Jennifer merasa kesal karena diusir Andreas Jonathan dari ruang kerjanya, dan menyalahkan Cassandra sebagai penyebab terusirnya. Dengan muka dilipat dan wajah marah, wanita itu segera berjalan menuju lift tanpa melihat ke kanan dan kiri. Tatapan aneh dari para karyawan PT. Indotrex. Tbk. yang berpapasan dengannya, sama sekali tidak dihiraukan oleh gadis itu. Sampai di depan lift, tiba-tiba gadis itu bertabrakan dengan Didik Kepala Divisi Logistic dan Gudang perusahaan itu.
"Uppss maaf.. maaf.. aku tidak sengaja nona.." Didik meminta maaf pada gadis yang ditabraknya. Laki-laki itu sebenarnya sengaja menabrakkan dirinya pada Jennifer untuk mengenal lebih dekat pada gadis itu. Sebagai artis ibukota yang terkenal, dan banyak mendapatkan dukungan sumberdaya dari perusahaan ini, Ddiik merasa jika dia harus mengenal gadis itu.
Didik mengulurkan tangannya membantu Jennifer berpegangan. Tanpa pikir panjang, Jennifer menerima uluran tangan dari laki-laki itu, dan ketika sudah akan berdiri seperti tanpa sengaja, Didik membuat perempuan itu menjadi terpeleset. Dengan sigap, Didik menarik tubuh Jennifer dan akhirnya tubuh gadis itu jatuh ke pelukan laki-laki itu. Dengan cepat, Jennifer berusaha melepaskan diri dari pelukan Didik, dan mendorong dada Didik ke belakang.
"Sekali lagi saya minta maaf Nona.. kenalkan saya Didik, Kepala Divisi Logistic dan Gudang PT. Indotrex. Tbk." dengan senyum menawan, Didik mengulurkan tangannya untuk mengajak Jennifer bersalaman.
"Jongos saja bangga.. sekali lagi kamu berbuat kurang ajar kepadaku, aku laporkan tindakan kebejatanmu pada CEO perusahaan. Apakah kamu buta dan tidak tahu siapa aku..?" dengan mata melotot, Jennifer menghardik Didik, kemudian berjalan meninggalkan laki-laki itu.
Sepeninggalan Jennifer, Didik menatap punggung gadis itu sampai masuk ke dalam lift. Senyuman licik muncul di bibir laki-laki itu, dan sambil menganggukkan kepala, Didik berjalan kembali menuju ruang kerjanya,.
**********
Sepulang kerja, seperti biasa Cassandra segera bergegas untuk bersiap pulang. Gadis itu berencana untuk mampir di supermarket untuk mengisi kulkas dalam apartemen yang kosong. Selama tinggal di apartemen, Cassandra memang lebih mengandalkan membeli makanan cepat saji. apalagi di apartemen tersebut, sudah tersedia fasiltas food court dengan aneka menu makanan. Tetapi tiba-tiba saja, Cassandra rindu untuk makan masakan rumahan, seperti yang biasa dilakukan ketika masih kost di Yogyakarta.
"Aku harus bergegas keluar agar tidak bertemu dengan mas Herlam.. lama-lama kenapa aku jadi risih dengan kedatangannya ya. Aku tidak enak dengan security atau penghuni kamar apartemen yang lain, jika mas Herlam terlalu sering main kesana." sambil merapikan berkas, Cassandra berpikir sendiri.
Akhir-akhir ini memang kunjungan Herlambang ke apartemennya semakin sering, sehingga terkadang malah mengurangi waktu gadis itu untuk beristirahat. Tetapi mengingat, besarnya jasa baik yang ditunjukkan laki-laki itu padanya, sejak awal berada di Jakarta, Cassandra tidak sampai hati untuk mengusir laki-laki itu pergi, jika sudah berada di apartemennya. Setelah semua berkas di meja sudah rapi, komputer juga sudah mati dan dipasang password, Cassandra segera keluar dari meja kerjanya,
"Sandra.. mau pulang jugakah dirimu..?" tiba-tiba terdengar suara Alexander menyapanya dari belakang.
Cassandra berhenti dan menoleh ke belakang. terlihat Alexander sedang berjalan ke arahnya dengan Andreas Jonathan berdiri di sampingnya. Seperti biasa, tatapan dingin terlihat di mata CEO perusahaan, menunjukkan betapa rumit dan keras orangnya.
"Iya tuan Alexander.. kebetulan juga pekerjaan semua sudah selesai, dan Sandra tidak terbiasa kerja lembur. Semaksimal mungkin, semua pekerjaan diselesaikan pada jam kerja." Cassandra menjawab pertanyaan Alexander.
"Bagus dong jika begitu, kalau begitu kenapa kamu tidak pulang bersama dengan kami sekalian saja. Kebetulan kita kan satu arah, kamu masih tinggal di apartemen perusahaan bukan." tidak diduga, Alexander menawarkan pada gadis itu untuk pulang bersamanya. Padahal hari ini Cassandra berencana untuk melakukan belanja bulanan terlebih dahulu, dan juga merasa tidak enak jika harus pulang bersama dengan CEO dan wakil CEO perusahaan,.
Bukannya apa-apa, hanya saja Cassandra tidak mau semakin menjadi bully-an teman-teman kantor. Tidak melakukan apa-apa saja, dirinya selalu menjadi current topic yang menarik untuk dibicarakan.
"Tuan Alex.. mohon maaf sebelumnya ya. Kebetulan kali ini, Sandra tidak langsung untuk balik ke apartemen. Sandra memiliki rencana untuk mampir ke supermarket terlebih dahulu, pingin belanja sayur dan berbagai kebutuhan dapur lainnya. Jujur tuan.. Sandra rindu makan masakan Cassandra sendiri." sambil menundukkan wajahnya, Cassandra menanggapi tawaran yang diberikan oleh asisten pribadi CEO itu.
"Alex.. kamu ingat bukan, aku juga ingin mencari sesuatu di supermarket. Kenapa kita tidak sekalian bareng sekretaris itu untuk mencarinya." tiba-tiba Andreas Jonathan yang sejak tadi terdiam dan hanya menatap percakapan Cassandra dan Alexander, akhirnya bersuara.
Alexander terkejut, karena tidak biasanya laki-laki itu mencari sendiri barang di supermarket. Tetapi akal sehat Alexander tiba-tiba seperti menangkap sebuah sinyal, akhirnya..
"Baik tuan muda.. kita akan mencarinya secara bersama-sama. Sandra.. kamu dengar sendiri bukan.. tuan muda juga akan mencari sesuatu di supermarket. Kita bisa pergi bersama-sama, ayo.." dengan bersemangat, Alexander segera mengajak Cassandra pergi.
Gadis itu tidak bisa berkutik, setelah mengambil nafas panjang, Cassandra akhirnya berjalan mengikuti dua laki-laki itu di depannya.
********
Sesampainya di depan pintu lobby, security perusahaan membukakan pintu mobil yang biasa digunakan oleh Andreas Jonathan. Laki-laki itu masuk ke bagian mobil di belakang. Alexander segera masuk ke kursi kemudi, karena laki-laki itu yang akan mengemudikan mobil. Cassandra masih terdiam, dia bingung mau duduk dimana, apakah di depan menemani Tuan Alexander, ataukah di belakang menemani tuan muda Andreas Jonathan. Security yang tidak tahu apa rencana mereka, hanya melihat dan berpikir kenapa mobil tidak segera berjalan.
"Masuklah.. kenapa kamu hanya berdiri di lobby.." betapa terkejutnya Cassandra, tiba-tiba Andreas Jonathan membuka pintu mobil di sebelahnya duduk, dan meminta Cassandra untuk segera naik ke dalam mobil.
"Saya duduk dimana tuan muda.." dengan gugup, Cassandra bertanya pada laki-laki itu.
"Tidak bakalan bukan, aku akan menyuruhmu meringkuk duduk di bagasi mobil. Cepat naik, buang-buang waktu saja.." dengan nada tinggi, CEO perusahaan meminta Cassandra untuk segera masuk ke mobil.
Tidak mau memperpanjang masalah, Cassandra segera masuk ke dalam mobil. Andreas Jonathan menggeser tempat duduknya ke samping. Melihat kebingungan Cassandra dari kaca mobil yang ada di atasnya, Alexander tersenyum sendiri. Telrihat juga bagaimana Cassandra duduk merapat mendekati pintu, dan merasa khawatir jika sampai menyentuh tuan mudanya. Sedangkan Andreas Jonathan, laki-laki itu mulai memejamkan matanya. Tidak lama kemudian, mobil mulai meluncur pergi meninggalkan perusahaan untuk menuju ke supermarket.
*********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Littlefairy Bundle
nggak jelas deh karekter ceweknya. mulai cerita kayak berani amat. tiba2 guguo dalam keadaan begitu. please deh thor biar jelas karekternya jangan plin plan
2023-12-01
2
Sandisalbiah
Ada apa tuan muda... kenapa tiba² ingin ikutan ke supermarket..? mulai kepo dgn kegiatan Sandra ya..? 🤭
2023-11-21
1
Lutfie Wachad
Andreas sudah sedikit mencair menawari Sandra untuk bersama-sama ke supermarket sepulang kantor.
2023-11-04
0