Polemik yang berkembang di perusahaan karena hembusan isu yang disebarkan Didik akhirnya tercium oleh Andreas Jonathan dan Alexander. Tidak tanggung-tanggung, tanpa pemberi tahuan terlebih dulu, tiba-tiba Dewan Komisaris datang berkunjung ke perusahaan. Dalam keadaan mendadak, perusahaan jadi kalang kabut, karena Dewan komisaris meminta untuk dilakukan rapat mendadak. Dengan jengkel, Andreas Jonathan segera melakukan rapat mendadak, dan meminta Cassandra untuk mendampinginya dan Alexander di ruangan.
"Tuan muda Andreas Jonathan.. apakah kepemimpinanmu kali ini sudah berubah menjadi otoriter. Merubah kebijakan secara mendadak, tanpa mengadakan rapat terlebih dahulu. Jika perusahaan mengalami kerugian yang besar, apakah kamu akan berani untuk mempertanggung jawabkannya.." tiba-tiba Tuan Prayogo, salah seorang taipan yang tinggal di PIK II berbicara dengan nada tegas.
"Iya.. saya juga sudah mendengarnya. Untuk keputusan penting, tidakkah kamu lupa tuan muda.. jika semua harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Atau paling tidak mengajak kami-kami sebagai Dewan Komisaris berbicara, tidak semua kamu putuskan sendiri.." Tuan Bakri menambahkan.
Raut wajah Andreas Jonathan sudah tidak dapat dilihat, laki-laki itu menahan rasa amarah di dadanya. Untungnya disamping laki-laki muda itu, duduk Alexander yang juga menjadi moderator jalannya rapat, sehingga beberapa kali Alexander mengusap lengan Andreas Jonathan untuk menenangkannya. Di samping Alexander, Cassandra membuat notulen rapat, dan ikut berpikir alasan kemarahan dari anggota Dewan Komisaris itu.
"Sepertinya perusahaan tidak ada masalah besar, tetapi kenapa para petinggi itu merasa seperti perusahaan sudah akan bangkrut.." Cassandra berpikir sendiri. Gadis itu mencoba mengaitkan kejadian terakhir yang ada di perusahaan.
"Apakah ada hubungannya dengan pak Didik.. yang diminta untuk berganti supplier. Jika hanya karena alasan sepele itu, untuk apa pak Didik sampai sekeras itu bertahan.. jangan-jangan.." muncul pikiran buruk dalam otak Cassandra. Tetapi gadis itu tetap memilih diam, karena bukan saatnya kali ini dia harus berbicara.
Setelah anggota Dewan Komisari menyatakan pernyataannya, sebagai moderator Alexander meminta Andeas Jonathan untuk berbicara. Tidak disadari oleh Cassandra, ternyata tangan laki-laki itu memegang lengannya, dan menganggukkan kepala. Cassandra menterjemahkan perlakuan tuan mudanya itu untuk meminta dukungannya, dan Cassandra juga mengangguk perlahan.
"Okay sebagai CEO perusahaan karena hasil RUPS, dan sebagai pemegang saham terbesar pada perusahaan ini, saya akan mengklarifikasi tuduhan yang sangat jelas disampaikan oleh Tuan Bakri dan tuan Prayogo. Masukan yang lain, karena bersikap netral dan untuk kebaikan perusahaan akan langsung saya terima. Sebelum tuan-tuan menghujat apa yang ditempuh perusahaan, hendaknya tuan-tuan juga belajar tentang untung dan rugi dari sebuah keputusan. Bukankah hal ini karena terkait dengan penggantian supplier bukan.." dengan nada sarkasme, Andreas Jonathan menanggapi hujatan dari para anggota Dewan.
"Untuk apa kita hanya bertahan dengan satu supplier, yang dengan gilanya mereka mempermainkan harga seenaknya tanpa memberikan kita kesempatan untuk berbicara. Cassandra.. bantu jelaskan pada anggota Dewan Komisaris.." dengan nada tegas, Andreas Jonathan melemparkan tanggapan pada Cassandra,
Para anggota Dewan menjadi berbisik-bisik, dan dua orang yang bersuara keras tadi terlihat merah padam mukanya menahan marah. Mereka tidak menduga, jika CEO perusahaan mengetahui hal apa yang sedang mereka diskusikan saat ini. Sedangkan Cassandra juga merasa kaget, bukannya Tuan Alexander yang dilimpahkan wewenang untuk menjawabnya, malah dirinya yang diminta untuk menambahkan kata-kata yang diucapkan oleh Andreas Jonathan.
"Baiklah.. saya akan membantu untuk menambahkan pernyataan dari tuan muda Andreas Jonathan. Kepada para anggota Dewan Komisaris semuanya, mohon ijin saya untuk bicara. Switching cost jika kita berpindah supplier sangat kecil, dan itu kita bisa mensiasatinya dengan statregi digital marketing untuk memberikan edukasi pada customer. Jika kita hanya bertahan pada satu supplier yang selalu menindas kita, berarti kita tidak memiliki bargaining power pada mitra kita, untuk apa itu dipertahankan." Cassandra mulai menambahkan dukungan kata-kata untuk Andreas Jonathan.
"Eksistensi PT. Indotrex. Tbk. di depan mitra harus tetap kita jaga dan dalam posisi yang harum, karena impactnya pada peningkatan brand image perusahaan. Memberikan shock theraphy pada rekanan, yang mulai berperilaku nakal kepada kita, perlu untuk kita tunjukkan. Jangan sampai terjadi malah orang-orang kita memanfaatkan peluang merugikan perusahaan, dengan bermitra dengan rekanan kita dalam arti konotasi negatif.." kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Cassandra memunculkan keterkejutan sendiri pada Dewan Komisaris.
Bagi Prayogo dan Bakri, kata-kata yang diucapkan Cassandra seperti memberikan sindiran telak padanya. Tetapi bagi anggota Dewan Komisaris yang lain, membukakan pencerahan pada mereka. Suasana di ruang rapat utama kembali menjadi gaduh. Para peserta rapat saling berbicara sendiri-sendiri. Beberapa saat kemudian..
"Agenda yang akan dijalankan perusahaan hari ini sangat padat dan banyak. Kiranya adakah keputusan yang harus kita sepakati secara bersama-sama. Jika tidak.. silakan setujui penggantian supplier perusahaan, namun jika tidak.. saya pertaruhkan jabatan CEO saya di perusahaan ini." Andreas Jonathan kembali menegaskan pembicaraan.
"Dan yang perlu kita ingat secara bersama, saya akan menugaskan Tim Investigasi Khusus untuk pencarian rekanan baru, dan juga untuk menyeldiki apa penyebab rekanan kita menaikkan harga dengan seenaknya. Jika memang terbukti, ada anggota karyawan kita yang melakukan bad practice, maka saya tidak akan segan-segan untuk memberikan punishment pada karyawan tersebut.." kembali Andreas Jonathan menambahkan.
Suasana dalam rapat kembali ribut dan tegang, Prayogo dan Bakri terlihat tidak menyetujui perkataan terakhir yang diucapkan oleh CEO perusahaan. Sedangkan anggota Dewan komisaris yang lain, tampak menyetujui keputusan itu. Karena suasana semakin panas, akhirnya Alexander sebagai moderator rapat. memukul meja beberapa kali untuk menghentikan perdebatan yang terjadi.
"Para peserta rapat, mohon untuk mengendalikan diri. Silakan bicara satu persatu, dan tidak membuat pasar dadakan di ruangan ini." tegas Alexander dengan suaranya yang besar dan bergema di ruang sidang.
"Saya sepakat dengan pernyataan Tuan Muda Andreas, hukum seberat-beratnya untuk memberikan learning organization bagi karyawan, jika memang ditemukan ada kong ka li kong antara orang-orang kita dengan rekanan pemasok bahan baku.." Tuan Watiman menambahkan,.
Cassandra kembali membuat notulen, dan mencatat informasi-informasi penting terkait hasil rapat. Tuan Prayogo dan Tuan Bakri yang pada awal rapat terlihat ngotot akhirnya diam mengikuti keputusan rapat. Dan setelah tidak mendengar lagi ada masukan dari peserta rapat, Alexander segera mengakhiri rapat mendadak siang itu.
"Kamu sangat cerdas Sandra.. selamat bergabung dengan PT. Indotrex. Tbk.." tidak disangka, ketika Dewan Komisaris berjalan keluar meninggalkan ruangan, Tuan Watiman menepuk bahu Cassandra dan memberikan pujian pada gadis itu.
"Terima kasih pujiannya Tuan Watiman.. saya tidak seperti yang Tuan pikirkan.." dengan sopan, Cassandra menanggapi laki-laki paruh baya itu.
Dari kursinya, mata Andreas Jonathan menatap tidak suka pada Tuan Watiman ketilka mendatangi Cassandra. Alexander hanya senyum-senyum melihat reaksi laki-laki itu.
*******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
tiap ada kebalik yg mendekati Casandra tdk kamu sukai, tuan muda.. ada apa..? padahal hanya baru beberapa laki² yg dekat dgn Sandra Dan itu masih dlm batas wajar sih.. 🤔🤔
2023-11-21
2
Afrilia Zulfa
bahasa yang digunakan termasuk katagori bahasa tinggi yaa,.
2022-12-15
3
AbhiAgam Al Kautsar
nantikan peran Sandra selanjutnya di perusahaan... siapakah detak jantung mu wahai Andreas
2022-09-13
3