat ia berbalik berniat keluar kamar, sesuatu merangkam jemarinya dengan lemah.

Ia menoleh, menunduk pada tangannya yang digenggam Maria.

"Koko ..." Maria berbisik lirih, hampir tak terdengar.

"Jangan pergi," lanjutnya lagi.

"Aku takut. Harimau itu ..."

Maria tak melanjutkan perkataannya. Matanya yang sempat menyorot sayu kembali terpejam rapat. Apa wanita itu mengigau?

Perlahan Gibran mendekat. Mulanya ia berniat melepaskan genggaman Maria. Alih-alih terlepas, Maria malah mengeratkan cengkramannya pada jemari kekar milik Gibran.

Gibran menghela nafas, lelaki itu duduk di pinggir ranjang, membelakangi Maria. Ia bisa saja menarik tangannya dengan paksa. Tapi hal itu akan melukai tangan Maria yang dipasang infus.

"Dingin ..."

Lagi. Maria mengigau dengan mata terpejam. Gibran sedikit menoleh ke belakang. Ia melirik penghangat ruangan, memastikan benda itu berfungsi dengan baik.

Gibran terdiam dalam keremangan kamar Maria. Mungkin hampir dua jam lamanya lelaki itu bertahan dalam posisi duduknya yang tegap. Hingga lambat laun ia merasakan matanya memberat.

Sekali lagi Gibran menoleh pada Maria. Wanita itu terlihat pulas, tapi entah kenapa tangannya tak juga mau lepas.

Mungkin karena merasa tidak tahan, Gibran pun merebahkan dirinya di samping Maria. Alhasil mereka tidur berdampingan, tanpa jarak, dengan tangan yang saling bertautan.

"Dingin ..." Maria kembali mengingau.

Wanita itu sedikit menggeliat seolah tak nyaman. Namun Gibran yang tak peduli hanya menatapnya tak acuh. Hingga beberapa saat kemudian Maria memiringkan tubuhnya ke arah Gibran, melingkarkan tangannya yang bebas memeluk pinggang Gibran.

Kontan tubuh lelaki itu menegang. Ia tak jadi memejamkan mata lantaran terkejut. Gibran menunduk, melihat tangan kurus yang terbalut berlapis-lapis sweater itu.

Nafasnya terhela panjang. Ia menatap langit-langit kamar tanpa ekspresi. Mencoba membiasakan diri kendati tubuhnya berbaring kaku.

Seolah belum cukup menguji kesabaran Gibran, kini kepala Maria berbaring di atas dadanya.

Mata Gibran memejam rapat, mencoba tak peduli dengan apa pun yang dilakukan Maria. Wanita itu sedang tidur. Setelah bangun, Gibran yakin dia akan menjerit dan menggerutu menyesali perbuatannya.

Kenapa ia tidak langsung ke ruang kerja saja? Kenapa harus mampir kemari?

Pertanyaan-pertanyaan itu berputar dalam kepala Gibran hingga ia terpejam, menyusul Maria ke alam mimpi.

***

Gibran membuka matanya perlahan. Ia berkedip menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya. Hal pertama yang ia lihat adalah pemandangan wajah pucat Maria yang hanya berjarak beberapa senti darinya.

Tanpa sadar ia mengamati wajah itu dengan seksama. Menyusuri permukaan kulitnya yang bersih seolah tanpa pori.

Gibran menatap Maria lama. Hingga ia tersadar lengan atasnya terasa pegal. Rupanya kepala Maria berbaring di sana. Dan yang paling membuatnya heran, sejak kapan ia membalas pelukan Maria?

Perlahan Gibran mengangkat tangannya, melepas rangkulannya dari pinggang Maria. Ia juga menyingkirkan kepala wanita itu dengan hati-hati.

Gibran pun bangun dan menurunkan kakinya, duduk di pinggir ranjang sembari memijat kepala. Keningnya sedikit berkerut entah memikirkan apa. Di sela kegiatannya, ia justru dihadapkan dengan kedatangan Marta dan Laura yang tiba-tiba memasuki kamar Maria.

Mereka nampak terkejut melihat keberadaannya. Keduanya saling melirik satu sama lain.

Gibran bangkit berdiri. Masih dengan raut datarnya ia berjalan mendekati pintu, melewati Marta dan juga Laura yang seketika menunduk dalam seraya menyapa hormat.

Setelah Gibran keluar, Laura mengangkat kepalanya dengan raut kebingungan yang tak bisa disembunyikan.

Ia berkedip, "Apa semalam Tuan tidur di sini?"

Laura menoleh pada Marta, namun tak mendapati keberadaan wanita tua itu. Rupanya sang kepala pelayan sudah lebih dulu berjalan mendekati ranjang Maria.

Spontan Laura pun mengekor dengan tergesa.

"Dilihat dari penampilannya, sepertinya Tuan memang tidur di sini semalam. Saya yakin betul kemeja itu yang dipakainya kemarin. Bukan begitu, Bu Marta?"

Marta yang tengah memulai pekerjaannya— mengecek segala keperluan Maria seperti yang selalu ia lakukan setiap hari, hanya memasang raut tenang tak berarti.

"Bu Marta?"

"Berhenti mengoceh dan mulailah bekerja. Tidak ada gunanya juga kamu penasaran."

Laura mengerucut. Diam-diam ia menggerutu, "Dasar nenek-nenek. Tidak bisakah dia santai sejenak saja? Yang ada dalam pikirannya bekerja, bekerja, dan bekerja."

Marta tak peduli. Ia tetap fokus dengan kesibukannya. Berbeda dengan Laura yang masih setia berdiri di pinggir ranjang. Ia menunduk menatap Maria yang tertidur pulas. Hingga tak lama kemudian wanita itu mengerjap membuka matanya.

Mata Laura berubah berbinar, "Nyonya sudah bangun? Apa yang Anda rasakan sekarang? Apakah masih dingin?"

Mendengar Laura yang berseru, Marta yang tengah berada di ruang wardrobe pun tunggang langgang mendekat. Tak jauh berbeda dengan Laura, ia pun menanyakan hal yang sama.

Maria mulai membuka bibirnya dengan sedikit usaha. Mungkin karena terlalu lama tak sadarkan diri ia jadi kesulitan bicara.

"A-Aku ... tidak apa-apa. Tubuhku sudah jauh lebih hagat."

"Benarkah? Benar dugaan saya. Tuan pasti memeluk Nyonya semalaman!"

Laura meringis saat Marta menginjak kakinya. Wanita baya itu tersenyum memohon maklum. Sementara Maria, ia sedikit mematung mendengar perkataan Laura.

Gibran? Lelaki itu memeluknya? Jadi semalam bukan mimpi?

Lalu ciuman kemarin. Apakah itu juga nyata?

Terpopuler

Comments

GuGuGaGa_90

GuGuGaGa_90

yak² yeayyyy

2023-09-13

0

𝐋α◦𝐒єησяιтꙷαᷜ 🇵🇸🇮🇩

𝐋α◦𝐒єησяιтꙷαᷜ 🇵🇸🇮🇩

biasanya cwo yg kek Ghibran ituuu klo udah bucin akut lohhhh

2023-09-04

0

Icye Anun

Icye Anun

Hmm... Tp akhir nya kata cinta bangat sebelumnya tp dlm dlm sebelum akhir di sin8 nmok sgt ke terpaksaannya. Aku rasa Gibran x cinta nama & hanya memenuhi rasa bersalah atas kejadian silam saja.

2023-08-26

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pilu di Balik Hujan
2 2. Menikah dengan Kakak Ipar
3 3. Tempat Asing
4 4. Tangis Kerinduan
5 5. Buku Bersampul Biru
6 6. Tenggelam dalam Kegelapan
7 7. Salah Paham
8 8. Sulit Dimengerti
9 9. Ruang Spa
10 10. Oleh-oleh dari Paris
11 11. Jeruk Makan Jeruk
12 12. Elusif
13 13. Pelukan
14 14. Sisi Lain Gibran
15 15. Tamu tak Diduga
16 16. Perhatian Gibran
17 17. Rayan dan Gibran
18 18. Labirin Berbahaya
19 19. Pagutan Hangat
20 20. Tidur Bersama
21 21. Crazy Rich
22 22. Saling Mendekat
23 23. Tamu dari Jepang
24 24. Intimate
25 25. Totality Kiss
26 26. Awkward
27 27. Blue Shappire
28 28. Special Earrings
29 29. Someone and Incident
30 30. Reality
31 31. Sweet and Closer
32 32. Swing
33 33. Sky Dinner
34 34. Valencia's Boyfriend
35 35. Complicated
36 36. Rumors
37 37. Maid
38 38. Escapement
39 39. Persuasion
40 40. Fearful
41 41. Eschew
42 42. Indignation
43 43. Conversation
44 44. Consequence
45 45. Husband's Role
46 46. Concession
47 47. Pasar Buah
48 48. Something in Forest
49 49. Blue Lake
50 50. Complementary
51 51. Grandfather
52 52. Family Destruction
53 53. Rustling Gym
54 54. Something in the Past
55 55. Changed
56 56. Hesitated
57 57. Soft and Cuddly [18+]
58 58. Little Things
59 59. Elevator
60 60. His Claim
61 61. Meet After a Long Time
62 62. Bad Offer
63 63. Encounter
64 64. Incursion
65 65. Maria's Concerns
66 66. Bedroom Talk
67 67. Jealousy
68 68. That Woman
69 69. Publication [18+]
70 70. Pair Happiness
71 71. Bagas and His Reality
72 72. Fact in Past
73 73. Emergency
74 74. Maria's Afraid
75 75. Affection
76 76. Imagination
77 77. Hasty Tasty [18+]
78 78. Odd Message [18+]
79 79. Hot Ice Cream [18+]
80 80. Man in Slumber [18+]
81 81. Voyage (Go to New York)
82 82. Instability Hearts
83 83. Presumption
84 84. Weird Feeling
85 85. Maria's Behavior
86 86. Longing and Passion [18+]
87 87. Rendezvous
88 88. Homeward
89 89. Pregnancy
90 90. Cooking Night
91 91. Cravings
92 92. Morning Call
93 93. Brothers Secret
94 94. Punishment
95 95. Reminder
96 96. Monster
97 97. Long in Danger
98 98. Bloody Gloom
99 99. Miss and Mission
100 100. One of the Past
101 101. Come Back
102 102. Storm Closer
103 103. Gibran's Attempted
104 104. Missed Touch [18+]
105 105. Tragedy of Night
106 106. Solace [18+]
107 107. Gibran's Secrecy
108 108.
109 109. warning 18+
110 110. warning 18+
111 111.
112 112. Jakarta
113 113. Ceriosity
114 114. Attached Feeling
115 115. In the Light of
116 116. Say Love [18+]
117 117. Intricacy
118 118. The Treasure
119 119. A Wise for Husband
120 120. Two-sided
121 121. Cares
122 122. Indignant
123 123. A Piece of Memory
124 124. Apology
125 125. A Familiar Bag
126 126. Machination
127 127. Scream on Fire
128 128. Outrage
129 129. A Guilt
130 130. Bleeding Night
131 131. Why Always Me?
132 132. His Slip
133 133. Whiny Teary
134 134. Not Say but Do
135 135. Was Astonished
136 136. A S**t Restrictions
137 137. Claret
138 138. Heartache
139 139. Melancholy
140 140. Vengeance
141 141. A Dream
142 142. Small Talk
143 143. M and G
144 144. Rentwine
145 145. A Collapse
146 146. Meet the Ex
147 147. Disclosed
148 148. Falseness
149 149. Distant by Nigh
150 150. Flights at Night
151 151. Decide on Engagement
152 152. The Lost Thing
153 153. Undermine
154 154. Infect
155 155. Revenge
156 156. Terror
157 157. Chasing on the Road
158 158. A Necklace
159 159. Wrecked
160 160. Distress
161 161. Sugary
162 162. Preliminary
163 163. A Danger
164 164. Misdirected
165 165. Hope and Dismay
166 166. Hounding Hunt
167 167. Trapping
168 168. Seek in Chase
169 169. Take a Pain
170 170. Bidder
171 171. Return of Memory
172 172. FLASHBACK : The Beginning of Love
173 173. FLASHBACK : Elegy of Twilight
174 174. Mastermind
175 175. Be Over
176 176. Paid Off : Downfall of the Willis Family
177 177. Honesty and Misery
178 178. Beautiful Place for Sandra
179 179. Heroine : Goodness in the Dark
180 180. Finally : The Real Family
181 181. Regret : Our Promise
182 182. Recluse : Misunderstanding
183 183. Broken: When Love is Forced Out
184 184. Wicked : Wounds that Breed Cruelty
185 185. New Life : Harmony
186 186. Silly and Desire
187 187. Whises and Denial
188 188. Surprised : Our Blessing
189 189. Ending : Happy Pleasure
190 190. Heaven : Beautiful Destiny of Sandra and Abhi
191 Short Story : Alisandra
192 Calibra : Rasa yang Tertunda
193 AFTER HIS PURPOSE
194 Karya Baru
195 Karya Baru 2
196 AFTER HIS PURPOSE 2
197 Info Sekuel
Episodes

Updated 197 Episodes

1
1. Pilu di Balik Hujan
2
2. Menikah dengan Kakak Ipar
3
3. Tempat Asing
4
4. Tangis Kerinduan
5
5. Buku Bersampul Biru
6
6. Tenggelam dalam Kegelapan
7
7. Salah Paham
8
8. Sulit Dimengerti
9
9. Ruang Spa
10
10. Oleh-oleh dari Paris
11
11. Jeruk Makan Jeruk
12
12. Elusif
13
13. Pelukan
14
14. Sisi Lain Gibran
15
15. Tamu tak Diduga
16
16. Perhatian Gibran
17
17. Rayan dan Gibran
18
18. Labirin Berbahaya
19
19. Pagutan Hangat
20
20. Tidur Bersama
21
21. Crazy Rich
22
22. Saling Mendekat
23
23. Tamu dari Jepang
24
24. Intimate
25
25. Totality Kiss
26
26. Awkward
27
27. Blue Shappire
28
28. Special Earrings
29
29. Someone and Incident
30
30. Reality
31
31. Sweet and Closer
32
32. Swing
33
33. Sky Dinner
34
34. Valencia's Boyfriend
35
35. Complicated
36
36. Rumors
37
37. Maid
38
38. Escapement
39
39. Persuasion
40
40. Fearful
41
41. Eschew
42
42. Indignation
43
43. Conversation
44
44. Consequence
45
45. Husband's Role
46
46. Concession
47
47. Pasar Buah
48
48. Something in Forest
49
49. Blue Lake
50
50. Complementary
51
51. Grandfather
52
52. Family Destruction
53
53. Rustling Gym
54
54. Something in the Past
55
55. Changed
56
56. Hesitated
57
57. Soft and Cuddly [18+]
58
58. Little Things
59
59. Elevator
60
60. His Claim
61
61. Meet After a Long Time
62
62. Bad Offer
63
63. Encounter
64
64. Incursion
65
65. Maria's Concerns
66
66. Bedroom Talk
67
67. Jealousy
68
68. That Woman
69
69. Publication [18+]
70
70. Pair Happiness
71
71. Bagas and His Reality
72
72. Fact in Past
73
73. Emergency
74
74. Maria's Afraid
75
75. Affection
76
76. Imagination
77
77. Hasty Tasty [18+]
78
78. Odd Message [18+]
79
79. Hot Ice Cream [18+]
80
80. Man in Slumber [18+]
81
81. Voyage (Go to New York)
82
82. Instability Hearts
83
83. Presumption
84
84. Weird Feeling
85
85. Maria's Behavior
86
86. Longing and Passion [18+]
87
87. Rendezvous
88
88. Homeward
89
89. Pregnancy
90
90. Cooking Night
91
91. Cravings
92
92. Morning Call
93
93. Brothers Secret
94
94. Punishment
95
95. Reminder
96
96. Monster
97
97. Long in Danger
98
98. Bloody Gloom
99
99. Miss and Mission
100
100. One of the Past
101
101. Come Back
102
102. Storm Closer
103
103. Gibran's Attempted
104
104. Missed Touch [18+]
105
105. Tragedy of Night
106
106. Solace [18+]
107
107. Gibran's Secrecy
108
108.
109
109. warning 18+
110
110. warning 18+
111
111.
112
112. Jakarta
113
113. Ceriosity
114
114. Attached Feeling
115
115. In the Light of
116
116. Say Love [18+]
117
117. Intricacy
118
118. The Treasure
119
119. A Wise for Husband
120
120. Two-sided
121
121. Cares
122
122. Indignant
123
123. A Piece of Memory
124
124. Apology
125
125. A Familiar Bag
126
126. Machination
127
127. Scream on Fire
128
128. Outrage
129
129. A Guilt
130
130. Bleeding Night
131
131. Why Always Me?
132
132. His Slip
133
133. Whiny Teary
134
134. Not Say but Do
135
135. Was Astonished
136
136. A S**t Restrictions
137
137. Claret
138
138. Heartache
139
139. Melancholy
140
140. Vengeance
141
141. A Dream
142
142. Small Talk
143
143. M and G
144
144. Rentwine
145
145. A Collapse
146
146. Meet the Ex
147
147. Disclosed
148
148. Falseness
149
149. Distant by Nigh
150
150. Flights at Night
151
151. Decide on Engagement
152
152. The Lost Thing
153
153. Undermine
154
154. Infect
155
155. Revenge
156
156. Terror
157
157. Chasing on the Road
158
158. A Necklace
159
159. Wrecked
160
160. Distress
161
161. Sugary
162
162. Preliminary
163
163. A Danger
164
164. Misdirected
165
165. Hope and Dismay
166
166. Hounding Hunt
167
167. Trapping
168
168. Seek in Chase
169
169. Take a Pain
170
170. Bidder
171
171. Return of Memory
172
172. FLASHBACK : The Beginning of Love
173
173. FLASHBACK : Elegy of Twilight
174
174. Mastermind
175
175. Be Over
176
176. Paid Off : Downfall of the Willis Family
177
177. Honesty and Misery
178
178. Beautiful Place for Sandra
179
179. Heroine : Goodness in the Dark
180
180. Finally : The Real Family
181
181. Regret : Our Promise
182
182. Recluse : Misunderstanding
183
183. Broken: When Love is Forced Out
184
184. Wicked : Wounds that Breed Cruelty
185
185. New Life : Harmony
186
186. Silly and Desire
187
187. Whises and Denial
188
188. Surprised : Our Blessing
189
189. Ending : Happy Pleasure
190
190. Heaven : Beautiful Destiny of Sandra and Abhi
191
Short Story : Alisandra
192
Calibra : Rasa yang Tertunda
193
AFTER HIS PURPOSE
194
Karya Baru
195
Karya Baru 2
196
AFTER HIS PURPOSE 2
197
Info Sekuel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!