16. Perhatian Gibran

"Makan yang banyak. Papa lihat kamu kurusan."

Maria mengangguk dan tersenyum. Hari ini ia sangat senang. Perasaannya lega karena ditemani sang ayah. Berhari-hari ia menanggung sepi dalam kesendirian. Terkurung di tempat asing tanpa tahu harus berbuat apa.

Maria kembali menyuap makan malamnya dengan lahap. Nafsu makannya mendadak meningkat setelah kedatangan Rayan yang tak disangka-sangka.

"Papa menginap, 'kan?" tanya Maria setelah menelan kunyahannya.

Rayan yang tengah mengaduk isi piring, menghentikan sejenak gerakannya. Ia mendongak, tersenyum merespon pertanyaan Maria. Kepalanya mengangguk, "Iya. Papa menginap."

Rayan mengatakannya dengan nada biasa. Namun, jika diteliti lebih dalam, tatapannya mengandung penuh makna.

Hal itu tidak disadari Maria. Ia bersorak gembira karena malam ini tak akan kesepian dan ketakutan lagi. Sang ayah akan menemaninya hingga gelap menyingsing.

"Bu Marta, Ko Gibran belum pulang juga?"

Marta yang sejak tadi berdiri tak jauh darinya, menunduk meminta maaf. "Maaf, Nyonya. Sepertinya malam ini Tuan tidak pulang. Beberapa saat lalu Nick memberi kabar bahwa mereka ada perjalanan dinas luar negeri. Mungkin sekitar 2 atau tiga hari Tuan akan kembali," jelasnya.

"Begitu?" gumam Maria.

Ia menatap tak enak pada Rayan. Seharusnya pria itu mendapat sambutan dari suaminya. Hal itu sewajarnya dilakukan Gibran sebagai tuan rumah.

Rayan yang mengerti perasaan putrinya pun melempar senyum hangat penuh wibawa. Ia usap kepala Maria dengan sayang. "Tak apa. Tujuan Papa kemari untuk bertemu kamu. Lagipula kami sering berjumpa dalam beberapa pertemuan kerja. Malah sekarang Papa lebih sering bertemu dengannya ketimbang kamu. Sampai bosan rasanya."

"Oya, tasnya sudah kamu terima, 'kan?" lanjut Rayan bertanya sekaligus mengalihkan pembicaraan.

"Sudah. Tasnya cantik. Maria suka. Makasih, Papa ..."

"Sama-sama. Nah, gitu dong senyum. Anak Papa cantik kalau senyum. Bidadari saja kalah."

Maria memukul manja lengan ayahnya. Bibirnya mengerucut malu. "Papa jangan gombal. Di sini banyak orang," bisik Maria. Matanya sedikit melirik ke arah para pelayan yang berdiri di sisi ruangan.

"Lho, gak apa-apa dong. Biarkan mereka melihat keharmonisan kita. Jadi mereka bisa tahu harus berurusan dengan siapa jika berani macam-macam sama kamu."

"Papa, pelayan di sini baik-baik. Saking baiknya Maria disuruh makan setiap jam."

"Benarkah? Lalu kenapa kamu malah terlihat kurus?" tanya Rayan dengan raut sedikit datar.

Maria meringis. Ia menggaruk pelipisnya ragu. Bagaimana tidak kurus, selama di sini Maria lebih banyak berpikir ketimbang makan. Tapi Maria tak akan mengatakan itu pada Rayan. Bisa-bisa sang ayah khawatir dan berujung melempar kemarahan pada Gibran.

Bagaimana pun Maria masih memiliki rasa iba pada suaminya itu. Ia tidak mau Gibran terkena imbas di saat Maria sendiri sadar bahwa pria itu merupakan korban dalam pernikahan ini.

Benar. Gibran adalah korban. Tidak sepantasnya Maria bertindak semena-mena pada lelaki itu. Jika bukan karena Gibran yang rela menikahinya di saat terdesak, mungkin saat ini ia sedang sedih melihat ayahnya terpuruk karena terancam bangkrut.

Maria tersenyum, "Papa, jika Maria makan setiap jam, nanti Maria gendut."

"Malah bagus. Lucu. Papa belum pernah lihat kamu gendut sedari kecil. Kecuali saat bayi."

Maria manyun. "Lucu dari mananya? Yang ada nanti jadi bahan ejekan."

Kali ini Rayan yang tersenyum. Tangannya terulur mengusap kepala Maria, sedikit menggasak rambutnya hingga berantakan. Ia tak menghiraukan protes Maria yang kesal.

"Mau kamu gendut atau kurus, kamu tetap anak Papa. Di mata Papa kamu cantik dalam kondisi apa pun," pungkasnya sebelum menyuruh Maria melanjutkan makan.

Sementara Maria menggeleng tersenyum geli. Jelas orang tua mana pun akan mengatakan hal seperti itu.

***

"Papa, sebenarnya ini daerah apa? Kenapa Papa sampai pakai helikopter?" tanya Maria yang tengah bergelayut manja, bersandar memeluk tubuh sang ayah di ruang keluarga.

Rayan tersenyum, menunduk sejenak mengusap rambut Maria, lalu kembali fokus menatap televisi di depan mereka. "Papa pakai helikopter karena ingin pamer."

"Apa?" Maria mendongak tak percaya.

Rayan terkekeh. "Ya ... sekali-kali Papa juga ingin menyombongkan diri pada menantu Papa yang kaya raya."

Maria mengerucut, ia kembali menyandarkan kepalanya di dada Rayan. "Bohong. Papa bukan orang yang suka pamer. Pasti daerah ini terlalu jauh hingga Papa lewat jalur udara. Koko juga begitu kalau mau ke luar kota. Katakan, sebenarnya ini di mana?"

Hening. Rayan tak langsung menjawab pertanyaan Maria. Ayahnya itu nampak sangat fokus menatap channel berita di TV. Atau hanya pura-pura fokus?

"Papa!" tegur Maria geregetan. "Jawab! Papa pasti tahu ini di mana. Kalau tidak, tidak mungkin Papa bisa sampai di sini menemui Maria."

Rayan menghela nafas. "Bukan Papa tak ingin menjawab. Tapi, ada saatnya nanti kamu tahu," gumam lelaki itu dengan mata menatap lurus ke depan.

Sebenarnya apa yang Rayan dan Gibran sembunyikan? Apa yang tidak Maria ketahui di sini?

Memikirkan hal itu, rasanya Maria jadi frustasi sendiri. Ia merasa menjadi orang paling bodoh sedunia.

Tok, tok, tok.

"Nyonya?"

Maria melongokkan kepala ke arah pintu. Laura berdiri di sana, masih dengan seragam pelayannya.

"Kenapa? Masuklah."

Laura masuk setelah mendapat izin dari Maria. Ia pun berjalan menghampiri sang nyonya yang tengah bermanja bersama ayahnya.

Laura membungkuk sejenak, kemudian ia menatap Maria. "Nyonya, bunga yang siang tadi Nyonya minta sudah saya simpan di kamar. Gaun-gaun Nyonya juga sudah saya tata sesuai warna, persis seperti yang Nyonya inginkan. Jika berkenan, Nyonya bisa memeriksanya sekarang. Siapa tahu ada yang membuat Nyonya kurang puas."

Maria mengangguk, "Ya sudah, terima kasih, Laura. Tidak perlu, saya percaya kamu. Sekarang pulanglah, ini sudah sangat malam. Maaf karena membuatmu terlambat dari biasanya," ucapnya tak enak hati. Rautnya menyiratkan penyesalan karena telah membuat pelayan pribadinya bekerja lebih.

Laura menggeleng rikuh, "Tidak apa-apa, Nyonya. Ini sudah menjadi tugas saya. Saya sangat senang bisa melayani Nyonya. Tolong jangan berterimakasih."

Maria tersenyum, menatap hangat gadis itu. Hingga Laura tak kuasa menahan haru dalam hati. Berapa banyak ia bersyukur dengan kebaikan Maria. Perempuan itu seakan menebar aura cerah pada Mansion yang semula kelabu tanpa jiwa.

"Saya sangat terbantu, tentu saya harus berterimakasih."

"Nyonya ..."

Melihat Laura yang lagi-lagi hampir menangis, Maria segera mengibaskan tangan. Entah berapa kali gadis itu bersikap berlebihan. Sepertinya, hatinya memang sembut pantat bayi.

"Sudah. Sana pulang. Sebagai hadiah kamu bisa membawa tas itu."

Laura berkedip. "Ta-Tas? Tas apa, Nyonya?"

Maria menggeser matanya tak acuh ke arah TV. "Saya tahu kamu sangat tertarik dengan tas kecil yang ada di pojok lemari. Ambillah kalau suka."

Laura membelalak. Rasa malu seketika muncul merayapi dirinya. Ia tak menyangka ternyata diam-diam Maria memperhatikannya. Ini memalukan. Rasanya Laura ingin mengubur wajahnya saat ini juga.

"Nyonya ... saya tidak bermaksud. Maaf atas kelancangan saya ..." ujarnya bergetar.

Maria memutar matanya malas. "Mau atau tidak? Kalau mau, ambil. Jangan nangis di sini. Berisik. Suara tangisanmu membuatku merinding."

"Mau! Tentu saya mau! Kalau begitu, terima kasih, Nyonya. Sebagai gantinya saya akan setia pada Nyonya sampai mati!"

"Laura, apa kamu sedang melakukan sumpah pahlawan?" tanya Maria datar.

Rayan sendiri tak bisa menahan kekehan. Ia menggeleng geli menatap interaksi putrinya dengan sang pelayan.

"Nyonya, saya memang tidak bisa bela diri. Tapi, saya pasti akan membela Nyonya jika sesuatu yang tak diinginkan terjadi!" tegas Laura yang di mata Maria malah terkesan lucu.

"Ya ya ya ... sana pulang."

Laura mengangguk patuh. "Baik, Nyonya. Sampai jumpa besok!" ucapnya setengah berseru, ceria.

Maria mengangguk, membiarkan Laura pergi dari hadapannya. Tapi sesaat kemudian ia teringat sesuatu. "Tunggu!"

"Ya, Nyonya? Anda perlu sesuatu?" Laura yang sudah sampai di ambang pintu, berbalik menatap Maria.

"Tumben lampu rumah belum dimatikan?" tanya Maria heran.

"Oh, itu? Mulai dari sekarang Tuan melarang kami mematikan lampu saat malam, Nyonya."

Seketika kening Maria berkerut. Setengah tak percaya dengan apa yang dikatakan Laura.

"Benarkah?"

Laura mengangguk. Mau tak mau Maria harus percaya. Apa ini ada hubungannya dengan malam kemarin? Entahlah. Tapi, Maria tak bisa menahan hatinya yang tiba-tiba berdesir aneh. Bolehkah ia menganggap hal ini sebagai perhatian Gibran?

"Baguslah kalau begitu. Saya jadi tidak takut lagi kalau malam."

Terpopuler

Comments

𝐋α◦𝐒єησяιтꙷαᷜ 🇵🇸🇮🇩

𝐋α◦𝐒єησяιтꙷαᷜ 🇵🇸🇮🇩

uhhhhh koko sweet betul sihhh
perhatian kecil ituuu tpi bikin yang baca juga klepek klepek haluuu.

Maria tak tau dia dimna yaak? mungkin kna pas setelah selesai pernikahan itu, dia tidur tak bangun2 sihh jadi tak tau jalan.... wkwkwk

2023-09-03

0

Marhaban ya Nur17

Marhaban ya Nur17

karakter maria nano" yyyy apa gado" ????

2023-09-01

0

fa_zhra

fa_zhra

dipake kmn tas nya laura,km ga pernah kmn2.mending buat give away readers aja😄

2023-08-01

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pilu di Balik Hujan
2 2. Menikah dengan Kakak Ipar
3 3. Tempat Asing
4 4. Tangis Kerinduan
5 5. Buku Bersampul Biru
6 6. Tenggelam dalam Kegelapan
7 7. Salah Paham
8 8. Sulit Dimengerti
9 9. Ruang Spa
10 10. Oleh-oleh dari Paris
11 11. Jeruk Makan Jeruk
12 12. Elusif
13 13. Pelukan
14 14. Sisi Lain Gibran
15 15. Tamu tak Diduga
16 16. Perhatian Gibran
17 17. Rayan dan Gibran
18 18. Labirin Berbahaya
19 19. Pagutan Hangat
20 20. Tidur Bersama
21 21. Crazy Rich
22 22. Saling Mendekat
23 23. Tamu dari Jepang
24 24. Intimate
25 25. Totality Kiss
26 26. Awkward
27 27. Blue Shappire
28 28. Special Earrings
29 29. Someone and Incident
30 30. Reality
31 31. Sweet and Closer
32 32. Swing
33 33. Sky Dinner
34 34. Valencia's Boyfriend
35 35. Complicated
36 36. Rumors
37 37. Maid
38 38. Escapement
39 39. Persuasion
40 40. Fearful
41 41. Eschew
42 42. Indignation
43 43. Conversation
44 44. Consequence
45 45. Husband's Role
46 46. Concession
47 47. Pasar Buah
48 48. Something in Forest
49 49. Blue Lake
50 50. Complementary
51 51. Grandfather
52 52. Family Destruction
53 53. Rustling Gym
54 54. Something in the Past
55 55. Changed
56 56. Hesitated
57 57. Soft and Cuddly [18+]
58 58. Little Things
59 59. Elevator
60 60. His Claim
61 61. Meet After a Long Time
62 62. Bad Offer
63 63. Encounter
64 64. Incursion
65 65. Maria's Concerns
66 66. Bedroom Talk
67 67. Jealousy
68 68. That Woman
69 69. Publication [18+]
70 70. Pair Happiness
71 71. Bagas and His Reality
72 72. Fact in Past
73 73. Emergency
74 74. Maria's Afraid
75 75. Affection
76 76. Imagination
77 77. Hasty Tasty [18+]
78 78. Odd Message [18+]
79 79. Hot Ice Cream [18+]
80 80. Man in Slumber [18+]
81 81. Voyage (Go to New York)
82 82. Instability Hearts
83 83. Presumption
84 84. Weird Feeling
85 85. Maria's Behavior
86 86. Longing and Passion [18+]
87 87. Rendezvous
88 88. Homeward
89 89. Pregnancy
90 90. Cooking Night
91 91. Cravings
92 92. Morning Call
93 93. Brothers Secret
94 94. Punishment
95 95. Reminder
96 96. Monster
97 97. Long in Danger
98 98. Bloody Gloom
99 99. Miss and Mission
100 100. One of the Past
101 101. Come Back
102 102. Storm Closer
103 103. Gibran's Attempted
104 104. Missed Touch [18+]
105 105. Tragedy of Night
106 106. Solace [18+]
107 107. Gibran's Secrecy
108 108.
109 109. warning 18+
110 110. warning 18+
111 111.
112 112. Jakarta
113 113. Ceriosity
114 114. Attached Feeling
115 115. In the Light of
116 116. Say Love [18+]
117 117. Intricacy
118 118. The Treasure
119 119. A Wise for Husband
120 120. Two-sided
121 121. Cares
122 122. Indignant
123 123. A Piece of Memory
124 124. Apology
125 125. A Familiar Bag
126 126. Machination
127 127. Scream on Fire
128 128. Outrage
129 129. A Guilt
130 130. Bleeding Night
131 131. Why Always Me?
132 132. His Slip
133 133. Whiny Teary
134 134. Not Say but Do
135 135. Was Astonished
136 136. A S**t Restrictions
137 137. Claret
138 138. Heartache
139 139. Melancholy
140 140. Vengeance
141 141. A Dream
142 142. Small Talk
143 143. M and G
144 144. Rentwine
145 145. A Collapse
146 146. Meet the Ex
147 147. Disclosed
148 148. Falseness
149 149. Distant by Nigh
150 150. Flights at Night
151 151. Decide on Engagement
152 152. The Lost Thing
153 153. Undermine
154 154. Infect
155 155. Revenge
156 156. Terror
157 157. Chasing on the Road
158 158. A Necklace
159 159. Wrecked
160 160. Distress
161 161. Sugary
162 162. Preliminary
163 163. A Danger
164 164. Misdirected
165 165. Hope and Dismay
166 166. Hounding Hunt
167 167. Trapping
168 168. Seek in Chase
169 169. Take a Pain
170 170. Bidder
171 171. Return of Memory
172 172. FLASHBACK : The Beginning of Love
173 173. FLASHBACK : Elegy of Twilight
174 174. Mastermind
175 175. Be Over
176 176. Paid Off : Downfall of the Willis Family
177 177. Honesty and Misery
178 178. Beautiful Place for Sandra
179 179. Heroine : Goodness in the Dark
180 180. Finally : The Real Family
181 181. Regret : Our Promise
182 182. Recluse : Misunderstanding
183 183. Broken: When Love is Forced Out
184 184. Wicked : Wounds that Breed Cruelty
185 185. New Life : Harmony
186 186. Silly and Desire
187 187. Whises and Denial
188 188. Surprised : Our Blessing
189 189. Ending : Happy Pleasure
190 190. Heaven : Beautiful Destiny of Sandra and Abhi
191 Short Story : Alisandra
192 Calibra : Rasa yang Tertunda
193 AFTER HIS PURPOSE
194 Karya Baru
195 Karya Baru 2
196 AFTER HIS PURPOSE 2
197 Info Sekuel
Episodes

Updated 197 Episodes

1
1. Pilu di Balik Hujan
2
2. Menikah dengan Kakak Ipar
3
3. Tempat Asing
4
4. Tangis Kerinduan
5
5. Buku Bersampul Biru
6
6. Tenggelam dalam Kegelapan
7
7. Salah Paham
8
8. Sulit Dimengerti
9
9. Ruang Spa
10
10. Oleh-oleh dari Paris
11
11. Jeruk Makan Jeruk
12
12. Elusif
13
13. Pelukan
14
14. Sisi Lain Gibran
15
15. Tamu tak Diduga
16
16. Perhatian Gibran
17
17. Rayan dan Gibran
18
18. Labirin Berbahaya
19
19. Pagutan Hangat
20
20. Tidur Bersama
21
21. Crazy Rich
22
22. Saling Mendekat
23
23. Tamu dari Jepang
24
24. Intimate
25
25. Totality Kiss
26
26. Awkward
27
27. Blue Shappire
28
28. Special Earrings
29
29. Someone and Incident
30
30. Reality
31
31. Sweet and Closer
32
32. Swing
33
33. Sky Dinner
34
34. Valencia's Boyfriend
35
35. Complicated
36
36. Rumors
37
37. Maid
38
38. Escapement
39
39. Persuasion
40
40. Fearful
41
41. Eschew
42
42. Indignation
43
43. Conversation
44
44. Consequence
45
45. Husband's Role
46
46. Concession
47
47. Pasar Buah
48
48. Something in Forest
49
49. Blue Lake
50
50. Complementary
51
51. Grandfather
52
52. Family Destruction
53
53. Rustling Gym
54
54. Something in the Past
55
55. Changed
56
56. Hesitated
57
57. Soft and Cuddly [18+]
58
58. Little Things
59
59. Elevator
60
60. His Claim
61
61. Meet After a Long Time
62
62. Bad Offer
63
63. Encounter
64
64. Incursion
65
65. Maria's Concerns
66
66. Bedroom Talk
67
67. Jealousy
68
68. That Woman
69
69. Publication [18+]
70
70. Pair Happiness
71
71. Bagas and His Reality
72
72. Fact in Past
73
73. Emergency
74
74. Maria's Afraid
75
75. Affection
76
76. Imagination
77
77. Hasty Tasty [18+]
78
78. Odd Message [18+]
79
79. Hot Ice Cream [18+]
80
80. Man in Slumber [18+]
81
81. Voyage (Go to New York)
82
82. Instability Hearts
83
83. Presumption
84
84. Weird Feeling
85
85. Maria's Behavior
86
86. Longing and Passion [18+]
87
87. Rendezvous
88
88. Homeward
89
89. Pregnancy
90
90. Cooking Night
91
91. Cravings
92
92. Morning Call
93
93. Brothers Secret
94
94. Punishment
95
95. Reminder
96
96. Monster
97
97. Long in Danger
98
98. Bloody Gloom
99
99. Miss and Mission
100
100. One of the Past
101
101. Come Back
102
102. Storm Closer
103
103. Gibran's Attempted
104
104. Missed Touch [18+]
105
105. Tragedy of Night
106
106. Solace [18+]
107
107. Gibran's Secrecy
108
108.
109
109. warning 18+
110
110. warning 18+
111
111.
112
112. Jakarta
113
113. Ceriosity
114
114. Attached Feeling
115
115. In the Light of
116
116. Say Love [18+]
117
117. Intricacy
118
118. The Treasure
119
119. A Wise for Husband
120
120. Two-sided
121
121. Cares
122
122. Indignant
123
123. A Piece of Memory
124
124. Apology
125
125. A Familiar Bag
126
126. Machination
127
127. Scream on Fire
128
128. Outrage
129
129. A Guilt
130
130. Bleeding Night
131
131. Why Always Me?
132
132. His Slip
133
133. Whiny Teary
134
134. Not Say but Do
135
135. Was Astonished
136
136. A S**t Restrictions
137
137. Claret
138
138. Heartache
139
139. Melancholy
140
140. Vengeance
141
141. A Dream
142
142. Small Talk
143
143. M and G
144
144. Rentwine
145
145. A Collapse
146
146. Meet the Ex
147
147. Disclosed
148
148. Falseness
149
149. Distant by Nigh
150
150. Flights at Night
151
151. Decide on Engagement
152
152. The Lost Thing
153
153. Undermine
154
154. Infect
155
155. Revenge
156
156. Terror
157
157. Chasing on the Road
158
158. A Necklace
159
159. Wrecked
160
160. Distress
161
161. Sugary
162
162. Preliminary
163
163. A Danger
164
164. Misdirected
165
165. Hope and Dismay
166
166. Hounding Hunt
167
167. Trapping
168
168. Seek in Chase
169
169. Take a Pain
170
170. Bidder
171
171. Return of Memory
172
172. FLASHBACK : The Beginning of Love
173
173. FLASHBACK : Elegy of Twilight
174
174. Mastermind
175
175. Be Over
176
176. Paid Off : Downfall of the Willis Family
177
177. Honesty and Misery
178
178. Beautiful Place for Sandra
179
179. Heroine : Goodness in the Dark
180
180. Finally : The Real Family
181
181. Regret : Our Promise
182
182. Recluse : Misunderstanding
183
183. Broken: When Love is Forced Out
184
184. Wicked : Wounds that Breed Cruelty
185
185. New Life : Harmony
186
186. Silly and Desire
187
187. Whises and Denial
188
188. Surprised : Our Blessing
189
189. Ending : Happy Pleasure
190
190. Heaven : Beautiful Destiny of Sandra and Abhi
191
Short Story : Alisandra
192
Calibra : Rasa yang Tertunda
193
AFTER HIS PURPOSE
194
Karya Baru
195
Karya Baru 2
196
AFTER HIS PURPOSE 2
197
Info Sekuel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!