Bola bergulir di sisi lapangan sebelah kiri. Setelah kick-off, timnas U-16 langsung melakukan umpan lambung, tetapi bola harus berakhir bergulir ke luar lapangan.
Bola diambil oleh Haikal, dia melakukan lemparan yang cukup jauh di sisi kanan pertahanan timnas U-16. Teguh mendapatkan bola, dia melihat ke sisi kanannya, di sana ada Angga yang melakukan gerakan mengecoh.
Tentu saja Teguh tidak terlalu memahami gerakan apa yang dimaksud Angga, Teguh hanya mencoba mengumpan daerah di depan Angga. Namun, Angga hanya mati langkah dan menatap Teguh sedikit kesal.
Teguh mengangkat tangannya sebagai tanda meminta maaf. Bola sekarang dikuasai oleh timnas U-16, mereka dari kaki ke kaki menciptakan peluang berbahaya di sisi kiri pertahanan Tim Baru. Melalui umpan lambung dari Abdillah, Kaka mendapatkan bola cantik.
Dia melakukan dribble dengan memainkan bola di kakinya, mencoba mengecoh Arkhan Renaldy, tetapi dengan pengamatan yang terbilang baik, bola berhasil dipatahkan dan bergulir ke luar lapangan.
Lemparan ke dalam dilakukan dengan cepat oleh Kaka dan memberikan ke Abdillah, Abdillah dengan putaran badannya berhasil melewati Haikal yang mengawalnya.
Abdillah yang seorang pemain bertahan melakukan overlapping ke dalam area kotak penalti. Dengan kaki kanannya, dia menciptakan umpan diagonal cantik dan langsung disambut sundulan oleh Asyura.
Bola menyasar ke sudut atas gawang. Namun, sebuah tangan terentang lebar menepis bola yang hendak masuk. Tangan itu milik Reza Kusuma, dengan gerakan refleksnya, bola berhasil dihalau hingga menghasilkan tendangan penjuru.
Penyelamatan gemilang dari Reza membuat spontanitas terjadi, yaitu tepukan tangan dari seluruh penonton.
“Fyuuh … kau membuatku tegang,” ucap Haikal dengan nada candaan.
“Dilewati dengan teknik putaran? Cih, Magu–”
Prit!
Tendangan penjuru telah dilambungkan, perkataan Reza terhenti dan kembali fokus ke arah datangnya bola. Dengan keputusan yang harus dimilikinya dalam sepersekian detik, dia keluar dari area penjaga gawang dan hendak meninju bola yang menuju kepala Rizky.
Bola ditinju ke depan membuat helaan nafas lega dari para penonton. Namun, yang mereka tidak kira, seorang pemain dari belakang melakukan tendangan voli disaat bola masih beberapa centimeter di atas permukaan tanah.
Bola membentuk busur indah, yang terlihat hendak menyamping di sisi kiri gawang, kemudian nampak berbelok ke area gawang yang kosong tanpa penjagaan.
Sruugg!
Bola masuk dengan damainya hingga bergesekan dengn jala gawang. Semua orang terdiam, tendangan tiba-tiba itu membuat semuanya tertegun sejenak sebelum teriakan pujian dilontarkan kepada sang penendang, Iqbal, seorang pemain bertahan.
“Wooooo!”
Reza hanya bisa tersenyum. Tendangan itu benar-benar mematahkan harapannya untuk tanpa kebobolan di pertandingan tes terakhir ini.
Skor imbang, 1-1. Dengan ini, dimenit 50, timnas U-16 mengejar ketertinggalannya.
“Tendangan itu menakjubkan!” Reza berteriak kepada Iqbal yang disambut acungan jempol.
Reza sekarang paham, seberapa menakutkannya timnas U-16 sekarang. Setiap pemain memiliki penyelesaian yang baik, apalagi sekelas pemain bertahan juga mampu berbicara banyak dalam mencetak sebuah gol.
Pertandingan dimulai kembali. Bola terus bergulir setiap menit, tanpa ada diantara tim yang mencoba menyerah. Bahkan timnas U-16 semakin gencar melakukan tekanan untuk mengganggu tim baru dalam mengolah bola.
Tak dapat dipungkiri, hasil tekanan berat mereka, Angga kehilangan bola dan serangan balik langsung dilancarkan. Asyura yang melakukan curian bola mengumpan kepada Kaka, kemudian dari sisi kiri dia mengangkat bola menuju kepala Asyura yang bersiap melompat.
Bola disundul oleh Asyura, sundulan yang terlihat kurang sempurna berhasil dimentahkan dengan mudahnya oleh Reza. Dia hanya memetik bola di udara, sundulan itu tanpa energi.
“Teguh!!!” Reza menendang bola dengan cepat.
Bola melambung dan sampai di kaki Teguh, tetapi sayangnya kontrol yang tidak sempurna membuat bola hanya keluar lapangan. Teguh menatap ke belakang sembari mengangkat jempolnya.
............
Menit demi menit berjalan, tak ada yang istimewa lagi dalam sisa waktu pertandingan, hingga peluit panjang dibunyikan wasit sebagai tanda pertandingan tes terakhir telah berakhir dengan skor imbang 1-1.
Statistik pertandingan yang berat sebelah ditunjukkan oleh pihak sekolah. Percobaan tendangan dari timnas U-16 sebanyak 17 berbanding 6 dari tim baru, dengan 11 tepat sasaran berbanding 2 yang tepat sasaran.
Diantara tepat sasaran tersebut, ada 1 masing-masing yang masuk ke gawang. Untuk penguasaan bola lebih dominan timnas U-16 dengan 53%.
Benar-benar pertandingan tes terakhir yang disatu sisi sekolah merasa bangga, sebab ditahun awal Riyandi masuk ke sekolah ini, dia dengan angkatannya harus melawan timnas U-16 juga dan dibantai dengan skor 6-3.
Dan untuk sekarang, mereka bisa menahan imbang kekuatan timnas U-16 yang terbilang sedikit di atas kualitas daripada angkatan zaman Riyandi dan kawan-kawannya. Tak lepas dari perkembangan minat setiap anak juga, semakin minat, maka latihan mereka semakin bersungguh-sungguh.
............
Hari itu juga, peresmian anggota baru klub sepakbola SMA Harapan dilaksanakan, dengan dihadiri tamu spesial, pelatih Bima dan anak didiknya. Mereka tentunya dengan relasi kuat dari SMA Harapan bisa diundang.
Penyematan tanda penjaga gawang penerus dilaksanakan oleh Riyandi. Dia memberikan sebuah sarung tangan berwarna hitam dengan corak putih garis-garis kepada Reza. Sarung tangan itu juga terlihat sudah mulai lusuh.
“Sarung tangan ini digunakan sejak lima belas tahun lalu, generasi tiap generasi menggunakan ini. Namun, kau bisa tidak menggunakannya dan hanya memajangnya sebagai bentuk penghargaan.”
Reza menganggukkan kepalanya ketika Riyandi menyelesaikan ucapannya. Reza sekarang benar-benar merasa tersanjung, sarung tangan kiper sejak generasi awal, generasi 10 tahun lalu yang saat itu klub sepakbola SMA Harapan baru didirikan.
Penyematan tanda anggota baru selesai, tes terakhir juga telah selesai. Semuanya dipersilahkan untuk melakukan aktivitas masing-masing disetiap klub olahraga.
Reza sendiri sedang berjalan ringan menuju kelasnya yang akan dia pakai pada hari Senin nanti, 3 hari dari sekarang. Reza ingin melihat, bagaimana kelasnya nanti.
Ketika dia sampai, di sana telah ada pelatih Bima sedang menatap ke luar jendela seraya meletakkan tangannya di saku kanan dan kiri.
“Akhirnya kau datang, Reza,” ucap pelatih Bima sembari berbalik.
Senyuman misterius terlukis jelas di wajahnya, perasaan Reza seketika merasa hawa dingin menyeruak di kulitnya.
“Penyelamatanmu saat tendanganku, itu kau sengaja yaa tidak menepisnya secara penuh?”
Perkataan itu jelas membuat Reza terkesiap. Memang benar, Reza tidak menepisnya secara penuh sebab dia dapat merasakan kekuatan tendangan itu. Jika dia menepis dengan sarung tangan kipernya yang biasa saja, itu akan kurang meredam kekuatan tendangannya.
Maka kemungkinan adanya cedera sangat besar. Itu hanyalah sebuah tes, tetapi kekuatan dari tendangan itu tidak main-main. Reza hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya.
“Ini. Saya harap kamu bisa datang, kiper utama kita lagi kurang sehat.” Sebuah surat disematkan di saku seragam Reza.
Setelahnya, pelatih Bima pergi begitu saja meninggalkan Reza yang terdiam menatap keluar jendela. Matahari yang mulai tenggelam dibalik gedung yang menjulang tinggi dan hanya menyisakan gradasi oranyenya.
“Ini terlalu cepat,” gumam Reza sedikit bergetar.
Dia sangat paham apa yang ada pada sebuah amplop di sakunya.
“Tapi … kepercayaannya harus saya tuntaskan!”
Reza dengan semangat membuka amplop tersebut, di dalamnya terdapat selembar kertas undangan dalam pelatihan timnas U-16 dalam rangka persiapan kualifikasi Piala Asia U-17 2023 yang akan diselenggarakan di Jakarta, dan tuan rumah Piala Asia U-17 sendiri berada di Uzbekistan.
“Kenapa saya masuk sekolah ini? Kenapa tidak di akademi saja?”
Pertanyaan bodoh yang baru saja dikeluarkan Reza membuat hati kecilnya sedikit tertawa. Dia merasa sangat lucu. Kenapa? Karena usaha ibunya dalam mencarinya sekolah tidak boleh disia-siakan.
“Oh, iya! Katanya ada hadiah kalau saya menarik perhatian, ini menarik perhatian pelatih Bima loh!”
...[Hadiah diberikan kepada Tuan Rumah!]...
...[Kartu Atribut Lionel M. didapatkan!]...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
dewa naga
mantap
2023-03-12
1
Ra dhiraemon
Wah Selamat Reza Dapat Atribut Baru
2023-03-09
2
glanter
napa bukan kartu atribut kiper yg dikadoh sistem, malahan kartu sang penyerang messi....😲😲😲
2023-02-04
2