Prit …!
peluit dibunyikan sebagai tanda jalannya pertandingan perdana Youth Tournament musim 2022/2023. Laga yang mempertemukan dua tim papan atas yang selalu saling curi posisi pertama dalam klasemen.
Bagus menendang bola kick-off ke belakangnya, di sana ada Teguh. Teguh kemudian langsung melakukan umpan direct ke depan, tanpa persiapan dari lawan, mereaa jelas terkejut.
Bola yang dilambungkan, Cipto mencoba mengejar bola. Satu sentuhan dia mendapatkan bola, sayangnya sentuhan pertamanya sedikit keras yang membuat bola bergulir lebih cepat ke depan dan langsung dikuasai oleh pemain bertahan SMA Jaya Bangsa.
Mereka pun menggulirkan bola dari kaki-kaki dengan pelan. Tak ada yang istimewa, umpan-umpan kecil mereka jelas sangat mudah terbaca oleh SMA Harapan.
Bagus mencoba menekan pemain bernomor punggung 10 yang sedang memegang bola. Di sana pemain bernomor punggung 10 bertuliskan Febri!
Febri lantas mencoba melakukan gerakan tipuan di depan Bagus.
Hal yang membuat Bagus malu, dia benar-benar dengan mudahnya dilewati.
“Jaga dia! Dia berbahaya!” Bagus yang terjatuh akibat mati langkah berteriak lantang.
Febri pun melakukan overlapping, dia langsung dijaga oleh 2 pemain. Teguh dan juga Jaka. Keduanya menjaga dari sisi kanan dan kiri. Tanpa ada celah di antaranya yang membuat Febri mengumpan ke belakang.
Ketika Febri mengumpan ke belakang, dia sontak langsung berlari yang membuat bola kembali lagi kepadanya setelah umpannya diterima dengan baik oleh rekannya. Febri lantas melewati celah di antara Teguh dan Jaka yang tiba-tiba longgar.
Reza langsung berwaspada. Dia sudah melihat betapa berbahayanya pemain bernomor punggung 10 dengan nama Febri.
Dalam 5 menit pertama laga, SMA Jaya Bangsa benar-benar menguasai jalannya pertandingan. SMA Harapan terlihat ditekan walaupun tak ada percobaan berbahaya dari tim tamu.
Sorak-sorai tenang para penggemar SMA Jaya Bangsa terdengar. Para penonton terlihat menikmati tim SMA Jaya Bangsa bergerak dengan leluasa.
“Haikal, jaga dia! Kak Amin, lebih baik tetap merapat.
Rafli! Kau tetap ditempatmu, perketat penglihatan. Jangan sampai ada yang bocor!
Teguh, cepat turun!”
Reza memerintahkan rekannya untuk segera bertahan ketika Febri dan 4 rekannya semakin mendekat ke garis pertahanan. Febri melakukan umpan satu-dua dengan rekannya yang bernomor punggung 11, Andi.
Andi melakukan umpan terobosan ketika Febri bersiap berlari untuk melewati Haikal. Haikal yang menyadari itu pun tidak membiarkannya, dia segera menendang jauh bola terobosan Andi.
“Bagus!” Reza memujinya.
Formasi yang sedikit berantakan dari SMA Harapan pun kembali diperbaiki seiring jalannya pertandingan. Mereka mulai melakukan umpan-umpan pendek yang membuat SMA Jaya Bangsa sedikit kesal.
Bagus mendapatkan bola tepat di tengah lapangan, dia melirik kanan dan kirinya. Ada Auff dan Cipto yang mencoba berlari. Dia lantas mengangkat bola menuju Cipto dengan umpan daerahnya. Cipto mengejar bola, dan dia mendapatkannya.
Umpan kombinasi terjadi, Teguh datang dengan persiapan lebih. Dia melirik Danar dan Dennis. Melihat kode, Danar dan Dennis maju lebih dekat ke pertahanan SMA Jaya Bangsa.
Para pemain tim tamu mencoba menjaga masing-masing dari mereka. Penjagaan yang awalnya zona, sekarang menjadi man marking.
Cipto melihat Bagus mendekati kotak penalti. Danar dan Dennis juga ada mulai mendekati. Teguh mencoba mengangkat tangan sembari menunjuk ke sembarang arah.
Namun, yang dipahami oleh kebanyakan orang adalah salah. Teguh dengan jari kelingking nya berarti sedang menunjuk Danar yang ada di kanan, dan itu jauh dari posisi Cipto.
Cipto pun melakukan umpan diagonal yang dapat diterima dengan dada oleh Danar. Danar pun mulai menggiring bola semakin mendekati kotak penalti, setelah tepat dekat kotak penalti.
Penjagaan kepadanya terlihat mendekat. Tiga pemain sekaligus mendekat!
Danar yang tak tahu arah langsung mendengar sosok yang berlari di belakangnya.
“Umpan terobosan!”
Itu adalah Amin yang posisinya benar-benar maju. Dia mendahului Danar dan langsung masuk di celah antara 3 pemain lawan.
Danar pun menyontek bola. Bola bergulir ke arah yang diinginkan Amin.
Amin masuk ke dalam kotak penalti dan mendekati gawang. Dia melakukan potongan ke belakang, memberi umpan kepada Bagus yang tiba-tiba di kotak penalti. Umpan mendatar dicoba oleh Bagus untuk disontek begitu saja.
Bola yang bergerak bebas pun disontek dengan Bagus. Bagai keajaiban, kiper SMA Jaya Bangsa yang mati langkah diselamatkan oleh seorang pemain depan, dia adalah Febri!
Dengan sliding tekel nya dia menghalau bola yang menghasilkan tendangan penjuru.
“Yaaah ….” ucapan kekecewaan dari para penggemar SMA Harapan terdengar kemudian tepuk tangan memuji.
Serangan yang begitu memukau dari SMA Harapan dipertontonkan. Benar-benar memanjakan mata, tak ada yang berkedip dalam semenit serangan barusan, membuat siapa saja akan terkesan.
Tendangan penjuru dilesatkan. Bola melambung tinggi menuju tiang jauh. Di sana Bagus menunggu disaat yang tepat!
Bola yang mengarah kepadanya tidak mampu dihalau kiper lawan. Bagus dengan mudahnya memberikan sundulan kecilnya yang memasukkan bola ke gawang lawan.
Dia menebus kegagalannya tadi beberapa detik yang lalu dengan sundulan kecilnya.
Sontak sorak-sorai penonton terdengar semakin keras. Para pemain SMA Harapan melakukan selebrasi kecil-kecilan, mereka tidak mau terlalu tenggelam dalam pesona keunggulan.
Pertandingan baru berjalan 10 menit, apapun itu masih bisa terjadi meski masih ada tembok raksasa dipertahanan mereka.
Pertandingan dijalankan kembali, para pemain SMA Jaya Bangsa seperti kerasukan sesuatu. Mereka dengan gencarnya melancarkan serangan demi serangan.
Hingga pada menit 24, bencana yang tak diingin tim SMA Harapan terjadi. Bencana itu membuat Reza terbungkam.
Pada saat itu, bola bergulir menuju Febri yang berada di setengah lapangan dari pertahanan SMA Harapan. Dia melirik ke kanan dan kiri, di sana ada rekannya yang mulai berlari.
Febri melakukan umpan terobosan ke sebelah kiri, bola melewati Teguh dengan bebas. Jaka mencoba menjaga dengan rapi Febri sebelum dia semakin masuk ke dalam pertahanan.
Bola dipegang oleh pemain bernomor punggung 13, dia mulai menyusuri sisi lapangan kiri sebelum umpan silang dilancarkan menuju Febri yang dijaga ketat oleh Jaka. Haikal dan Amin juga sedang menjaga pemain lawan lainnya.
Jaka yang kalah dalam ledakan lompatan, membuat Febri lebih unggul beberapa centimeter dalam lompatan itu. Dia menyundul bola menuju rekannya.
Rekannya yang melihat Febri mengambil awalan untuk lari, sontak dia mengembalikan bola kepada Febri.
Febri pun berhadapan dengan Reza. Dia menendang bagai torpedo membela udara.
“Jaga dia!! Tch!” teriak Reza kesal.
Reza menitikberatkan gravitasi pada kakinya sebelum tolakan ledakan lompatan membuat dia melayang ke arah kanan.
Bola melesat bagai torpedo membuat tangan kanan Reza terhempas ke belakang. Bola lantas masuk dengan kerasnya ke dalam gawang.
Ledakan kekuatan dari tendangan itu benar-benar terdengar. Tendangan untuk sekelas anak SMA benar-benar menakutkan!
Reza mendarat dengan posisi baik, kemudian dia menatap ke belakang. Matanya berapi-api, gawang yang dia jaga segenap tenaga harus pecah juga!
Reza, yang secara tidak langsung dijuluki Laba-laba Hitam oleh rekan-rekannya pun semakin merasa menyesal karena kebobolan. Julukannya tidak membawa dia kepada keberuntungannya.
Mengapa Reza dijuluki demikian, sebab seragam kiper terbaru yang didesain sekolah berwarna hitam dengan corak keemasan di setiap sisi, seperti bagian bahu, dan juga melintang secara diagonal di depan dada. Mirip seperti seragam lama, tetapi ada beberapa corak yang ditambahkan agar tidak begitu polos.
Julukan itu, terlihat cocok untuk disandang Reza.
Reza dengan semangat yang tersulut api, dia berdiri kemudian berteriak lantang.
“Akan kubalas!!!”
Teriakkan itu membuat rekan-rekannya serta lawannya sedikit merasa angin dingin menyeruak di pori-pori mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
ciru
yaaah...Reza kebobolan hik..hik..
2023-03-10
1
Rippzmann
lanjut thorr
2022-11-02
2
Taaku
crazy up
2022-11-02
1