Tiba-tiba Andreas Jonathan merasa kesal karena perdebatannya dengan Cassandra barusan, Namun.. jujur dalam hati laki-laki itu, terkejut melihat perubahan yang dialami oleh gadis itu. Hanya dalam waktu satu hari satu malam, Cassandra betul-betul menjadi manusia yang lain. Hanya kecerewetan dan kengeyelannya yang tidak mengalami perubahan. Di depan laki-laki itu, Alexander senyum-senyum melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh tuan mudanya.
"Untuk apa kamu melihatku sambil senyum-senyum seperti itu Lex.. ngeledek ya.." laki-laki itu tiba-tiba menegur Alexander yang masih tersenyum sambil melihatnya.
"Jangan khawatir tuan muda.. lucu saja melihat tuan muda sebal berdebat dengan Sandra. Gadis itu ternyata juga punya nyali besar, sedikitpun tidak punya rasa takut berdebat dengan tuan muda. Ha.. ha.. ha.., biasanya tuan muda akan langsung memecat karyawan yang berani terhadap tuan muda. Tapi kali ini ternyata.. anggapanku sudah musnah.." Alexander malah mentertawakan laki-laki di depannya itu.
"Kamu terlalu tinggi berpikir Lex.. aku masih mau mencoba bagaimana kapabilitas gadis itu. Otaknya ternyata encer juga, kita tidak perlu memanggil Marketing Manager ataupun HRD Manager untuk berdiskusi tentang konsep pemasaran dan pengelolaan SDM. Bagus juga, jadi aku masih ingin mencobanya.. kamu harus latih dan arahkan dia, jangan sampai membuat onar kepadaku.." bukannya marah, tanpa sadar Andreas Jonathan malah memuji Cassandra.
"Hmm.. dia lulusan Cumlaude dari UGM tuan muda, lulusan terbaik dan tercepat pula. Tidak perlu diragukan lagi kecerdasannya, dari SKPI yang dilampirkannya, nona Cassandra juga memiliki riwayat bergabung pada beberapa organisasi kemahasiswaan, bahkan sering mewakili prodinya untuk mengikuti International Conference. Jadi akan mubadzir jika saya melatihnya tuan muda.. Untuk sikap dan karakter, biasanya itu sudah terbawa sejak lahir, akan sangat susah untuk menerimanya. Kitalah yang harus sabar untuk menghadapinya.." Alexander menanggapi perkataan Andreas Jonathan.
"Terserah kamu saja Lex.. aku tidak mau dipusingkan dengan urusan kecil seperti itu." merasa kewalahan berdebat dengan asisten pribadinya yang dari kemarin berpihak pada Cassandra, Andreas Jonathan akhirnya pasrah.
Alexander terdiam dan tersenyum melihat kekalahan tuan mudanya. Tiba-tiba mendengar pintu ruangan kembali diketuk dari luar, Alexander menengok ke arah pintu masuk.
"Masuk.." sahut Alexander cepat, tanpa meminta persetujuan dari tuan mudanya.
Terlihat raut wajah gadis yang baru saja mereka bicarakan muncul di depan pintu. Seperti sudah melupakan keributan yang tadi terjadi dengan tuan mudanya, Cassandra terlihat confident berjalan masuk ke dalam ruang kerja Andreas Jonathan.
"Ada apa Sandra.. kamu kembali ke ruangan tuan muda.." dengan nada datar, Alexander menyapa Cassandra.
"Mau memberi tahu pada tuan muda.. Tuan Alex. Ada seorang perempuan, yang merupakan salah satu artis yaitu nona Jennifer memaksa untuk masuk ke dalam ruangan. Saya menahan perempuan itu, dan memintanya untuk menunggu di ruang transit." mendengar jawaban yang keluar dari bibir Cassandra, sudut bibir Alexander dan Andreas Jonathan tanpa sadar terangkat ke atas. Selama ini, Jennifer akan bersikeras untuk masuk ke dalam ruangan, meskipun sudah dilarang. Namun ternyata Cassandra bisa menahan perempuan itu untuk menunggunya di ruang transit.
"Bagaimana tuan muda.. tuan muda mendengar sendiri bukan apa yang dikatakan nona Cassandra. Apakah nona Jennifer disilakan masuk, atau diminta kembali.." Alexander kembali menegaskan informasi yang disampaikan oleh Cassandra.
Merasa malas untuk bertemu dengan Jennifer, dan untuk menguji cara kerja Cassandra, akhirnya Andreas Jonathan melihat ke wajah Alexander.
"Aku sedang malas dan sedang banyak urusan, suruh perempuan itu keluar dari perusahaan sekarang juga.." dengan kasar, Andreas Jonathan menjawab pertanyaan Alexander.
"Kamu dengar sendiri bukan.. Sandra. Minta nona Jennifer untuk meninggalkan ruangan ini. Jika tidak berhasil, kamu bisa kembali kesini untuk melaporkan pada saya." Alexander dengan ramah, menyampaikan apa yang diinginkan oleh tuan mudanya.
"Siap tuan Alex.. saya ijin kembali keluar.." tanpa berpamitan dengan Andreas Jonathan, Cassandra ngeloyor keluar ruangan. Andreas Jonathan terkejut dengan keberanian gadis itu, dan laki-laki itu melihat ke arah Alexander.
"Tidak perlu diambil hati tuan muda.. mungkin nona Cassandra masih kesal dengan perdebatan tadi. Yang penting, gadis itu bisa melakukan semua tugas dan pekerjaan dengan sangat baik." melihat tanda-tanda kemarahan akan muncul pada tuan mudanya, dengan segera Alexander menetralisir suasana.
"Terserah kamu.." Andreas Jonathan berdiri dan kembali masuk ke dalam kamar yang ada di belakang ruang kerjanya. Alexander geleng-geleng kepala melihat kerasnya hati laki-laki itu.
******
Melihat Cassandra berjalan keluar dari ruang kerja Andreas Jonathan, Jennifer segera mendatangi gadis muda itu. Dengan muka sebal karena merasa terganggu dengan antusiasme perempuan itu, Cassandra berhenti dan menatap langsung ke wajah Jennifer.
"Maaf nona Jennifer.. rupanya tuan muda Andreas Jonathan dan tuan Alexander sedang melakukan zoom meeting dengan rekanan dari luar negeri. Karena pentingnya meeting ini, tuan muda tidak mengijinkan siapapun untuk menemuinya. Mungkin nona Jennifer bisa mendatanginya nanti malam di mansion tempat tinggal tuan muda.." bingung membuat alasan, Cassandra bicara sekenanya.
"Aku ini kekasih hatinya, tidak mungkin Andreas akan menolak kedatanganku. Aku harus menerobos masuk ke dalam.." Jennifer ternyata tetap bersikeras untuk masuk ke dalam ruang kerja Andreas Jonathan.
"Nona Jennifer.. jangan paksa saya untuk berbuat atau memperlakukan nona dengan kasar. Perusahaan ini memiliki SOP bagaimana cara memperlakukan tamu, dan jika nona Jennifer berada di luar koridor, saya tidak akan segan untuk mengundang wartawan dan pihak kepolisian untuk datang kemari." tidak mau panjang lebar berdebat, Cassandra menekankan kata wartawan dan polisi untuk mengusir perempuan itu. Hal itu dilakukannya karena sebagai seorang artis, pasti perempuan itu sangat menjaga citra dirinya. Dengan terendus oleh wartawan, maka citra baiknya selama ini akan hilang begitu saja.
"Kamu memang kurang ajar, awas saja jika aku tahu kamu telah membohongiku.." Jennifer merasa tidak berkutik dengan ancaman yang diberikan Cassandra. Perempuan itu berdiri dan menunjuk muka Cassandra dengan menggunakan jari telunjuknya.
"Saya siap untuk menerima punishment nona Jennifer, jika saya diketahui telah membohongi nona.." tanpa takut, sambil tersenyum ramah, cassandra menanggapi perkataan Jennifer.
Merasa tidak bisa berbuat banyak di depan sekretaris baru CEO perusahaan, Jennifer segera bergegas meninggalkan perempuan itu sendiri. Cassandra tersenyum melihatnya, dan tanpa disadarinya Alexander melakukan apa yang dilakukannya untuk membuat pergi Jennifer. Sebenarnya tadi Alexander merasa tidak begitu yakin dengan kemampuan Cassandra untuk mengusir Jennifer, ternyata kali ini laki-laki itu melihatnya sendiri.
"Kamu benar-benar bisa diandalkan Sandra.. cara kerjamu cepat dan bagus.." Alexander mengapresiasi apa yang dilakukan oleh gadis itu.
"Tuan Alex.. maaf ya tuan.. jika saya terlalu kasar mengusir nona Jennifer. Habis nona itu mengancam saya, dan saya paling tidak suka jika ditindas." Cassandra tersenyum malu, dan menatap wajah Alexander.
"Sudah benar caramu mengusir perempuan itu pergi.." sahut Alexander yang langsung berjalan masuk ke ruangannya sendiri.
********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
Casandra Keren...!! kecerdasanya gak kaleng²...
2023-11-21
2
Natha
wahhh.. sepertinya bakalan berat nih perjuangan Andreas mendapatkan hati sang wanita perfecto 🤣🌹
2023-03-16
5
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
paket lengkap pokoknya
2022-09-12
1