Andreas Jonathan kembali menatap Cassandra dengan tatapan dingin, tetapi untuk mengamankan dompetnya gadis itu tetap memberanikan diri untuk mengatakan pada tuan mudanya agar membatalkan penawarannya. Mengabaikan keberadaan wakil CEO, gadis itu mendekat dan tanpa sadar memegang lengan CEO perusahaan. Melihat pemandangan itu, jantung Alexander seakan berhenti berdetak, karena laki-laki itu jika tuan mudanya phobia dengan sentuhan orang asing, apalagi saat ini Cassandra hanya sekretaris eksekutifnya.
"Tuan muda.. kasihani saya tuan muda.. Gaji saya sebagai karyawan baru berapa sih.. saya tidak akan mampu untuk membeli pakaian dalam butik itu, meskipun saya harus membayar dengan cara mengangsur. kebutuhan hidup saya masih banyak tuan muda.." masih memegang tangan laki-laki itu, Cassandra merengek dan menatap Andreas Jonathan.
Alexander mengalihkan pandangan, tidak sanggup melihat tuan mudanya memarahi Cassandra. Untuk memberi tahu gadis itu, sepertinya tidak memungkinkan karena Cassandra masih dengan erat memegang lengan Andreas Jonathan. Tetapi beberapa saat menunggu, Alexander tidak mendengar kata-kata marah yang diucapkan tuan mudanya.
"Apa kamu pikir, aku mau berjalan dengan kamu yang berpakaian seperti seorang karyawan rendahan. Melihat penampilanmu kali ini, sama saja merendahkan harga diriku. Turuti perintahku, ikuti pemilik butik dan patuhi apa yang dikatakan oleh perempuan itu." dengan suara sedikit keras, Andreas Jonathan berteriak pada Cassandra. Mendengar kata-kata laki-laki itu, Alexander memberanikan diri melihat pada tuan muda dan sekretaris eksekutifnya.
"Tapi tidakkah tuan muda berpikir, jika hal ini sama saja tuan muda berlaku dholim pada saya. Tahu seperti ini, saya tidak akan mau pergi bersama dengan kalian berdua. Wasting time, and wasting money" dengan suara yang tidak kalah tingginya, Cassandra menanggapi perkataan Andreas Jonathan. Gadis itu sedikitpun seperti tidak memiliki rasa takut. Mendengar perkataan gadis itu, CEO perusahaan itu merasa terkejut, baru kali ini ada seorang gadis ingusan yang berani menantangnya. Apalagi gadis itu merupakan karyawan baru di perusahaannya.
Melihat pertengkaran member VVIP nya, pemilik butik mundur ke belakang. Wanita itu tidak ingin terbawa arus ikut terkena kemarahan dari CEO PT. Indotrex. Tbk. Dengan kekuatannya, hanya dengan ujung jarinya jika laki-laki itu berkehendak maka butiknya akan hancur berantakan. Untuk itu, menyelamatkan diri merupakan cara bijak yang harus ditempuhnya saat ini.
"Sandra.. tenangkan dirimu San.. dengar kata-kataku." tiba-tiba melihat jika keributan kecil mereka sudah menimbulkan keributan di tempat itu, akhirnya Alexander ikut bertindak.
"Urusan pengembangan dirimu dan semua fashion yang dikirimkan perusahaan ke tempatmu, tidak akan menjadi beban karyawan Sandra. Semua juga akan ditanggung oleh perusahaan, kamu mungkin sudah salah duga. Demikian juga kali ini, kamu hanya berperan malam ini untuk menemani tuan muda dan juga aku. Turuti kata-kata tuan muda, menurutlah dan ikutilah pemilik butik ini.." dengan nada pelan, Alexander melanjutkan kata-katanya.
Cassandra terdiam, dan gadis itu belum juga bergerak mengikuti pemilik butik. Pemaksaan yang dilakukan oleh kedua atasannya malam ini, betul-betul membuatnya merasa marah dan jengkel. Dengan mudahnya tuan muda Andeas Jonathan mencemooh penampilannya hari ini. Padahal jika menggunakan pengeluaran uangnya sendiri, Cassandra harus membayarnya beberapa kali angsuran.
"Cassandra mengalahlah untuk hari ini, kamu tidak mau bukan membuat tuan muda Andreas marah? Jangan khawatir sepeser uangmu tidak akan keluar, aku memahami bagaimana keadaan keuanganmu. Untuk kali ini saja, please..." melihat gadis itu yang tetap terdiam, tidak segera mengikuti apa yang diminta oleh tuan mudanya, akhirnya Alexander mencoba untuk meluluhkan hati gadis itu.
"Baik.. ini demi tuan Alex, bukan demi tuan muda yang keras hati.." tanpa melihat lagi ke arah dua laki-laki itu, Cassandra segera mengikuti pemilik butik. Alexander tersenyum melihat gadis itu akhirnya menuruti perintahnya.
*******
Pemilik butik membawa beberapa baju agar dicoba oleh Cassandra. Menuruti perintah CEO PT. Indotrex. Tbk, membuat pemilik butik merasa senang, karena mendapatkan rejeki nomplok. Untungnya hari ini, pemilik butik datang ke butik dengan membawa banyak baju koleksi barunya, yang memang sengaja dibuat limited edition. Dan ternyata, semua baju tampak cantik dan pas di tubuh Cassandra. Selain baju, pemilik butik juga memasangkan baju itu dengan tas dan sepatu, dan semuanya disiapkan untuk Cassandra.
"Nona.. kamu sangat beruntung sekali, tuan muda Andreas Jonathan sangat royal kepadamu. Dan kamu juga perlu berbangga diri, karena tuan muda sendiri yang mengantarkanmu kesini untuk memilih koleksi baju." pemilik butik mengajak bicara Cassandra, sambil melakukan fitting baju.
"Hmm.." Cassandra malas menanggapi perkatan perempuan itu. Merasa malas, akhirnya Cassandra memilih baju midi berwarna kuning gading, dan baju itu terasa pas di tubuh mungil gadis itu.
"Okay.. cantik sekali nona. Aku merasa puas.. sekarang saatnya staf butik ini untuk merapikan penampilan nona.." dengan tersenyum puas, pemilik butik melihat Cassandra yang memang sangat cantik dengan baju yang dipilihkan olehnya.
Cassandra mengikuti pemilik butik, kemudian masuk ke dalam ruangan rias. Tidak lama kemudian, wajah cantik Cassandra mulai dirias, dan rambut juga dibuat menjadi ikal bergelombang. Melihat wajahnya di cermin, Cassandra kaget melihat perubahan wajahnya sendiri. Hidungnya yang memang mancung terlihat lebih tampak mancungnya, dengan pipi tirus. Jika tidak melihat sendiri, mungkin gadis itu tidak menyadari jika wajah dalam cermin itu adalah wajahnya.
"Finished.. cantik sekali wajahmu nona.. aku yakin tuan muda Andreas Jonathan akan terpesona padamu, dan tidak akan berpaling lagi pada gadis manapun.." pemilik butik yang menunggui Cassandra dirias, memberikan apresiasi atas rapinya riasan Cassandra.
Pemilik itu kemudian mengambilkan sepatu, dan tas tangan kemudian memberikannya pada gadis itu. Semula Cassandra menolaknya, tetapi mengingat kemarahan yang ditunjukkan oleh tuan mudanya tadi, akhirnya dengan agak kesal gadis itu menerima tas dan memasang sepatu di kakinya. Setelah semua selesai,, dengan senyum mengembang di bibirnya, pemilik butik membawa Cassandra keluar dari dalam ruangan. Ketika Cassandra bermaksud untuk membereskan pakaian dan perlengkapan yang sudah diganti, pemilik butik itu melarangnya.
"Non Sandra.. tenanglah. Nanti karyawanku yang akan mengantarkan semua perlengkapanmu ke dalam mobil tuan muda.. Selamat bersenang-senang.." ucap pemilik butik itu.
Tidak banyak protes lagi, Cassandra berjalan keluar, dan menghampiri kedua laki-laki yang menunggunya sambil membuka-buka gadget di tangannya. Tampak dengan angkuhnya, Andreas Jonathan tampak menundukkan wajah, fokus pada situs yang sedang dibukanya. Merasa masih jengkel dengan CEO itu, Cassandra menghampiri Alexander yang tampak tersenyum dan terkesima dengan penampilannya.
"Sandra.. is that you.. kamu sangat cantik sekali Sandra. Really.. aku tidak berbohong padamu.." dengan mata berbinar, Alexander mengomentari penampilan Cassandra. Dengan bantuan pemilik butik, gadis itu sudah berubah menjadi orang yang baru, bahkan mengalahkan penampilan artis yang sering wara wiri di layar televisi maupun media sosial.
*********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
jalanin aja Sandra...
2023-11-21
1
anita
kan sandra dah jd bidadari dadakan
2023-07-22
0
anita
ati2 jgn sampek lampu padam ya ntar kulkasnya mencair tuch....jgn sampek mleleh tuh es batu..
2023-07-22
0