Peluit tanda dimulainya babak pertama berbunyi. Bola diawali dari kaki Cipto Prakarsa, dia menendang bola ke belakang. Angga mendapatkan bola, dia menengok kanan dan kiri.
Setelahnya, Angga mengumpan kepada Auff yang kosong di sisi kanan, di sana Auff dikawal oleh pemain lawan, Narendra membayangi Auff. Di sana dia menjaga ketat pergerakan Auff.
Akhirnya Auff hanya memberikan bola ke belakang kepada Haikal, Haikal kemudian mengumpan ke Angga, setelahnya menuju Teguh yang bergerak ke depan. Angga melakukan umpan lambung dan dapat diterima dengan mudah oleh Teguh.
Teguh melakukan umpan satu dua dengan Ari Dwi sebelum dia melakukan cutting inside dan melepas tembakan dengan kaki kanan bagian dalam. Bola melesat membentuk busur indah, tetapi dapat dengan mudah dimentahkan oleh Fathir sebagai pemimpin di bawah mistar gawang.
Fathir menendang bola ke depan, serangan balik cepat dilangsungkan oleh timnas U-16. Dengan umpan satu dua diantara pemain, membuat tim yang baru terbentuk beberapa menit lalu harus kesulitan.
Mereka semakin mendekati area pertahanan tim baru. Sontak Reza memerintahkan untuk pemain bertahan merapat dan tidak mengosongkan ruang.
“Merapat! Jangan sampai ada yang kosong!”
Mereka mengikuti perkataan Reza. Ruang semakin sempit, tetapi penyerang dari timnas U-16 melepas tembakan dari luar kotak penalti. Asyura yang melepas tembakan tersebut.
Sontak Reza melompat dan menepis bola hingga menghasilkan tendangan sudut. Reza berteriak kesal, “Blokir tendangannya!”
Dalam semenit, timnas U-16 sudah mengancam gawang yang dikawal Reza. Pertandingan tes terakhir ini cukup seru untuk ditonton.
Tendangan sudut telah dilambungkan, duel udara tak terhindarkan. Namun, Reza dengan sigap memetik bola di udara sembari menjatuhkan dirinya yang memeluk bola.
Beberapa saat, Reza bangun dan menendang bola ke depan setelah melihat ada pergerakan tanpa bola yang dimiliki Cipto. Bola melambung melewati garis tengah, hingga sampai di kaki Cipto.
Kontrol bola yang sangat baik, Cipto melakukan overlapping dan melewati dua bek tengah timnas, sekarang Cipto benar-benar satu lawan satu dengan kiper. Cipto langsung melakukan tendangan bola gantung yang menyulitkan Fathir.
Bola tergantung di atas tangan Fathir dan masuk ke gawang. Gol pertama bagi tim baru membuat siapa saja terkejut. Yang seharusnya chemistry diantara mereka belum berjalan dengan baik, tetapi mereka mampu menunjukkan permainan sepakbola layaknya profesional.
Pecah telor, skor 1-0.
Kick-off dimulai dari timnas U-16. Asyura mengumpan kepada Narendra kemudian kepada Zidan, satu persatu pemain mulai membongkar lini tengah tim baru. Mereka membongkar tanpa ada rasa beban.
Asyura melihat rekannya sedang berlari di sisi lapangan sebelah kanan pertahanan tim baru, sontak dia melambungkan bola. Namun, sebelum bola itu sampai di kaki Rizky, bola ditendang keluar lapangan oleh Adi Satria.
Lemparan ke dalam dilakukan Rizky, bola dia lempar hingga masuk ke dalam kotak penalti. Terjadi kekacauan di sana, Haikal tidak sengaja menendang bola ke arah gawang yang membuat Reza harus bertindak.
Reza bergerak dengan refleks menakjubkannya, dia melompat ke atas sembari melayang. Bola dia tinju ke luar lapangan.
“Woe! Kau hampir gol bunuh diri!” Reza mendatangi Haikal, seraya mendorongnya pelan.
“Ya, maaf. Soalnya tadi radak panik,” ucap Haikal.
Tendangan sudut terjadi kembali, bola dilambungkan ke tiang jauh yang membuat Reza harus kembali menepis bola dan menjauhkan bola itu dari mulut gawangnya. Susah payah Reza, jatuh bangun.
Pertandingan baru dimulai 20 menit, timnas U-16 sendiri cukup mendominasi walaupun mereka tertinggal dimenit-menit awal.
Total selama 20 menit terakhir, Reza harus melakukan penyelamatan sebanyak 6 kali. Total penyelamatannya membuat siapa saja merasa terpukau dengannya.
Reza hanya bisa berteriak di bawah mistar gawang karena kelalaian yang terus dilakukan oleh pemain bertahan timnya. Haikal yang cukup jago dalam bertahan juga tak bisa berkutik melawan skill yang ditunjukkan penyerang timnas U-16.
Bola kali ini dikontrol oleh Arkhan, dia melakukan overlapping hingga melewati garis tengah. Di sana dia segera ditekel oleh Rizky yang membuat dia terjatuh, tetapi itu bersih.
Bola direbut dan serangan balik terjadi. Angga dilewati begitu saja dengan teknik tipuan. Kemudian tiga bek mulai mendekati Rizky, sontak Rizky hanya tersenyum sembari memberikan umpan terobosan cantik ke Asyura.
“Kalian terpancing!!!” teriak Reza menggelegar.
Reza sekarang satu lawan satu dengan Asyura. Kemampuannya dipertaruhkan disini, Rizky maju seraya menatap fokus kaki beserta bola Asyura.
Kakinya melakukan gestur aneh, itu sebuah tipuan balik. Reza kemudian meraih segera bola sebelum ditendang ke sisi kanannya, bola sempat mengenai tangannya dan memantul keluar lapangan.
“Arrghh! Sulit sekali membobol kau!” seru Asyura kesal sembari menatap tajam Reza.
Tendangan pojok terjadi lagi, dan kali ini hanya umpan pendek sebelum umpan silang menuju Asyura yang bersiap melakukan sundulan. Reza melompat bersamaan Asyura, tetapi lompatan Reza sedikit lebih tinggi dari pada Asyura sehingga dia meninju bola menjauh dari area kotak penalti.
Bola hasil tinjuan Reza didapat oleh Haikal dan langsung mengumpan jauh ke depan kepada Teguh yang berlari menyusuri sisi lapangan. Teguh berlari, tetapi tentu saja dia langsung ditekel oleh pemain bertahan timnas U-16, Abdillah. Teguh jatuh berguling di lapangan.
Wasit yang mengisi jalannya pertandingan menghadiahkan kartu kuning kepada Abdillah. Tekel keras itu membuat sedikit perselisihan. Masalahnya, ini hanyalah pertandingan tes, tetapi tekel sekeras itu membuat Teguh kesakitan.
“Maaf, aku tidak sengaja!” Abdillah mengulurkan tangannya.
Teguh menerima uluran tangannya dan mereka saling berpelukan sebagai tanda sportivitas. Pertandingan dilanjutkan kembali. Tendangan bebas dilakukan oleh Angga.
Dia mengumpan ke belakang. Selama sisa menit babak pertama, tim baru hanya saling mengumpan untuk mengurangi tempo permainan yang cepat.
Babak pertama ditutup oleh keunggulan sementara tim baru, 1-0.
Para pemain masuk ruang ganti. Di dalam ruang ganti tim baru, pelatih Sofyan sedikit terpukau kepada permainan tim yang baru dibentuknya sebelum tes terakhir ini.
“Permainan kalian sudah mantap, jaga keunggulan.” Hanya itu yang bisa pelatih Sofyan katakan.
Pelatih Sofyan kemudian menatap Reza, dia memiliki kesan tersendiri terhadap Reza.
Reza yang menyadari dirinya ditatap oleh pelatih hanya mengangguk sembari tersenyum.
Istirahat 15 menit selesai. Para pemain kesebelasan masuk ke lapangan, mereka berganti posisi lapangan sekarang. Reza telah siap di bawah mistar gawang, tatapannya menuju ke Fathir yang bersiap di gawangnya sendiri.
“Bisakah dengan kemampuan sistem ini, saya masuk timnas?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Ra dhiraemon
Tentu Saja Reza Kamu Bisa Masuk Ke Timnas
2023-03-09
2
DOSA (KEBODOHAN)
l
2023-01-06
4
Taaku
mantap
2022-10-22
4