Chapter 5 Apartemen

Sore Harinya

Cassandra segera bergegas keluar dari perusahaan setelah jam kerja sudah usai. Gadis muda itu mengabaikan tatapan iri dan cemoohan karyawan lama yang diberikan kepadanya, karena Miss Cathy sudah mem blow up keberuntungannya bisa menjadi sekretaris eksekutif CEO perusahaan. Cassandra terus berjalan keluar dengan tersenyum menganggukkan kepala ketika berpapasan dengan karyawan yang lain, meskipun hanya mendapat cibiran kasar padanya.

"Pakai jimat atau pelet apaan sekretaris baru itu. Cantik tidak, penampilan acak-acakan, kayak gitu bisa-bisanya tuan muda ANdreas Jonathan menerimanya. mendapat perlakuan khusus lagi dari tuan Alexander.." terdengar kata sindiran di telinga Cassandra. Namun gadis itu tidak mau mendengarnya, Cassandra terus melangkahkan kaki keluar dari dalam ruangan kantor.

Tidak lama kemudian, Cassandra sudah sampai di luar perusahaan. Terlihat dengan tatapan angkuh, ANdreas Jonathan yang akan masuk ke dalam mobil mengacuhkan gadis itu, meskipun Cassandra sudah mencoba tersenyum dan menganggukkan kepala. Namun disamping laki-laki itu, terlihat Alexander memberi isyarat padanya untuk mengabaikan sikap dari tuan mudanya.

"Sabar Sandra.., dirimu adalah newbie disini. Harus tahan banting.. jika ingin mendapatkan penghidupan lebih baik." Cassandra berbicara pada dirinya sendiri, mencoba menetralisir perasaanya.

Tiba-tiba pandangan Cassandra bertabrakan dengan tatapan Herlambang yang sudah berada di lobby menunggunya. Mengingat janji dari laki-laki yang baru dikenalnya tadi siang, Cassandra segera menghampiri laki-laki itu, dan mengabaikan perlakuan sadis dari Andreas Jonathan padanya.

"Mas Herlam.. sudah lama menungguku. Maaf ya kalau Sandra sedikit terlambat.." Cassandra langsung menghampiri dan memberikan sapaan pada laki-laki itu.

"Tidak begitu lama Sandra.. ayo segera masuk ke mobil. Aku akan segera mengantar ke tempat yang ingin kau tuju.." Herlambang segera membukakan pintu mobil, dan gadis itu segera masuk ke dalam.

Tidak lama kemudian, Herlambang segera menjalankan mobil, bahkan mendahului mobil yang digunakan oleh tuan muda Andreas Jonathan. Alexander yang melihat gadis itu masuk ke dalam mobil, hanya tersenyum melihatnya.

"Hmm.. benar-benar unik dan tidak punya rasa takut gadis itu.. Ternyata gadis itu memiliki teman di kota ini, tapi siapakah laki-laki itu, teman, pacar, ataukah saudaranya.." ALexander bergumam sendiri melihat kepergian Cassandra bersama dengan Herlambang.

"Jangan bilang kamu tertarik dengan cewek kampungan itu Alex.. dan memaksaku untuk menerimanya sebagai seorang sekretarisku." tiba-tiba suara ketus Andrean Jonathan mengagetkannya.

"Tidak perlu khawatir tuan muda.. saya bertindak objektif tuan muda. Kemajuan dan perkembangan perusahaan menjadi alasan satu-satunya, tidak yang lain.." dengan tegas, Alexander menanggapi perkataan tuan mudanya.

"Buktikan saja kata-katamu.." ucap Andreas Jonathan perlahan.

********

Dalam perjalanan keluar dari dalam perusahaan, Cassandra merubah tujuannya. Gadis itu menyampaikan tujuannya pada Herlambang.

"Mas Herlam.. ternyata Sandra mendapat fasilitas apartemen di Thamrin Executive Apartment. Bisakah mas mengantarku dan melihat-lihat apartemen itu, sebelum besok aku benar-benar tinggal di tempat itu." merasa memiliki orang dekat, Cassandra mengajak Herlambang untuk menemaninya.

"Wow.. fantastis sekali mbak kerjaanmu. Okay.. aku akan mengantarmu ke apartemen itu, dan melihat-lihat isinya di dalam. Berarti kita tetap di jalur ini, karena keberadaan apartemen itu tidak jauh dari tempat ini. Kita tidak perlu berbalih arah." Herlambang segera menginjak pedal gas, dan langsung menuju ke Thamrin Executive Apartment .

Cassandra menengok keluar kaca mobil, berusaha melihat-lihat dan mengenali tempatnya berada saat ini. Gadis itu merasa sangat beruntung bisa mendapatkan banyak kepuasan hari ini. Mengabaikan perlakuan judes yang diberikan tuan mudanya, dan juga rekan-rekan kerjanya, kebahagiaan yang dirasakannya jauh lebih besar dari itu semua. Munculnya herlambang dan ALexander seakan menjadi dewa penolong dan dewa keberuntungan hari ini.

Tidak berapa lama, Herlambang sudah memasuki halaman parkir Thamrin Executive Apartment. Cassandra segera melihat surat bukti penempatan dan kunci kamar yang dibawanya, ternyata kamarnya berada di lantai tujuh. Gadis itu segera mengatakan pada Herlambang, dan laki-laki itu mengarahkan mobilnya ke lantai tujuh. Di setiap lantai apartemen itu, tersedia tempat parkir untuk penghuni apartemen.

"Kita sudah sampai di lantai tujuh Sandra.. kamu bisa keluar dari dalam mobil.." Herlambang menghentikan mobilnya, kemudian meminta gadis itu untuk segera keluar.

Tidak menunggu lama, Cassandra segera keluar dari dalam mobil. Berjalan berdampingan dengan Herlambang, kedua orang itu segera menuju ke pintu lobby lantai tujuh. Melihat keberadaan customer service.., Cassandra segera menghampiri perempuan muda itu, dan mengatakan maksud kedatangannya.

"Okay.. kamar tipe Anyelir 2 BR ya nona.. Tunggu sebentar, biar kamar segera disiapkan oleh bagian room service. Silakan nona menunggu di sofa tersebut, dan akan segera kami beri tahu jika kamar sudah siap untuk dihuni." dengan ramah, customer service melayani Cassandra.

Cassandra segera kembali dan mengajak herlambang untuk duduk menunggu di sofa. Terlihat customer service memberikan welcome drink dan beberapa potong cookies di depan meja yang diduduki gadis itu dan Herlambang,

"Terima kasih kak.." dengan ramah, Cassandra mengucapkan terima kasih pada customer service itu.

Tanpa menjawab, customer service itu tersenyum dan menganggukkan kepala. Merasa haus, Cassandra segera mengajak Herlambang untuk menikmati suguhan itu.

"Bukan kaleng-kaleng Sandra.. fasilitas yang kamu peroleh. Kamu layak bersyukur bisa mendapatkannya.." sambil meminum beberapa teguk minuman, Herlambang memuji fasilitas yang disiapkan PT. Indotrex. Tbk.

"Iya mas.., aku juga tidak mengiranya sama sekali. Mungkin hal itu untuk menjaga agar karyawan memiliki complience pada perusahaan, dan mereka bisa menjadi loyal pada perusahaan." Cassandra mengiyakan perkataan itu.

Tidak lama kemudian, customer service kembali menghampiri mereka, dan memberi tahu jika kamar sudah siap untuk digunakan. Cassandra segera mengajak Herlambang untuk menemaninya masuk ke dalam ruangan apartemennya. Dengan perasaan senang, merasa mendapatkan teman perantauan, Herlambang segera mengikuti ajakan Cassandra. Kedua anak muda itu segera masuk ke dalam komplek apartemen. Setelah beberapa saat menyusuri koridor, akhirnya mereka menemukan kamar yang disiapkan untuk Cassandra,.

"Aku saja yang di depan Sandra.. untuk berjaga-jaga." Herlambang segera meminta acces room dari gadis itu, dan langsung melakukan scan di gagang pintu. Setelah tanda kuning menyala, laki-laki itu segera mendorong pintu. Mata Herlambang dan Cassandra terbelalak melihat tampilan mewah apartemen yang disiapkan untuk gadis itu.

"Hmm mewah sekali kamarmu Sandra.. ada dua kamar dengan kamar mandi masing-masing di dalamnya. Satu pantry, satu ruang tamu.. dan juga ada balkon. Kamu bisa menghilangkan penat dengan menatap kota Jakarta dari atas sini.." Herlambang mengucapkan rasa kagumnya melihat penampilan kamar gadis itu.

"Sepertinya malam ini, Sandra langsung menginap disini saja mas.. Akan aku batalkan kamar di hotel itu, karena hanya korban satu malam ini saja. Dua malamnya masih bisa untuk diajukan refund.." akhirnya Cassandra memutuskan untuk mulai menempati kamar itu malam ini.

"Baguslan kalau begitu Sandra.. kamu  bisa segera istirahat. Karena sejak pagi, kamu sudah menempuh perjalanan bukan, dan belum sempat beristirahat.. Sekalian aku minta pamit ya, tidak bijak kalau aku terus berada di kamar ini, akan mengganggu istirahatmu." ucap herlambang mengiyakan.

"Terima kasih mas Herlam.. ini ya untuk ongkos menemaniku sore ini.." Cassandra memberikan dua lembar uang ratusan ribu pada laki-laki itu.

"Tidak Sandra.. aku seperti menemukan kembali adikku yang hilang. Anggap saja kita ini saudara.." Herlambang menolak uang pemberian Cassandra, dan laki-laki itu segera bergegas keluar, sampai Cassandra tidak bisa mengucapkan terima kasih atas pertolongan laki-laki itu.

*******

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

bersyukurnya Sandra dipertemukan dgn org² baik, Dan buat yg julid.. abaikan.. Kira gak bisa menempatkan org buat menerima kira apa adanya.. Kita juga gak bisa paksa org buat bersikap baik pd kira... yg katanya bisa adlh menjaga sikap, menjadi pribadi yg baik dan santun selebihnya biarkan waktu yg merubah penilaian mereka terhadap kira... semangat Sandra...

2023-11-21

3

Natha

Natha

Yah Andreas...
belum tau aja.. ntar kalau sudah di make over.. klepek2 lu.. atau malah saingan Ama Alexander 🤣🤣🤣

2023-03-16

3

AbhiAgam Al Kautsar

AbhiAgam Al Kautsar

awal yg baik

2022-09-10

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Informasi Vacancy
2 Chapter 2 Bertemu Orang Baik
3 Chapter 3 Hari Pertama Kerja
4 Chapter 4 Fasilitas Karyawan
5 Chapter 5 Apartemen
6 Chapter 6 Good Job
7 Chapter 7 Strategi Peluncuran Produk Baru
8 Chapter 8 Jennifer
9 Chapter 9 Ancaman
10 Chapter 10 Saya Sudah Ijin
11 Chapter 11 Prasangka
12 Chapter 12 Supplier
13 Chapter 13 Provokasi
14 Chapter 14 Isu
15 Chapter 15 Rapat Dewan Komisaris
16 Chapter 16 Terkejut
17 Chapter 17 Mencari Pembenaran
18 Chapter 18 Mati Gaya
19 Chapter 19 Senayan City
20 Chapter 20 Make Over
21 Chapter 21 Barang-barang Mahal
22 Chapter 22 Mendadak Bertamu
23 Chapter 23 Tamu Malam Hari
24 Chapter 24 Niat Buruk
25 Chapter 25 Schedull
26 Chapter 26 Gosip
27 Chapter 27 Talent
28 Chapter 28 Cewek Gampangan
29 Chapter 29 Bersiap di Apartemen
30 Chapter 30 Perintah
31 Chapter 31 Impulsive
32 Chapter 32 Musk Bar
33 Chapter 33 Omong Kosong
34 Chapter 34 Bagaimana Hubungan Kalian
35 Chapter 35 Food Box
36 Chapter 36 Bad Mood
37 Chapter 37 Songong
38 Chapter 38 Kecurigaan
39 Chapter 39 Salah Sasaran
40 Chapter 40 Punishment
41 Chapter 41 Ada Hubungan Apa??
42 Chapter 42 Mobil Mogok
43 Chapter 43 Dasar Gadis Bodoh
44 Chapter 44 Biar Impas
45 Chapter 45 Kemewahan
46 Chapter 46 Kemarahan
47 Chapter 47 Titip Putraku
48 Chapter 48 Strategi
49 Chapter 49 Jangan Putus Silaturahmi
50 Chapter 50 Perjalanan ke Jogja
51 Chapter 51 Teman Lama
52 Chapter 52 Ketahuan
53 Chapter 53 Alasan Travelling Bersama
54 Chapter 54 Manusia Iblis
55 Chapter 55 Bermain Kasar
56 Chapter 56 Pulang dari Rumah Sakit
57 Chapter 57 Kembali Jakarta
58 Chapter 58 Kejutan Pagi
59 Chapter 59 Gundah
60 Chapter 60 Godaan
61 Chapter 61 Nge date Gagal
62 Chapter 62 Perlakuan Kasar
63 Chapter 63 Penyesalan
64 Chapter 64 Kembalilah Sandra
65 Chapter 65 Flash Back
66 Chapter 66 Hati yang Bimbang
67 Chapter 67 Selamat atas Kehamilan
68 Chapter 68 Rasa Penyesalan
69 Chapter 69 Life must go on
70 Chapter 70 Kebaikan Warga Desa
71 Chapter 71 Pepatah Sayur Asam
72 Chapter 72 Pencarian
73 Chapter 73 Stalking
74 Chapter 74 Terpuruk
75 Chapter 75 Batas Kesabaran
76 Chapter 76 Rasa Mual
77 Chapter 77 Kegagalan
78 Chapter 78 Semangat Baru
79 Chapter 79 Melihatnya
80 Chapter 80 Sepi
81 Chapter 81 Kemana Kamu Pergi
82 Chapter 82 Penyesalan
83 Chapter 83 Rapat Direksi
84 Chapter 84 Pingsan
85 Chapter 85 Otorisasi
86 Chapter 86 Panik
87 Chapter 87 Permintaan Maaf
88 Chapter 88 Aku Melamarmu
89 Chapter 89 Ijab Qabul
90 Chapter 90 Berita Kebahagiaan
91 Chapter 91 Adaptasi
92 Chapter 92 Kebahagiaan
93 Chapter 93 Beda Sikap
94 Chapter 94 Pengaruh Kekuatan lain
95 Chapter 95 Ke Bogor
96 Chapter 96 Tersesat Jalan Pikiran
97 Chapter 97 Panik
98 Chapter 98 Pelan-pelan Terbuka
99 Chapter 99 Wedang Uwuh
100 Chapter 100 Kepanikan
101 Chapter 101 Over Thinking
102 Chapter 102 Kemana Barang itu?
103 Chapter 103 Kita Harus Pindah
104 Chapter 104 Menyadari Perhatian
105 Chapter 105 Keluar dari Mansion
106 Chapter 106 Kebohongan
107 Chapter 107 Harus Segera Pergi
108 Chapter 108 Kekurangan dan Kelebihan
109 Chapter 109 Penghakiman
110 Chapter 110 Perceraian
111 Chapter 111 Keputusan
112 Chapter 112 Penempatan Baru
113 Chapter 113 Terkejut
114 Chapter 114 Kesempatan
115 Chapter 115 Rasa Cinta
116 Chapter 116 Perjalanan ke Singapura
117 Chapter 117 Pembalasan
118 Chapter 118 Harapan Baru
119 Chapter 119 Pencarian
120 Chapter 120 Bidadariku
121 Chapter 121 Mewarisi Sifat Papa
122 Chapter 122 Gadis Tomboy
123 Chapter 123 Tanda Tanya
124 Chapter 124 Kenyataan Pahit
125 Chapter 125 Dia Adikmu
126 Chapter 126 Pendekatan Alexander
127 Chapter 127 Pelarian
128 Chapter 128 Perceraian
129 Chapter 129 Terus Mengejar
130 Chapter 130 Anak Kecil
131 Chapter 131 Resah
132 Chapter 132 Maaf dan Terima kasih
133 Chapter 133 Menghentikan Dendam
134 Chapter 134 Stevie Memiliki Hak
135 Chapter 135 Kabur
136 Chapter 136 Rasa di Masa Lalu
137 Chapter 137 Mencari Tahu
138 Chapter 138 Siapa Gadis Itu
139 Chapter 139 member VIP
140 Chapter 140 Serba Salah
141 Chapter 141 Uncontrol
142 Chapter 142 Rasa Ingin Tahu
143 Chapter 143 Maafkan Aku Sheilla
144 Chapter 144 Maafkan Papa
145 Chapter 145 Menjadikanmu Ratu
146 Chapter 146 Upaya Pendekatan
147 Chapter 147 Menyatukan Hati
148 Chapter 148 Salah Kamar???
149 Chapter 149 Penjelasan
150 Chapter 150 Burung Prenjak
151 Chapter 151 Kedatangan Besan
152 Chapter 152 Enggan Meninggalkan Yogyakarta
153 Chapter 153 Bagaimana Jika Menikah
154 Chapter 154 Terkejutku
155 Chapter 155 Dia Sahabat Saya
156 Chapter 156 Keluarga yang Tahu Terima Kasih
157 Chapter 157 Pengakuan Bersalah
158 Chapter 158 Sadar Diri
159 Chapter 159 Teman Bicara
160 Chapter 160 Pengalaman Baru
161 Chapter 161 Hati Mulai Berpikir
162 Chapter 162 Rumah Bogor
163 Chapter 163 Tidak Berangkat ke Perusahaan
164 Chapter 164 Kalah Perbandingan
165 Chapter 165 Sikap Impulsive
166 Chapter 166 Komitmen
167 Chapter 167 Tidak Boleh Lengah
168 Chapter 168 Jaminan
169 Chapter 169 Banyak Cara Berkumpul
170 Chapter 170 Rencana Berpindah
171 Chapter 171 Berupaya Lebih Keras
172 Chapter 172 Balas Dendam
173 Chapter 173 CCTV
174 Chapter 174 Rekaman Live
175 Chapter 175 Ikutlah denganku
176 Chapter 176 Menjadikan Pasangan Hidup
177 Chapter 177 Perjalanan Transit
178 Chapter 178 Pelarian
179 Chapter 179 Terhanyut
180 Chapter 180 Persetujuan
181 Chapter 181 Berdamai dengan Keadaan
182 Chapter 182 Tinggal Sendiri
183 Chapter 183 Tempat yang Baru
184 Chapter 184 Berlaku Romantis
185 Chapter 185 Berpisah Kembali
186 Chapter 186 Jangan Ikut Campur
187 Chapter 187 Ketergantungan
188 Chapter 188 H - 1
189 Chapter 189 Kami adalah Keluargamu
190 Chapter 190 Tetap Bertahan di Switzerland
191 Chapter 191 Kesialan
192 Chapter 192 Secantik Bidadari
193 Chapter 193 Pernikahan Sakral
194 Chapter 194 Keamanan Bermasalah
195 Chapter 195 Dalam Kebimbangan
196 Chapter 196 Rutinitas
197 Chapter 197 Laki-laki Misterius
198 Chapter 198 Kerinduan Altezza
199 Chapter 199 Jalan-jalan
200 Chapter 200 Rencana Pemekaran Perusahaan
201 Chapter 201 Rasa Rindu
202 Chapter 202 Kekhawatiran
203 Chapter 203 Mainan Mahal
204 Chapter 204 Kompensasi
205 Chapter 205 Rasa Ingin Tahu
206 Chapter 206 Kedatangan yang Mengejutkan
207 Chapter 207 Danau Brienz
208 Chapter 208 Liburan Kecil
209 Chapter 209 Bored
210 Chapter 210 Janji Alexander
211 Chapter 211 Identitas Edward
212 Chapter 212 Ke Zurich
213 Chapter 213 Ajakan Bergabung
214 Chapter 214 Penyesalan
215 Chapter 215 Khilaf
216 Chapter 216 Menyusun Strategi
217 Chapter 217 Menunda Pencarian
218 Chapter 218 Will You Marry Me?
219 Chapter 219 Pernikahan Kembali
220 Chapter 220 Hadiah Pernikahan
221 Chapter 221 Ekspansi
222 Chapter 222 Menguji
223 Chapter 223 Datang Tengah Malam
224 Chapter 224 Kedatangan tidak Diduga
225 Chapter 225 Rencana Baru
226 Chapter 226 Beradu pandang dengan Seseorang
227 Chapter 227 Lupa Diri
228 Chapter 228 Cemburu Buta
229 Chapter 229 Selesaikan Masalahmu
230 Chapter 230 Pergi dari Rumah
231 Chapter 231 Firasat Buruk
232 Chapter 232 Terjebak
233 Chapter 233 Di Kantor Polisi
234 Chapter 234 Penjaminan
235 Chapter 235 Menunggu
236 Chapter 236 Please Forgive Me
237 Chapter 237 Kesehatan Terganggu
238 Chapter 238 Mensyukuri Anugerah
239 Chapter 239 Rahasia Tersembunyi
240 Chapter 240 Menikmati Kebahagiaan Kecil
241 Chapter 241 Kegundahan
242 Chapter 242 Kesepakatan
243 Chapter 243 Kepolosan Altezza
244 Chapter 244 Tersadarkan
245 Chapter 245 Selamat Tinggal
246 Chapter 246 Perpisahan
247 Chapter 247 Pingin Steak
248 Chapter 248 Me Time
249 Chapter 249 Nge Date
250 Chapter 250 Pengakuan
251 Chapter 251 Penjelasan Stevie
252 Chapter 252 Menuju desa Maureen
253 Chapter 253 Beradaptasi
254 Chapter 254 Cara Bertahan Hidup
255 Chapter 255 Teringat Masa Lalu
256 Chapter 256 Balas Budi
257 Chapter 257 Mengetuk Hati
258 Chapter 258 Serangan Mendadak
259 Chapter 259 Akan Menyampaikan Permintaan Maaf
260 Chapter 260 Puber Ke Seratus
261 Chapter 261 Keputusan di Tangan Suami Saya
262 Chapter 262 Masa Tua
263 Chapter 263 Korban Sesungguhnya
264 Chapter 264 Tamu tak Diundang
265 Chapter 265 Maaf dan Pamit
266 Chapter 266 Kebahagiaan
267 Chapter 267 Me Time
268 Chapter 268 Berita Mengejutkan
269 Chapter 269 Pasangan Unik
270 Chapter 270 Kontraksi
271 Chapter 271 Proses Melahirkan
272 Chapter 272 Kebahagiaan Hakiki
273 Chapter 273 Papa Dua Putra
274 Chapter 274 Malaikat dan Bidadari
275 Chapter 275 Rencana Healing
276 Chapter 276 Rencana Meeting
277 Chapter 277 Salah Strategi
278 Chapter 278 Taktik Menjinakkan
279 Chapter 279 Sedikit Kecewa
280 Chapter 280 Konflik
281 Chapter 281 Pertunjukan Kasih Sayang
282 Chapter 282 Gempita Penyambutan
283 Chapter 283 Kejutan Tidak Terduga
284 Chapter 284 Menuju Nusa Penida
285 Chapter 285 Meluangkan Waktu untuk Keluarga
286 Chapter 286 Segerakan
287 Chapter 287 Patuh dan Menurut
288 Chapter 288 Dukungan
289 Chapter 289 Fitting
290 Chapter 290 Menambah Liburan
291 Chapter 291 Persiapan Melahirkan
292 Chapter 292 Bayi Perempuan
293 Chapter 293 Kebahagiaan Lengkap (TAMAT.....)
294 Informasi...
295 PENGUMUMAN
296 Cerita baru
Episodes

Updated 296 Episodes

1
Chapter 1 Informasi Vacancy
2
Chapter 2 Bertemu Orang Baik
3
Chapter 3 Hari Pertama Kerja
4
Chapter 4 Fasilitas Karyawan
5
Chapter 5 Apartemen
6
Chapter 6 Good Job
7
Chapter 7 Strategi Peluncuran Produk Baru
8
Chapter 8 Jennifer
9
Chapter 9 Ancaman
10
Chapter 10 Saya Sudah Ijin
11
Chapter 11 Prasangka
12
Chapter 12 Supplier
13
Chapter 13 Provokasi
14
Chapter 14 Isu
15
Chapter 15 Rapat Dewan Komisaris
16
Chapter 16 Terkejut
17
Chapter 17 Mencari Pembenaran
18
Chapter 18 Mati Gaya
19
Chapter 19 Senayan City
20
Chapter 20 Make Over
21
Chapter 21 Barang-barang Mahal
22
Chapter 22 Mendadak Bertamu
23
Chapter 23 Tamu Malam Hari
24
Chapter 24 Niat Buruk
25
Chapter 25 Schedull
26
Chapter 26 Gosip
27
Chapter 27 Talent
28
Chapter 28 Cewek Gampangan
29
Chapter 29 Bersiap di Apartemen
30
Chapter 30 Perintah
31
Chapter 31 Impulsive
32
Chapter 32 Musk Bar
33
Chapter 33 Omong Kosong
34
Chapter 34 Bagaimana Hubungan Kalian
35
Chapter 35 Food Box
36
Chapter 36 Bad Mood
37
Chapter 37 Songong
38
Chapter 38 Kecurigaan
39
Chapter 39 Salah Sasaran
40
Chapter 40 Punishment
41
Chapter 41 Ada Hubungan Apa??
42
Chapter 42 Mobil Mogok
43
Chapter 43 Dasar Gadis Bodoh
44
Chapter 44 Biar Impas
45
Chapter 45 Kemewahan
46
Chapter 46 Kemarahan
47
Chapter 47 Titip Putraku
48
Chapter 48 Strategi
49
Chapter 49 Jangan Putus Silaturahmi
50
Chapter 50 Perjalanan ke Jogja
51
Chapter 51 Teman Lama
52
Chapter 52 Ketahuan
53
Chapter 53 Alasan Travelling Bersama
54
Chapter 54 Manusia Iblis
55
Chapter 55 Bermain Kasar
56
Chapter 56 Pulang dari Rumah Sakit
57
Chapter 57 Kembali Jakarta
58
Chapter 58 Kejutan Pagi
59
Chapter 59 Gundah
60
Chapter 60 Godaan
61
Chapter 61 Nge date Gagal
62
Chapter 62 Perlakuan Kasar
63
Chapter 63 Penyesalan
64
Chapter 64 Kembalilah Sandra
65
Chapter 65 Flash Back
66
Chapter 66 Hati yang Bimbang
67
Chapter 67 Selamat atas Kehamilan
68
Chapter 68 Rasa Penyesalan
69
Chapter 69 Life must go on
70
Chapter 70 Kebaikan Warga Desa
71
Chapter 71 Pepatah Sayur Asam
72
Chapter 72 Pencarian
73
Chapter 73 Stalking
74
Chapter 74 Terpuruk
75
Chapter 75 Batas Kesabaran
76
Chapter 76 Rasa Mual
77
Chapter 77 Kegagalan
78
Chapter 78 Semangat Baru
79
Chapter 79 Melihatnya
80
Chapter 80 Sepi
81
Chapter 81 Kemana Kamu Pergi
82
Chapter 82 Penyesalan
83
Chapter 83 Rapat Direksi
84
Chapter 84 Pingsan
85
Chapter 85 Otorisasi
86
Chapter 86 Panik
87
Chapter 87 Permintaan Maaf
88
Chapter 88 Aku Melamarmu
89
Chapter 89 Ijab Qabul
90
Chapter 90 Berita Kebahagiaan
91
Chapter 91 Adaptasi
92
Chapter 92 Kebahagiaan
93
Chapter 93 Beda Sikap
94
Chapter 94 Pengaruh Kekuatan lain
95
Chapter 95 Ke Bogor
96
Chapter 96 Tersesat Jalan Pikiran
97
Chapter 97 Panik
98
Chapter 98 Pelan-pelan Terbuka
99
Chapter 99 Wedang Uwuh
100
Chapter 100 Kepanikan
101
Chapter 101 Over Thinking
102
Chapter 102 Kemana Barang itu?
103
Chapter 103 Kita Harus Pindah
104
Chapter 104 Menyadari Perhatian
105
Chapter 105 Keluar dari Mansion
106
Chapter 106 Kebohongan
107
Chapter 107 Harus Segera Pergi
108
Chapter 108 Kekurangan dan Kelebihan
109
Chapter 109 Penghakiman
110
Chapter 110 Perceraian
111
Chapter 111 Keputusan
112
Chapter 112 Penempatan Baru
113
Chapter 113 Terkejut
114
Chapter 114 Kesempatan
115
Chapter 115 Rasa Cinta
116
Chapter 116 Perjalanan ke Singapura
117
Chapter 117 Pembalasan
118
Chapter 118 Harapan Baru
119
Chapter 119 Pencarian
120
Chapter 120 Bidadariku
121
Chapter 121 Mewarisi Sifat Papa
122
Chapter 122 Gadis Tomboy
123
Chapter 123 Tanda Tanya
124
Chapter 124 Kenyataan Pahit
125
Chapter 125 Dia Adikmu
126
Chapter 126 Pendekatan Alexander
127
Chapter 127 Pelarian
128
Chapter 128 Perceraian
129
Chapter 129 Terus Mengejar
130
Chapter 130 Anak Kecil
131
Chapter 131 Resah
132
Chapter 132 Maaf dan Terima kasih
133
Chapter 133 Menghentikan Dendam
134
Chapter 134 Stevie Memiliki Hak
135
Chapter 135 Kabur
136
Chapter 136 Rasa di Masa Lalu
137
Chapter 137 Mencari Tahu
138
Chapter 138 Siapa Gadis Itu
139
Chapter 139 member VIP
140
Chapter 140 Serba Salah
141
Chapter 141 Uncontrol
142
Chapter 142 Rasa Ingin Tahu
143
Chapter 143 Maafkan Aku Sheilla
144
Chapter 144 Maafkan Papa
145
Chapter 145 Menjadikanmu Ratu
146
Chapter 146 Upaya Pendekatan
147
Chapter 147 Menyatukan Hati
148
Chapter 148 Salah Kamar???
149
Chapter 149 Penjelasan
150
Chapter 150 Burung Prenjak
151
Chapter 151 Kedatangan Besan
152
Chapter 152 Enggan Meninggalkan Yogyakarta
153
Chapter 153 Bagaimana Jika Menikah
154
Chapter 154 Terkejutku
155
Chapter 155 Dia Sahabat Saya
156
Chapter 156 Keluarga yang Tahu Terima Kasih
157
Chapter 157 Pengakuan Bersalah
158
Chapter 158 Sadar Diri
159
Chapter 159 Teman Bicara
160
Chapter 160 Pengalaman Baru
161
Chapter 161 Hati Mulai Berpikir
162
Chapter 162 Rumah Bogor
163
Chapter 163 Tidak Berangkat ke Perusahaan
164
Chapter 164 Kalah Perbandingan
165
Chapter 165 Sikap Impulsive
166
Chapter 166 Komitmen
167
Chapter 167 Tidak Boleh Lengah
168
Chapter 168 Jaminan
169
Chapter 169 Banyak Cara Berkumpul
170
Chapter 170 Rencana Berpindah
171
Chapter 171 Berupaya Lebih Keras
172
Chapter 172 Balas Dendam
173
Chapter 173 CCTV
174
Chapter 174 Rekaman Live
175
Chapter 175 Ikutlah denganku
176
Chapter 176 Menjadikan Pasangan Hidup
177
Chapter 177 Perjalanan Transit
178
Chapter 178 Pelarian
179
Chapter 179 Terhanyut
180
Chapter 180 Persetujuan
181
Chapter 181 Berdamai dengan Keadaan
182
Chapter 182 Tinggal Sendiri
183
Chapter 183 Tempat yang Baru
184
Chapter 184 Berlaku Romantis
185
Chapter 185 Berpisah Kembali
186
Chapter 186 Jangan Ikut Campur
187
Chapter 187 Ketergantungan
188
Chapter 188 H - 1
189
Chapter 189 Kami adalah Keluargamu
190
Chapter 190 Tetap Bertahan di Switzerland
191
Chapter 191 Kesialan
192
Chapter 192 Secantik Bidadari
193
Chapter 193 Pernikahan Sakral
194
Chapter 194 Keamanan Bermasalah
195
Chapter 195 Dalam Kebimbangan
196
Chapter 196 Rutinitas
197
Chapter 197 Laki-laki Misterius
198
Chapter 198 Kerinduan Altezza
199
Chapter 199 Jalan-jalan
200
Chapter 200 Rencana Pemekaran Perusahaan
201
Chapter 201 Rasa Rindu
202
Chapter 202 Kekhawatiran
203
Chapter 203 Mainan Mahal
204
Chapter 204 Kompensasi
205
Chapter 205 Rasa Ingin Tahu
206
Chapter 206 Kedatangan yang Mengejutkan
207
Chapter 207 Danau Brienz
208
Chapter 208 Liburan Kecil
209
Chapter 209 Bored
210
Chapter 210 Janji Alexander
211
Chapter 211 Identitas Edward
212
Chapter 212 Ke Zurich
213
Chapter 213 Ajakan Bergabung
214
Chapter 214 Penyesalan
215
Chapter 215 Khilaf
216
Chapter 216 Menyusun Strategi
217
Chapter 217 Menunda Pencarian
218
Chapter 218 Will You Marry Me?
219
Chapter 219 Pernikahan Kembali
220
Chapter 220 Hadiah Pernikahan
221
Chapter 221 Ekspansi
222
Chapter 222 Menguji
223
Chapter 223 Datang Tengah Malam
224
Chapter 224 Kedatangan tidak Diduga
225
Chapter 225 Rencana Baru
226
Chapter 226 Beradu pandang dengan Seseorang
227
Chapter 227 Lupa Diri
228
Chapter 228 Cemburu Buta
229
Chapter 229 Selesaikan Masalahmu
230
Chapter 230 Pergi dari Rumah
231
Chapter 231 Firasat Buruk
232
Chapter 232 Terjebak
233
Chapter 233 Di Kantor Polisi
234
Chapter 234 Penjaminan
235
Chapter 235 Menunggu
236
Chapter 236 Please Forgive Me
237
Chapter 237 Kesehatan Terganggu
238
Chapter 238 Mensyukuri Anugerah
239
Chapter 239 Rahasia Tersembunyi
240
Chapter 240 Menikmati Kebahagiaan Kecil
241
Chapter 241 Kegundahan
242
Chapter 242 Kesepakatan
243
Chapter 243 Kepolosan Altezza
244
Chapter 244 Tersadarkan
245
Chapter 245 Selamat Tinggal
246
Chapter 246 Perpisahan
247
Chapter 247 Pingin Steak
248
Chapter 248 Me Time
249
Chapter 249 Nge Date
250
Chapter 250 Pengakuan
251
Chapter 251 Penjelasan Stevie
252
Chapter 252 Menuju desa Maureen
253
Chapter 253 Beradaptasi
254
Chapter 254 Cara Bertahan Hidup
255
Chapter 255 Teringat Masa Lalu
256
Chapter 256 Balas Budi
257
Chapter 257 Mengetuk Hati
258
Chapter 258 Serangan Mendadak
259
Chapter 259 Akan Menyampaikan Permintaan Maaf
260
Chapter 260 Puber Ke Seratus
261
Chapter 261 Keputusan di Tangan Suami Saya
262
Chapter 262 Masa Tua
263
Chapter 263 Korban Sesungguhnya
264
Chapter 264 Tamu tak Diundang
265
Chapter 265 Maaf dan Pamit
266
Chapter 266 Kebahagiaan
267
Chapter 267 Me Time
268
Chapter 268 Berita Mengejutkan
269
Chapter 269 Pasangan Unik
270
Chapter 270 Kontraksi
271
Chapter 271 Proses Melahirkan
272
Chapter 272 Kebahagiaan Hakiki
273
Chapter 273 Papa Dua Putra
274
Chapter 274 Malaikat dan Bidadari
275
Chapter 275 Rencana Healing
276
Chapter 276 Rencana Meeting
277
Chapter 277 Salah Strategi
278
Chapter 278 Taktik Menjinakkan
279
Chapter 279 Sedikit Kecewa
280
Chapter 280 Konflik
281
Chapter 281 Pertunjukan Kasih Sayang
282
Chapter 282 Gempita Penyambutan
283
Chapter 283 Kejutan Tidak Terduga
284
Chapter 284 Menuju Nusa Penida
285
Chapter 285 Meluangkan Waktu untuk Keluarga
286
Chapter 286 Segerakan
287
Chapter 287 Patuh dan Menurut
288
Chapter 288 Dukungan
289
Chapter 289 Fitting
290
Chapter 290 Menambah Liburan
291
Chapter 291 Persiapan Melahirkan
292
Chapter 292 Bayi Perempuan
293
Chapter 293 Kebahagiaan Lengkap (TAMAT.....)
294
Informasi...
295
PENGUMUMAN
296
Cerita baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!