Andreas Jonathan tertegun mendengar perkataan Cassandra, laki-laki itu tidak menyangka jika seorang sekretaris eksekutif dapat menguasai masalah hambatan dalam industri yang dimasuki sebuah perusahaan. Tetapi seperti biasanya, laki-laki itu terlalu gengsi untuk mengakui kehebatan orang lain, apalagi berasal dari sekretarisnya. Ketika Cassandra mengakhiri kata-katanya. Andreas Jonathan hanya melihat sejenak, dan selebihnya laki-laki itu malah manegmbil cangkir beisi kopi kemudian meneguknya beberapa tegukan,
"Ada sebenarnya Sandra.. hanya saja mereka tidak bisa menyediakan barang sekaligus banyak, mungkin karena perusahaan mereka belum begitu besar. Coba jelaskan maksud kalimatmu barusan Sandra.. aku sepertinya belum begitu menangkap maknanya.." tidak diduga, Alexander tertarik dengan statement yang dikeluarkan oleh gadis itu.
"Saya mengaitkan teori dari Michael Porter tuan.. dengan strategi bersaingnya agar kita bisa sustain dalam sebuah lingkungan industri yang ketat. Salah satunya supplier, keberadaan pemasok akan mempengaruhi eksistensi sebuah perusahaan, karena dari pemasok kita akan bisa menghasilkan produk yang berkualitas. Untuk itu, kita akan bisa bertahan jika supplier kita banyak, sehingga begitu kita terkendala dengan salah satu supplier, kita tidak memiliki switching cost untuk berpindah rekanan." Cassandra menjelaskan.
"Tetapi jika bahan bakunya ternyata tidak banyak stocknya, bagaimana kegiatan operasional kita. Bisa terganggu bukan..?" Alexander menyangkal.
"Heh... tuan Alex.. kenapa kita tidak membuat sebuah announcement pada customer kita. Kita buat alasan kan bisa, untuk meningkatkan mutu produk karena menghormati customer, maka untuk sementara ketersediaan produk agak kita batasi. Hal itu juga akan mengangkat produk kita, karena produk kita menjadi langka dan limited, sehingga dapat membuat konsumen menjadi penasaran," lanjut gadis itu.
"Apakah dengan konsep strategimu itu tidak malah akan menghambat hal lain dalam perusahaan.." Alexander tersenyum, ternyata Andreas Jonathan mengeluarkan suara juga, menimpali konsep yang dipaparkan oleh Cassandra.
"Menurut saya tidak akan ada masalah tuan muda.. Kita tidak akan diam saja hanya menunggu ketersediaan bahan baku, kita bisa membuat sebuah inovasi dengan menciptakan produk bahan baku alternatif tanpa mengurangi komposisi nilai dan manfaat dari produk kita. Akan menjadi hal yang bagus bukan, jika kita bisa menguasai industri kita dari hulu ke hilir.." dengan tidak kehilangan percaya diri, Cassandra menanggapi perkataan tuan mudanya,
Diskusi ketiga anak muda itu terus berlanjut. Cassandra bisa memaparkan ide-ide baru yang terkesan frontal, tetapi belum pernah diimplementasikan oleh perusahaan selama ini. Tidak ada kecanggungan dalam diskusi itu, suasana mencair seperti tiga manajer memadukan ide dan gagasan untuk mencetuskan strategi baru.
"Sandra.. siapkan draft konsep penawaran untuk kita mencoba melakukan penjajagan pada pemasok bahan baku kita. Jangan lupa sertakan pula, klausul-klausul jika mereka mengkhianati kita, atau paling tidak mengirimkan bahan baku dengan standar kualifikasi bahan yang rendah." Alexander menambahkan.
"Baik tuan Alexander.. segera Sandra siapkan. Ijin Sandra kembali ke ruangan.." dengan sikap sopannya, gadis itu meminta ijin untuk meninggalkan ruangannya,
Tanpa sadar kedua laki-laki muda itu melihat punggung Cassandra, sampai gadis itu berjalan keluar dari dalam ruang kerja Andreas Jonathan. Alexander tersenyum melihat sikap tuan mudanya yang mulai mencair dengan keberadaan Cassandra.
"Uhuk...ada yang mulai tertarik bukan dengan kinerja sekretaris eksekutifnya.. Jangan salah tuan muda.. tidak mungkin Divisi ALumni UGM berani merekomendasikan alumni yang ecek-ecek ke perusahaan kita.." muncul keusilan Alexander dengan menggoda tuan mudanya.
"Tidak perlu lebay dah... itu baru konsep permulaan. Kita masih perlu melihat lagi, kemampuan apa yang dimiliki gadis itu lagi.." Andreas Jonathan belum mau mengakui kepintaran Cassandra.
"Eitts jangan salah tuan muda.. Apa yang dipaparkan Cassandra barusan, itu bukan tugas dia sebagai sekretaris eksekutif. Konsep apalagi yang akan tuan muda harapkan.. jangan terlalu menindas gadis itu. Jika dia tidak kuat, Cassandra melompat ke perusahaan lain, siapa yang akan celaka.." Alexander memprotes sikap menindas yang ditunjukkan tuan mudanya,
"Jika hanya hal itu, gadis itu melarikan diri dari perusahaan ini, berarti dia tidak memiliki loyalitas diri. Kita tidak perlua mengharapkan kinerja dari orang-orang yang tidak loyal pada perusahaan, sepintar apapun dia.." dengan cepat Andreas Jonathan mengalihkan topik. Alexander diam tidak menanggapi kata-kata Andreas Jonathan, karena merasa percuma berbicara dengan laki-laki itu.
*****
Di divisi lain terdapat ketegangan beberapa orang di dalamnya. Kepala Logistic dan Gudang bahan baku, merasa terkejut dengan kebijakan yang disampaikan langsung dari wakil CEO untuk berganti supplier perusahaan. Namun.. meskipun laki-laki itu tidak menyetujui, tetapi keputusan itu sudah menjadi keputusan tertinggi, dan semua bawahan tidak boleh tidak melakukannya.
Pukul tiga sore, satu jam sebelum jam kerja berakhir, pak Didik kepala Divisi Logistic dan Gudang mendatangi Miss Cathy di meja kerjanya. Laki-laki itu mendapatkan bocoran, jika ide untuk berganti supplier katanya berasal dari sekretaris eksekutif yang baru. Sebagai penanggung jawab recuritment. Pak Didik berpikir jika Miss Cathy yang bertanggung jawab atas anak itu.
"Apa maksudmu datang-datang ke ruang kerjaku sambil marah-marah pak Didik.. ceritakan dulu semuanya dengan jelas. Jangan asal ngebacot tanpa ada dasar." merasa jengkel dengan ketidak sopanan laki-laki itu, Miss Cathy terpancing emosinya.
"Siapa perempuan yang kamu recruit terakhir itu Miss Cathy.. apakah masih memiliki hubungan keluarga denganmu. Bisa-bisanya sebagai anak baru sudah mengusulkan pergantian pemasok bahan baku. Apakah dia pikir bisa seenak itu..?" tidak menjawab pertanyaan, pak Didik malah melanjutkan emosinya.
"Okay.. okay.. aku paham sekarang. Aku sebenarnya juga kurang menyukai Nona Cassandra, tetapi apa dayaku karena gadis itu di bawah perlindungan langsung dari Tuan Alexander. Jika kamu berani, carilah gara-gara dengan dia, jika aku NO.. " sahut Miss Cathy dengan nada yang tidak kalah tinggi. Sebenarnya Miss Cathy juga tidak begitu suka dengan Cassandra, tetapi melihat respon Didik perempuan itu menjadi curiga dengan laki-laki itu.
Didik terdiam, sebelum menuju ke ruangan Miss Cathy, sebenarnya laki-laki itu akan meminta dukungan dari wanita tersebut. Tetapi ternyata malah ganti mendapatkan semprotan dari perempuan itu.
"Miss Cathy... kita ini karyawan lama, harus menunjukkan eksistensi kita. Jangan hanya karena seorang karyawan baru yang belum genap kerja sebulan di perusahaan kita, tatanan perusahaan sudah diacak-acak seenaknya oleh gadis itu. Kita harus menunjukkan perlawanan kita." Didik terus berusaha memprovokasi Miss Cathy.
"Pak Didik.. sebentar.., sebentar.. Jujur pak, aku juga tidak suka dengan gadis itu, karena Tuan Alexander, dan saat ini malah tuan muda Andreas begitu percaya dengan konsep yang disusunnya. Tetapi setelah aku pikir-pikir.. konsep yang diutarakan Nona Cassandra memang masuk akal, dan tidak ada ruginya jika perusahaan juga mencobanya. Kenapa pak Didik tiba-tiba menjadi ngotot seperti itu, aku malah menjadi curiga pada Bapak.." merasa jengkel dengan kerasnya laki-laki di depannya, Cathy malah berbicara dengan nada sarkasme.
"Hush kamu Miss.. dikasih tahu, malah gantian cari-cari kesalahanku.." merasa tidak menemukan jalan keluar dengan berbicara dengan Miss Cathy, akhirnya Didik berjalan keluar dari ruangan wanita itu dengan membanting pintu. Cathy hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan laki-laki itu.
********
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Sandisalbiah
berarti naiknya Garza Dr suplayer ini Ada campur tangan atau permainan Dr bahkan logistic alias pak Didit itu... 🤔🤔🤔 mencurigakan...
2023-11-21
2
Au ahh
seru kak, lanjut terus
2022-12-19
0