Cassandra masih berdiri terpaku dan tidak berani menoleh ke belakang. Jantung gadis itu berdetak cepat, karena tanpa sengaja telah melihat kejadian yang tidak boleh dilihatnya. Tetapi semuanya sudah terlanjur, dan tidak bisa ditarik kembali. Terdengar langkah kaki berjalan ke arahnya, dan jantung Cassandra menjadi semakin berdetak cepat.
"Duduklah dulu di sofa.. kita akan diskusikan dulu konsep yang telah kamu buat. Tunggulah sebentar, aku akan membacanya terlebih dahulu.." Cassandra tersentak, ketika tangan Andreas Jonathan berada di atas pundaknya. Merasa jijik dengan barusan apa yang dilihatnya yang terjadi antara Jennifer dan Andreas Jonathan, membuat Cassandra lambat merespon apa yang diperintahkan oleh Andreas Jonathan. Gadis itu segera melangkahkan kaki lebih maju, untuk melepaskan pegangan tangan itu.
"Sandra.. tidakkah kamu dengar perkataanku,. Duduklah di sofa terlebih dahulu.." dengan nada yang lebih tinggi, Andreas Jonathan kembali memerintah Cassandra.
"Baik tuan muda.." tidak berani menatap tuan mudanya, perlahan Cassandra membalikkan badan kemudian melangkah menuju sofa yang ditunjuk oleh CEO perusahaan.
Terlihat wajah Jennifer menjadi seperti ditekuk, gadis itu merasa aktivitasnya dengan laki-laki yang dicintainya itu terganggu oleh kemunculan sekretaris eksekutif itu. Apalagi dengan datangnya Cassandra, sikap Andreas Jonathan kepadanya kembali menjadi dingin, seperti tidak terjadi apa-apa antara mereka.
"Untuk substansi maksud diadakannya MOU ini perlu ditambahkan secara spesifik Sandra.." menggunakan pena dengan tinta berwarna merah, Andreas Jonathan mulai mengajak diskusi tentang konsep MOU yang sudah disusun oleh Cassandra.
"Akan segera Sandra tambajkan tuan muda.." dengan gugup, Cassandra menanggapi kata-kata Andreas Jonathan.
Kembali laki-laki itu terpekur membaca dan mempelajari lembaran-lembaran kertas yang ada di tangannya. Melihat dua kancing baju atasan CEO perusahaan itu yang sudah terpelas kancingnya, pipi Cassandra bersemu merah karena tanpa sengaja melihat ke arah dada laki-laki itu tanpa lapisan kain di atasnya.
"Honey.. masih lamakah, Jenni sudah rindu sekali untuk menuntaskan hasrat kita honey.." tidak diduga, melihat Andreas Jonathan terlibat serius mempelajari berkas yang dibawa oleh Cassandra, Jennifer merasa cemburu. Gadis itu mendekati Andreas Jonathan di sofa kemudian tanpa merasa malu, di depan Cassandra, gadis itu merangkul pundak CEO dan menyandarkan kepala di pundak laki-laki itu.
"Jenni.. tidak bisakah kamu melihat jika aku sedang sibuk.. dan tidak ada waktu untuk menemanimu.." tanpa melihat wajah Jennifer, Andreas Jonathan menegur gadis itu masih dengan suara pelan.
"Mmm.. tapi aku tidak bisa menahan lagi honey.. Tidak bisakah honey mengusir sekretaris ini terlebih dulu, kita lanjutkan aktivitas kita yang terganggu karena kedatangannya. Setelah itu, baru honey lanjutkan memeriksa konsep MoU." dengan puppy eyes, Jennifer tidak berhenti merayu laki-laki itu.
Cassandra merasa semakin jijik dan mau muntah melihat sikap perempuan di depannya itu. Dalam hatinya, Cassandra tidak tega melihat seorang wanita dari kaumnya merendahkan diri serendah itu pada seorang laki-laki. Apalagi dilakukannya di depan manusia lainnya.
"Tuan muda.. mungkin Sandra kembali ke ruangan dulu. Tuan muda dan nona muda Jennifer bisa melanjutkan aktivitas yang sudah terganggu karena kedatangan saya ke ruangan ini tanpa permisi, dan minta ijin terlebih dahulu." merasa jijik bercampur malu, Cassandra minta ijin untuk keluar dari ruangan untuk sementara.
"Siapa yang memberimu perintah Sandra, beraninya kamu membantah perintahku. Tunggu dulu di sofa.." suara keras CEO perusahaan, mengagetkan Cassandra. Gadis itu menundukkan wajahnya, dan kembali duduk dengan sikap sopan.
"Dan kamu Jenni.. pergi sekarang juga dari ruang kerjaku, Pekerjaanku kali banyak, tidak ada waktu aku untuk menemanimu. Pergi.." dengan nada keras, Andreas Jonathan juga mengusir Jennifer untuk keluar dari dalam ruangan.
"Tapi honey.." Jennifer merasa keberatan untuk menuruti perintah dari laki-laki itu. Wanita itu masih berusaha untuk merayu dengan memeluk Andreas Jonathan dari samping.
"Pergi kataku.." teriak Andreas Jonathan dengan nada tinggi, membuat Jennifer bergegas meninggalkan laki-laki itu. Sambil berjalan keluar, dan ketika membuka pintu ruangan, gadis itu menatap Cassandra dengan tatapan tidak suka.
*********
Cassandra tetap diam dan hanya mencatat kata-kata yang disampaikan oleh tuan mudanya. Pikiran gadis itu dipenuhi dengan pemandangan yang sama dengan ketika Cassandra masuk ke ruang kerja CEO perusahaan. Melihat diamnya Cassandra yang sangat berbeda dengan kondisi biasanya, Andreas Jonathan menghentikan aktivitasnya. Laki-laki itu menatap lekat ke wajah Cassandra, dan gadis itu semakin takut melihat pada laki-laki itu.
"Kenapa sikapmu menjadi berubah Sandra.. apakah kamu menjadi takut melihatku.." suara Andreas Jonathan kembali mengejutkan Cassandra. Gadis itu tiba-tiba menjadi beku dan bingung, serta tidak mampu untuk mengeluarkan kata-kata lagi.
"Maaf Tuan muda.., bukan maksud saya mengganggu tuan muda dan kekasih melakukan aktivitas. Saya betul-betul minta maaf tuan muda.." Cassandra betul-betul merasa ketakutan dengan pertanyaan yang diberikan oleh CEO nya itu.
"Maaf..?? Bukankah kamu sendiri yang mengijinkan Jennifer masuk ke ruang kerjaku.. yang akhirnya mengganggu dan memudarkan konsentrasiku..." kalimat terakhir itu seakan melemparkan kesalahan pada Cassandra. Gadis itu merasa bingung, kemudian mengangkat wajahnya ke atas dan memberanikan diri menatap Andreas Jonathan.
"Jujur tuan muda.., saya merasa bingung dengan maksud tuan muda. Saya malah tidak tahu jika ada nona muda Jennifer sedang bersama dengan tuan muda dalam ruangan ini, karena sejak tadi saya berada di ruangan Tuan Alexander untuk berdiskusi tentang konsep surat ini." dengan tanpa perasaan bersalah, Cassandra membela diri.
Andreas Jonathan menatap lekat wajah gadis itu, dan tanpa mereka sadari mata mereka saling bertatapan. Tetapi Cassandra untungnya segera sadar, gadis itu segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Jantungnya semakin deg-degan, dan hal ini tidak bisa dipungkiri. Siapapun gadis yang mendapat tatapan dari CEO perusahaan, dengan wajah yang tampan pasti akan merasa deg-degan dan menjatuhkan hati pada laki-laki itu.
"Ingat Cassandra.. Jennifer itu bukan kekasihku, kamu harus tahu itu. Dia hanya seorang perempuan yang tidak punya harga diri, demi kekayaan dia akan memberikan apapun pada laki-laki. Jadi jangan salah paham dan merendahkanku dengan mengira kami adalah pasangan kekasih." tidak diduga, Andreas Jonathan seakan membersihkan namanya di depan gadis itu.
"Dan untuk apa kamu berada di ruangan Alexander. Diskusi dengannya tanpa melibatkan aku yang sendiri berada di ruangan, hingga perempuan itu datang.." lanjut laki-laki itu memarahi Cassandra.
"Maaf tuan muda.. bukan maksud saya seperti itu.." ucap Cassandra pelan, gadis itu masih berusaha membela diri karena merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Menurut pikiran Cassandra, dalam hal ini Andreas Jonathanlah yang salah, namun malah terkesan mencari pembenaran sendiri.
**********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
hei.. tuan muda arogan... birthday otak Casandra cerdas Dan jitu utk soal pekerjaan tp dia itu gadis yg masih bener² polos... melihat kelakuan liar Kalian berdua yg gak tau tempat, tentu saja membuat dia langsung syok..
2023-11-21
2
Lutfie Wachad
Andreas emang mau menang sendiri...selalu orang lain yang salah.
2023-11-04
0
anita
tp ya gt jg ya...q srg dngar wanita yg ngaku selebritas yg notabene yg blum populer mlh clingukan sn sni spy dpt tmbhn income untuk biaya k salon spy tmbh glowing atau tmbh moncer pnampilan gk pduli jual hrg dri atau apalah..yg pnting dpt tmbhn duit.jd prilaku jeni memang nyata,n andreas kan memanfaatkan paha mulus gt...hebat thor kamu menuliskan realita khidupan d jakarta bingitss
2023-07-22
0