Setelah rapat Dewan Komisaris, sikap Andreas Jonathan pada Cassandra sedikit berubah. Jika dulu, pandangan tidak suka selalu diarahkan jika gadis itu berbicara, Tetapi untuk kali ini, laki-laki itu sudah mulai menghargai dan mau mendengarkan gadis itu. Beberapa kali rapat penting, atau menemui client perusahaan, Cassandra sudah mulai dilibatkan. Namun demikian, terkadang sikap arogan Andreas Jonathan masih tetap dominan dalam penetapan keputusan. Lambat laun, Cassandra juga sudah merasa nyaman dengan lingkungan kerja, dan pekerjaan yang ditanganinya.
"Sandra.. jangan lupa draft MOU segera disiapkan. Dewan Komisaris ingin melihat isi dari draft itu sebelum dilakukan penanda tanganan. Entah siapa yang memberi tahu mereka, sehingga saat-saat ini mereka turut campur dalam kegiatan operasional perusahaan." Alexander mendatangi Cassandra, dan tanpa sadar berkeluh kesah tentang sikap Dewan Komisaris.
"Positive thingking saja tuan Alex.. dengan terlibatnya mereka dalam penetapan MOU, bisa mengurangi monitoring dan evaluasi internal yang mereka lakukan pada perusahaan kita. hal ini bisa dimanfaatkan kita berpikir pada hal yang lebih penting bagi perusahaan." secara objektif, Cassandra menanggapi perkataan ALexander,
"Benar katamu Sandra.. nanti aku lihat dulu sebentar ya konsepnya, sebelum kamu masukkan ke ruang kerja tuan muda Andreas.." sambil berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya, Alexander berpesan pada gadis itu.
"Baik tuan Alex.." tanpa melihat pada ALexander, Cassandra melanjutkan membuat draft konsep MOU pada komputer yang ada di depannya, Gadis itu fokus pada draft yang dituliskan di layar monitor, sampai tidak melihat kedatangan Jennifer yang langsung nyelonong masuk ke ruang Andreas Jonathan. Bahkan saat Jennifer membuka dan menutup pintu ruang kerja CEO, Cassandra sama sekali tidak melihatnya.
Beberapa saat kemudian, draft MOU sudah selesai diprint Cassandra, kemudian dibawanya masuk ke ruang kerja Alexander. Laki-laki itu yang sedang memeriksa dan memilah surat-surat masuk, mengesampingkan kesibukannya begitu melihat Cassandra sudah berada di dalam ruangannya.
"Sudah selesai Sandra.. cepat sekali kerjamu, tidak rugi aku memaksa tuan muda untuk menerimamu dan menjadikan sebagai sekretaris eksekutif.." ucap Alexander memuji gadis itu. Laki-laki itu kemudian berdiri dan menghampiri Cassandra yang menunggunya di dekat sofa.
"Duduklah dulu Sandra.. aku akan membacanya sebentar, kemudian antarkan ke ruang kerja tuan muda.. AKu tidak akan lama melihatnya.." Alexander langsung duduk, kemudian mengambil berkas yang dibawa Cassandra kemudian membacanya beberapa saat.
Cassandra mengikuti arahan laki-laki itu, diapun kemudian duduk di depan Alexander. Untuk mengalihkan perhatiannya pada wakil CEO itu, gadis itu mengambil majalah keuangan kemudian membuka dan membacanya.
"Sesuai dengan prediksiku Sandra.. sudah bagus menurutku. Bawa langsung ke ruang kerja tuan muda Andreas, aku tidak bisa menemanimu.. tahu kan banyaknya kerjaanku. Berani bukan.. dan tidak akan terjadi perseteruan.." Alexander menggoda Cassandra.
"Tuan Alex bisa saja.. bukan Sandra yang memulai. Tuan muda Andreas Jonathan yang sering mencari gara-gara, saya kan hanya menanggapinya. Kalau kata anak-anak muda.. anda jual, maka saya akan beli. He.. he.. he.." Cassandra menanggapi perkataan Alexander.
"Bisa saja kamu Sandra.. sudah antarkan sekarang. Jika sudah okay segera lengkapi dengan kop, dan kirim ke alamat email Tuan Besar Prayogo dan Tuan Besar Bakri. Kamu paham bukan, dan bisa mengaitkan perintah ini." dengan nada sarkasme, Alexander kembali ke belakang meja kerjanya.
"Siap tuan Alex.. mereka mungkin mengira jika kita ini tidak memiliki akal dan pikiran. Sandra kembali Tuan Alex.." Cassandra segera bergegas keluar menuju ruang kerjanya untuk mengambil stop map, juga flash disk berisi soft file.
*********
Jennifer melihat keberadaan Cassandra yang sedang sibuk dan fokus di depan meja kerjanya. Merasa khawatir jika gadis itu akan menghalanginya untuk masuk ke ruang kerja CEO perusahaan, gadis itu berjinjit dan perlahan masuk ke ruang kerja Andreas Jonathan tanpa diketahui oleh sekretaris eksekutif. Senyum Jennifer terbuka lebar ketika gadis itu sudah masuk ke dalam ruangan, melihat CEO perusahaan duduk di belakang meja kerja sambil membuka laptop.
"Honey... I miss you.." Jennifer langsung berteriak mengungkapkan rasa rindunya pada laki-laki itu.
Andreas Jonathan mengangkat wajahnya dan melihat ke arah kedatangan Jennifer, namun tidak menjawab sapaan gadis itu. Melihat reaksi pasif yang ditunjukkan oleh laki-laki yang sengaja didatanginya itu, membuat Jennifer semakin gemas. Gadis itu segera mendatangi Andreas Jonathan di kursinya, dan tanpa minta ijin gadis itu duduk di pangkuan laki-laki itu.
"Tidak rindu denganku kah tuan muda.." gadis itu memberikan kecupan di bibir laki-laki itu, kemudian tangannya seperti tidak beraturan melepaskan kancing atas sendiri kemeja yang dikenakan Andreas Jonathan. Merasa terhambat, Jennifer juga mengendorkan dasi yang dikenakan oleh laki-laki itu.
"Kamu menggangguku Jenni.. tidakkah kamu lihat jika aku sedang ada kerjaan kali ini.." Andreas Jonathan menyingkirkan tangan Jennifer yang sudah masuk dan mengusap dadanya.
"Mmmm sebentar saja Tuan muda.. Jenni betul-betul kangen sentuhan tuan muda.. Sudah lama kita tidak melakukannya tuan muda.." Jennifer menolak sikap yang ditunjukkan oleh Andreas Jonathan.
Tanpa merasa malu, Jennifer membalik tubuhnya dan mengangkangkan kaki di pangkuan laki-laki itu. Pasangan muda itu duduk saling berpangkuan dan saling berhadapan. Tangan lembut gadis itu, dan bibirnya bebas mengeksplorasi wajah, belakang telinga bahkan leher laki-laki di depannya. Seperti kucing yang ditawari ikan asin di depannya, Andreas Jonathan yang semula menolak perlakuan gadis itu, akhirnya mulai menikmati sentuhan agresif yang diberikan oleh Jennifer. Tetapi laki-laki itu diam saja, Jennifer yang aktif mengekplorasi dan memberikan ciuman pada CEO PT. Indotrex. Tbk.
Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu ruang kerja Andreas Jonathan, dan tanpa menunggu jawaban untuk diminta masuk, pintu sudah didorong dari luar. Cassandra terkejut melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya sampai usianya 23 tahun ini. Terlihat di depan matanya, bibir Jennifer dan Andreas Jonathan saling memagut, dan ketika menyadari Cassandra yang masuk ke ruang CEO itu, Jennifer semakin mendalamkan ciumannya.
"Lepaskan Jenni.." melihat kedatangan Cassandra yang masih berdiri mematung di depan pintu, melihat dirinya dan Jennifer tanpa bicara, Andreas Jonathan mendorong dan menjauhkan gadis itu dari pangkuannya,
Merasa sebal dengan kedatangan Cassandra, Jennifer tidak tinggal diam. Gadis itu mengalungkan kedua tangannya ke leher CEO perusahaan, dan wajah Cassandra menjadi merah tanpa bicara. Tidak mau mengganggu aktivitas dua anak manusia itu, begitu mendengar suara Andreas Jonathan menegur Jennifer, Cassandra menjadi tersadar. Dengan cepat, Cassandra meletakkan stop map berisi draft MOU, di atas meja, dan gadis itu berlari keluar ruangan.
"Sandra.. tunggu aku. Jangan keluar melarikan diri, kita akan diskusikan isi draft MOU yang sudah kamu konsep." suara Andreas Jonathan mengejutkan Cassandra. Gadis itu berhenti pada posisi berdirinya tidak berani melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu, namun juga tidak berani menatap pada pasangan muda itu.
*******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
jangan menyalakan Jenifer yg agresif, tuan muda.. nyatanya and juga menikmati apa yg Jenifer kalaukamelia bukan..? itu bukti kalau Kalina berdua itu sama saja.. sama² gampangan.. 🙄🙄
2023-11-21
3
Yuki
melihat mereka mau muntah
2023-04-13
0
kavena ayunda
menjijikan
2023-03-15
1