Sambil berjalan menuju ruangan, Alexander senyum-senyum sendiri melihat kepolosan Cassandra. Melihat keunikan penampilan gadis itu, laki-laki itu merasa jika perempuan itu akan cocok untuk bergabung dengan perusahaan. Apalagi beberapa saat sebelum keberangkatan menuju kantornya, HRD manager sudah memberi tahu dan mengirimkan berkas lamaran dari gadis itu. Tinggal saatnya hari ini akan menjadi waktu untuk melihat kualifikasi yang dimiliki oleh gadis tersebut.
"Hmm.. sepertinya gadis itu tahan banting jika melihat dari penampilannya. Aku yakin, dengan cepat, gadis itu akan bisa mengikuti ritme tuan muda. Sebenarnya sih.. wajahnya lumayan, tapi penampilannya melihat gadis itu terlihat lusuh dan kusam. Yah.. mungkin saja keadaan yang membuatnya harus berpenampilan seperti itu," mendekati ruang kerjanya, ALexander berbicara sendiri dengan suara lirih.
"Ada apa Alex.. sejak tadi aku perhatikan kamu seperti senyum-senyum sendiri. Apakah sudah kamu siapkan schedull untuk hari ini..?" laki-laki itu terkejut, ketika tiba-tiba mendengar suara dari tuan mudanya bertanya kepadanya.
"Siap tuan muda.., pagi hari sampai pukul sebelas, tuan muda ada jadwal zoom meeting dengan calon rekanan kita di Canada. Siang harinya, tuan muda ada jadwal makan siang dengan nona Jennifer.. dan schedull lainnya sudah ada di schedull plan di ruangan tuan muda." dengan lancar Alexander menjawab pertanyaan tuan muda Andreas Jonathan.
"Okay temani aku untuk zoom meeting..!" sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan, ANdreas Jonathan meminta Alexander untuk menemani zoom meeting.
"Maaf tuan muda.. saya harus mewawancarai seorang gadis yang akan menajdi pengganti sekretaris eksekutif. Karena saya kewalahan mengatur jadwal tuan muda, berbarengan dengan menjalankan kegiatan operasional perusahaan." Alexander mengutarakan keberatannya.
Andreas Jonathan berhenti sebentar kemudian menengok pada Alexander. Beberapa saat kemudian akhirnya..
"Baik.. urus penempatan sekretaris eksekutif secepatnya.." ucap Andreas Jonathan kemudian melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangan kerja.
********
Di bawah tatapan mata Alexander dan Cathy HRD manager, Cassandra melakukan filling surat-surat secara cepat. Setelah itu beberapa konsep surat jawaban atas beberapa surat masuk, dan juga konsep penawaran keluar dengan cepat dapat diselesaikannya dengan sangat cepat dan hasil yang sangat excellent. Alexander tersenyum puas melihatnya, dan Cathy merasa kaget dengan kinerja calon sekretaris yang diwawancarainya dan diuji secara langsung itu.
"Luar biasa nona Cassandra.. lulusan terbaik dari progam studi Manajemen Universitas Gajah Mada. Ternyata negara kita tidak kalah dengan perguruan tinggi dari luar negeri, ternyata dengan cepat kamu bisa menyelesaikan materi ujian dengan sangat cepat dan bagus." Alexander terlihat puas dan memuji Cassandra,
Cassandra yang baru menyadari jika orang yang dia tepuk pundaknya tadi adalah orang nomor dua di perusahaan ini, mendadak menjadi speechless. Kegugupan mulai melandanya, dan gadis itu harus mengambil nafas beberapa kali untuk menetralisir perasaannya.
"Terima kasih Tuan Alex.. dan mohon maaf atas ketidak sopanan saya tadi pagi terhadap tuan.." Cassandra tersenyum malu, mencoba meminta maaf pada asisten pribadi CEO perusahaan itu.
"Lupakanlah nona.. Bagaimana menurutmu Miss Cathy.. apakah kamu setuju, jika aku menerima dan merekomendasi nona Cassandra untuk mendampingi dan melayani tuan muda Andreas Jonathan." sambol tersenyum, Alexander mengalihkan pembicaraan pada HRD Manager,
"Untuk kecerdasan, kecakapan, ketrampilan dan keahlian okay tuan Alex. Namun untuk penampilan.. sepertinya gadis ini harus banyak belajar tentang pengembangan diri. Masih jauh dari kriteria dan harapan dari tuan muda, dan saya tidak berani untuk menolongnya jika tuan muda akan marah kalau mengetahui nona Cassandra adalah sekretaris barunya." Miss Cathy terlihat ragu-ragu untuk menerima Cassandra.
"Aku yang akan bertanggung jawab miss Cathy. Kamu siapkan saja surat penerimaan Nona Cassandra, dan berbagai perlengkapan lainnya. Aku akan memberi tahu sendiri tentang tugas, dan hal apa yang harus dilakukan olehnya untuk melayani tuan muda Andreas." Alexander memotong tegas keraguan Miss Cathy.
"Baik tuan Alex, saya akan kembali ke ruangan untuk menyiapkan perlengkapan nona Cassandra. Hanya untuk nona Cassandra, perbaiki penampilanmu.. agar lebih sedap untuk dilihat oleh client." sambil berdiri, Cathy mengucapkan beberapa kalimat yang ditujukan untuk Cassandra. Perempuan itu dengan segera meninggalkan ruang Alexander.
"Terima kasih Miss.. saya akan berusaha untuk menyesuaikan diri." dengan sikap pantang menyerahnya, Cassandra berterima kasih pada HRD manager itu.
***********
Cassandra segera memberi tahu pada Herlambang, driver yang masih menunggunya di tempat parkir. Cassandra mengatakan jika perusahaan memintanya langsung untuk bekerja hari ini, dan meminta laki-laki itu untuk menitipkan trolly bag nya ke security lobby perusahaan. Tetapi ternyata Herlambang malah berjanji akan menjemput Cassandra selepas kerja, dan mengantarnya ke hotel. Tidak mau berdebat dengan laki-laki itu, akhirnya Alexa mengalah.
"Antarkan draft surat perjanjian kerja sama yang sudah kamu selesaikan ke ruangan tuan muda.., jika perlu diskusikan apa yang ditanyakan oleh laki-laki itu." tidak tanggung-tanggung, ALexander yang tidak tahu kenapa merasa yakin dengan kepintaran Cassandra, langsung meminta gadis itu untuk berdiskusi dengan CEO perusahaan yang terkenal arogan dan sombong itu.
"Siap tuan Alex.. saya akan antarkan." Cassandra menyanggupi perintah awal yang diberikan oleh Alexander. Dengan membawa berkas yang sudah dimasukkan dalam map, Cassandra meninggalkan ruangan laki-laki itu. Dari belakang, terlihat Alexander sangat puas melihat kelincahan dan cara kerja Cassandra.
Cassandra berdiri di depan pintu ruangan yang terlihat papan nama CEO PT. Indotrex. Tbk. Tidak menjumpai seorangpun di sekitarnya, Cassandra memutuskan untuk mengetuk pintu ruangan terlebih dulu.
"Tok.. tok.. tok..." sebanyak tiga kali, Cassandra mengetuk pintu ruangan.
"Masuk.." terdengar suara berat dari dalam ruangan. Cassandra segera mendorong pintu, kemudian masuk ke dalam. Pandangan gadis itu langsung ke arah laki-laki berbadan tegap yang sedang duduk di belakang meja kerjanya, dengan tatapan ke arah laptop.
"Selamat pagi tuan muda.. saya mendapatkan perintah dari tuan Alex untuk mengantarkan berkas ini pada tuan muda." tanpa berprasangka apapun, Cassandra langsung menuju ke meja laki-laki itu berada.
Mendengar suara seorang gadis, Andreas Jonathan melihat ke arah Cassandra, Mata laki-laki itu terbelalak melihat penampilan gadis itu, dan seketika emosinya naik.
"Siapa kamu, berani-beraninya masuk ke ruanganku." dengan nada tinggi, Andreas Jonathan berteriak sambil menunjuk ke wajah Cassandra,
Gadis itu terkejut dan hampir terjatuh, untung dengan cepat Cassandra menyesuaikan diri dan mengambil nafas panjang.
"Saya sekretaris baru yang barusan direkrut oleh Tuan Alexander dan miss Cathy tuan muda. Apakah ada yang keliru, saya hanya diminta mengantarkan berkas ini pada tuan muda. Jika perlu, juga diminta tuan ALex untuk berdiskusi dengan tuan muda.." tanpa takut, Cassandra yang sudah terlalu sering berhubungan dengan orang-orang menjawab pertanyaan laki-laki itu.
"Cepat keluar, dan panggil orang yang menyuruhmu masuk ke ruanganku.. Cepat.." tidak diduga, mendengar jawaban Cassandra, Andreas Jonathan menjadi naik darah.
"Baik tuan muda.. saya akan panggil tuan Alex kemari. Marah-marah tidak baik untuk kesehatan tuan muda, permisi.." Cassandra segera berjalan keluar dari dalam ruangan itu, untuk kembali ke ruang Alexander.
*********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
good job Casandra...! aku pecinta para wanita tangguh... jd Casandra " BE STRONG GIRL "... semangat, jgn mudah atau jgn mau di intimidasi...
2023-11-21
2
Deasy Dahlan
Penampilan bs di Make Over...... Yg attitude dan brain..... Ok Cassandra... Bravo...
2023-11-19
0
Lutfie Wachad
seru nih.... Andreas mungkin tidak suka melihat penampilan Casandra hingga marah 🤣🤣🤣
2023-11-04
0