Sepulang kerja, karena tidak hafal dengan jalanan di Jakarta, Cassandra meminta Herlambang untuk mengantarnya. Tidak ada penolakan sama sekali, tepat jam kerja usai, laki-laki itu sudah menunggu Cassandra keluar dari perusahaan. Bukannya tidak menyukai kerja lembur, tetapi Cassandra memang membiasakan diri untuk menyelesaikan semua urusan tepat sesuai jam kerja yang berlalu. Begitu jarum jam, tepat di angka empat, gadis muda itu segera bersiap.
"Tuan Alex.. saya ijin pulang duluan ya, sekaligus mau mencari informasi tentang pak Bachtiar.." dengan alasan, masih ada tugas sampingan, cassandra meminta ijin pada Alexander untuk keluar lebih dulu.
"Itu masih tugas kantor Sandra.. kamu bisa menggunakan fasilitas driver dan mobil perusahaan untuk mendatangi rumah pak Bachtiar. Jika kamu belum terbiasa, aku akan menghubungan bagian sarana dan prasarana untuk menyiapkan mobil dan driver." mengetahui jika gadis itu mendapatkan tugas tambahan dari tuan muda ANdreas, Alexander menawarkan bantuan.
"Tidak perlu tuan Alex.. kebetulan teman Sandra mau mengantarkan. Dia tahu jika Sandra belum hafal jalan-jalan di Jakarta, jadi sekaligus akan menemani Sandra berputar-putar." Cassandra menolak tawaran Alexander.
"Mmm.. laki-laki yang kemarin sore menjemputmu ya, apakah dia pacarmu.." tanpa sadar, Alexander bertanya menyangkut urusan pribadi gadis itu.
"Bukan tuan Alex.. kebetulan saja kami juga baru berkenalan. Karena kami sama-sama berasal dari Jawa, jadi kami menjadi cepat akrab." dengan cepat, Cassandra menceritakan tentang Herlambang.
"Okay no problem.. hati-hatilah Sandra.." tanpa melihat, Alexander mengijinkan gadis itu pergi.
Dengan perasaan senang, Cassandra segera keluar meninggalkan ruang kerja Alexander, dan ketika gadis itu akan melangkah keluar, tanpa sengaja Cassandra berpapasan dengan Andreas Jonathan. Melihat gadis itu sudah membawa tasnya, dahi laki-laki itu berkerut, dan menatap Cassandra dengan tajam.
"Mau kemana kamu.. CEO belum pulang, sudah mendahului pulang duluan.." dengan nada judes, Andreas Jonathan memberi teguran pada Cassandra.
"Tuan muda.. jam kerja sudah habis, dan semua pekerjaan sudah selesai Sandra kerjakan. Tidak ada lagi yang tersisa, dan Sandra juga sudah diijinkan untuk pergi oleh tuan Alexander. Apalagi apakah tuan muda lupa, jika sudah memberikan tugas tambahan pada Sandra untuk turun menjalani tugas sebagai detective baru." tanpa takut, Cassandra mengingatkan lagi tugas yang diberikan oleh laki-laki itu.
Andreas Jonathan speechless mendengar alasan gadis itu, tiba-tiba seperti muncul rasa senang ketika berdebat dengan Cassandra. Dalam hati, laki-laki itu tersenyum dan melihat Cassandra sebagai sebuah hiburan untuknya.
"Maaf tuan muda.. kasihan teman saya sudah terlalu lama menunggu saya di depan. Saya harus segera keluar, permisi selamat sore." tanpa menunggu ijin yang diberikan tuan muda Andreas, Cassandra segera meninggalkan laki-laki itu.
Andreas Jonathan terpana melihat gadis itu pergi meninggalkannya, dengan kesal laki-laki itu kembali masuk ke ruang kerjanya. Tanpa tahu sebabnya, Andreas Jonathan menyalakan komputer dan mengamati pergerakan Cassandra lewat camera CCTV. Tetapi begitu melihat laki-laki muda yang kemarin sore juga dilihatnya, tidak tahu kenapa tiba-tiba Andreas menjadi bertambah kesal.
"Siapa laki-laki itu, apakah pacar atau teman dekat Cassandra.." Andreas Jonathan bertanya pada dirinya sendiri. Laki-laki itu terus mengamati ketika gadis itu masuk ke dalam mobil, dan perlahan mobil itu pergi meninggalkan depan lobby.
********
Di depan SMU 101 Jakarta, Herlambang menghentikan mobilnya. Setelah bertanya pada warga yang tinggal di daerah itu, mereka akhirnya menemukan rumah tinggal pak Bachtiar. Setelah memarkir mobil, Cassandra dan Herlambang segera berjalan kaki menuju rumah yang ditunjukkan warga Kembangan.
"Mas Herlam yakin.. rumah pak Bachtiar di komplek ini. Rumahnya sangat rapat-rapat ya mas, sampai tidak ada space untuk masuk ke rumah mereka.." Cassandra merasa ragu, ketika Herlambang mengajaknya masuk ke sebuah gang sempit.
"Ya beginilah Sandr.. gemerlap kota Jakarta dengan banyak gedung bertingkat dan penampilan mewah, akan berubah menjadi kumuh ketika kita masuk ke pelosok-pelosok daerah. Tempat ini masih mending.. kamu belum pernah kan main ke kost-ankku. Disana lebih padat lagi, kamu harus banyak bersyukur Sandr.. karyawan baru sudah mendapatkan fasilitas apartemen mewah.." sambil tetap berjalan, Herlambang menanggapi pernyataan Cassandra.
"Benar katamu mas.. aku termasuk orang yang sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan multinasional. Pihak kampus tempat asal kuliahku mas, yang merekomendasikan untuk masuk ke perusahaan ini.." sambil mengikuti langkah Herlambang, Cassandra menimpali pembicaraan.
Beberapa saat berjalan, mereka sampai ke sebuah rumah dua lantai yang terlihat sangat besar, jika dibandingkan dengan perumahan warga sekitar. Cassandra melihat ke alamat pak Bachtiar yang sudah disimpannya di ponsel.
"Sepertinya rumah ini benar milik pak Bachtiar mas.. Lihatlah nomor rumahnya.." Cassandra menunjukkan screenshoot alamat rumah Bachtiar. Herlambang mengamati sebentar, kemudian mencocokkan angka yang tertera, dan ternyata benar apa yang diucapkan oleh gadis itu.
Perlahan Herlambang menekan tombol masuk yang ada disamping pintu gerbang. Kedua anak muda itu berdiri menunggu beberapa saat. Tidak lama kemudian.., terdengar suara langkah kaki menuju ke arah tempat kedua anak muda itu berdiri. Perlahan pintu gerbang terbuka dari dalam.., dan seorang perempuan muda tampak berada di belakang pintu gerbang itu.
"Selamat sore.. apakah ini benar rumah pak Bachtiar ya.." dengan ramah, Cassandra menyapa perempuan muda itu.
"Iya benar.. kalian ini siapa. Papa belum sampai rumah, biasalah pasti mampir ke tempat istri mudanya.." tidak diduga, perempuan muda itu menanggapi dengan sinis perkataan Cassandra.
Cassandra tersenyum, kemudian mengenalkan dirinya dan Herlambang pada perempuan muda itu.
"Saya Sandra teman kantor pak Bachtiar di PT. Indotrex. Tbk. dan ini teman saya mas Herlambang. Jika begitu, apakah saya diijinkan untuk berjumpa dengan Bu Bachtiar, ada sesuatu hal yang akan saya diskusikan." masih dengan ekspresi bersahabat, Cassandra menjawab pertanyaan perempuan muda itu.
"Tunggu sebentar, akan saya tanyakan dulu pada mama.." tanpa meminta Herlambang dan Cassandra masuk ke dalam, perempuan muda berlari meninggalkan dua anak muda itu.
Beberapa saat kemudian, perempuan muda itu kembali berjalan keluar kemudian membuka lebar pintu gerbang.
"Masuklah mbak.., mas.. mama mau menerima anda berdua." setelah dipersilakan masuk, kedua anak muda itu berjalan mengikuti perempuan muda itu masuk ke dalam,
"Tunggulah sebentar disini.." Cassandra dan Herlambang segera duduk di sofa, dan perempuan muda itu kembali masuk ke dalam ruangan.
Cassandra dan Herlambang saling berpandangan, mereka mencoba menerka masalah apa yang terjadi dalam rumah ini. Namun mereka saling berdiam diri, merasa khawatir jika pembicaraan mereka dinilai tidak menghormati tuan rumah. Beberapa saat berlalu, perempuan muda tadi keluar dengan membawa seorang perempuan setengah tua kemudian duduk di depan Cassandra dan Herlambang.
**********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
Pak Back'tiar poligami..? 🤔🤔
2023-11-21
2
Natha
Nah.. Mulai ada rasa kan Andreas.
Si kulkas dua pintu sepertinya mulai oleng🤣
2023-03-16
3
yuce
biasanya sekretaris yg sering keaal sama bosnya nah ini bosnya yg kesal sama sekretarist.
2023-02-13
0