Herlambang terpaku menatap Cassandra yang masuk ke mobil CEO perusahaan. Laki-laki itu tetap berada dalam mobilnya, tidak mau keluar untuk menemui gadis itu. Karena masih berada di lingkungan perusahaan, Herlambang mengira jika Cassandra sedang ada tugas luar dengan CEO dan wakil CEO PT. Indotrex. Tbk. Laki-laki hanya menatap mereka, sampai mobil yang dikendarai Alexander hilang dari depan lobby perusahaan.
"Mungkin Sandra sedang diminta menemani atasannya, mungkin bertemu dengan client. Aku tidak boleh gegabah mencurigai mereka.." Herlambang menyalakan mesin mobil, kemudian keluar dari lobby perusahaan tersebut.
Security perusahaan yang melihat perginya Herlambang, karena mengenali laki-laki itu sebagai orang terdekatnya Cassandra tersenyum dan menganggukkan kepala, ketika laki-laki itu tersenyum padanya. Laki-laki itu segera menuju ke arah jalan raya, dan sesaat Herlambang bingung menentukan arah tujuannya. Padahal malam ini, laki-laki itu memiliki niat untuk mengajak Cassandra makan steak, karena barusan Herlambang mendapatkan reward dari penyedia jasa transportasi online, karena melampaui standar minimal membawa tamu.
"Anggap saja belum rejeki, aku harus mulai menyiapkan mentalku. Melihat posisi Cassandra di perusahaan, aku harus siap untuk ditinggal sewaktu-waktu oleh gadis itu." kembali Herlambang membatin sendiri.
"Tapi ge er banget kamu Her.. memang dirimu ini siapanya Cassandra, sok harus nyiapkan perasaan lagi." satu sisi hati Herlambang memprotes tindakan laki-laki itu.
"Aku ini kekasihnya Cassandra, memangnya perasaan cinta itu harus diungkapkan. Sejak gadis itu pertama kali datang ke kota ini Jakarta, akulah yang menuntun dan mengarahkannya. Tidak mungkin bukan, jika Cassandra akan menolakmu. Lagian gadis itu juga tidak memiliki satu teman dekat laki-laki di kota ini, hanya aku guys.." sisi hati yang lain membela pikiran ngelantur Herlambang,
Sambil senyum-senyum sendiri, Herlambang mengarahkan mobilnya menjelajah ramainya ibukota saat jam keluar kantor. Laki-laki itu dengan cepat merubah rencananya, dimana ketika berangkat ke perusahaan tempat Cassandra bekerja, Herlambang mematikan aplikasi transportasi onlinenya. Saat ini, laki-laki itu menyalakan kembali aplikasi online, dan memutuskan untuk kembali mencari penumpang.
********
Dalam perjalanan, Alexander membawa mobil melewati apartemen tempat tinggal Cassandra. Gadis itu menengok ke bangunan apartemen tempat tinggalnya selama satu bulan terakhir, dan merasa bingung dengan jalan yang diambil oleh wakil CEO itu. Dari kaca depan, Alexander melihat kebingungan dari wajah Cassandra, hanya saja gadis itu tidak berani untuk mengungkapkannya.
"Sandra.. jangan khawatir.. kita akan ke Senayan City. Disana, kebutuhan rumah tangga dijual dengan kualitas nomor satu, supermarket lainnya berada dibawah standar supermarket itu. Kamu bisa mencari semua kebutuhanmu disana.." Alexander yang membaca pikiran Cassandra menjawab pertanyaan yang berseliweran di benak gadis itu.
"Senayan City tuan ALex.. bukankah itu mall yang sering ditongkrongin para artis ibukota. Jika begitu, tuan Alex bisa menurunkan saya di depan tuan.. Saya tidak akan mampu untuk belanja di supermarket yang ada di mall itu, Sandra keder tuan.." sering mendengar jika mall itu untuk konsumsi kalangan atas, Cassandra merasa rendah diri,
"Apa yang kamu khawatirkan Sandra.. jangan suka mendengar gosip-gosip yang beredar. Masa tuan muda akan kita bawa ke supermarket yang ada di mall biasa, tidak kelas Sandra. Kita ke Sency dulu.. lihat-lihatlah dulu. Jangan khawatir.. tuan muda yang akan membayar semuanya.." dari depan, Alexander mencoba menenangkan Cassandra.
Gadis itu terdiam, meskipun Alexander sudah berusaha mengurangi rasa groginya, namun gadis itu tetap saja merasa tidak layak dan tidak pantas untuk datang ke mall itu. Andreas Jonathan yang mengetahui jika Cassandra merasa gelisah berada di sampingnya menoleh ke arah gadis itu.
"Apakah kata-kata Alex tidak terdengar jelas di telingamu. Tidak perlu kamu pusingkan masalah uang, aku yang membayar semuanya. Ambil semua keperluan, bahkan jika perlu juga perlengkapan fashionmu.. aku yang akan membayar semuanya." kata-kata yang keluar dari bibir CEO perusahaan seakan menghipnotis Cassandra. Tanpa bisa menjawab dan keluar kata-kata, Cassandra hanya menatap mata biru laki-laki disampingnya itu. Tidak tahu kenapa, ketika dua pasang mata itu saling berpandangan, ada desir rasa aneh di dada gadis itu.
"Terima kasih Tuan muda.." dengan gugup, Cassandra berusaha menghilangkan rasa gugupnya.
Alexander tersenyum, dan tanpa bicara laki-laki muda itu kembali menginjak pedal gas. Tidak lama kemudian, mobil yang dibawa oleh wakil CEO itu sudah berada di depan lobby Senayan City Mall. Melihat megahnya dan gemerlap suasana mall, hati Cassandra menjadi semakin tidak karuan.
"Turunlah Sandra.. kita sudah sampai." Cassandra terkejut, karena tanpa disadarinya, pintu mobil sudah terbuka. Terlihat Andreas Jonathan yang membuka pintu mobil, dan laki-laki itu sudah berdiri di depan Cassandra.
********
Di dalam mall, Cassandra berjalan di depan dua laki-laki muda itu. Gadis itu betul-betul merasa tidak percaya diri berada di mall besar dan berisi barang-barang mewah. Melihat etalasenya saja, Cassandra sudah merasa nervous. Jangankan untuk melihat-lihat koleksi barang, menatapnya saja hati gadis itu sudah merasa keder. Tiba-tiba karean fokus berjalan sambil menundukkan wajah, Cassandra merasa menabrak tubuh seseorang. Bau harum aroma laki-laki menguar masuk ke indera penciuman gadis itu. Cassandra menengok ke atas, dan terlihat Andreas Jonathan menatapnya sambil menundukkan kepala, karena perbedaan tinggi badan mereka.
"Siapa yang suruh jalan di belakang kami, untung saja aku yang kamu tabrak, jika itu adalah orang lain, apakah kamu tidak berpikir akibatnya.." tiba-tiba Andreas Jonathan memberi teguran pada Cassandra.
"Iya tuan muda..maaf.." dengan tersenyum pias, gadis itu menanggapi perkataan CEO perusahaannya.
"Maaf.., maaf.. tidak capaikah mulutmu sejak tadi, bilang maaf.., maaf. Ke depan, jalan disamping kita." dengan suara tegas, Andreas Jonathan memerintahkan Cassandra untuk berjalan bertiga bersama dengan mereka.
"Baik tuan muda.." dengan takut-takut, Cassandra segera mensejajarkan langkahnya, dan ketiga anak muda itu berjalan di dampingan.
Melihat ada butik langganan mamanya, Andreas Jonathan tidak langsung menuju ke supermarket. Laki-laki itu malah mengajak Cassandra dan Alexander untuk mendatangi butik tersebut. Cassandra yang tidak tahu apa-apa hanya menurut, dan mengikuti tuan mudanya masuk ke dalam.
"Selamat malam tuan muda Andreas Jonathan.. sudah lama sekali tuan muda tidak datang berkunjung ke butik kami." dengan ramah, para pelayan, dan bahkan pemilik butik yang sedang berada di tempat itu, keluar menyambut kedatangan Andreas Jonathan.
"Aku tidak suka basa-basi, layani gadis itu." tidak diduga, Andreas Jonathan menunjuk ke arah Cassandra.
"Tapi tuan muda.. jangan.. Pakaian dan perlengkapan punya Cassandra masih banyak di apartemen. Kemarin yang dibawakan tuan Donny karena perintah Tuan Alex, masih beberapa yang belum sempat saya kenakan." berpikir tentang potongan pembayaran dari pakaian itu, Cassandra menjadi ngeri, dan kehilangan minta berada di butik itu.
*******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sintia Dewi
herlambang awalnya aja blang keinget adeknya dan udh nganggep kyka adeknya yg tinggal jauh tp lama2 demen terus ditolak jadi obsesi...sok mresa berjasa
2024-01-25
0
Sandisalbiah
wah... Ada apa dgn tua Anderson Jhonatan...? 🤔🤔
2023-11-21
2
anita
wah bau2 bucin dah terlihat tuch..
2023-07-22
0