Pagi hari ketika tuan muda Andreas Jonathan juga tuan Alexander belum datang, Cassandra mencari pak Bachtiar di ruang kerjanya. Untungnya laki-laki paruh baya itu sudah datang, dan mengetahui jika Cassandra adalah sekretaris eksekutif CEO perusahaan, pak Bachtiar tidak keberatan menerima Cassandra. Laki-laki paruh baya itu menutup pintu ruangannya, merasa khawatir jika ada yang menguping pembicaraan.
"Saya tidak menyangka non.. jika tuan muda menceritakan pengunduran diri saya pada non Sandra. Dan maafkan bapak kemarin ya non.. karena masalah ini, bapak menjadi sedikit kalut, sampai mengabaikan pertanyaan non Sandra." berbeda dengan saat pak Bachtiar keluar dari ruang kerja CEO, kali ini laki-laki itu sangat ramah dan terlihat menghormati Cassandra.
"Tidak perlu diambil hati pak.., kemarin juga hanya spontan saja dari diri Sandra. Maaf ya pak, jika Sandra terlalu ikut campur dalam masalah ini. Jika boleh tahu pak, sebenarnya ada masalah besar apa yang sedang bapak hadapi. Mungkin jika semuanya terbuka, kami bisa memberikan solusi pada bapak.." dengan hati-hati, Cassandra menimpali pembicaraan.
Laki-laki itu terdiam sebentar, terlihat keraguan di matanya. Tetapi beberapa saat kemudian, pak Bachtiar menghembuskan nafas panjang.
"Bapak sudah terjebak non.. dan tidak bisa melepaskan diri dari jebakan itu. Sekarang bapak menyesal, dan ingin pergi jauh dari kota ini. Hal ini terjadi, karena bapak tidak menyadari usia, dan perempuan itu terlalu sering menggoda bapak. Akhirnya bapak khilaf, dan melakukan perbuatan dosa.." rupanya, Susi putri pak Bachtiar sudah memberi tahu jika kemarin Cassandra datang ke rumah. Sehingga tidak ada lagi yang ditutupi oleh laki-laki itu.
"Perempuan yang masih saudara misan dengan istri saya, saat ini menuntut bapak untuk bertanggung jawab. Makanya bapak mengajukan pengunduran diri, dengan harapan untuk mendapatkan pesangon, sehingga dapat memenuhi tuntutan itu. Sisanya akan bapak gunakan sebagai modal untuk membuka usaha." lanjut pak Bachtiar.
Cassandra terdiam, gadis itu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Baginya masalah yang dihadapi laki-laki paruh baya di depannya itu cukup pelik, dan harus hati-hati untuk memecahkannya.
"Apakah tidak ada cara lain selain mengajukan pengunduran diri pak. Kemarin saya sempat berbincang dengan istri Bapak, dan dari ekspresinya Ibu masih mengharapkan kembalinya bapak. Jika kemarin ibu marah, mungkin masih merupakan hal yang wajar pak. Istri mana sih, yang tidak akan marah sudah memberikan bantuan pada saudara, tetapi malah orang itu menghancurkan keluarganya. Bapak hanya butuh bicara berdua dengan Ibu.." Cassandra mencoba memberikan saran.
"Untuk masalah tuntutan dari gadis yang pak Bachtiar melakukan kesalahan, mungkin bisa dilihat dulu tuntutannya. Logis tidak, dan Bapak bisa menggunakan akal sehat untuk mencernanya, serta mencoba memikirkan jalan keluar, tanpa harus kehilangan pernikahan dengan Ibu.." lanjut Cassandra.
"Iya non.. bapak tadi malam juga sempat berpikir. Jujur ya non.., saudara misan istri saya itu dengan alasan hamil, mencoba untuk menekan saya. Tetapi kenapa hamilnya sudah lima bulan, dan saya hitung baru dua bulan yang lalu, bapak menidurinya.." pak Bachtiar menundukkan kepala, ketika menceritakan hal buruk dan konyol yang sudah dilakukannya.
"Saya tidak berani ikut campur dalam hal itu pak.. Mungkin bapak bisa meminta tes DNA bayi dalam kandungan cewek itu. Teknologi kedokteran saat ini sudah maju kok pak, dalam keadaan hamil saja bisa dideteksi bayi itu lebih dominan DNA nya lari ke siapa." tanpa menekan, Cassandra kembali memberikan usulan.
"Terima kasih non.. semua akan bapak pikirkan kembali. Mungkin non Sandra bisa kembali ke ruang kerja, bapak janji tidak akan melakukan hal buruk disini." merasa sudah beberapa saat mereka berbincang, akhirnya pak bachtiar menyadari.
"Okay pak.. saya akan sampaikan pada tuan muda Andreas, juga tuan Alexander, jika bapak tidak jadi mengajukan pengunduran diri ya. Ijin ya pak, Sandra kembali ke ruangan.." cassandra segera berdiri, kemudian setelah melihat laki-laki paruh baya itu menganggukkan kepala, gadis itu kemudian keluar dan kembali ke ruangannya.
*********
Sesampainya di ruang kerja, ternyata tuan muda Andreas Jonathan dan Alexander sudah berada di ruangannya. Merasa tidak melakukan kesalahan, Cassandra dengan santai langsung duduk di kursinya dan melihat-lihat tumpukan berkas yang belum lama diberikan oleh bagian sirkulasi persuratan.
"Sandra.. ikut aku ke ruang tuan muda ya.." tiba-tiba tuan Alexander keluar dari ruangannya, dan mengajak Cassandra menuju ruang kerja tuan mudanya.
"Iya pak.. saya rapikan meja sebentar, sebentar lagi saya menyusul." sambil kembali memilah-milah tumpukan berkas, Cassandra menjawab ajakan tuan Alexander.
Laki-laki itu tidak menjawab, langsung masuk ke ruang kerja Andreas Jonathan. Beberapa saat kemudian, Cassandra sudah selesai memilah-milah surat. Gadis itu kemudian mengikuti tuan Alexander untuk masuk ke ruang kerja tuan muda.
"Dari mana kamu Sandra.. sejak tadi dicari belum juga nampak," baru saja Cassandra masuk, dan belum sempat duduk, teguran tuan muda Andreas Jonathan sudah terdengar di telinganya. Cassandra mengambil nafas. dan menghembuskannya secara perlahan.
"Maaf tuan muda.. Sandra sudah datang dari pagi, tapi ada janji dengan pak Bachtiar. Jadi sejak tadi kami berbincang di ruang kerja pak Bachtiar." bukan bermaksud membela diri, Cassandra menceritakan apa yang baru saja terjadi.
"Bagus Sandra.. kamu sudah mulai melaksanakan peranmu. Apakah kamu sudah berhasil mencari tahu ada masalah apa yang sedang dihadapi laki-laki itu.." untuk menetralisir suasana, karena sejak tadi ekspresi Andreas Jonathan tidak dapat dilihat, ALexander menanggapi perkataan Cassandra.
"Masalah keluarga tuan Alex.. tetapi yang pasti pak Bachtiar tidak jadi mengajukan pengunduran diri. Laki-laki itu mencabut permohonannya, dan akan segera berusaha memecahkan masalahnya sendiri. Tadi saya menawarkan cuti tahunan untuk pak Bachtiar, agar menyelesaikan masalahnya dengan segera." Cassandra langsung menjelaskan.
"Sudah.. duduk di sofa sekarang, Alexander yang mengusulkanmu untuk ikut dalam diskusi kita. " seperti tidak peduli dengan keadaan karyawannya, Andreas Jonathan meminta Cassandra segera duduk.
Tanpa menjawab, Cassandra segera melangkahkan kaki mendekat ke arah sofa. Merasa malas duduk berhadapan dengan tuan mudanya, gadis itu memilih duduk di samping Tuan Alexander. Andreas Jonathan hanya menatapnya sekilas, seperti kurang suka.
"Sandra.. aku dan tuan muda sedang diskusi tentang rekanan kita, sebagai pemasok bahan-bahan baku utama produk perusahaan. Supplier itu menaikkan harga bahan baku sangat tinggi, dan tentu akan berpengaruh pada harga jual produk kita.. Bagaimana menurutmu Sandra?" Alexander mengawali diskusi.
"Mungkin kita perlu untuk lihat dulu tuan, apakah bahan baku itu hanya ada satu suppliernya di tempat terdekat kita. Selain itu, perlu juga kita telaah, sebenarnya ada tidak bahan baku alternatif yang bisa menggantikan bahan baku utama itu. Jika ada, kita tinggal mengedukasi masyarakat, dengan melakukan blow up dari manfaat bahan baku alternatif tersebut. Menurut saya.. kita yang harus punya bargaining power pada supplier, bukan mereka yang malah menekan kita.." tanpa pikir panjang, Cassandra menanggapi permasalah yang diutarakan oleh tuan Alexander.
*******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
nyatanya Andreas membutuhkan ide² cemerlang juga otak cerdas Sandra buat Cari solusi...
2023-11-21
2
Natha
wihhh.. kalau begini..
CEO sebenarnya siapa sih?😁😁
2023-03-16
4
AbhiAgam Al Kautsar
nantikan peran Sandra dalam kisah ini selanjutnya
2022-09-12
1