Sore Harinya
Cassandra segera bergegas keluar dari perusahaan setelah jam kerja sudah usai. Gadis muda itu mengabaikan tatapan iri dan cemoohan karyawan lama yang diberikan kepadanya, karena Miss Cathy sudah mem blow up keberuntungannya bisa menjadi sekretaris eksekutif CEO perusahaan. Cassandra terus berjalan keluar dengan tersenyum menganggukkan kepala ketika berpapasan dengan karyawan yang lain, meskipun hanya mendapat cibiran kasar padanya.
"Pakai jimat atau pelet apaan sekretaris baru itu. Cantik tidak, penampilan acak-acakan, kayak gitu bisa-bisanya tuan muda ANdreas Jonathan menerimanya. mendapat perlakuan khusus lagi dari tuan Alexander.." terdengar kata sindiran di telinga Cassandra. Namun gadis itu tidak mau mendengarnya, Cassandra terus melangkahkan kaki keluar dari dalam ruangan kantor.
Tidak lama kemudian, Cassandra sudah sampai di luar perusahaan. Terlihat dengan tatapan angkuh, ANdreas Jonathan yang akan masuk ke dalam mobil mengacuhkan gadis itu, meskipun Cassandra sudah mencoba tersenyum dan menganggukkan kepala. Namun disamping laki-laki itu, terlihat Alexander memberi isyarat padanya untuk mengabaikan sikap dari tuan mudanya.
"Sabar Sandra.., dirimu adalah newbie disini. Harus tahan banting.. jika ingin mendapatkan penghidupan lebih baik." Cassandra berbicara pada dirinya sendiri, mencoba menetralisir perasaanya.
Tiba-tiba pandangan Cassandra bertabrakan dengan tatapan Herlambang yang sudah berada di lobby menunggunya. Mengingat janji dari laki-laki yang baru dikenalnya tadi siang, Cassandra segera menghampiri laki-laki itu, dan mengabaikan perlakuan sadis dari Andreas Jonathan padanya.
"Mas Herlam.. sudah lama menungguku. Maaf ya kalau Sandra sedikit terlambat.." Cassandra langsung menghampiri dan memberikan sapaan pada laki-laki itu.
"Tidak begitu lama Sandra.. ayo segera masuk ke mobil. Aku akan segera mengantar ke tempat yang ingin kau tuju.." Herlambang segera membukakan pintu mobil, dan gadis itu segera masuk ke dalam.
Tidak lama kemudian, Herlambang segera menjalankan mobil, bahkan mendahului mobil yang digunakan oleh tuan muda Andreas Jonathan. Alexander yang melihat gadis itu masuk ke dalam mobil, hanya tersenyum melihatnya.
"Hmm.. benar-benar unik dan tidak punya rasa takut gadis itu.. Ternyata gadis itu memiliki teman di kota ini, tapi siapakah laki-laki itu, teman, pacar, ataukah saudaranya.." ALexander bergumam sendiri melihat kepergian Cassandra bersama dengan Herlambang.
"Jangan bilang kamu tertarik dengan cewek kampungan itu Alex.. dan memaksaku untuk menerimanya sebagai seorang sekretarisku." tiba-tiba suara ketus Andrean Jonathan mengagetkannya.
"Tidak perlu khawatir tuan muda.. saya bertindak objektif tuan muda. Kemajuan dan perkembangan perusahaan menjadi alasan satu-satunya, tidak yang lain.." dengan tegas, Alexander menanggapi perkataan tuan mudanya.
"Buktikan saja kata-katamu.." ucap Andreas Jonathan perlahan.
********
Dalam perjalanan keluar dari dalam perusahaan, Cassandra merubah tujuannya. Gadis itu menyampaikan tujuannya pada Herlambang.
"Mas Herlam.. ternyata Sandra mendapat fasilitas apartemen di Thamrin Executive Apartment. Bisakah mas mengantarku dan melihat-lihat apartemen itu, sebelum besok aku benar-benar tinggal di tempat itu." merasa memiliki orang dekat, Cassandra mengajak Herlambang untuk menemaninya.
"Wow.. fantastis sekali mbak kerjaanmu. Okay.. aku akan mengantarmu ke apartemen itu, dan melihat-lihat isinya di dalam. Berarti kita tetap di jalur ini, karena keberadaan apartemen itu tidak jauh dari tempat ini. Kita tidak perlu berbalih arah." Herlambang segera menginjak pedal gas, dan langsung menuju ke Thamrin Executive Apartment .
Cassandra menengok keluar kaca mobil, berusaha melihat-lihat dan mengenali tempatnya berada saat ini. Gadis itu merasa sangat beruntung bisa mendapatkan banyak kepuasan hari ini. Mengabaikan perlakuan judes yang diberikan tuan mudanya, dan juga rekan-rekan kerjanya, kebahagiaan yang dirasakannya jauh lebih besar dari itu semua. Munculnya herlambang dan ALexander seakan menjadi dewa penolong dan dewa keberuntungan hari ini.
Tidak berapa lama, Herlambang sudah memasuki halaman parkir Thamrin Executive Apartment. Cassandra segera melihat surat bukti penempatan dan kunci kamar yang dibawanya, ternyata kamarnya berada di lantai tujuh. Gadis itu segera mengatakan pada Herlambang, dan laki-laki itu mengarahkan mobilnya ke lantai tujuh. Di setiap lantai apartemen itu, tersedia tempat parkir untuk penghuni apartemen.
"Kita sudah sampai di lantai tujuh Sandra.. kamu bisa keluar dari dalam mobil.." Herlambang menghentikan mobilnya, kemudian meminta gadis itu untuk segera keluar.
Tidak menunggu lama, Cassandra segera keluar dari dalam mobil. Berjalan berdampingan dengan Herlambang, kedua orang itu segera menuju ke pintu lobby lantai tujuh. Melihat keberadaan customer service.., Cassandra segera menghampiri perempuan muda itu, dan mengatakan maksud kedatangannya.
"Okay.. kamar tipe Anyelir 2 BR ya nona.. Tunggu sebentar, biar kamar segera disiapkan oleh bagian room service. Silakan nona menunggu di sofa tersebut, dan akan segera kami beri tahu jika kamar sudah siap untuk dihuni." dengan ramah, customer service melayani Cassandra.
Cassandra segera kembali dan mengajak herlambang untuk duduk menunggu di sofa. Terlihat customer service memberikan welcome drink dan beberapa potong cookies di depan meja yang diduduki gadis itu dan Herlambang,
"Terima kasih kak.." dengan ramah, Cassandra mengucapkan terima kasih pada customer service itu.
Tanpa menjawab, customer service itu tersenyum dan menganggukkan kepala. Merasa haus, Cassandra segera mengajak Herlambang untuk menikmati suguhan itu.
"Bukan kaleng-kaleng Sandra.. fasilitas yang kamu peroleh. Kamu layak bersyukur bisa mendapatkannya.." sambil meminum beberapa teguk minuman, Herlambang memuji fasilitas yang disiapkan PT. Indotrex. Tbk.
"Iya mas.., aku juga tidak mengiranya sama sekali. Mungkin hal itu untuk menjaga agar karyawan memiliki complience pada perusahaan, dan mereka bisa menjadi loyal pada perusahaan." Cassandra mengiyakan perkataan itu.
Tidak lama kemudian, customer service kembali menghampiri mereka, dan memberi tahu jika kamar sudah siap untuk digunakan. Cassandra segera mengajak Herlambang untuk menemaninya masuk ke dalam ruangan apartemennya. Dengan perasaan senang, merasa mendapatkan teman perantauan, Herlambang segera mengikuti ajakan Cassandra. Kedua anak muda itu segera masuk ke dalam komplek apartemen. Setelah beberapa saat menyusuri koridor, akhirnya mereka menemukan kamar yang disiapkan untuk Cassandra,.
"Aku saja yang di depan Sandra.. untuk berjaga-jaga." Herlambang segera meminta acces room dari gadis itu, dan langsung melakukan scan di gagang pintu. Setelah tanda kuning menyala, laki-laki itu segera mendorong pintu. Mata Herlambang dan Cassandra terbelalak melihat tampilan mewah apartemen yang disiapkan untuk gadis itu.
"Hmm mewah sekali kamarmu Sandra.. ada dua kamar dengan kamar mandi masing-masing di dalamnya. Satu pantry, satu ruang tamu.. dan juga ada balkon. Kamu bisa menghilangkan penat dengan menatap kota Jakarta dari atas sini.." Herlambang mengucapkan rasa kagumnya melihat penampilan kamar gadis itu.
"Sepertinya malam ini, Sandra langsung menginap disini saja mas.. Akan aku batalkan kamar di hotel itu, karena hanya korban satu malam ini saja. Dua malamnya masih bisa untuk diajukan refund.." akhirnya Cassandra memutuskan untuk mulai menempati kamar itu malam ini.
"Baguslan kalau begitu Sandra.. kamu bisa segera istirahat. Karena sejak pagi, kamu sudah menempuh perjalanan bukan, dan belum sempat beristirahat.. Sekalian aku minta pamit ya, tidak bijak kalau aku terus berada di kamar ini, akan mengganggu istirahatmu." ucap herlambang mengiyakan.
"Terima kasih mas Herlam.. ini ya untuk ongkos menemaniku sore ini.." Cassandra memberikan dua lembar uang ratusan ribu pada laki-laki itu.
"Tidak Sandra.. aku seperti menemukan kembali adikku yang hilang. Anggap saja kita ini saudara.." Herlambang menolak uang pemberian Cassandra, dan laki-laki itu segera bergegas keluar, sampai Cassandra tidak bisa mengucapkan terima kasih atas pertolongan laki-laki itu.
*******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
bersyukurnya Sandra dipertemukan dgn org² baik, Dan buat yg julid.. abaikan.. Kira gak bisa menempatkan org buat menerima kira apa adanya.. Kita juga gak bisa paksa org buat bersikap baik pd kira... yg katanya bisa adlh menjaga sikap, menjadi pribadi yg baik dan santun selebihnya biarkan waktu yg merubah penilaian mereka terhadap kira... semangat Sandra...
2023-11-21
3
Natha
Yah Andreas...
belum tau aja.. ntar kalau sudah di make over.. klepek2 lu.. atau malah saingan Ama Alexander 🤣🤣🤣
2023-03-16
3
AbhiAgam Al Kautsar
awal yg baik
2022-09-10
0