Dengan menggunakan pesawat Batik, Cassandra pada pukul 07.30 sudah sampai di Jakarta. Karena memang gadis itu lebih dominan berpenampilan tomboy, Cassandra tidak begitu mempedulikan penampilannya. Sepasang sneaker melengkapi penampilannya, seperti pekerjaan untuk kategori di lapangan. Menggunakan mobil carteran dengan memanfaatkan promo di Traveloka, Cassandra meminta driver langsung mengantarkan ke perusahaan yang dimaksud. Untungnya selama menjadi mahasiswa dan menangani event.., Cassandra sering melakukan perjalanan jauh beberapa kali, sehingga gadis itu tidak merasa kagok dalam perjalanan.
"Ada tempat yang akan didatangi sebelum menuju ke PT. Indotrex. Non.." driver bertanya pada gadis itu, ketika mereka sudah berjalan keluar dari terminal kedatangan di Cengkareng.
"Tidak pak.. langsung ke perusahaan saja. Saya ijin tidur sebentar ya, karena sejak habis SHubuh sudah harus berada di bandara." Cassandra meminta ijin pada driver untuk istirahat.
"Baik non.. tidak ada penambahan biaya tol kok. Karena nona sudah mengambil paket khusus." driver menanggapi perkataan Cassandra.
Driver menengok ke atas kaca cermin yang ada di atasnya, dan seulas senyuman muncul di bibir laki-laki itu ketika melihat Cassandra yang sudah memejamkan matanya. Mencari kendaraan lewat server penyedia jasa yang sudah terpercaya, memang tidak menimbulkan kekhawatiran penumpang di dalamnya.
"Sepertinya nona Cassandra betul-betul mengantuk, dan terlihat jika nona itu orang baik. Semoga tidak ada yang mencelakakan gadis itu, aku jadi teringat adikku di Surabaya. Sepertinya nona ini seusia adik perempuanku." driver menggumam sendiri dari belakang kemudinya.
*******
Satu jam perjalanan, driver akhirnya sudah sampai di depan gedung perkantoran tempat PT. INdotrex. Tbk berada. Laki-laki itu menghentikan mobilnya di depan lobby, kemudian menengok ke belakang. Terlihat Cassandra yang menjadi penumpangnya sudah terbangun, dan tampak merapikan rambut dan penampilannya.
"Nona Cassandra.. kita sudah sampai di lobby PT. Indotrex. Tbk, seperti yang tertulis di form aplikasi Traveloka. Tetapi melihat penampilan nona kali ini, sepertinya nona tidak akan berada lama di perusahaan ini. Jika nanti nona membutuhkan tumpangan lagi, nona bisa menghubungi saya ya non. Saya akan memparkirkan mobil saya di lahan parkir yang ada di lantai atas gedung ini." tidak diduga, driver itu ternyata menaruh rasa simpati melihat penampilan Cassandra.
Cassandra kaget mendengar tawaran dari laki-laki itu, dan gadis itu melihat ke mata driver yang sudah mengantarnya itu. Tidak ada terlihat gelagat perkataan bohong dari mata driver, namun Cassandra juga memutuskan untuk berhati-hati.
"Nona.. kita sama-sama berasal dari pulau Jawa, hanya saja saya dari Jawa Timur Surabaya. Penampilan nona membuat saya menjadi teringat dengan adik perempuan saya yang tinggal di kota Surabaya non.. Sudah lama, kami belum berjumpa.. jadi saya harap non Cassandra tidak takut pada saya." seperti mengetahui apa yang berkelebat di pikiran gadis itu, driver menjelaskan maksud perkataanya.
Laki-laki itu kemudian mengambil dompet dari saku celananya, kemudian mengambil KTP dan kartu namanya. Setelah itu, driver memberikan identitas dan kartu nama itu pada Cassandra.
"Itu identitas saya nona Cassandra.. nona bisa menyimpannya jika masih takut dan khawatir pada saya." ucap driver itu ramah.
Cassandra terdiam, kemudian melihat identitas laki-laki itu yang sudah berada di tangannya. Antara kartu nama dan KTP, ternyata memiliki kesamaan, dan nama laki-laki itu adalah Herlambang. Tidak tahu kenapa, tiba-tiba Cassandra merasakan hal yang akrab, bertemu dengan sama-sama perantau.
"Baik mas.. nanti saya hubungi lagi ya, setelah saya melakukan wawancara di atas. Mungkin mas Herlam bisa mengantar saya menuju ke hotel Salvha, karena saya sudah booking beberapa hari di hotel tersebut. Saya masuk ke dalam dulu ya mas.." Cassandra akhirnya mengiyakan perkataan laki-laki itu. Ketika gadis itu akan menarik keluar trolly bag, Herlambang melarangnya.
"Non.. jangan khawatir. Saya tidak akan pergi kemana-mana kok, saya akan menunggu sampai non Cassandra selesai urusannya. Jadi mungkin trolly bag non ditinggal di dalam mobil saya saja. Saya orang baik-baik kok, bukan penipu. Kebetulan saya sedang mengantuk, jadi sekalian akan tidur dulu di tempat parkir." ucap Herlambang sambil tersenyum.
"Mmm baik mas Herlam, anda betul-betul sangat baik. Nitip trolly bag saya ya, tadi rencana mau kutitip di security lobby. Tapi melihat besarnya gedung ini, saya sendiri malah menjadi ragu. He.. he.. lagian trolly bag ini juga tidak berisi barang berharga juga kok. " Cassandra akhirnya menyetujui tawaran itu.
Dengan hati-hati, akhirnya Cassandra turun dari dalam mobil, dan kemudian melangkah menuju ke lobby gedung. Herlambang menjalankan mobil, setelah melihat Cassandra memasuki gedung perkantoran tersebut.
******
Dua orang laki-laki tergesa-gesa masuk ke gedung perkantoran tanpa melihat ke kiri dan ke kanan. Orang-orang yang berpapasan dengan mereka, berhenti dan menganggukkan kepala memberi hormat pada keduanya. Tiba-tiba tanpa melihat keadaan di sekelilingnya, Cassandra yang masih kebingungan untuk mencari petugas customer service menahan laki-laki muda yang berjalan di belakang.
"Selamat pagi mas.. apakah saya bisa minta tolong..?" Cassandra menepuk pundak laki-laki itu, dan laki-laki itu berhenti kemudian menatapnya dari ujung kaki ke ujung kepala.
"Gila.. siapa perempuan udik itu. Berani-beraninya menepuk pundak Tuan Alexander, kita harus lihat apa yang akan terjadi sesudah ini.." orang-orang yang tadi menganggukkan kepala memberi hormat, merasa terkejut melihat keberanian yang dilakukan Cassandra, Seketika gunjingan sambil berbisik-bisik terjadi di ruangan itu, sambil mereka mencibir dengan melihat Cassandra dengan sinis.
"Pertolongan apa yang kamu butuhkan mbak.. apakah kamu tidak salah orang.." tidak diduga, harapan orang-orang yang ingin melihat Alexander mendamprat Cassandra ternyata tidak terealisir. Alexander ternyata menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh Cassandra.
"Saya mendapatkan surat rekomendasi dari kampus tempat saya kuliah dulu yaitu di UGM, untuk bertemu dengan HRD Manager untuk menyerahkan berkas lamaran saya. Jika saya boleh bertanya, apakah masnya tahu dimana letak ruangan HRD Manager. Tadi saya sudah berusaha bertanya pada security lobby, rupanya dia juga orang baru, dan merupakan petugas out sourcing, jadi tidak bisa membantu saya." dengan polosnya, Cassandra menceritakan apa yang dibutuhkannya pada Alexander.
"Hmm.. naiklah ke lantai empat. Jika ada petugas yang bertanya denganmu, bilang jika kamu akan bertemu dengan seseorang, tunggulah di ruang transit. Nanti kamu akan bertemu dengan orang yang akan kamu cari." laki-laki muda itu mengambil sesuatu dari dalam tasnya, kemudian memberikan sebuah card name pada Cassandra.
"Jika security di lantai tersebut tidak percaya, tunjukkan card name ini." sebelum pergi, laki-laki itu memberikan arahan. Cassandra merasa tidak percaya, karena dari pagi bertemu dengan orang-orang baik. Gadis itu membungkukkan badannya sebagai tanda ucapan terima kasih atas bantuan Alexander.
"Terima kasih mas.." ucap Cassandra.
Orang-orang yang ada di lobby menatap Cassandra dengan pandangan tidak suka. Mereka berpikir, tuan Alexander masih menjaga harga diri dan wibawa untuk tidak memarahi gadis itu di lobby, sehingga langsung mengundangnya ke atas.
***********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor /Smile/
2024-01-30
0
Sandisalbiah
Cassandra yg polos... gadis yg baik Dan Alhamdulillah nya selalu di pertemukan dgn org² yg baik juga... semangat Sandra..
2023-11-21
2
Deasy Dahlan
Mdhan lancar sampe interview selesai...
2023-11-19
0