Andreas Jonathan terkejut mendengar ada karyawan baru berani menyampaikan masukan kepadanya, apalagi karyawan itu di bawah standar kualifikasi minimal yang diinginkannya dari segi penampilan. Laki-laki melihat ke samping dengan mata melotot, tetapi begitu melihat wajah dan penampilan Cassandra, Andreas Jonathan menjadi terkesiap. Alexander hanya tersenyum melihat perubahan ekspresi tuan mudanya.
"Apa maksud kata-katamu.. apakah kamu bermaksud untuk mengguruiku.. Lihat siapa kamu.. karyawan kemarin sore saja, sudah berani turut campur dalam masalah perusahaan.." kata-kata pedas tidak lama keluar dari bibir laki-laki itu sambil melihat ke arah Cassandra.
"Huh.. saya rasa terjadi miss perception terhadap sikap saya. Tuan muda.. setahu saya, proses manajemen SDM dari recruitment, seleksi, orientasi, penilaian prestasi kerja, pengembangan, sampai pada masa purna sudah memiliki sebuah siklus. Penting untuk mengetahui alasan karyawan, yang tiba-tiba tanpa sebab mengajukan masa re sign tanpa ada alasan yang jelas terkait dengan hubungan kerja di kantor. Siapa tahu tanpa kita sadari ada kasus bullying di perusahaan, atau persaingan tidak sehat. Bisa juga masalah keluarga yang mendasarinya, maka menurut saya penting untuk kita mengetahuinya.." tanpa merasa takut, Cassandra menjelaskan maksud dari kata-katanya.
"Berarti kamu bermaksud menuduh ada bullying di perusahaanku. Siapa kamu.. beraninya memberikan kritikan. Selama ini tidak ada karyawan yang berani dan kurang ajar memberikan hal buruk kepadaku. Kamulah satu-satunya.." tidak diduga, bukannya menelaah kata-kata yang diucapkan Cassandra, Andreas Jonathan malah terpancing.
"Tuan muda selalu under estimated dengan sikap saya, semenjak kedatangan saya pertama kali di perusahaan ini. Ingat kembali kata-kata saya, dari tadi saya mengatakan siapa tahu terjadi bullying di perusahaan ini, bukan memberikan sebuah tuduhan. Jujur tuan muda.. saya saja saat ini merasa terbully dengan sikap tuan muda terhadap saya.. Jadi.. bukankah kata-kata saya ada benarnya." bukannya keder dan takut, Cassandra malah membalas kata-kata dan perlakuan Andreas Jonathan. Pengalaman sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan, dan sering menjadikannya sebagai wakil atau duta untuk melakukan penyampaian pendapat, melatih gadis itu untuk lebih trampil dalam berkomunikasi.
Melihat sikap subjektif tuan muda Andreas Jonathan, Alexander memiliki tanggung jawab untuk menghentikan perdebatan itu. Laki-laki merasa khawatir, jika karena keberaniannya, tiba-tiba tuan mudanya memecat gadis itu tanpa sebab.
"Sudah nona Cassandra, hentikan bicaramu sebentar. Tuan muda Andreas.. mungkin perkataan nona Cassandra ada benarnya juga, Kita mungkin bisa menyelidiki apa yang melatar belakangi kenapa pak Bachtiar tiba-tiba melakukan re sign. Dengan masa kerja 30 tahun di perusahaan sejak perusahaan masih dikelola oleh Tuan Abraham, laki-laki itu memang butuh perlakuan khusus." akhirnya Alexander memotong perdebatan dua orang itu.
Cassandra terdiam tidak menanggapi perkataan tuan Alexander, berdebat dengan tuan muda Andreas Jonathan membuatnya menjadi merasa sebal. Sedangkan Andreas Jonathan mengabaikan perkataan asisten pribadinya, laki-laki itu malah mengambil kembali surat dari pak Bachtiar, kemudian kembali membacanya.
"Okay.. aku mengalah denganmu karyawan cerewet.. Karena kamu yang menyampaikan usulan, maka kamu yang aku beri tugas untuk menyelesaikan masalah ini. Selidiki ada apa di balik pengunduran pak Bachtiar, jika kamu gagal.. maka punishment akan menantimu.." tiba-tiba Andreas Jonathan melempar surat pengunduran diri itu ke depan Cassandra.
"Ooops.. apakah begini mekanisme kerja dan SOP yang ada di perusahaan ini. Lalu apa gunanya ada Divisi Human Resouce, jika seorang sekretaris harus menangani masalah seperti ini.. Sepertinya tuan muda sudah keterlaluan, melakukan praktik bullying pada saya.." dengan berani, Cassandra memprotes tindakan Andreas Jonathan.
Mendengar suara Cassandra yang dengan nada tinggi berani memprotes tindakannya, Andreas Jonathan kembali tersulut emosi. Untungnya Alexander melihat kejadian itu, kemudian..
"Nona Sandra.. anggap saja tugas khusus dari tuan muda Andreas untuk menguji kapabilitasmu. Ada benarnya juga, jika kamu bisa mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh bawahan, sehingga hubungan atasan dan bawahan bisa menjadi lebih terbantu." Alexander segera menengahi perdebatan antara Andreas Jonathan dan Cassandra.
"Okay.. saya terima tugas ini, karena saya menghormati Tuan Alexander, bukan karena saya patuh untuk menjalankan tugas yang salah. Permisi.. saya harus segera mulai bergerak.." dengan cepat Cassandra melangkah keluar dari ruang kerja CEO, setelah melihat Alexander menganggukkan kepala,
*******
Sesampainya di ruangan, Cassandra segera masuk ke komputer dan menggunakan otorisasi untuk mengakses divisi yang lain, gadis itu segera masuk ke sistem informasi pengelolaan SDM. Beberapa saat, informasi tentang pak Bachtiar sudah masuk ke emailnya. Gadis itu sudah terbiasa bekerja sangat cepat, karena selama ini baginya waktu adalah uang.
"Kembangan RT. 07, Cileduk.. Dimana tempat itu, aku saja bingung dan tidak tahu utara selatan di kota ini, masa harus mencari alamat ini.." menyadari keterbatasannya mengenal kota Jakarta, Cassandra agak berkeluh kesah dengan tugas tidak masuk akal itu.
"Semua gara-gara CEO egois itu.. tidak berperasaan, dan sedikitpun tidak memiliki empati.." gadis itu lanjut mengata-ngatai Andreas Jonathan. Gadis itu tidak sadar jika ada perempuan cantik di depannya yang mendengar kata-katanya.
"Siapa yang kamu kata-katain.., beraninya ya kamu.. mengatakan CEO perusahaan ini egois. Kamu pasti karyawan baru, belum kenal siapa tuan muda Andreas Jonathan.." tiba-tiba seorang perempuan memberikan teguran pada Cassandra dengan kasar.
Cassandra mengangkat wajahnya ke atas, dan gadis itu merasa mengenali wajah perempuan cantik di depannya itu. Artis muda yang bernama Jennifer yang saat ini sedang naik daun berdiri di depannya, dengan mata menatapnya tanpa sedikitpun ada keramahan di dalamnya.
"Bukan kewajiban saya untuk memberi tahu siapa yang aku katai, meskipun anda adalah seorang artis yang lagi naik daun. Tapi anda bukan siapa-siapa saya.. Mau ketemu dengan siapa," dengan nada datar, Cassandra menjawab pertanyaan perempuan bernama Jennifer itu.
"Okay.. karena kamu karyawan baru disini, aku akan mengalah sedikit. Benar katamu .. namaku adalah Jennifer, dan kedatanganku kesini untuk menemui kekasih hatiku tuan muda Andreas Jonathan. Katakan pada CEO perusahaan ini, jika aku kekasihnya datang berkunjung.." dengan nada judes yang membanggakan dirinya, perempuan itu menyampaikan maksud kedatangannya.
Sebenarnya mendengar nada bicara perempuan itu, Cassandra merasa malas dan sebal untuk melayani perempuan itu. Tetapi gadis itu teringat jika dirinya adalah sekretaris eksekutif yang ditugaskan melayani urusan CEO dan wakil CEO. Dengan malas, gadis itu berdiri..
"Baik nona Jennifer.. duduklah dulu di ruang transit. Tuan muda Andreas sedang berdiskusi masalah pekerjaan dengan tuan Alexander. Akan saya lihat dulu, apakah mereka sudah bisa diganggu.." dengan sopan, Cassandra merubah nada bicaranya. Setelah melihat Jennifer duduk, gadis itu segera mendatangi ruang kerja ALexander.
**********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
beneran jatuhin Cinta dgn sifat Dan Cara Sandra bersikap...perfecto.. semangat Sandra... libas para penindas ..🤭🤭
2023-11-21
1
anita
lanjut thor,spt kisah nyata bukan halu,critamu mengambil lokasi n nm perusahaan yg nyata shingga bner2 mnarik,sukses thor,,smangat lanjut
2023-07-22
0
Natha
ehh Andreas sudah buat jebakan buat hatimu sendiri ya?😁
2023-03-16
3